NovelToon NovelToon
Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / System / Fantasi Timur / Sistem / Solo Leveling / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:505k
Nilai: 4.8
Nama Author: XERA

Seorang pemuda bernama Li Hao tiba-tiba saja dipindahkan ke daratan asing tanpa mengetahui alasan yang jelas.

Sebuah layar tiba-tiba saja muncul di hadapannya, dia diberikan sebuah System yang bisa membuatnya menjadi kuat dalam waktu singkat.

Namun, tidak ada satupun penjelasan yang menjelaskan alasan Li Hao dipindahkan. System yang diberikan padanya seperti sebuah program tanpa adanya kehidupan, dan ia harus menjelajahi daratan asing tersebut untuk bisa bertahan hidup.

Apakah Li Hao mampu bertahan hidup di daratan yang bukan dunianya lagi, dan mencari tau alasan kenapa dirinya dipindahkan?

Baca terus novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XERA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mampir Ke Sebuah Desa

"Menurutmu, berapa lama lagi kita akan sampai ke kota Luoyang?" tanya Li Hao penasaran.

"Hm... Jika terus seperti ini, mungkin kita akan sampai dalam dua bulan lagi." sahut Diao Chan setelah memperhitungkannya secara kasar.

Li Hao mengangguk pelan dan tidak bertanya lebih jauh, sedangkan Diao Chan kembali mengobrol dengan Wei Han yang berada di sampingnya.

"Kakak Diao, sebenarnya kenapa kalian berdua berjalan berjauh-jauhan?"

Sedari kemarin, pertanyaan ini terus mengganjal di kepala Wei Han.

"Oh... Itu, kami berdua mempunyai sebuah peraturan yang tidak boleh dilanggar." Diao Chan menjawab, kemudian menjelaskan isi dari peraturan tersebut.

Setelah mendengarnya, Wei Han langsung tertawa pelan, "Kakak Diao, kalian berdua benar-benar cocok."

"Hmph! Mana mungkin aku cocok sama orang seperti dia!" Diao Chan berkata dengan suara yang sedikit keras, ia sengaja melakukannya agar pemuda itu bisa mendengar ucapannya.

Li Hao sendiri langsung menoleh ke arah belakang dan memasang senyum mengejek, "Kau benar, mustahil bagiku yang kalem ini bisa cocok dengan wanita beringas sepertimu. Aku tidak mau mati muda..."

"Apa katamu! Beringas?! Mana mungkin aku yang cantik ini beringas?! Memang kau saja yang buta!" Diao Chan merasa sangat kesal karena Li Hao akhir-akhir ini terus mengatakan hal itu padanya.

Li Hao berdecak pelan berulang kali sembari menggeleng kepalanya, "Sepertinya saat sampai di kota Luoyang nanti, aku harus membelikan dirimu sebuah kaca yang besar."

"Dasar keparat! Coba kau ngomong sekali lagi!" Diao Chan hendak maju, tetapi Li Hao langsung memperhatikan langkah kakinya, "Tsk! Kau sengaja memancingku agar melanggar peraturan, ya!"

Diao Chan mengepalkan kedua tangannya dengan erat sampai memperlihatkan beberapa urat yang cukup besar, Wei Han sendiri yang melihat mereka berdua bertengkar hanya bisa menyaksikan dalam diam. Ia sudah mulai terbiasa dengan suasana semacam ini.

Li Hao terus mengejek Diao Chan dan membuat perempuan itu benar-benar kesal, namun amarahnya perlahan mereda ketika Wei Han mulai melerai pertengkaran mereka berdua.

"Hehehe... Bagus, Wei Han." Li Hao mengangkat jempolnya sambil tersenyum, "Mulai sekarang, kau adalah pawang dari wanita beringas itu. Aku percayakan dia padamu..."

Wei Han hanya tersenyum masam sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sedangkan Diao Chan langsung mengeluarkan sumpah serapahnya.

***

Li Hao menghentikan langkahnya, Diao Chan dan Wei Han langsung melakukan hal yang sama.

"Ada apa?" tanya Diao Chan penasaran.

"Aku menemukan sebuah desa." jawab Li Hao cepat sambil menunjuk ke satu arah, "Ayo kita pergi ke sana."

"Huh, untuk apa?" Diao Chan sedikit mengerutkan alisnya.

"Aku ingin membelikan Wei Han beberapa pakaian. Selama empat hari ini, dia selalu memakai pakaian yang sama, itu pasti tidak nyaman." Li Hao menjawab dengan cepat.

Diao Chan mengangkat sedikit alisnya, lalu menoleh ke arah anak kecil yang ia gandeng, "Wei Han kecil, kamu dengar yang dikatakan olehnya? Ini adalah kesempatanmu, habiskan uangnya. Jangan pernah merasa ragu, mengerti?" bisiknya pelan.

"Ah..." Wei Han tersenyum masam, ia tidak tau cara untuk menanggapinya.

"Aku dengar semuanya..." Li Hao memasang raut wajah datar, ia bisa melihat perempuan itu mengalihkan pandangannya ke arah lain, "Dasar, pasti kau adalah Iblis berwujud manusia."

"Apa katamu?!" Diao Chan langsung memasang ekspresi marah.

Li Hao tersenyum mengejek tetapi ia tidak mau menanggapinya lebih jauh, matanya kemudian teralih pada Wei Han dan berkata sembari tersenyum, "Kau boleh memilih pakaian yang kamu suka, tapi jangan terlalu mahal, ya. Aku hanya punya seribu koin emas saja..."

"Terima kasih, kakak Li." Wei Han sedikit menundukkan badannya, dan kembali berkata, "Aku berjanji tidak akan membeli pakaian yang mahal..."

"Hahahaha... Bagus, bagus. Pertahankan sifatmu itu, Wei Han. Jangan sampai terhasut oleh Iblis di dekatmu." Li Hao tertawa pelan sambil mengangkat jempolnya.

"Siapa yang kau maksud?!" Diao Chan melotot ke arah pemuda itu.

Li Hao mengangkat pundaknya, "Entahlah, bagi yang merasa saja." sahutnya santai, dan kembali melangkahkan kakinya ke depan.

"Huh!" Diao Chan merasa geram, namun rasa kesalnya itu langsung berakhir ketika Wei Han mengajaknya untuk berjalan mengikuti Li Hao.

***

Setelah memasuki desa, Li Hao dan Diao Chan langsung menjadi pusat perhatian orang-orang desa yang sedang beraktivitas. Sebagian besar dari mereka lebih memerhatikan perempuan pengembara itu, mereka semua sudah terbius oleh kecantikannya.

Diao Chan sendiri yang merasa diperhatikan orang-orang langsung menundukkan kepalanya. Li Hao tentu menyadari hal itu, dan ia langsung bertanya, "Apakah alasanmu memakai topeng karena tidak suka menjadi pusat perhatian?"

"Begitulah." jawab Diao Chan pelan.

Li Hao hanya diam usai mendengarnya dan tidak bertanya lebih jauh, mereka bertiga kemudian mempercepat langkah dan mencari tempat yang menjual pakaian.

Hanya butuh waktu beberapa menit saja bagi mereka bertiga untuk menemukan tempat yang menjual pakaian, ketiganya masuk dan langsung disambut oleh seorang nenek tua yang sebagian besar rambutnya sudah beruban.

"Ohoho... Akhirnya ada pelanggan yang datang ke sini, mari masuk..." nenek tua itu mempersilahkan mereka bertiga untuk masuk ke bagian dalam.

"Apakah kalian bertiga ingin membeli pakaian?" Nenek tua itu bertanya dengan suara pelan.

"Benar, Nek. Tapi, kami membeli hanya untuk dia..." Diao Chan memegang kepala Wei Han menggunakan kedua tangannya, "Apakah nenek punya pakaian yang ukurannya sama seperti dia?"

"Hmm... Sepertinya saya harus mengukur tubuhnya terlebih dahulu." Nenek tersebut berbalik usai berkata demikian, "Ayo Nak, ikut aku."

"Baiklah, Nek." Diao Chan mengangguk pelan, lalu meminta Wei Han untuk mengikuti nenek tersebut.

Wei Han mengangguk patuh, dan ia mengikuti nenek itu dari belakang.

"Dia terlihat senang..." gumam Diao Chan sembari melihat Wei Han yang berjalan menjauh.

"Hei, identitas Wei Han sebagai penerus asli Kekaisaran Bintang harus disembunyikan. Setelah dia bersamamu, kuharap kau bisa menjaga rahasianya." Li Hao berkata dengan raut wajah serius.

"Tentu saja, aku tau itu." Diao Chan mengangguk pelan, jika seandainya identitas Wei Han tersebar luas di sektenya maka cepat atau lambat bisa terjadi kekacauan, "Tapi, aku akan memberitahu beberapa orang yang benar-benar kupercaya. Aku pasti tidak akan bisa mengawasinya setiap hari..."

"Jangan... Ada baiknya untuk menyimpan rahasia itu seorang diri." Li Hao menggeleng pelan, seseorang bisa saja berkhianat tergantung dengan kondisi yang diterimanya.

"Kenapa? Apa kau pikir orang-orang yang kupercaya tidak bisa menjaga rahasia ini?" Diao Chan berkata dengan suara dingin.

"Siapa yang tau, aku saja tidak mengenal orang-orang yang kau percayai." Li Hao berkata dengan nada acuh tak acuh.

Diao Chan merapatkan giginya, ia jelas tidak senang dengan tanggapan yang diberikan oleh pemuda itu.

"Tapi itu terserahmu. Asalkan Wei Han tetap aman, lakukan apa yang kau inginkan." timpal Li Hao cepat, ia sengaja mengatakan itu agar tidak terjadi keributan di sini.

Diao Chan mendengus pelan mendengar itu, lalu matanya sedikit menyipit, "Omong-omong, apa kau merencanakan sesuatu pada Wei Han? Aku yakin awalnya kau tidak terlalu senang dengan kehadirannya, tetapi kenapa sekarang berbeda?"

"Investasi..."

"Huh, apa itu?"

"Menurutku, Wei Han adalah sebuah aset yang berharga. Jika aku bisa menjadikannya sebagai Kaisar Bintang selanjutnya, maka akan ada banyak keuntungan yang kudapatkan." Li Hao menjelaskan tanpa berbohong sedikitpun.

Diao Chan langsung mengerut alisnya ketika mendengar itu, "Jadi selama ini kau tidak tulus dalam membantunya, dan ingin meraup keuntungan darinya saja, begitu?"

"Tidak sesederhana itu juga, ada alasan lain aku membantu dia." Li Hao menjawab dengan suara tenang.

Bersambung.....

LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

1
Shen shandian luo
tingkatin qi fan kultivasinya...masak staknan di situ trus...
Shen shandian luo
kalau ketemu perempuan jadi ampas alur ceritanya...
Shen shandian luo
fungsi level nya apa sih..kalau tingkatan kultivasinya buat patokan bertarung...mending kultivasinya yg di naikin..bukan level trus..karna walaupun level tinggi masih kalah sama musuh dalam hal kultivasinya..jadi level gak ada gunanya
Shen shandian luo
jurus tinju petirnya gak pernah di gunakan
Shen shandian luo
qi nya gak pernah di tambah
Shen shandian luo
pangen tau fungsi level.tingkatan kultivasinya dan qi nya..
Shen shandian luo
kapan kuatnya...jadi gak seru alurnya
Shen shandian luo
kultivator demam..hadew
WANG-zarr
emang nya ngk ada ya aliran netral
M aman Santoso
Luar biasa
Reza Aditiya
MC terlalu buang buang waktu,pas awal bab cerita masih menarik dan seru pas udah sampe bab ini jadi ga menarik dan membosan kan karna MC buang buang waktu buat Farming Xp padahal MC masih lemah
Reza Aditiya
nama Element udara ganti sama angin Thor biar ga aneh aja sih,soal nya gue baru denger
Zuchri Jalil
Luar biasa
Aiby kushina uzumaki 2
menarik
Mohd Ali Mohamad
Luar biasa
Jeme Merinem
fungsi nya buat apaan
Jeme Merinem
kok sma kyk gw🤣
Nrimo Ing pandum666
Luar biasa
SERAMBI KANDANG
kok ga perna ambil cincin penyimpanan koebanya yaa?padahal butuh/Tongue/
Erwin Syah
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!