Kisah pahit harus dialami gadis berusia 20 tahun yang tak lain gadis itu bernama Putri Varelina. Gadis malang yang lebih memilih persahabatan ketimbang cinta yang nantinya akan menghancurkan ketiga sahabat itu.
Hinga akhirnya hidupnya hancur lebur setelah ia dinodai oleh mantan kekasihnya yang kini berstatus Suami dari sepupunya sendiri. Mampukah ia bertahan mempertahankan janin yang kini menjadi calon anak dari Suami sepupunya sendiri. Dan mampukah ia berjuang bertahan dari hinaan dan siksaan batin yang dilakukan laki-laki itu yang dengan teganya tidak Sudi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.
Bagaikan tertimpa seribu tangga. Ia juga harus menerima kepahitan hidup gimana ia terjebak dalam sebuah pernikahan yang dimana Pria yang ia nikahi adalah Suami dari sahabat terbaiknya sendiri. Kehancuran, kecewakan hinga dendam membuat sahabatnya berbalik menjadi membencinya bertekad untuk menghancurkan kebahagiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30_ MENAHAN SIKSAAN BATIN
Berjalan dengan langkah pelan, tak lama akhirnya ia telah sampai dikediaman Revan. Akan tetapi sesampainya ia masuk ia terkejut melihat Mama mertuanya yang sudah berdandan rapi dengan didampingi beberapa orang.
Sedangkan Mertuanya yang menyadari kehadiran Putri, dengan segera ia langsung menarik tangannya, membawanya ke dapur.
"Mama? Ini ada apa Ma? Kenapa ramai sekali disini?"tanya Putri.
"Hey menantu kampungan kamu itu dari mana aja. Apa seperti ini cara kamu menjadi seorang Istri sudahlah itu tidak penting yang terpenting sekarang kamu kenakan pakaian ini?"perintahnya.
"Ini kan pakaikan buat asisten rumah tangga kenapa Mama memberikannya padaku?"
"Dasar banyak omong cepat pergi dan gantilah, kamu itu budek apa gimana sih kamu! Dan satu lagi setelah itu kamu keluar dan antar-lah minuman ini keluar apa kamu mengerti?"tegas mertua.
"Iya Ma, Putri ngerti!"
"Ya sudah aku akan ganti sekarang!x
"Cepatlah dan jangan lama-lama."
Pov Putri
Bahagia? Aku Rasa bahagia itu adalah kata yang sama sekali tidak cocok untuk aku sebutkan. Karena aku tahu biar pun aku menyebutkan kata itu aku juga tidak akan pernah bahagia.
Dulu Saudara Mama yang sudah aku anggap sebagai Mama angkat-ku yang tidak bisa menghargai-ku sebagai Putri angkatnya. Dan sekarang aku mendapatkan Mertua yang sama sekali tidak pernah bisa menghargai-ku sebagai menantunya.
Dan lebih parahnya lagi, ia hanya menganggap-ku hanya sebatas seorang pembantu. Apa sampai segitunya Mertuaku membenciku sampai-sampai dia tega berkata seperti itu padaku?"
Putri yang merasa sangat sedih setelah mendengar ucapan mertuanya tadi, dengan melamun di dapur, lagi-lagi Putri harus menerima bentakan lagi dari sang mertua.
"Hei? Apa yang kamu lakukan, apa saya menyuruhmu untuk melamun disini? Cepat buatkan minuman buat mereka!" bentak Mertua dengan nada sangat memaksa.
"Baik Ma, Putri akan membuatkannya." Bergegas Putri membuatkan minuman buat mereka.
SESAMPAINYA DIRUANG TAMU.
"Maaf ya jeng, gara-gara pembantu saya yang lelet ini, kalian harus menahan haus?" ucap mertua tanpa ada rasa bersalah.
"Ingat Putri, kamu harus sabar, demi kamu sendiri, kamu harus sabar menghadapi hinaan yang dilakukan mertua kamu, kamu harus sabar!" batin Putri yang mencoba untuk menahan diri
"Sudahlah jeng, jeng tidak perlu berkata seperti itu. Kan biar bagaimana pun juga, dia kan juga masih punya hati, jadi tidak seharusnya jeng memaki-maki seperti itu terus?" ucap seorang wanita yang dengan baik hati mau membelanya.
"Baiklah jeng."
Dalam perbincangan mereka saat ini, kemudian Nina datang dan merasa bingung ada acara apakah ini.
"Mama, ini ada apa? Kenapa disini rame sekali?" tanyanya dengan wajah terheran.
"Maaf kalau Mama belum sempat memberitahu kamu sayang. Mama ada acara arisan," balasnya dengan lembut.
"Oh..?"
"Jeng Verly sangat beruntung mendapatkan menantu seperti Nina, sudah baik cantik dan pinter lagi,"puji teman Verly untuk Nina.
"Iya jeng saya juga beruntung mendapatkan Menantu seperti Nina. Selain pintar dan cantik, dia juga punya hati yang sangat baik, jadi alasan itulah yang membuat saya merasa sangat senang bisa memiliki dia sebagai menantu saya,"ucap Mertua sembari menunjukkan wajah menyindirnya pada Putri.
"Daripada aku harus mendengar ucapan Mama yang sengaja menyindirku dan yang ada akan tambah menyakiti perasaanku, lebih baik aku pergi saja,"batin Putri yang kemudian ia berpamitan.
" Maaf karena saya masih ada urusan yang harus saya kerjakan, jadi saya harus pergi, permisi," ucap Putri setelah berpamitan dia bergegas masuk kedalam.
"Kasihan sekali dia, dia pasti sangat terluka sekarang setelah mendengar perkataan Mama, tapi tidak apa-apalah aku malah senang bisa melihatnya bersedih seperti itu!" batin Nina, lalu dia ikut bergabung sama obrolan mereka.
Hari berlalu dengan sangat cepat. Waktu menunjukan sudah pukul 17:00 . Jadi mereka semua akhirnya memutuskan untuk pulang.
Melihat rumah yang sangat berantakan. Dan juga sisa-sisa kotoran acara tadi, dengan mudanya Mamanya menyuruh Putri untuk membereskan semua ini tanpa memperdulikan kondisi Putri yang sudah mulai kelelahan dan dalam kondisi mengandung.
"Ya sudah karena mereka sudah pada pergi, mendingan sekarang kamu cepat bereskan semua ini?" titahnya..
"Maaf Ma, bukannya Putri menolak, tapi Putri sudah sangat kelelahan. Jadi Mama tidak masalah kan kalau Nina saja yang membereskan semua ini?"titah Putri balik.
"Kamu itu ya, berani sekali memerintahkan Nina, Wanita sepintar dan secantik Nina jelas tidak pantas untuk merapikan semua ini dan kamulah yang pantas membereskan semua ini, jadi cepat bersihkan sekarang?"
Alih-alih mendapatkan izin ia malah kembali mendapat bentakan yang sungguh membuat kuping merasa ingin pecah.
"Maaf Ma, tapi Putri benar-benar sangat kelelahan Ma."
Putri berusaha menolak perintah Mama Mertua sadar ia sudah sangat kelelahan seharian tak ada jeda untuk beristirahat.
"Sudah jangan banyak alasan lagi, sebentar lagi Revan akan pulang, jadi kamu cepat bereskan semua ini!"
"Baik Ma!"
SEKALIAN NIH KAK ADA REKOMENDASI CERITA BARU LAGI DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN. YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰 🥰
BERIKUT BLURBNYA
Flavia Gu, adalah anak dari selir kesayangan Tuan Gu. Dibawa olehnya masuk ke dalam keluarga Gu. Ketika ibunya meninggal
Namun, tidak pernah dianggap sebagia anggota keluarga Gu.
Bahkan dia harus menghidupi dirinya sendiri dari keahlian yang dia miliki. Keahlian yang dia sembunyikan dengan baik.
Tidak hanya itu saja, bahkan Flavia dijadikan tumbal malam pertama untuk menggantikan peran Olivia Gu yang ingin menjadi menantu utama keluarga Lin
Siapa sangka Flavia yang selama ini diam akan menyerang balik mereka semua, yang pernah mencelakainya. sampai pada akhirnya takdir membawa Flavia ke pangkuan Eryk Lin, seorang Mysophobia yang sengaja memilih menjadi dokter Forensik demi mengatasi rasa takutnya yang berlebihan.
Akankah ketika konflik bersemi, justru malah akan membuat keduanya saling jatuh cinta dan menginginkan satu sama Iain?
BERSAMBUNG.
Perjuangan Ucup mampir
Rencana mau buat Mili cemburu malah Gibran yg cemburu
Perjuangan Ucup mampir
Wow mili keren
Perjuangan Ucup mampir