Seorang Guru ahli Matematika berusia 32 tahun tiba-tiba menjadi remaja 17 tahun pada saat dia sedang tertidur di malam hari, pria yang bernama lengkap Ahmad Ibrahim begitu terkejut ketika ia terbangun di pagi hari.
Ahmad Ibrahim menggunakan nama baru yaitu Orion. Mau tidak mau dia harus menjalani kehidupanya sebagai seorang siswa menengah atas, setiap satu minggu kemampuan analisanya semakin meningkat pesat disebabkan kejadian yang menimpa dirinya.
Dia bertemu dengan seorang gadis di sekolah barunya bernama Akira yang ternyata adalah seorang detektif. Orion mengunakan identitas Shadow untuk mengungkap kasus yang begitu rumit baik di dalam dan di luar lingkungan sekolah.
Tak di sangka, beberapa kelompok mafia dan pengusaha besar terlibat dalam kasus yang ia hadapi bersama dengan Akira.
Dari situlah perjalanan besar Orion di mulai sehingga mengubah seluruh hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Accy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 30 : Secret Message From Shadow
Kedua gadis cantik itu lalu menghampiri Arya yang sedang berdiri sambil menatap mereka berdua.
"Mau kemana,kak.!? Sepertinya kakak terburu-buru," kata Raisa.
"Aku sedang mencari teman baruku, apa yang kalian lakukan di sini, apa kalian nggak belajar.?"
"Ya ampun.... !! Ini kan jam keluar main, ada apasih dengan kakak,!? hari ini kakak tetlihat begitu aneh," kata Irma sambil menatap wajah Arya dengan serius.
"Apa yang di katakan Irma memang betul, kakak terlihat seperti orang yang memikirkan banyak hal," kata Raisa sambil berjalan mendekati Arya.
Arya menatap kedua gadis cantik itu secara bergantian lalu berkata.
"Hari ini begitu banyak kejadian yang aneh yang terjadi di sekolah kita, aku dan kedua temanku menemukan bukti di tempat ini berupa narkoba. sekolah kita di teror oleh obat terlarang tersebut, apa kalian sudah tau jika ada tiga korban di sekolah ini.!?"
"Aku tau, kak.! Ayahku sangat marah dengan informasi yang di berikan oleh kepala sekolah, Ayahku juga akan segera datang ke sekolah kita bersama dengan Ayah kak Arya," kata Raisa sambil menatap Arya.
"Dari mana kamu tau informasi itu, sayang,!?" kata Arya menatap Raisa.
"Dari Ibuku.!"
"Jika Ayahku dan Ayahmu turun langsung ke sekolah, berarti masalah ini bukan masalah sederhana," kata Arya.
"Kita berdua akan ikut membantu mencari teman kakak,!" kata Irma sambil tersenyum kepada Arya, dia lalu memalingkan wajahnya ke arah Raisa."Iya kan, Ra,!?" dia menyenggol pundak Raisa.
Raisa menatap Irma sejenak lalu berkata."Kami akan ikut membantu, kita kan pengurus OSIS,!" dia menatap Arya sambil tersenyum manis.
Arya kembali menatap satu persatu gadis cantik itu secara bergantian lalu berkata.
"Kalau begitu, ikuti aku, kita ke lantai atas soalnya kata pemilik kantin, dia melihat seorang anak naik ke atas dengan memakai kaca mata, aku yakin itu Orion.
Raisa dan Irma saling menatap sejenak, mereka bingung dengan apa yang di katakan Arya.
"Perasaan, kak Arya nggak punya teman bernama Orion,!" kata Irma sambil menatap Arya
"Aku juga," kata Raisa sambil menatap Arya.
"Dia teman baruku.! Hari ini, dia baru pindah di sekolah kita. Nggak usah tanya jawab lagi deh,! sebaiknya kita bergegas jika kalian benar-benar ingin ikut membantu," kata Arya sambil menatap Raisa dan Irma secara bergantian lalu berjalan menuju anak tangga di luar kantin
"Rupanya begitu,!" kata Raisa dan Irma secara bersamaan sambil mengikuti langkah Arya yang sudah terlebih dahulu berjalan.
Beberapa waktu kemudian, mereka bertiga telah tiba di lantai atas gedung sekolah, Arya memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan dengan maksud mencari keberadaan Orion.
"Di mana anak itu berada yah,!?" kata Arya sambil memindai area itu dengan kedua matanya.
"Di sini nggak ada," kata Irma.
"Mungkin dia telah meninggalkan tempat ini," kata Raisa.
"Kita cari dulu, kita menyebar karena tempat ini sangat luas, apa lagi banyak dinding yang membatasi pandangan kita, mungkin saja dia bersandar di balik salah satu dinding tembok." kata Arya.
"Okey,!" jawab Raisa dan Irma secara bersamaan.
Mereka bertiga lalu menyebar dan menulusuri setiap dinding dan beberapa tangki air yang berukuran besar.
Pada saat mereka sibuk mencari Orion, Raisa menemukan selembar kertas yang berada di samping tangki air, kertas itu di tekan oleh sebuah batu yang berukuran sederhana, dia kemudian mengambilnya kemudian melihat apa yang tertulis dalam kertas itu, Raisa selanjutnya memalingkan pandangan dengan maksud mencari keberadaan Arya dan Irma.
"Aku menemukan sesuatu di sini,!!! sepertinya ini sangat penting,!!! teriak Raisa.
Arya dan Irma kemudian bergegas sambil berlari kecil menuju ke arah Raisa.
Setalah mereka tiba, mereka bertiga saling menatap.
"Ini kan pola segitiga lancip Theorema Phytagoras,"kata Raisa lalu menatap Arya dan Irma secara bergantian.
"Coba kamu lihat di sudut bagian bawah kertas itu, penulisnya adalah shadow," kata Irma.
Mereka berdua memperhatikan apa yang di katakan oleh Irma.
"Apa maksudnya yah,!?" kata Arya.
"Aku rasa ini adalah sebuah pesan yang sengaja di tinggalkan oleh seseorang," kata Raisa.
Mereka bertiga kembali saling menatap dengan penuh tanda tanya di dalam benak mereka masing-masing.