"Hai guys! Biar petualangan MC kita makin epic dan nggak banyak gangguan kata-kata typo, Thor memutuskan untuk melakukan revisi dan perbaikan total pada bab-bab novel ini. Mohon ditunggu sebentar ya, Thor lagi ngebut mempercantik ceritanya!
Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memanfaatkan sang Putri, Tiket Masuk Istana Terlarang
Matahari pagi belum lagi menyembul dari ufuk timur, namun atmosfer di Istana Phoenix telah berubah total setelah malam yang berdarah. Sisa-sisa puing Kamar Tidur Utama yang hancur akibat serangan Klan Gagak Hitam sedang dibersihkan oleh ratusan pelayan dengan pengawalan super ketat dari barisan zirah emas kekaisaran.
Di dalam sebuah paviliun persinggahan sementara yang beraroma dupa cendana, Putri Zhao Linger duduk di atas kursi gioknya. Gaun perangnya yang merah marun tampak sedikit longgar, memperlihatkan kelelahan yang amat sangat di wajah cantiknya yang biasanya dipenuhi kelicikan rubah. Namun, begitu sepasang mata rubahnya menangkap sosok Lin Huang yang melangkah masuk ke dalam paviliun, binar matanya seketika berubah.
Ada getaran kepasrahan, ketertarikan primal, dan ketundukan mutlak yang terpancar dari tatapan Sang Putri—efek psikologis tak terbantahkan dari sistem Tanda Batas Batil setelah Lin Huang bertindak sebagai tameng hidupnya semalam.
"Lin Huang... kau sudah pulih?" Zhao Linger langsung bangkit berdiri, mengabaikan statusnya sebagai Putri Sulung Kekaisaran, dan melangkah cepat mendekati pemuda itu. Tangan lentiknya terulur, memeriksa dada Lin Huang yang semalam tertusuk jarum pemusnah roh dengan gumpalan kecemasan yang nyata. "Jarum itu... konon sanggup menghancurkan lautan kesadaran ahli Ranah Inti Emas sekalipun. Bagaimana bisa kau..."
"Yang Mulia Putri, saya hanyalah seorang pria bermuka tebal yang memiliki fisik sedikit lebih keras dari batu meteor," Lin Huang terkekeh santai. Wajah penyamaran flamboyannya kembali terpasang sempurna dengan seringai nakal yang selalu berhasil mengacaukan ritme jantung Sang Putri. "Lagipula, melihat Anda berdiri dalam bahaya adalah stimulan terbaik bagi kekuatan fisikku."
Pipi Zhao Linger seketika merona merah muda. Sifatnya yang biasanya manipulatif dan gemar mempermainkan hati pria bangsawan kini runtuh total di hadapan kata-kata kelancangan Lin Huang. "Kau... manusia gila kurang ajar," bisiknya pelan, namun jemarinya tidak melepaskan jubah hitam bersulam perak milik Lin Huang.
Di sudut bayangan paviliun yang remang-remang, Ye Qingyue yang kembali mengenakan cadar sutra putihnya hanya berdiri tegak bagai patung es yang agung. Meskipun matanya menatap ke arah luar jendela, Kesadaran Ilahi milik sang Dewi tetap mengunci interaksi di antara kedua orang itu. Hawa dingin yang sangat tipis merambat di bawah karpet paviliun, membuat suhu ruangan turun satu derajat tanpa disadari oleh Zhao Linger.
Lin Huang yang merasakan alarm es dari istrinya dari Alam Atas segera mengalihkan fokus ke tujuan utamanya. Ekspresi santainya perlahan berubah menjadi keseriusan yang sarat akan karisma manipulatif.
"Yang Mulia, serangan Klan Gagak Hitam semalam membuktikan satu hal. Istana Phoenix ini sudah tidak lagi aman. Mereka mengincar sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar nyawa Anda," Lin Huang menurunkan nada suaranya, memposisikan tubuh tegapnya sangat dekat dengan Zhao Linger. "Mereka mengincar pusaka kekaisaran... Lonceng Jiwa Penekan Langit yang berada di bawah Istana Terlarang Agung, bukan?"
Zhao Linger tersentak. Mata rubahnya melebar. "Bagaimana kau bisa tahu tentang nama pusaka inti kekaisaran itu, Lin Huang? Itu adalah rahasia tabu yang bahkan tidak diketahui oleh sembilan puluh persen menteri di istana luar!"
"Sistem informasi Klan Pedang Barat-ku memiliki mata di mana-mana, Yang Mulia," Lin Huang berbohong dengan ekspresi yang teramat meyakinkan, memanfaatkan latar belakang palsunya. "Berdasarkan analisisku, segel kotak giok yang pecah semalam hanyalah awal. Jika faksi pemberontak berhasil menembus Makam Leluhur Kekaisaran dan membunyikan lonceng itu, seluruh Formasi Pelindung Kekaisaran Awan Merah akan runtuh. Aku harus masuk ke sana untuk memperkuat segelnya... demi keselamatan Anda."
Mendengar kata-kata "demi keselamatan Anda", benteng pertahanan mental Zhao Linger yang telah dilemahkan oleh sistem Takdir Batil langsung jebol sepenuhnya. Rasa percayanya pada Lin Huang telah melampaui logika sehat seorang putri kekaisaran.
"Untuk masuk ke dalam Makam Leluhur di bawah Istana Terlarang Agung... itu hampir mustahil, Lin Huang," Zhao Linger berbisik dengan nada cemas, melirik ke arah pintu paviliun. "Tempat itu dilindungi oleh Formasi Penghancur Kosmik tingkat tinggi. Siapa pun yang melangkah masuk tanpa izin akan langsung digilas menjadi abu oleh hukum ruang ruang bawah tanah. Kecuali..."
"Kecuali apa, Linger?" Lin Huang sengaja memanggil nama kecil Sang Putri tanpa gelar kehormatan, sebuah kelancangan taktik yang membuat napas Zhao Linger tertahan sejenak.
"Kecuali jika kau memegang Dekret Burung Phoenix Giok milik Ayahanda Kaisar. Dekret itu adalah satu-satunya kunci untuk menetralisir Formasi Penghancur Kosmik selama tiga jam," Zhao Linger menggigit bibir bawahnya, tampak mengalami gejolak batin yang hebat. Mencuri dekret tersebut adalah tindakan pengkhianatan tingkat tinggi yang sanksinya adalah hukuman mati atau penghapusan kultivasi.
Namun, menatap sepasang mata merah keemasan Lin Huang yang memancarkan pesona absolut seorang anti-hero gila, Zhao Linger memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam.
"Tunggu aku di sini. Malam ini... saat Ayahanda Kaisar menghadiri pertemuan darurat bersama para Tetua Agung di Istana Langit, aku akan mengambil dekret itu dari ruang belajarnya," Zhao Linger memutuskan dengan keteguhan hati yang sepenuhnya telah disetir oleh takdir sistem. "Aku akan menemanimu masuk ke Makam Leluhur. Jika ada bahaya... kita akan menghadapinya bersama."
"Pilihan yang sangat bijaksana, Putriku yang cerdik," Lin Huang tersenyum lebar, menepuk pundak mulus Zhao Linger dengan santai sebelum Sang Putri melangkah pergi meninggalkan paviliun untuk mempersiapkan aksi pencurian ternekatnya.
Begitu pintu paviliun kembali tertutup rapat dan menyisakan mereka berdua, Ye Qingyue melangkah keluar dari sudut bayangan. Cadar sutra putihnya bergetar pelan akibat embusan napas dinginnya.
"Memanfaatkan hati seorang wanita fana yang telah jatuh tunduk padamu untuk melakukan pengkhianatan terhadap ayahnya sendiri... Lin Huang, metode anti-hero milikmu ini benar-benar teramat licik dan tidak bermoral," Ye Qingyue menatapnya dengan sepasang mata perak yang tajam, namun tidak ada nada penghinaan yang sesungguhnya di dalam suaranya; dia telah mulai terbiasa dengan kegilaan pragmatis pemuda di depannya ini.
"Dewi Ye, di dunia kultivasi yang kejam ini, moralitas tidak akan bisa membawamu kembali ke Alam Atas," Lin Huang berbalik, tatapan matanya berubah menjadi sangat dingin dan fokus. Dia memandangi pergelangan tangan kirinya di mana tato jam pasir hitamnya mulai memancarkan pendaran cahaya merah marun yang haus akan asimilasi pusaka ketiga. "Lonceng Jiwa Penekan Langit adalah inti dari formasi kekaisaran ini. Begitu aku berasimilasi dengannya, kultivasiku akan melejit lagi, dan kita akan memiliki modal yang cukup untuk menghadapi faksi yang memburumu."
Ye Qingyue terdiam. Mendengar bahwa Lin Huang melakukan semua kegilaan ini juga demi mengumpulkan kekuatan untuk melindunginya dari musuh-musuh Alam Atas, riak kehangatan yang asing kembali bergejolak di dalam inti jiwanya. Ikatan Simbiosis Jiwa di antara mereka memancarkan denyutan yang teramat selaras.
"Makam Leluhur Kekaisaran bukan tempat yang ramah, Lin Huang," Ye Qingyue berjalan mendekat, berdiri di sampingnya sambil menatap ke arah struktur Istana Terlarang Agung yang menjulang di kejauhan malam. "Aku bisa merasakan konsentrasi Qi Kematian yang teramat pekat dari bawah tanah sana. Mayat hidup para kaisar terdahulu kekaisaran ini setidaknya berada di Ranah Jiwa Baru (Nascent Soul). Jika penyamaran kita gagal di dalam sana... kita akan benar-benar terkubur bersama para kaisar fana itu."
"Heh, kalau begitu kita pastikan kita yang menggali kuburan mereka terlebih dahulu, Yue'er," Lin Huang menyeringai liar, mengepalkan tangannya saat kegelapan malam mulai turun menyelimuti Ibu Kota. Tiket masuk neraka bawah tanah telah berada di genggaman mereka, dan babak baru kegilaan maut siap dilepaskan dalam beberapa jam ke depan.
jos gandos
Mak nyusss
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
🗿🗿🗿🗿
👻👻👻👻👻
🐉🐉🐉🗿🗿👻👻👻🗿🗿🐉🐉🐉
Sembari nunggu novelnya selesai diperbaiki, yuk bantu amankan posisi novel kita dengan tetap klik LIKE, ramaikan KOMEN, dan klik FOLLOW profilku. Jangan lupa juga buat kasih rating BINTANG 5 di halaman depan, ya! Sampai jumpa di versi novel yang lebih mantap! 🚀"