NovelToon NovelToon
KUPU-KUPU JINGGA

KUPU-KUPU JINGGA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:31.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Joya J

Apa jadinya jika seorang pembunuh bayaran terlatih malah jatuh cinta pada targetnya ? Hal itu yang dialami Sofia yang jatuh cinta pada Biyan pria yang seharusnya ia lenyapkan. Namun sayang cinta itu tumbuh ketika Sofia menjadi Anna bukan Sofia yang sesungguhnya. Apakah Sofia akan tetap memutuskan menjadi gadis tunangan dokter muda itu atau sebutir peluru yang akan mengakhiri semua dendam masa lalunya ? Cinta adalah tragedi untuk keduanya yang terjebak dalam keluarga mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Joya J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Anna

    Dua tahun setelah kepergian Sofia

roda kehidupan terus harus berputar. Sofia dan ibu panti sudah sukses membangun

toko florist mereka dan bahkan mereka sudah memiliki kebun bunga mereka

sendiri. Anak-anak panti pun menjalani kehidupan yang semakin baik seperti Dion

dan Aura anak panti yang tertua sudah memasuki pendidikan universitas. Mereka berdua

anak-anak cerdas hingga mampu menembus perguruan tinggi dengan beasiswa

berprestasi. Di samping itu Sofia tetap berusaha agar mereka tetap bisa tenang

dalam menununtut ilmu tanpa membiarkan biaya pendidikan. Namun keduanya tak

tinggal diam Dion dan Aura masih sering membantu Sofia di toko florist atau pun

di kebun bunga mereka. Sementara Anisa anak panti yang paling muda kini

keadaannya makin membaik meski ia memang harus menghabiskan waktunya lebih

banyak di kursi roda. Trauma penculikan yang di alaminya kini sudah tidak ada

lagi. Sofia benar-benar menjalani kehidupan yang manusiawi tanpa scenario pelenyapan

nyawa orang lain dan tangan yang berlumuran darah.

    Kehidupan Biyan pun terus berjalan ia

menjadi dokter bedah yang sukses. Setelah ayah angkatnya dokter Rasyidi menikah

dengan bibi Rima Biyan memutuskan untuk pindah ke rumah sakit kota dan

menjalani profesinya sebagai dokter bedah dengan baik dan bisa sangat

diandalkan. Ardha mengembangkan usaha ayahnya di bidang resort dan ia

memperlihatkan tanda-tanda jika ia memang berbakat sebagai pengusaha ulung. Mereka

berdua masih sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama di kala Biyan mempunyai

waktu senggang.  Maxwilliam ayah kandung

Biyan pun masih menjalin komunikasi yang baik dengan putranya itu sesekali

BIyan pun mendatangi ayahnya untuk sekedar makan malam bersama. Max masih

menawarkan Biyan untuk tinggal bersamanya namun Biyan masih enggan dan memilih

tinggal di apartemen yang tak jauh dari rumah sakit tempat ia bekerja.

   Langit berwarna oranye menandakan kehadiran senja yang hangat. BIyan

sedang berada di café rooftop apartemennya menikmati secangkir kopi, tampak ia

sedang memegang buku yang terbuka dan serius membacanya hingga ia tak menyadari

kedatangan Ardha yang menarik kursi di depannya dan menghempaskan bokongnya.

   “Wooy… serius amat… disini banyak pemandangan kece tapi kamu biarkan

begitu saja?”  tentu yang dimaksud

pemandangan bagi Ardha adalah beberapa perempuan di sudut café yang tengah

mencuri-curi pandang ke arah Biyan. Dokter muda itu mengangkat wajahnya dan

hanya sekilas melihat sekeliling lalu menunduk untuk melanjutkan membaca lagi. Ia

tak pernah peduli tentang gadis-gadis lain lagi setelah Sofia pergi dari

kehidupannya. Kerinduan kepada Sofia membuat hati Biyan menjadi dingin sangat

dingin kepada perempuan lain. Ia hanya bisa bersikap sedikit hangat kepada para

pasiennya dan keluarga dekatnya. Ardha memberi kode kepada pramusaji agar

mendekat. Ia memesan minuman buah dan seporsi besar spageti.  Biyan hanya menggelengkan kepala medengar

pesanan sahabatnya itu.

    “Sayaaang… Kamu telat datangnya tau gak ?

Aku itu udah hampir mati kering disini menunggu kamu? Dari mana saja kamu

Sayang?” dengan suara agak dikeraskan dan ekspresi dibuat-buat Biyan memandang

dan memegang tangan Ardha tiba-tiba. Beberapa pasang mata gadis-gadis yang

sedari tadi memperhatikan Biyan membulat dan terlihat kecewa. Mereka berbisik-bisik

satu dengan yang lainnya jika pria tampan yang mereka perhatikan hampir sejam

itu ternyata seorang penyuka sesame jenis. Ada yang merengut kecewa dan ada

yang tampak tak percaya.

    “Gila kamu Bi…!” desis Ardha tertahan,

wajahnya memerah karena tiba-tiba saja BIyan bertingkah aneh.  Ia mencoba melepaskan tangannya yang di

genggam Biyan namun Biyan melanjutkan permainannya.

    “Kamu gak mau jelaskan ke aku gitu ? Jangan

harap kamu bisa selingkuh dari aku yaa Sayang Honey Bear Sweety.”

Ardha mengusap wajahnya sedikit

gusar dan memaksakan senyumnya karena terdengar bisik-bisik beberapa pengunjung

café yang entah kenapa saat ini justru lebih di dominasi perempuan muda yang

cantik dan yaa sangat menghibur mata. Biyan menatapnya lurus sambil menaikkan

sebelah alisnya.

    “Ti… tidak laah Cinta… aku gak akan

selingkuh dari kamu kok… suwer deh…” Ardha mengangkat dua jarinya dan mengikuti

permainan Biyan. Terdengar cekikikan beberapa orang di sudut ruangan juga

senyum tertahan pramusaji yang membawakan minuman pesanan Ardha.

   “Mati aku kalau ketemu kamu lain kali Bi.” Desis Ardha setengah jengkel.

Paling tidak Ardha menganggap ini adalah salah satu cara menyenangkan hati dokter

yang sudah dua tahun itu tak mampu mengobati luka hatinya sendiri. Biyan

tersenyum lebar ia berhasil mengerjai sahabatnya itu cukup lama ia tak berjumpa

dengan Ardha yang semakin sibuk mengurusi bisnis barunya.

     “Bagaimana kabar orang tuamu ?” Tanya Biyan

sambil menutup bukunya,kali ini ia serius namun tak membesarkan suaranya lagi.

Ardha menikmati minuman buah yang melewati tenggorokannya sore itu.

    “Mereka baik-baik saja dan sehat kecuali

jika kau bertanya tentang mamaku maka akan ku jawab mamaku sedang

gencar-gencarnya bertanya kapan aku akan menikah.”

Seorang pramusaji mendekat dan

meletakkan sepiring spaghetti pesanan Ardha tanpa menunggu lagi ia segera

menyantapnya dengan lahap.

    “Iya bagus memang untukmu dan kuharap

istrimu kelak jago membuatmu kenyang…ck ck ck…” Biyan menggeleng melihat cara

Ardha makan yang cepat ia terlihat sangat kelaparan. Biyan kembali membuka buku

dan melanjutkan bacaannya. Tak lama seorang gadis datang membawa buket bunga

pesanan pemilik café.

“Pesanan buket bunga mba Riska

dari Sofia’s Florist !” seru gadis muda itu dengan semangat dan senyum ramah. Biyan

mendongak dan mencari sosok yang baru saja menyebutkan toko bunga Sofia. Ardha

yang mendengar hal yang sama menghentikan santapan spagettinya. Ia juga menoleh

ke arah gadis pengantar bunga. Seorang karyawan café mendekat dan mengambil

pesanan bunga itu dan membayarnya. Gadis pengantar bunga segera berbalik dan

meninggalkan café. Tanpa berpikir panjang Biyan segera mengikuti gadis yang

mengenakan topi baseball itu dan ia memang bukan Sofia. Toko bunga Sofia pun

pastinya bukan satu-satunya milik sofianya Biyan. Namun hati kecil Biyan

membisikan sesuatu yang baginya adalah petunjuk di mana kekasihnya itu berada.

    Langit semakin meremang matahari sudah

kembali ke peraduannya. Jalanan agak lengang menuju parkiran tempat Aura

memarkir sepeda motornya. Sejak turun dari café ia merasa tengah diikuti dua

orang laki-laki. Tak lama setelah Biyan keluar dari café Ardha pun segera

menuyusul meski ia masih sayang pada beberapa gulung spaghetti yang masih

tersisa di piringnya. Dengan secepat kilat pula ia harus menandaskan minumannya

untuk membantu spaghetti itu melewati tenggorokannya dan segera mengejar BIyan.

Ardha tahu apa yang sedang dipikirkan dokter muda itu. Biyan tentu ingin

memastikan Sofia yang mana pemilik dari florist itu. Aura menaikkan

kewaspadaanya saat dua orang laki-laki itu mendekatinya. Tangan Biyan terjulur

hendak memegang bahu Aura namun gadis berperawakan mungil itu justru memberi

respon yang tak terduga. Aura menangkis lengan Biyan dan melayangkan pukulan ke

wajah Biyan lalu berdiri dengan posisi kuda-kuda siap menghadapi serangan. Kakaknya

Sofia sudah menggemblengnya dua tahun ini dengan ilmu bela diri yang kadang

sangat berguna bagi Aura jika ada orang yang berniat jahat kepadanya. BIyan

terhuyung dan terkejut luar biasa begitu pula dengan Ardha.

      “Mau apa kalian?!” seru Aura lantang

tanpa takut sedikit pun. Ardha memandangi BIyan yang sudah berdiri tegak

kembali dan mengusap pipinya yang mendapat tinju luar biasa dari gadis yang

bertubuh mungil itu. Biyan mencoba tersenyum dan bersikap ramah.

    “Aku mendengarmu mengantarkan paket bunga

ke café itu. Tenanglah kami bukan orang jahat. Aku dokter di rumah sakit itu.” Tunjuk

Biyan pada bangunan megah tak jauh dari café rooftop tadi. Namun Aura bergeming

ia masih bersikap waspada.

     “Aku ingin memesan sebuah buket bunga yang

istimewa untuk pasienku. Aku ingin membuatnya merasa sedikit tenang dan bahagia

sebelum aku mengoperasinya besok.” Biyan pelan-pelan mengambil dompet di saku

celananya dan menunjukkan kartu identitasnya kepada Aura. Ekspresi Aura sedikit

melunak namun ia belum mengendurkan kuda-kudanya. Ia masih bersikap waspada.

   “Percayalah… dan kami meminta maaf jika sikap kami tadi membuatmu merasa

dalam bahaya.” Timpal Ardha agar Aura mau menunjukkan sikap ramahnya seperti di

café tadi.

Aura menurunkan kuda-kudanya. Namun

ia masih tidak menurunkan tingkat kewaspadaannya karena hal buruk bisa saja

terjadi tiba-tiba.

    “Jadi Tuan ingin memesan bunga dari toko

kami?” Tanya Aura dengan nada dingin.

    “Iya seperti itu. Beri tahu alamat toko

bungamu itu aku akan kesana memilih bunganya sendiri.” Jawab BIyan dengan

senyum ramah kepada Aura. Firasatnya mengatakan kali ini ia akan menemukan

Sofia. Aura mengambil sesuatu dari tas punggungnya dan menyerahkan selembar

kartu nama toko bunga mereka kepada Biyan. BIyan menerimanya dengan senang

hati.

    “Saya minta maaf jika sudah bersikap kasar

kepada Tuan.” Ujar Aura dengan rasa sedikit merasa bersalah.

    “Tidak apa-apa… temanku itu pantas

mendapatkan tinju yang keras hari ini he he he …” Ardha terkekeh sambil menepuk

bahu Biyan.

   “Kalau begitu saya harus pamit sekarang, permisi.” Aura berbalik dan

segera menaiki sepeda motor maticnya.

    “Namamu siapa Nona ?” Tanya Ardha kemudian.

     “Aura, panggil saja Aura Tuan. Permisi.”

Gadis itu melaju dengan sepeda

motornya meninggalkan setitik harapan untuk BIyan. Biyan mengusap sekali lagi

bekas pukulan Aura di wajahnya.

    “Syukuriiiin…!” seru Ardha sambil

tertawa-tawa ia merasa karma datang begitu cepat. Rasa jengkelnya karena ulah

Biyan senja tadi di café terbayar segera dengan satu tinju di wajah BIyan oleh

seorang gadis yang masih sangat muda.

   “Ini harus sepadan dengan apa yang harus ku temukan segera.” Biyan

memandangi kartu nama berwarna pink dengan gambar kupu-kupu dan bunga. Tertulis

alamat dan nomer telpon di sana. Biyan mengambil ponselnya dan segera

menghubungi nomer telpon itu. Tak lama terdengar jawaban dari ujung sana.

       “Sofia’s Florist, dengan Anna disini ada

yang bisa saya bantu?”

Jantung BIyan terasa terhenti,

sekejap ia tak mampu merespon apa pun. Nafasnya pun mendadak sesak ia terdiam

hingga suara di ujung sana kembali menyapanya.

    “Halo?” suara perempuan itu kembali bergema

dan membuat BIyan bergetar.

1
Nureti
Hai kak 👋
Sukses iya untuk karyanya.

Jangan lupa mampir di karya pertamaku, yang menceritakan seorang cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Terimakasih 🙏
Senja
aku datang Kaka, semangat ya
Fiorenz
awal yang menarik
Adel
mampir di karyAku ku juga yah...

salam dari
RINDUKU DI UJUNG SURGA
Darah Biru (Bangsawan)
penduduk bunian mampir 😇 fav and like 👍❤️
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Silvi: hay kaka izin promo ya
mampir ke novelku yu judul nya ( 15 tahun yang hilang)
total 1 replies
hai thor, aku mampir nih.
bawa like&rate juga.
semangat trs ya buat nulisnya.
ceritanya seru, bacanya aku cicil ya.
salam dari time memory.
꧁🌳~T|MB€®🌳꧂
semangat
Zr4ttttt
aku hadir kak
rayya oey
like
Dsyy
Next kk
ig: Marica_Author
aku mampir Thor
Mrs.Kang Chi
sip good
Rizkina Whdh
lanjuuut
Noejan
Hadir thorr, semangatt 🍉
Rizkina Whdh
semangat Thor
Joya Janis: makasih sudah mampir 😍
total 1 replies
Mrs.Kang Chi
lanjuut thor
Mrs.Kang Chi: aduh iya thor
total 2 replies
Dsyy
Semangat kk💪
Joya Janis: makasih dah mampir 😍😍😍
total 1 replies
Fitri Diandala Shaychie
lanjut author ditungguin nih😘
Fitri Diandala Shaychie: sama sama
total 2 replies
Siena
aku mampir kak...
mampir juga ya ke karyaku.. "Mungkinkah?"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!