NOTE: SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
Lala Kamila, seorang gadis berusai 17 tahun yang dinikahkan dengan Ilham Wijaya Saputra, pria tampan dewasa, berusai 32 Tahun, tepat setelah dirinya lulus sekolah SMA. Keduanya menjalani perjodohan. Menikah di usia muda, perlahan membuat Lala mau tak mau harus menjadi dewasa dalam bersikap, maupun memutuskan sesuatu di dalam menjalani pernikahannya. Terlebih, ketika begitu banyak hal tersembunyi dari Ilham yang akhirnya diketahui oleh Lala. Akankah Lala bertahan di tengah rumitnya masalah yang menimpa pernikahannya bersama Ilham?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahdania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Pagi ini pukul 06.00 wib lala sedang sibuk menyiapkan sarapan didapur. dia sudah mulai terjun kedapur lagi.
hari ini dia membuat sarapan nasi goreng kesukaan ilham.
"Bu biar bibi saja yang membuat sarapan" ucap bibi.
"ga apa-apa bi, bibi kerjain yang lain aja ya" ucap lala tersenyum.
bibipun membalas senyuman lala. bibi senang karena kini majikannya itu sudah bisa tersenyum lagi. bibipun mengikuti titah majikannya itu.
sementara lala sedang membuat sarapan, ilham keluar dari kamar dan menuruni anak tangga, ilham mencari lala karena ini masih pagi tetapi lala sudah tak ada ditempat tidur.
"Liat ibu ga bi?" tanya ilham.
"ibu sedang membuat sarapan pak didapur"ucap bibi.
Ilham pun bergegas menuju dapur dan menemukan istrinya itu sedang sibuk membuat kan sarapan untuknya.
ilham tersenyum dan menghampiri lala. ilham memeluk lala dari belakang, dan membuat lala terkejut.
"Duhhh mas, ngagetin aja" ucap lala.
"ini masih pagi sayang, kenapa udah repot-repot kaya gini sih? kan ada bibi" ucap ilham dengan masih memeluk lala.
lala mematikan kompor dan berbalik menghadap ilham.
"Ga apa-apa mas, lala ga ada kegiatan aja, lala bosan setiap hari ga ngapa-ngapain, coba aja masih ada bila" ucap lala sendu. wajah nya berubah muram, matanya sudah memerah,lala merindukan malaikat kecilnya itu.
Ilham memeluk lala dan mengelus punggung lala.
"Maaf sayang" ucap ilham.
Ilham tau sebetulnya lala merindukan bila, begitupun ilham. ilham juga sedih, tapi ia berusaha menyembunyikan kesedihannya didepan lala, karena lala ini orangnya cepat kahawatir, ilham tak ingin melihat lala mengkhawatirkannya.
Lalapun menggeleng dan membalas pelukan ilham.
"mas ga salah kok, justru lala yang salah, kalau aja waktu itu lala nggak ning......"
Cup
belum sempat lala melanjutkan kata-katanya ilham langsung mengecupnya.
"Mas..! lalapun melotot membuat ilham terkikik.
"hehehe habisnya mas kangen banget sama ade, gimana kalau pagi ini kita olah raga dulu dikamar" ucap ilham tersenyum mesum.
lalapun melotot menatap ilham, pipinya langsung memerah.
"Iihhh ga bisa, nanti mas telat ke kantor" ucap lala.
"eh, mas ga ke kantor kok" ucap ilham.
"ga bisa mas, mas udah 1 bulan ini dirumah terus, kasian papa kan harus ngurusin kantor sendirian" ucap lala.
"ini masih jam 06.30 kok sayang, mas ga akan telat" ucap ilham memelas.
Lalapun menghembuskan nafas perlahan.
"hemm.. ya udah deh" ucap lala tersenyum.
ilhampun tersenyum senang dan langsung menggendong lala didepan dengan kaki lala melingkar dipinggang ilham.
lala terkekeh geli karena ilham menciumi pipinya sambil terus berjalan menuju kamar. Mereka tak peduli dengan kehadiran bibi, Bibi hanya tersenyum melihat kemesraan majikannya itu.
sesampainya dikamar ilham menurunkan lala duduk dipinggir tempat tidur.
Ilhampun membuka kaosnya dan kini sudah bertelanjang dada. lala tersenyum melihat ilham.
ilham menghampiri lala dan mengecup lembut bibir Lala. Ilham begitu merindukan lala dan begitupun sebaliknya. Ilham selalu merasa jatuh cinta setiap harinya pada lala, begitu juga dengan lala yang merasa jatuh cinta setiap hari kepada suaminya itu.
Ilham tersenyum melihat lala tersenyum manis.
Ilham mengangkat tubuh lala ketengah ranjang, mendudukannya dipangkuannya. ilham menatap wajah manis isterinya itu, lalapun melingkarkan tangannya keleher ilham dan tersenyum.
"I love you sayang" ucap ilham. lala tersenyum mendengar kata cinta dari ilham.
"I love you to" balas lala dengan tersenyum manis.
Ilham pun memulainya dengan lembut. Cukup lama adegan panas itu terjadi. Hingga akhirnya ilham pun tumbang di atas tubuh Lala.
Setelah beberapa saat dan saat di rasa napasnya sudah kembali teratur,
Illham menatap wajah lala yang penuh keringat meski AC kamar menyala. Lalapun tersenyum mengusap lembut pipi ilham, ilhampun memejamkan matanya merasakan sentuhan lembut Lala.
Cup
Ilham mengecup kening lala.
Cup.
Ilham mengecup mata lala.
Cup
Ilham mengecup hidung lala.
dan.
Cup
Terakhir ilham mengecup bibir lala kemudian bangun dan pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Lima belas menit kemudian ilham keluar dari kamar mandi dan melihat lala yang kini tengah dibalut selimut.
saat lala akañ bangun untuk menyiapkan baju kantor ilham tiba-tiba ilham menahannya.
"ga usah sayang mas ambil sendiri aja. gausah anterin mas ke bawah juga yaa," ucap ilham.
lalapun mengangguk dan tersenyum.
"nanti siang lala anterin makan siang buat mas ya" ucap lala dan diangguki ilham.
setelah selesai ilham mengecup puncuk kepala lala dan pamit pergi kekantor.