'Erlangga Saputra' atau yang biasa di panggil 'Rangga' adalah anak payah, bodoh, pemalas, dan sangat tidak berguna!
hingga suatu saat, ketika ia terbangun dari koma, dan perlahan-lahan menyadari keanehan dalam dirinya.
"sejak kapan aku bisa ini itu? sejak kapan aku bisa melakukan semua hal?"
"apakah kau terbangun dan menemukan sistem?"
"tidak!"
"apakah kau manusia dari dunia lain dan merasuki tubuh Rangga?"
"tentu saja ini adalah diriku sendiri, mana mungkin aku tidak mengenal diriku sendiri?!"
lalu mengapa tiba-tiba dia menjadi jenius dan serba bisa?
penasaran?
silahkan di baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airis28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
si pemberani vs penculik
Prince melaju cepat dengan arahanku. Meski bagian bawahku masih sakit, tapi aku tidak boleh berlama-lama. Aku harus cepat supaya si pemberani itu tidak terluka hanya karna menggantikanku.
Aku memang sangat tidak suka dengan keadaan ini, tapi aku tidak bisa membiarkan orang lain terluka hanya karnaku!!
Selama perjalanan tadi aku tidak membuka hp, jadi tidak tau kalau si pemberani itu sudah tidak ada di tempat.
Saat aku membuka hp dan melihat informasi terbaru. Berita-berita sedang geger, karna tadi si pemberani di panah.
Tidak ko. Panahnya tidak kena si pemberani itu, tapi sepertinya oleh si penculik sengaja mengarahkannya tepat di samping si pemberani. Dan terdapat sebuah kertas yang di ikat di anak panah tersebut. Setelah menerima catatan dari dari si penculik, si pemberani langsung pergi.
Para wartawan yang ingin melacak kemana si pemberani pergi, mencoba menyewa hacker andalan mereka untuk memeriksa cctv setempat, tapi semua cctv di kota m telah di retas oleh si penculik duluan.
Satu lagi yang bikin geger, beberapa menit setelah si pemberani pergi, kantor-kantor berita pada heboh karna kamera yang mereka pasang di tempat mereka memantau si pemberani di atas gedung kosong lantai 4 tiba-tiba rusak. Hal ini membuat mereka jadi menduga-duga apakah pangeran berkuda putih masih berada di sana dan bertarung dengan penculik? Padahal yang menghancurkan kamera adalah aku.
Kalau aku lihat dari berita, si pemberani sudah pergi ke dermaga sekitar 20 menit yang lalu. Dia kesana mengendarai apa ya? Kalau ada mobil atau motor mungkin dia sudah sampai. Ugh.... aku harus lebih cepat!
...****************...
Sebuah motor berhenti di dermaga.
Dan seseorang dengan kostum bangsawan putihnya melepas helm yang di pakainya. Masih dengan topeng putih yang di kenakannya tanpa di lepas sama sekali.
Dia turun dari motornya dan berjalan dengan elegan sambil memperhatikan sisi sekitar. Ini adalah dermaga dekat kota M, dan dermaga ini juga sudah tidak pernah di pakai sejak banyak dari orang-orang kota M yang pindah.
Dia melihat ke laut. Sama dekali tidak ada kapal ataupun perahu, dia melihat ke sisi kanannya. terdapat banyak container box yang sudah lama di tinggalkan.
Saat berjalan 5 langkah, dia berhenti saat melihat 3 orang pria keluar dari sisi container box.
“Apakah kalian si penculik anak itu? Dimana dia? Lepaskan dia! Aku sudah datang sesuai keinginan kalian” ucapnya masih dengan suara yang sedikit gemetar, mencoba mengubah suaranya.
“wah.... datang juga ternyata si pangeran berkuda putih”
“dia masih remaja, tapi sudah naif sekali”
“lawan kami dahulu jika kau ingin anak menemui anak itu!”
Ke 3 pria dewasa itu maju satu persatu menyerang si pemberani. Yah... meskipun mereka lebih tua darinya, tapi karna tidak ada satupun dari mereka yang bisa beladiri, si pemberani bisa dengan mudah melumpuhkan ke 3 orang itu. Mereka hanya kroco yang SOK karna merasa hebat bisa mengalahkan pangeran berkuda putih yang hanya seorang remaja. Tapi keadaan malah berbanding terbalik, malah mereka yang kini di kalahkan dengan lengan atau kaki terkilir.
Anak itu berhenti menyerang mereka saat mendengar suara seseorang melalui loudspeaker.
“sesuai dengan rumor yang ada, seorang remaja dengan memakai kostum bangsawan putih ingin menjadi pahlawan dengan menyebut dirinya pangeran berkuda putih. Ha... ha... ha.... menggelikan!”
Pemuda itu hanya diam. Tidak menanggapi.
“Haa... kau ini membosankan sekali!” seorang pria berusia sekitar 28 tahun memperlihatkan dirinya dari atas container box beserta 5 pria berbadan besar dan seorang anak kecil berusia 5 tahun. Anak itu memandang si pemberani dengan heran. Namun tidak mengucapkan sepatah katapun.
“Lepaskan anak itu, aku sudah datang sesuai keinginanmu!” ucapnya serius. “lagi pula kenapa kau harus sampai menyandera anak itu?”
“Karena anak ini punya hubungan denganmu!”
SI pemberani menghela nafas lelah “aku dan dia sama sekali tidak ada hubungannya”
Pria 28 tahun itu mencibir “pembohong”
“Kenapa kau mencariku? Apakah seperti orang-orang, hanya ingin melihat wajahku dan menyebarkannya agar mendapat banyak uang?”
Pria itu tertawa dan mengejek “untuk apa aku melakukan itu? Yang ada polisi akan tau keberadaanku dan menangkapku” pria itu menyeringai. “lagi pula, aku membawamu kemari untuk membunuhmu”
SI pemberani diam sejenak. “apa aku punya salah padamu?”
“Tidak. Hanya saja karna kau ingin menjadi seorang pahlawan, jadi aku harus menghabisimu dulu, supaya di masa depan tidak ada yang akan mengganggu bisnis gelapku”
SI pemberani kembali diam tanpa menjawab apa pun hingga membuat pria 28 tahun itu kesal.
“Kalian, habisi remaja sombong itu!” perintahnya.
5 pria berbadan besar langsung melompat turun dari atas container box dan berjalan ke arah si pemberani.
Pemuda itu melihat ke 5 lawannya satu persatu, meneliti apakah dia mampu untuk melawan mereka sekaligus? Tubuh para lawannya bukan hanya besar, namun otot-ototnya juga kuat, sepertinya mereka rajin berolahraga.
Si pemuda itu mulai memasang kuda-kudanya. Dan mencoba melawan musuhnya yang menyerang sekaligus. Namun sayangnya pemuda itu kalah telak meskipun pemuda itu bisa beladiri. Dari segi kekuatan dan jumlah, semuanya kalah.
Pria 28 tahun itu kembali tertawa “ternyata hanya segini kemampuanmu? Pecundang! Hahahaha....”
Si pemberani yang kedua tangannya di tangkap di belakang hanya bisa menggertak giginya. Kesal karna merasa kemampuan masih rendah.
Terdengar langkah sepatu kuda yang membuat semua yang ada disana saling memandang. Lalu kuda bewarna putih bersih dengan tanda hitam di dahinya keluar dari salah satu sisi container box dan menyerang ke 5 pria besar.
“ada apa ini?” pria 28 tahun itu masih terkejut dengan kemunculan kuda putih yang di yakini milik pangeran berkuda putih datang kemari, sampai dia tidak menyadari seseorang berpakaian putih yang melompat turun dari container box dengan membawa bocah 5 tahun yang di culiknya.
“Ha? Ada 2 pangeran berkuda putih?” ucap pria 28 tahun itu sedikit shok melihat ada 2 pemuda berpakaian sama.
“kakak malaikat!! Kyahahaha” bocah itu terkikik gembira.
“Hei bocah, sepertinya kau senang sekali ya?” ucapku sambil berlari menggendong bocah ini.
Ya, ini adalah aku. Erlangga Saputra, atau yang biasa di panggil Rangga. Si pangeran berkuda putih yang asli. Aku sudah datang. Aku sengaja berpisah dengan Prince, dan menyuruhnya menghajar 5 pria berbadan besar itu, sedangkan aku mengendap-ngendap untuk menyelamatkan bocah merepotkan ini. Syukurlah semuanya berjalan sesuai rencana.
“Princeee, ayo!” teriakku. Namun tidak lupa aku mengubah suaraku.
Prince yang mendengar suaraku berhenti menyerang ke 5 pria bertubuh besar itu dan berbalik berlari ke arahku.
Aku lompat ke punggung Prince dengan satu tangan memegang tali kemudi, dan tangan satunya memeluk bocah di depanku ini, supaya tidak jatuh.
Aku menatap si pemberani yang masih terbaring di tanah, menatapku heran. “kau masih kuat berjalan kan? Ayo cepat kabur!”
Si pemberani tersadar dan mengangguk, dia bangkit berdiri dan berlari ke motornya meski dengan terpincang-pincang.
Syukurlah dia masih bisa berdiri dan berlari. Aku menghela nafas lega.