Berawal dari sebuah insiden yang mengharuskan Nana menikah dengan seorang pria dingin dan arogant , yang sudah memiliki seorang anak bernama Nathan.
"Menikah ....??? Menjadi ibu tiri ....??? apa yang harus aku lakukan , ku harap ini semua hanya mimpi " ucap Nana sambil membenturkan kepalanya kedinding.
" Menikahlah denganku , maka hidupmu akan terjamin " ucap Nathan dengan sikap angkuhnya.
Bisakah Nana yang periang menghadapi sikap Nathan yang terkenal arogant dan dingin ?
Bagaimana kekocakan Nana dalam menghadapi Nino sang anak tiri yang terkenal arogant juga....
Ikuti terus jalan ceritanya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mata mengerikan
Ketika Nana bersiap akan berangkat mengantarkan Nino ke sekolah , ada sebuah mobil mewah berhenti di hadapannya. Nana menatap mobil itu dengan bingung , karena mobil dihadapannya bukanlah mobil yang biasa digunakan untuk mengantar dirinya dan juga Nino kesekolah.
Kaca mobil pun perlahan terbuka , menampakkan sosok tampan yang sangat dikenal oleh Nana.
" Ayo masuklah....hari ini daddy akan mengantarkan kalian ke sekolah " ucap Nathan sambil tersenyum manis menatap ke arah Nino dan juga Nana.
Wajah Nino yang awalnya dingin kini berubah menjadi cerah. Meskipun Nino tak terlalu mengekspresikan perasaan bahagianya seperti anak anak lain ,tapi Nana masih bisa melihat pancaran kebahagiaan di kedua mata anak kecil itu.
" Cihh... dasar anak kecil sok cold..kalian berdua memang bagai pinang di belah dua " batin Nana sambil melihat Nino yang berjalan di depannya hendak memasuki mobil.
" Dan lihat si beruang kutub itu . Bulu kudukku seakan berdiri semua melihat dia tersenyum seperti itu , pintar sekali dia bersandiwara di hadapan orang orang. Dasar iblis berwajah malaikat " ucap Nana mengumpat di dalam pikirannya sambil memandangi dua orang yang tengah duduk didalam mobil .
" Tin...tin... " suara klakson membuyarkan lamunan Nana.
" Mau sampai kapan kau akan berdiri disana " ucap Nathan dengan dingin.
Dengan tergesa gesa Nana masuk ke dalam mobil .
" Benarkan , sekali iblis tetaplah iblis. dia hanya tertutupi oleh topeng berbentuk malaikat di wajahnya. Kasihan sekali gadis gadis di luaran sana yang mengaguminya. Jika mereka tahu sifat asli orang ini , mereka pasti berpikir seribu kali untuk mendekatinya " umpat Nana dalam hati.
" Berhentilah mengumpatku di dalam pikiranmu " ucap Nathan kemudian melajukan mobilnya.
Nathan memang sering membawa mobilnya sendiri. Dia hanya akan meminta sopir atau asistennya menyopir ketika ia akan bepergian jauh atau merasa kurang mood untuk menyetir.
" Sekarang aku yakin 100 % bahwa dia memang keturunan cenayang " ucap Nana sambil menatap Nathan dengan intens.
" Berhentilah menatapku , atau kau akan terpesona dengan ketampanan ku " ujar Nathan yang masih fokus menyetir mobilnya.
" Ciihh ... Narsis sekali ....aku tarik kembali kata kata ku yang mengatakan kalau kau itu adalah laki laki tampan " umpat Nana dalam hati sambil memalingkan wajahnya menatap keluar jendela mobil.
Beberapa menit kemudian sampailah mereka di sekolah Nino.
Nana hendak ikut turun menyusul Nino namun di hentikan oleh Nathan.
" Ada apa tuan ? " ucap Nana sambil melihat pergelangan tangannya yang digenggam oleh Nathan.
" kau ikutlah denganku...ada pekerjaan yang harus kau lakukan untukku "
" B-baik tuan " jawab Nana ragu sambil menganggukan kepala.
" Pekerjaan apa yang akan diberikan oleh si beruang kutub ini padaku ? perasaanku mendadak berubah jadi tak enak "
Setengah jam kemudian sampailah mereka di tempat tujuan.
Nana pun turun dari mobil dan menatap ke arah gedung besar yang menjulang tinggi di hadapannya.
" Astaga kenapa ada gedung sebesar ini di bumi , kukira hotel tempat ku bekerja dulu adalah gedung tertinggi " ucap Nana menatap kagum ke arah gedung di hadapannya.
Nathan berjalan menghampiri Nana yang masih melamun dengan mulut menganga.
" Tutup mulutmu itu , apa kau ingin lalat masuk dan mati di dalam sana" Nathan tersenyum kecil melihat tingkah laku istrinya itu.
Wajah Nana yang semulanya tampak kagum , kini berubah menjadi masam.
Bentuk pipinya yang bulat membuat wajahnya terlihat begitu menggemaskan di mata Nathan.
Nathan berjalan semakin mendekat ke arah Nana dan memberikan lengannya.
Nana hanya melongo melihat apa yang dilakukan oleh Nathan.
" maaf tuan , tuan sedang apa ? " tanya Nana dengan polos.
Tanpa menjawab , Nathan langsung saja menggandeng lengan Nana dan memasuki perusahaannya yang membuat Nana begitu terkejut dengan tingkah laku suaminya.
Didalam gedung , Nana berjalan dengan menundukkan kepalanya . Ia merasa malu karena hampir semua mata memandang ke arah dirinya terutama kaum hawa. Tatapan mereka seakan ingin mencabik cabik tubuh Nana dan memakannya.
Sedangkan Nathan tetap berjalan dengan langkah wibawanya , tanpa perduli dengan tatapan orang orang pada dirinya.
Melihat kedatangan atasannya dengan menggandeng lengan seorang wanita tentu saja menjadi pertanyaan di dalam benak mereka. Karena ini kali pertama mereka melihat seorang Nathan membawa gadis keperusahaannya. Bahkan mendiang istrinya terdahulu tak pernah ia bawa ke perusahaan.
Meski begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam benak mereka , akan tetapi tak ada satupun yang berani bertanya. Mereka hanya menundukkan kepala sembari memberi salam dan hormat ke arah Nathan.
" Kenapa dia membawaku kesini sih , ingin sekali aku menyembunyikan seluruh tubuhku ini agar tak terlihat "
" Andai saja aku memiliki pintu kemana saja seperti doraeman , mungkin saja saat ini aku akan memakainya agar terhindar dari tatapan mengerikan itu " batin Nana dengan wajah yang sudah berkeringat karena saking gugupnya.
Jika bukan karena menggandeng lengan Nathan , mungkin saja saat ini dia sudah jatuh nyungseb karena kedua kakinya kini tengah gemetar saking gugupnya karena melihat banyak pasang mata yang tengah menatapnya.
Nathan pun membawa Nana berjalan memasuki lift untuk menuju keruangannya.
Bersambung