NovelToon NovelToon
KONTRAKAN BERHANTU [ END ]

KONTRAKAN BERHANTU [ END ]

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Rumahhantu / Roh Supernatural / Hantu / Tamat
Popularitas:440.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: siyuk sie

(Novel Kedua = KOS-an BERHANTU)

Bagas melompat senang karena berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai staff accounting di salah satu pabrik gula sesuai dengan cita-citanya. Meski lokasinya berada di pedesaan, tidak menyurutkan semangatnya sama sekali. Sebenarnya, Bagas mendapat fasilitas tempat tinggal atau mess namun sengaja ia tolak. Bagas lebih memilih tinggal di kost atau kontrakan karena menurutnya, lebih nyaman dan bebas. Sungguh keputusan yang akan ia sesali seumur hidup. Sebab inilah awal mula dari serentetan pengalaman mistis di luar nalar yang menimpanya hingga meninggalkan trauma berkepanjangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 - BUTO

Andre, Bagas dan Bian berusaha untuk terus rutin membaca al-quran selepas magrib hingga tiba waktu isya. Entah memang telah berhasil atau sekedar rasa tenang sesaat, namun yang mereka rasakan adalah kondisi rumah kontrakan yang kian damai terasa. Selama seminggu berselang tak ada keganjilan apa pun yang terjadi. Mereka sempat mengucap syukur, merasa lega sebelum kemudian, para tetangga mulai bercerita. Satu persatu mulai mengadu bahwa mereka melihat dua orang tinggi besar di depan rumah kontrakan. Bahkan, Roni salah seorang remaja di kampung tersebut hingga terjatuh sebab lari terbirit-birit usai melihat penampakan itu. Hal ini cukup membuat warga resah. Begitu pun dengan Andre, Bagas dan Juan sebab mereka tahu pasti, makhluk apa yang gemar menampakkan diri di depan rumah kontrakan.

"Akhirnya, buto titipan Bian benar-benar menimbulkan masalah," ucap Juan.

Bagas mengangguk.

"Memang benar, kita tidak diganggu tapi mereka gemar menunjukkan diri ke warga sekitar," keluh Andre.

"Apa kita bilang saja ke Bian biar dia ambil lagi buto miliknya?" tanya Juan.

"Aku sependapat dengan idemu. Setidaknya, kita coba bicara baik-baik dengannya dulu."

"Iya Gas, besok di pabrik, kita bilang ke Bian!" ajak Juan.

"Iya."

***

Seperti yang telah disepakati, Andre, Bagas dan Juan meminta Bian untuk mengambil lagi kedua buto titipannya.

"Apa yang kalian takutkan?" tanya Bian.

"Kita sih gak takut karena tidak mengganggu kami tapi mereka sering menunjukkan diri ke warga sekitar. Banyak yang mengeluh kepada kami," papar Bagas.

"Yaudahlah yang penting kan kalian aman."

"Gak gitu juga Yan, kita kan hidup bermasyarakat. Serba gak enaklah kalau gini."

"Hemm... nanti aku bilang deh ke mereka biar gak menampakkan diri ke siapa pun!"

"Kalau kamu ambil lagi aja gimana? bukannya kita gak tahu terima kasih cuma ya itu, kita nih gak enak, susah jelasinnya."

"Jangan mikir terlalu jauh kalian! sekarang lebih tenang kan di kontrakan?"

"Tenang sih tenang tapi.."

"Yaudah nikmati aja, syukuri! udah. Jangan sungkan dan jangan mikir macam-macam! aku mau ke kamar mandi dulu. Mereka biarin di sana saja buat jagain kontrakan kalian," ucap Bian sembari bangkit lalu melangkahkan kaki.

Bagas hanya bisa mendengus karena rencana yang telah disusun gagal.

"Gimana sekarang?" tanya Juan.

"Gak tahu, jalani aja dulu!"

***

Entah apa yang terjadi, setelah aduan yang dilakukan Andre, Bagas dan Juan kepada Bian, dua Boto menunjukkan wujudnya kepada mereka. Juan bahkan hampir pingsan saat melihat dua buto tinggi besar melebihi tinggi atap rumah dan bertaring panjang. Bagas terduduk lemas hingga Andre menariknya masuk ke dalam rumah kontrakan. Deru napas tak beraturan, keringat bercucuran.

"Sialan! kok jadi kita yang ditakut-takutin sih?" gerutu Andre.

Beberapa detik kemudian terdengar pintu digedor sangat kencang hingga membuat mereka berteriak terkejut.

"Siapa?" tanya Bagas namun tak ada jawaban selain gedoran pintu yang kian kencang.

Andre, Bian dan Juan saling melemparkan pandangan penuh arti.

"Dibuka gak?"

"Jangan Gas! takutnya itu Buto."

"Kalau misal tetangga gimana Wan?"

"Tetangga pasti ngucapin salam."

"Kalau buto kenapa pakai gedor pintu?"

"Bragk.. Bragk... Bragk.." suara gedoran pintu terdengar lebih kencang lagi.

"Gimana?"

"Bener Juan Gas, jangan dibuka!" sergah Andre.

Pada akhirnya mereka hanya duduk meringkuk di ruang tengah tanpa berani beranjak apalagi membukakan pintu. Tak lama suara gedoran berpindah ke pintu belakang. Sangat kencang hingga membuat mereka terjingkat kaget.

"Gimana nih?"

"Biarin aja Gas!" jawab Andre.

Sekitar lima menit kemudian suara gedoran pintu berhenti. Mereka masih menunggu dalam diam sembari menerka-nerka akan berpindah ke mana lagi suara itu ataukah benar-benar menghilang. Setelah ditunggu lima belas menit lamanya, kondisi hening tak terdengar suara apa pun. Kewaspadaan melonggar kala suara gedoran pintu kembali datang namun kali ini berasal dari pintu kamar. Seketika itu juga Andre, Bagas dan Juan lari tunggang langgang keluar dari rumah.

Saat berada di teras, tubuh Andre terpental setelah menabrak sesuatu yang mengakibatkan ia terjatuh bersamaan dengan Bagas dan Juan. Saat diperhatikan lebih seksama, ternyata Andre menabrak sepasang kaki besar yang mana bagian tubuhnya tak dapat terlihat sebab menjulang tinggi melebihi atap rumah.

"Bu..to.. Aaa....!!!!" teriak Andre sebelum kemudian pingsan.

Entah apa yang terjadi, setelah Andre pingsan, Bagas dan Juan pun turut pingsan juga."

***

Keesokan harinya, tetangga sebelah rumah yang membangunkan Andre, Bagas dan Juan di teras. Mereka sempat linglung sesaat sebelum akhirnya dapat mengingat jelas kejadian semalam.

"Kenapa kalian tidur di sini?"

"Kami.. kami semalam melihat penampakan buto yang beberapa hari ini dikeluhkan para tetangga," jawab Juan.

"Hemm.. jadi sekarang kalian juga diganggu ya?"

"Iya pak."

"Seumur-umur tinggal di sini, saya tidak pernah tahu ada penampakan buto. Baru kali ini saja menggemparkan kampung kita."

"Hemm... iya pak."

"Ya sudah, sebaiknya kalian bergegas, ini sudah siang, apa kalian tidak bekerja?"

"Kerja pak kerja," jawab Juan sembari langsung berdiri.

"Kalau gitu saya pamit dulu!"

"Iya pak terima kasih."

Andre, Bagas dan Juan lantas lekas masuk ke rumah, mandi lalu berangkat bekerja.

***

Andre, Bagas dan Juan tak dapat lagi membendung kekesalan mereka. Begitu sampai di pabrik, mereka lekas mendatangi Bian dan memintanya untuk mengambil lagi dua buto yang ditempatkan di rumah kontrakan.

"Kenapa kalian semarah ini sih?"

"Buto milikmu itu mengganggu kamis semalam sampai kami bertiga pingsan di teras rumah," jawab Andre.

"Hemm..."

"Kamu kasih perintah apa ke mereka?"

"Sesuai yang kubilang, aku suruh menjaga rumah kontrakan itu dari jin-jin lain di sana."

"Jin-jin lain gak ganggu tapi buto milikmu sendiri yang akhirnya mengganggu kami."

"Gini Yan, kita berterima kasih sekali atas niat baik kamu tapi tolong kamu ambil lagi dua buto itu!" pinta Bagas.

"Hemm.. iya-iya, kalian tenang saja! nanti saat kalian pulang, buto-buto itu sudah pergi dari sana tapi siap-siap saja bakal diganggu jin jahil lagi!" jawab Bian sembari melenggang pergi.

"Bodoh amat lah sama jin-jin yang lain, pokoknya buto itu pergi."

"Iya Ndre, bisa-bisanya kita bertiga pingsan semua," gerutu Juan.

Bagas hanya diam sembari menghela napas panjang. Dia sendiri pun tak menyangka akan pingsan, entah karena takut atau dikarenakan sebab yang lainnya. Untuk sementara, hanya ini yang bisa mereka lakukan sembari terus melanjutkan tadarus al-quran setiap hari.

"Kira-kira, Bian beneran ngambil buto miliknya atau enggak ya?" tanya Juan.

"Kita akan tahu kalau sudah pulang nanti," jawab Bagas.

"Aku cuma khawatir kalau dia kesal ke kita dan malah nyuruh peliharaannya buat gangguin kita."

"Jangan berpikir terlalu jauh, untuk sekarang, kita percaya saja dulu! semoga Bian tidak seperti yang kamu khawatirkan!"

"Iya Gas."

🧐 BAB 30 DONE 🧐

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
suka
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Tamat... itulah tipu muslihat iblis dan sebangsa'y, yg banyak menjerumuskan manusia. disini kita bisa mengambil pelajaran, jika segala sesuatu pasti ada konsekuensi'y..
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
serba salah jadi'y..
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
😭😭😭
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
ngeri bener di kintilin mulu ma poci👻
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
dihh ngeri juga ya, masa Juan di taksir demit sih🤔
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
nah kan, ternyata memedi👻👻
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
dasar, temen gak ada akhlak🙄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
haduhhh, kalo aku bisa semaput deh kaya'y..
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
pantesan aja, wong itu bekas rumah dukun tho..
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
duh, ko ngeri ya😣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
untung ada pak Harun yg jadi wasit😅
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
padahal jan di berantakin ya, kalo bisa mah justru bantuin tu Bagas ma Andre beres² kontrakan🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
walau pun tau novel ini dah end, tapi tetep aja gatel pen ikut komen🤭
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
🤣🤣🤣🤣 ada² aja kamu Andre
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
untung gak kena tampol sama Bagas ya, tu demit. seenak'y aja nongol depan muka orang😆
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
kaya'y tu demit pemalu deh, masa yg nampak cuma tangan doang😅
mampir kak..
Zxr_MinZea⁰⁸
Nama Ku Andini :)
dream
Alurnya bagus, sederhana, mestinya dapet
dream
Yeay.... bukan buru2 di tolongin....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!