NovelToon NovelToon
Garis Dua Buat Presdir

Garis Dua Buat Presdir

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Poligami / Duda / Tamat
Popularitas:758.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

Bijak-bijak memilih bacaan! Karena ini banyak cerita panas serta adegan yang tak terduga.

Nama aku Marsya Aulia, aku hanya anak dari keluarga yang kurang mampu. Ibu aku sedang sakit kanker paru-paru stadium akhir.

Suatu hari ibuku jatuh sakit dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter mengatakan jika sebaiknya ibuku harus melakukan operasi pengangkatan kanker.

Aku tidak punya biaya sama sekali, hingga aku berjumpa dengan seorang wanita yang amat sangat cantik. Ia memberi sebuah bon pembayaran rumah sakit beserta uang.

Aku yang lagi bingung dengan senang hati menerima pemberian wanita tersebut.
Namun aku pikir dia ikhlas membantu, ternyata semua ada timbal baliknya.

Inilah kisah ku..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback

Part 30

________

Mendengar ucapan Wiwik, Wardani segera membereskan barang-barangnya dan pergi dari tempat pemotretan.

“Kenapa hati ini jadi tidak tenang setelah mendengar perkataan wanita tadi.” Wardani berjalan keluar dari tempat pemotretan. Wardani berjalan cepat menuju mobilnya. “Juanda. Antarkan saya ke Rumah Sakit.” Wardani naik mobil dan duduk dengan wajah yang terlihat sangat gelisah.

"Baik." Juanda melajukan mobil. Juanda yang sedang mengemudikan mobil melirik Wardani dari kaca tengah dalam mobil.

'Ada apa dengan nona Wardani. Wajahnya terlihat gelisah.' Batin Juanda sambil mengemudikan mobil.

...1 jam kemudian mereka sampai di halaman Rumah Sakit....

...😔...

Juanda membuka pintu mobil kursi penumpang bagian belakang. “Nona kita sudah sampai.”

Wardani menapakkan kaki kanannya di atas tanah. “Kamu tunggu di sini.”

Kedua kaki Wardani terus berjalan masuk ke dalam rumah sakit. Wardani terus melangkah cepat menuju ruangan USG.

30 menit setelah melakukan pemeriksaan Wardani duduk dengan wajah yang panik dan kakinya terus bermain seperti orang yang sedang menjahit.

Wardani gelisah, kedua mata beralih ke sana kemari. “Apa hasilnya. Matilah aku jika beneran hamil.” Gumamnya pelan sambil menggigit jari-jari kukunya.

Dokter berjalan ke arah Wardani dengan tangan yang membawa bukti pemeriksaan. Dokter menarik bangku dan duduk dengan ekspresi wajah yang cukup serius menatap wajah Wardani. “Nona Wardani sudah menikah.”

Melihat tatapan Dokter, Wardani berusaha tenang dan tidak gugup meski ia merasa sangat gugup dan takut. "Sudah Dokter Risna, tapi saya sudah berpisah. Tentang pemeriksaan, apakah hasilnya baik Dok?”

Dokter Risna menggelengkan kepala, dan menundukkan pandangannya. “Saya mohon maaf sebelumnya. Nona mempunyai masalah kesuburan, hanya 35% kemungkinan nona bisa mengandung.”

Wajah Wardani berubah drastis setelah mendengar jawaban Dokter Risna. Hati hancur berkeping-keping.

Brak!

Wardani menggebrak meja, kedua mata yang memerah dan sedikit mengeluarkan cairan bening menatap wajah Dokter Risna. “Itu tidak mungkin 'kan Dok. Hasilnya pasti salah.”

Melihat perubahan mimik wajah Wardani yang sedang suram dan sedikit kacau. Dokter Risna berusaha tenang sambil memegang kedua tangan Wardani. “Nona tidak perlu kuatir, rezeki anak itu hanya Allah yang bisa menentukannya. Selebihnya nona harus lebih menjaga asupan makanan dan nutrisi agar hormon nona bisa….”

Wardani membentak, menepis kedua tangan Dokter Risna yang memegang kedua tangannya. “Banyak bicara.” Wardani menarik kertas hasil pemeriksaan dan merobeknya. “Aku tidak percaya dengan hasil ini.” Wardani menebarkan hasil robekan kertas di wajah Dokter Risna. Wardani berbalik badan meninggalkan ruangan Dokter Risna.

Blam!

Wardani menutup pintu ruangan dengan sangat kuat.

Dokter Risna hanya menggelengkan kepalanya, tangan kanan di letakkan di depan dada. “Tidak aku sangka ternyata sifat aslinya seperti itu.”

Wardani yang terus berjalan keluar dari Rumah Sakit melangkahkan kakinya dengan wajah yang marah dan penuh dengan emosi.

Saat Wardani mendekati mobilnya tiba-tiba datang seorang awak media yang berlari mendekati nya. “Nona Wardani.”

Wardani melangkahkan kakinya dengan cepat masuk ke dalam mobil. “Juanda cepat jalan, jangan biarkan mereka meliput saya.” Wardani duduk di bangku penumpang bagian belakang.

“Baik.” Juanda langsung sigap, ia memutar stir kemudi mobil.

Saat Wardani hendak keluar dari gerbang Rumah Sakit. Tiba-tiba di depan gerbang sudah ramai awak media yang menghadang mobil Wardani.

“Kenapa nona bisa berada di sini.” Tanya beberapa awak media dengan pertanyaan yang sama dan mendekatkan masing-masing alat perekam ke arah Wardani.

Wardani menurunkan kaca mobilnya dengan wajah yang tersenyum pahit ia menjawab. “Saya kurang enak badan akibat jadwal saya yang sangat padat. Jadi saya ke sini hanya meminta resep obat dari Dokter.”

“Apakah itu benar nona sedang tidak enak badan, bukan karena hal yang lain.” Pertanyaan dari salah satu awak media wanita.

Mendengar ucapan yang menyinggung dirinya, Wardani menutup perlahan kaca mobil. “Jika kalian tidak percaya dengan jawaban saya kenapa kalian terus bertanya. Jika kalian lebih tahu segalanya tentang diri saya, silahkan buat artikel sesuka hati kalian.” Wardani menaikkan penuh kaca mobilnya.

“Juanda. Jalan.” Tegas Wardani menyandarkan tubuhnya dengan wajah menatap langit dalam mobil dan menutup kedua matanya.

Juanda merasa heran melihat sikap dan perbuatan Wardani yang berubah saat keluar dari Rumah sakit. Juanda memberanikan diri untuk bertanya kepada Wardani. “Apakah nona baik-baik saja, saya lihat wajah nona tidak baik.” Juanda melirik ke kaca tengah dalam mobil.

“Apa benar itu.” Wardani mengambil cermin miliknya.

Sambil menatap wajahnya yang begitu pucat dari cermin yang di pegang olehnya, “Mungkin saya hanya stress, ini akibat saya terlalu memikirkan pria itu.”

Wardani meletakkan cermin nya kembali ke dalam tas miliknya. “Juanda nanti tolong hubungi tukang Spa dan bawah mereka ke rumah. Karena saya ingin di relaksasi di rumah.” Wardani memejamkan kedua matanya.

“Baik.” Juanda melajukan kendaraannya menuju kediaman Wardani.

.

.

.

.

...Rumah sakit di kota Singapura...

...😊😊...

Tuan Agung berjalan menuju taman Rumah Sakit dengan membawa coklat yang di sembunyikan di balik tubuhnya.

Dengan langkah pelan dan wajah tersenyum tuan Agung mendekati seorang wanita yang sedang duduk di bangku taman.

Saat tuan Agung hampir sampai ke bangku wanita tadi, dari arah yang berlawanan muncul tuan muda Alexdian membawa bunga mawar.

“Kenapa dia bisa ke sini.” Tuan Agung menghentikan langkah kakinya dan melihat langkah kaki tuan muda Alexdian terhenti tepat di samping wanita yang sedang duduk membelakanginya.

Wanita itu memalingkan wajahnya dan tersenyum ke arah tuan muda Alexdian yang berjalan ke arahnya.

Saat tuan Agung melihat wanita itu mulai tersenyum. Tuan Agun meremas coklat dan berjalan cepat ke arah wanita tersebut. Tuan Agung mendorong tubuh tuan muda Alexdian. “Marsya!" Teriak tuan Agung.

Dengan wajah yang tersenyum tuan muda Alexdian berdiri. Tangan kanan mengacungkan seperti hendak menembak. “Dor. Aku ketahuan.”

Tuan Agung memegang baju kemeja bagian depan milik tuan muda Alexdian. Kedua mata menatap tajam wajah tuan muda Alexdian yang tersenyum penuh makna. “Kenapa kamu bisa tahu jika saya memindahkan Marsya dan merawatnya di Rumah Sakit ini.”

Melihat tuan Agung dan tuan muda Alexdian berdebat, Marsya hanya menggelengkan kepalanya sambil menepuk dahinya.

Dengan santainya tuan muda Alexdian menjawab. “Tidak perlu aku kasih tahu kenapa aku bisa mengetahuinya. Yang terpenting wanita ini sudah baik-baik saja dan masih bisa tersenyum manis menatap kedatangan Anda.”

“Kau.” Tuan Agung mencoba melayangkan tinju ke arah tuan muda Alexdian.

Marsya berdiri, tangan kanan menahan kepalan tinju tuan Agung. “Tuan jangan.”

Marsya menurunkan perlahan tangan tuan Agung. “Tuan ini yang terkadang menjenguk saya di sini selagi tuan Agung berada di Negeri kita.” Marsya menarik tangan kanan tuan Agung dan membawanya untuk duduk dan berbicara dengan tenang. Kedua mata menatap serius wajah tuan Agung yang masih terlihat suram. “Saya juga sudah mengetahui kekacauan yang telah terjadi kepada tuan.”

Mendengar perkataan dari Marsya, tuan Agung memalingkan wajah dengan tatapan kedua bola mata yang hendak keluar dari tempatnya memandang tuan muda Alexdian.

Marsya memegang kedua pipi tuan Agung, dan menatapnya dengan wajah yang tersenyum. “Tuan tidak boleh marah seperti itu terhadap tuan muda Alexdian. Dia sangat baik dan sudah merawat saya selama tuan belum datang ke kota Singapura.”

Tuan muda Alexdian berjalan mendekat dengan melempar senyuman kepada Marsya dan tuan Agung yang sedari tadi menatapnya. “Benar. Seharusnya Anda berterima kasih kepada saya tuan.”

Dengan wajah yang penuh curiga tuan Agung bertanya. “Katakan yang jelas kenapa kamu bisa mengetahuinya. Jika Marsya saya larikan jauh dari kota Bandung.”

Dengan tangan yang di letakkan di kedua saku celananya tuan muda Alexdian menjelaskan.

.

.

.

...Kembali ke selang oksigen Marsya yang di gunting....

...😔😔...

Kita kembali sejenak. 🤗

.

.

Tuan muda Alexdian mulai mengingat kejadian yang buruk menimpa Marsya. “Sewaktu anak buah saya datang mengunjungi Kantor tuan Agung, katanya tuan Agung sedang berada di luar Kota. Selang beberapa hari kemudian saya mengutus anak buah saya kembali ke kantor tuan dan bertanya kepada salah satu staf apakah tuan sudah pulang. Bukan kabar baik yang saya dengar, malah isu buruk yang terjadi antara tuan Agung dan Marsya. Saya juga mendengar bahwa Marsya sedang koma. Saya memutuskan untuk diam-diam setiap hari menyelinap masuk ke Rumah Sakit dan demi melihat keadaan Marsya dari depan pintu ruangan.

Sewaktu selang oksigen Marsya di gunting, saya sangat menyesal karena saya tidak ada di kota itu dan saya sangat menyesal karena tidak bisa mencegahnya. Sewaktu kejadian itu saya sedang berada di luar Negeri. Walaupun saya berada jauh dari kota Bandung, tapi saya banyak mendengar berita mengenai Marsya dari salah satu anak buah saya yang saya utus buat mengecek keadaan Marsya.

Saat mendengar selang oksigen Marsya di gunting dan Marsya sempat mengalami kejang, saya sangat sedih tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi 20 menit kemudian anak buah saya menelepon kembali dan mengatakan jika nyawa Marsya masih bisa di selamatkan. Saya salut melihat tuan Agung yang kuatir dengan Marsya. Pada saat itu juga dengan cepat tuan Agung menerbangkan Marsya ke Rumah sakit yang berada di Singapura.

Bukan itu saja, tuan juga berhasil menyembunyikan Marsya agar tidak di ketahui oleh mantan istri tuan yang selalu ingin berbuat jahat kepadanya. Tanpa pikir panjang tuan langsung menebarkan cerita bohong dan pura-pura membuat pemakaman seolah-olah Marsya sudah meninggal beneran. Meski saat itu Marsya sedang mengalami koma.

Kemudian saya mendengar bahwa Perusahaan tuan Agung sedang jatuh akibat nama tuan yang sudah tercemar karena isu yang di buat mantan istri tuan. Saya merasa kasihan jika tuan mendadak jatuh miskin dan bangkrut. Setelah urusan bisnis saya selesai, saya langsung menelepon anak buah tuan dan berkata jika saya ingin bekerja sama dengan tuan namun saya di tolak.”

...Flashback Off...

...🤗🤗...

Ceritanya sudah selesai ya? yang mengenang kejadian sewaktu selang oksigen Marsya di gunting.

Wajah Tuan Agung mendadak suram, ia berdiri menatap wajah tuan muda Alexdian. “Kenapa kau selalu mengikuti Marsya dan apa mau kamu.”

Tuan muda Alexdian tertawa. “Hahahaha." Tuan muda Alexdian membalas tatapan suram dan tajam tuan Agung. "Saya sudah bilang jika saya menyukai Marsya dan saya ingin merebut dia dari tuan Agung. Saya ingin membuat hidupnya lebih bahagia bersama saya.”

Mendengar perdebatan tuan Agung dan tuan muda Alexdian. Marsya bangkit berbalik badan. “Kalian sudah tua, kenapa dari tadi berbicara seperti anak kecil memperebutkan wanita yang biasa saja.” Marsya melangkahkan kakinya dan terus berjalan meninggalkan tuan Agung dan tuan muda Alexdian yang masih berdebat.

“Marsya mau ke mana.” Teriak serentak tuan Agung dan tuan muda Alexdian.

Sambil melangkahkan kakinya Marsya menjawab. “Mau cari duda tampan yang kaya raya.”

Tuan Agung dan tuan muda Alexdian berlari secara serentak dengan tangan yang saling menyikut satu sama lain.

...Bersambung.......

1
Herta Siahaan
sudah suami istri masih jg pake panggilan tuan Agung ya
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
pemikiran yg silap.. 🤭🤭.. kata2 ni sy tak setuju, klau hanya dia seorg yg jdi bahan fitnah mungkin dia boleh relakn dgn berdiam diri.. tpi ada Marsha isteri kedua yg jdi bahan fitnah jg.. kejam kalau Marsha yg jdi mangsa 😅😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
wanita Naif🤔
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Agal kurang faham sikit watak Marsha.. 😅😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
suami isteri memang serasi sma2 tukang selingkuh😂😂😂yg paling penting dua2 ngak rasa jijik😂😂😂
Mama lilik Lilik
nama ibunya aneh surtek,kenapa gak di kasih nama Surti aja biar baca nya enak,agak janggal aja dengernya/Grin/
Surati
bagus
Maya Ratnasari
maafkan saya kalo agak sotoy thor, setahu saya di dunia nyata, kalo kanker paru udah stadium akhir itu udah ngga direkomendasikan untuk dioperasi, karena sudah sulit untuk dilakukan tindakan tsb. paling kemoterapi dan radioterapi.
Praised94
jeder..... 10.000 Hektare...melebihi rumah sultan andara
sari. trg: Iya, karya pertama. Jadi maklum halunya terlalu tinggi /Facepalm/
total 1 replies
Jastiah Tia
terimalah awal dr kehancuran rumahtanggamu nyonya wardani,smga kamu kuat menhadapi majligai rumahtanggamu
Yolla
cerita yg bagus dn simple
Bis Tawo
👍
Faizan Akram
kenapa yang jadi perusak rumah tangga nya taehyung
Mugitras Hima Islam
inget ibuku... sakit kanker paru paru tapi sekarang sudah tiada 😭😭
Mifta
smg marsyah lebih tegas lagi biar tidak di tindas oleh org laen
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Sekar Arum
mangil suami nxa jgn tuan dong
Nayaka
kurang sreg sama nama tokohnya
Denry_Den Den
Semangat terus
Siti Mas Ulah Ulah
dua 2nya,otakx pd g bener,g suami g istri podo ae,🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!