Cerita bawang disisipi comedy
Kisah gadis muda dengan cinta pertama
Pernikahan yang diinginkannya berakhir bahagia, ternyata membawa penderitaan bagi Anaya. Laki-laki yang menikahinya, meninggalkan dengan benih yang sudah bersemi dirahimnya.
Apakah kesalahan yang sudah dilakukan Anaya, sehingga Raditya meninggalkannya. Dan mengirimkan pesan yang membuat Anaya kecewa.
Setelah dia mencoba melupakan, masa lalunya kembali. Menuntut sesuatu, apa yang harus dilakukannya.
Kembali ke masa lalu untuk mencari kebenaran?"
Inilah kisah ku, Anaya ayusita. Wanita yang jatuh cinta, tetapi mendapatkan derita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 30 Opa dan cucu
Cinta kadang menyakitkan tapi jika menemukan cinta yang benar begitu membahagiakan😘😘
Happy reading..
"Runrun, bangun katanya mau lari pagi," Nesum menbangunkan Runrun.
"Ya!" seru Runrun yang kemudian loncat dari pembaringan dengan lincahnya.
"Jangan loncat-loncat, anak wedok tu anggun dikit !" ucap Nesum, melihat Runrun meloncat dari atas kasur kelantai.
"Anak wedok apa?" tanya Runrun pada Nesum yang masih berada dalam kamar .
"Anak perempuan, Runrun itu gadis cilik harus feminin." beritahu Nesum.
" O..o..o". jawab Runrun kemudian berjalan keluar dari dalam kamar.
"Apa yang diajarkan Zul dan Togar, sampai tu anak ngak bisa diam ," guman Nesum sendiri.
Nesum keluar dari kamar mengikuti Runrun yang masuk kekamar mandi.
"Run, handuknya sudah dibawa?" tanya Nesum ketika dilihatnya Runrun berjalan masuk kekamar mandi tanpa membawa apa-apa.
"Oh iya, Runrun lupa..!" serunya dan kembali masuk kekamar untuk mengambil baju ganti dan handuknya
"Masih kecil udah pelupa." tegur Nesum.
Tak lama Runrun sudah keluar dari kamar dengan membawa handuk dan baju ganti.
"Run, cepat ya ngak enak kalau siangan larinya." beritahu opanya yang baru keluar kamarnya.
"Ok opa ," ucap Runrun dengan cepat masuk kedalam kamar mandi.
"Bu, Anaya kemana ?" tanya papa karena tidak dilihatnya sejak tadi.
"Nay pergi kepasar pagi ," ucap Nesum.
"Cari apa Nay kepasar?" tanya papa lagi.
"Mau cari pisang dan strawbery, ada minta bolu pisang dan bolu strawbery..," kata Nesum.
Tak lama, Runrun sudah keluar dari kamar mandi dan sudah menggunakan pakaian larinya.
"Opa, ini sepatunya ." Runrun memberikan sepatu opanya, yaitu sepatu khusus untuk penderita stroke.Walaupun sudah 5 tahun berlalu, tetapi kaki papa Anaya belum sembuh total begitu juga dengan tangannya belum pulih total.Karena sempat papanya dulu tidak ingin melakukan pengobatan lagi, dan berkat bujukan Anaya dan para tetangga. Papanya mau melakukan pengobatan kembali.
"Come on opa, let's go..!" seru Runrun, mengajak opanya pergi berlari.
Kemudian cucu dan opa tersebut melangkahkan kakinya menuju taman yang berada dekat rumah mereka.
Sesekali langkah kaki mereka berhenti untuk beristirahat.
"Opa, pelan-pelan saja jalannya," kata Runrun, karena dia melihat wajah opanya yang sudah berpeluh.
"Ya, mungkin karena opa sudah lama tidak berolahraga," ucap opanya.
"Ayah !" teriak Runrun,ketika dia melihat kearah belakangnya.Togar berlari kecil menuju arah mereka berhenti.
"Runrun, kenapa ayah tidak tunggu," kata Togar.
"Runrun kira ayah belum bangun,biasanya hari libur ayah bangun lama," ucap Runrun.
"Runrun kalau ngomong emang bener." kekeh Togar.
"Ayo om lanjut, kalau sudah tidak capek lagi," kata Togar.
"Run, agak siangan kita shopping yok," kata Togar.
"Hore...!" teriak Runrun sambil meloncat kegirangan.
"He..ini bocah senang banget," batin Togar, dia tahu Runrun jarang pergi ke tempat bermain. Karena kesibukan Anaya juga karena Anaya tidak membiasakan Runrun untuk pergi ketempat bermain dimall.
"Opa ikut ya ?" tanyanya pada opanya.
"Untuk apa opa ikut shopping." tolak opanya.
"Refresing opa, ngak jenuh opa dirumah terus," kata Runrun pada opanya.
"Opa ngak pernah jenuh, opa ngisi kegiatan dengan main catur.Dan ngisi tts biar ngak cepat pikun.. ," beritahu opanya tentang kegiatannya agar tidak bosan.
"Ya om, sesekali boleh ke mall." bujuk Togar juga.
"Orang tua seperti om, dah cukup dirumah saja berkumpul sesama manula," kata opanya sembari tertawa.
"Opa masih muda, masih keren," puji Runrun kepada opanya.
"Masih keren, pincang gini dan kaki 3 lagi," ucap opanya dengan tertawa.
Runrun dan Togar juga ikut tertawa, dan ketika melewati penjaja bubur mereka singgah.
'Sarapan dulu kita." kata opanya.
" Yuk om ," sahut Togar.
"Sabu..ayo kita sabu...!" seru Runrun dengan gembira.
"He kok sabu, ntar ditangkap polisi kita." kata opa.
"Idih opa, maka sering lihat dunia luar opa.Sabu itu sarapan bubur." beritahu Runrun pada opanya.
Tukang bubur dan Togar tertawa melihat perbincangan cucu dengan opanya yang sering tidak sinkron.
"Itu singkatan, mana opa tahu." sahut opanya.
"Makanya opa, nanti ikut jalan-jalan ya." rayu Runrun dengan menampilkan rayuan mata puppy eyes nya.
"No..!" seru opanya tidak tergoyahkan.
"Opa..!"
"Opa dah janji dengan opa juki dan opa seno ada yang mau kami kerjakan." beritahu opanya.
"Lain kali, opa pasti ikut." janji opanya.
" Dah makan itu sabu," kata opanya kepada Runrun.
"ih..om keren dah bisa bilang sabu ," kata Togar.
"Emang om bisu,' ujar opanya.
***Next*
pinjamin jempolnya teman-teman trims ya**