Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, akan tercium juga. Begitulah kata pepatah.
Meira Andana, gadis cantik yang baru menginjak kelas 3 SMA. Harus menikahi CEO tampan yang sifatnya random sekali.
Karena unsur persahabatan Papanya dengan Papi CEO, ia pun setuju untuk menikah. Ekonomi keluarga menurun karena sang Papa meninggal dalam kecelakaan tabrak lari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siska febrianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Setelah selesai belanja. Mereka sempat singgah ke restoran untuk makan malam. Barulah mereka pulang.
Saat ini Meira sedang membantu Alea untuk menghabiskan segelas susu vanila buatannya.
Anak perempuan itu asik dengan ipad yang dibelikan Reyhan khusus untuk Alea main dan nonton film kartun.
"Udah, Ma," tolak Alea.
"Sedikit lagi sayang. Pelan-pelan aja minumnya."
"Lea bisa minum sendiri."
"Yakin? Lea udah pintar sekarang?"
"Udah."
Alea mengambil segelas susu dari tangan Meira. Meira sengaja memberikan sedotan karakter kartun agar Alea semangat untuk menghabiskan susunya.
Reyhan keluar dari kamar mandi dan duduk di atas kasur. Melihat apa yang sedang anaknya tonton.
Ternyata tinggal bertiga lebih seru menurut Reyhan. Ada mainan yang bisa menghilangkan rasa lelahnya.
Menghampiri Meira dan berbaring di paha gadis itu yang sedang membersihkan telinga Alea dengan tisu basah. Hanya mengelapnya saja.
"Nonton apa?" tanya Reyhan.
"Ini kancilnya bisa lari dari buaya, Pa. Buaya nya besar banget. Tadi kaki kancil di gigit buaya, tapi bisa lepas kok," jelas Alea yang duduk di atas kasur sambil memperhatikan isi ipad nya.
"Jadi kamu mau masukkan Alea ke taman kanak-kanak?" ujar Reyhan.
"Jadi, Mas."
"Di tahun ajaran akhir ini?"
"Emangnya kenapa? Di taman kanak-kanak selain mereka belajar, lebih banyak main juga. Masih ada waktu banyak untuk Alea. Biar Alea tidak kesepian dirumah, disana ia juga bisa ketemu teman-temannya. Aku damping dengan les juga nantinya."
"Yaudah terserah kamu aja. Sebelum itu liburan dulu sambil nunggu data Alea siap."
Meira jadi meragukan untuk Alea masuk ke taman kanak-kanak di akhir ajaran ini. Ia melupakan jika akan berlibur dengan Reyhan.
"Udah habis!" tunjuk nya saat segelas susunya sudah kosong.
Reyhan bersorak girang. Mengambil Alea dan mengajak anaknya bermain. Menggelitiki tubuh Alea hingga kegelian sendiri.
Dari sudut pandang yang Meira lihat. Kebanyakan Reyhan yang menjaga Alea. Lagian Alea juga sangat lengket dengan Reyhan.
Memang ya anak perempuan selalu lengket dengan Papanya sama seperti Meira dulu. Biarpun Alea bukan anak kandung mereka.
"Ayo berbaring waktunya tidur," kata Meira.
Alea berbaring diantara Reyhan dan Meira. Keduanya tampak sibuk dengan ipad baru Alea memainkan sebuah game disana.
Meira mengambil kesempatan untuk melakukan aktifitas rutin tiap malam. Memakai skincare dan wewangian juga untuk menyenangi Reyhan.
"Di sebelah situ, Pa!"
"Tuh kan ketabrak. Hati-hati, di depan ada jebakan Tom nya nanti bisa ketabrak."
"Nah sebelah situ."
Seperti sudah paham dengan game barunya. Alea malah mengajari Reyhan cara bermain game nya itu.
Setelah selesai, Meira pun berbaring di samping Alea. Sudah di sediakan bantal, Alea malah berbaring di lengan kekar Reyhan yang sedang bermain game.
"Yah kalah," keluh Reyhan.
"Gini cara mainnya. Papa lihat Alea ya."
"Iya sayang."
Meira hanya memperhatikan saja. Alea bermain di ipad. Reyhan menoleh ke samping, Meira sangat wangi vanila malam ini. Ia menyukai wewangian dari Meira.
"Kenapa?" tanya Meira dengan senyuman.
"Istri aku cantik."
"Gombal!"
Meira mengambil ipad di tangan Alea menyuruh anaknya untuk tidur dan waktu bermain sudah berakhir. Alea menurut dan berbaring di bantalnya.
Sambil menepuk pelan kepala Alea, Meira menyanyikan lagu nina bobo untuk anaknya.
Terdengar dengkuran halus dari Alea. Reyhan mendekat dan mencium lembut dahi Meira.
"Selamat tidur sayang."
"Selamat tidur juga, Mas."
Meira pun ikut terlelap. Reyhan bersyukur memiliki Meira sekaligus memiliki Alea juga. Ia merasa keluarganya sangat lengkap.
Sekarang ia bisa pamer anak barunya. Biarpun bukan anak kandung, setidaknya di keluarga kecil mereka sudah lengkap.