Velicia menikah dengan Arnold pria yang selama ini di kiranya yang pernah masuk dalam kenangan masa lalunya...
Cinta yang berawal dari lantunan piano dari seorang pria yang memainkan lagu Sleep in the deep sea yang biasa di mainkan ibu Velicia sewaktu sang ibu masih hidup...
Pernikahan Aliansi yang terjadi di antara mereka, bukan membuat Velicia bahagia namun malah membiat dia terluka hingga penyakit mematikan menyerang hidupnya...
akankah Arnold bisa mencintai Velicia??
yukk baca novelku...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DALAM LUKA (Bab 30)
Viona keluar dari kedai teh milik Merry dengan perasaan kesal dan penuh amarah, Viona cemburu. Ternyata Arnold, masih sibuk mencari Velicia. Setelah Viona berada di luar kedai teh, Viona mengambil ponselnya dari dalam tas, dia mencoba menghubungi Arnold untuk memastikan kepedulian Arnold pada dirinya.
Arnold tak menjawab panggilan dari Viona, bahkan setelah tiga kali dia mencoba menghubungi Arnold, ponsel Arnold pun sudah tidak aktif, hal ini membuat Viona semakin kesal. Akhirnya Viona pun pergi dari lokasi itu dengan hati yang penuh amarah.
Dia ;elangkah menuju mobilnya yang di parkir di depan kedai teh. Dia masuk ke dalam mobilnya, lalu dia melajukan mobilnya pulang ke rumahnya, sesampai di rumah Viona masih mencoba untuk menghubungi Arnold, tak berapa lama panggilannya pun tersambung.
“ Hallo” ucap Arnold saat panggilan telah tersambung.
“ Sayang, kamu dimana?” tanya Viona berpura-pura tidak tahu apa yang sebenarnya sedang di lakukan Arnold di belakangnya.
“ Sayang, aku saat ini sedang ada di luar kantor, ada urusan yang harus aku selesaikan” jawab Arnold.
“ Urusan apa?” tanya Viona penuh selidik. Dia ingin menguji kejujuran Arnold
“ Urusan kantor” jawab Arnold berbohong, dia tahu Viona akan marah besar padanya jika dirinya masih memperdulikan Velicia. Oleh sebab itu Arnold memilih untuk berbohong pada kekasihnya itu.
“ Bisakah kita bertemu?” tanya Viona penuh selidik.
“ Maaf sayang, aku tidak bisa nanti aku akan mengunjungimu” jawab Arnold.
“ Ya sudahlah” lirih Viona kesal. Dia pun memutus panggilannya, lalu dia menghempaskan ponselnya di atas ranjang.
Rasa kesal dan jenuh kini telah menyelimuti hati Viona, akhirnya dia pun kembali keluar dari rumahnya. Dia berjalan mendekati mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju pusat perbelanjaan yang ada di kota Ternate untuk bersenang-senang.
Viona telah terbiasa pergi shoping hanya sekedar untuk membuang rasa jenuhnya, terlebih lagi saat ini dia benar-benar membutuhkan kebahagiaan, dia merasa sangat cemburu melihat Arnold masih mementingkan Velicia di saat mereka telah berencana untuk menikah.
Kali ini dia akan bersenang-senang dengan black card yang di berikan Arnold padanya beberapa hari yang lalu, dia akan menggunakan uang Arnold untuk kesenangan dirinya.
Selang beberapa menit Velicia menempuh perjalanan, dia pun kini telah berada di depan Jatiland Mall, dia memarkirkan mobilnya di parkiran. Setelah itu dia keluar dari mobildan melangkah masuk ke dalam mall.
Viona berjalan mengunjungi setiap toko yang ada di mall itu, saat ini dia sedang berada di toko tas branded. Dia memilih beberapa tas yang di sukainya.
“ Kak, tolong di hitung ya” pinta Viona sambl menyodorkan tas yang harganya selangit.
“ Baik nona” ucap sang penjaga toko.
Sang penjaga toko terkesiap melihat barang belanjaan Viona, karena tas yang di pilih Viona bukanlah tas biasa dan harganya pun sangatlah mahal. Dia pun menghitung total belanjaan Viona.
“ totalnya 10 juta 300 ribu rupiah nona ...,” ujar sang penjaga toko sambil menyerahkan barang belanjaan Viona.
“ Oke, saya bayar pake ini ya kak” ujar Viona sambil memberikan black card pada sang penjaga toko.
Sang penjaga toko pun menyelesaikan pembayaran Viona, setelah selesai dia kembali memberikan black card tersebut pada Viona.
“ Terima kasih nona” ucap sang penjaga toko dengan senyuman ramah di wajahnya. Viona tak menggubris sikap ramah sang penjaga toko, ia berlalu begitu saja dengan gayanya yang angkuh dan sombong.
Viona pun kembali masuk ke satu toko dan berpindah ke toko lainnya. Dia membeli beberapa barang yang di sukainya. Saat dia sedang asyik berbelanja tiba-tiba dia menabrak seseorang sehingga barang belanjaannya berserakan di lantai.
“ Kau !” Viona ingin membentak pria yang baru saja telah menabraknya namun hal itu di urungkannya karena melihat pria tampan dengan penampilannya yang sangat elegan yang di hadapannya saat ini adalah pria yang pernah di kenalnya.
“ Viona?” seru sang pria tampan saat melihat wanita yang baru saja di tabraknya adalah wanita yang pernah menjadi orang yang palin penting dalam hidupnya.
“ Jordy?” seru Viona memastikan bahwa pria yang ada di hadapannya ini adalah mantan kekasihnya saat dia berada di Amerika.
“ Eh, aku minta maaf sudah menabrakmu” ujar Jordy sambil membantu Viona merapikan barng-barang belanjaannya yang berserakan di lantai.
“ Nggak apa-apa” ucap Viona setelah semua barang belanjaannya sudah kembali berada di tangannya.
“ Butuh bantuan?” Jordy menawarkan diri untuk membawa barang belanjaan Viona.
“ Eh, nggak usah ... “ lirih Viona malu.
“ Sini, aku lihat kamu terlihat kesulitan membawa semua barang-barang ini” Ujar Jordy lau mengambil beberapa paper bag yang ada di tangan Viona.
“ Kita antar ke mobil kamu aj dulu ...,” ajak Jordy yang di jawab anggukkan oleh Viona.
Mereka pun berjalan melangkah menuju parkiran mobil untuk mengantarkan barang belanja Viona.
‘ ereskan” ujar Jordy setelah semua barang belanjaan Viona telah masuk ke dalam mobil.
“Terima kasih ya” ucap Viona.
“ Bagaimana ucapan terima kasih kamu berikan dengan menemaniku makan siang ...,” ajak Jordy pada Viona.
“ Baiklah” ucap Velicia dengan senang hati.
Merekapun kembali melangkah masuk ke dalam mall untuk mencari makanan di food court yang terdapat di mall tersebut.
Jordy dan Viona kini telah berada di dalam sebuah foodcourt, mereka duduk tepat di pinggir jendela, mereka dapat makan dan mengobrol sambil memandang padatnya kota Ternate.
“ Aku pesan makanan dulu ya, kamu mau pesan apa?” tanya Jordy pada Viona.
“ Aku ikut kamu aja” jawab Viona. Jordy pun melangkah menuju kasir unuk memesan beberapa makanan untuk dirinya dan Viona.
Tak berapa lama, Jordy datang menghampiri Viona dengan membawakan makanan.
“ Lama ya nunggunya?” tanya Jordy.
“ Nggak kok” jawab Viona.
“ Yuk kita makan” ajak Jordy, mereka pun menyantap makanan yang ada di hadapan mereka, sepanjang mereka menghabiskan makanan, merekahanya diam masih canggung untuk memulai pembicaraan karena telah lama tidakberjumpa.
“ Kamu ttinggal disini?” tanya Jordy mengawali pembicaraan saat dia telah selesai menghabiskan makanan yang ada di hadapannya.
“ Iya” jawab Viona.
“ Kamu kenapa ada disini?” tanya Viona penasaran.
“ Aku ada urusan kontrak sebuah proyek di kota ini, kemungkinan aku akan menetap disini untuk beberapa bulan ke depan” jawab Jordy jujur.
“ Owh”Viona hanya bisa ber-oh ria.
Akhirnya mereka pun mengobrol santai membahas berbagai hal yang mereka lakukan saat ini, sehingga keakraban diantara mereka kembali terjalin. Setelah selesai makan mereka pun pergi ke studio karaoke untuk bersenang-senang.
Bersambung...
.
.
.
.
.
Terima kasih Readers yang udah baca karya owner...🙏🙏.
Jangan lupa dukung terus karya Owner dengan meninggalkan jejak...
\=> Like
\=> koment
\=> Hadiah
\=> Vote...
Terima kasih atas dukungannya...🙏🙏🙏
Sukses bwt kk 😊💐