NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Hira Arinta

Cinta Untuk Hira Arinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Duda / Militer / Tamat
Popularitas:241k
Nilai: 5
Nama Author: NatiaGeni

Hira Arinta perempuan memiliki banyak talenta yang diwarisi oleh ayahnya. Hidup Hira selalu di bawah kendali orang tuanya, keinginan terbesar orang tuanya yaitu menjadi dokter bedah. Namun, Hira mematahkan harapan keduanya dengan mengambil jurusan desain komunikasi visual.


Tidak ada cinta dan kasih sayang yang Hira dapatkan sejak kedua orang tuanya mengusir dari rumah dimana tempat selalu mendapatkan cinta.


"Aku membenci kata cinta yang meruntuhkan cita-cita ku."


Bintang Aditya Prawira pria berprofesi sebagai tentara berpangkat Kolonel, berstatus duda. Memiliki putri cantik bernama Kihana, Adit harus menjadi sosok ayah sekaligus ibu untuk Kihana. Cintanya tidak bisa terukur untuk sang putri, kehilangan sosok ibu tidak akan kehilangan juga sosok ayah, baginya Kihana prioritas utama.


Tuhan berkehendak lain, Adit dipertemukan dengan sosok Hira Arinta yang penuh misterius.


"Aku akan menumbuhkan dan memberikan cinta yang pernah hilang dalam hidupmu." Bintang Aditya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NatiaGeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak Surgawi

Hira PoV

Satu Minggu Aku menjadi Istri Aditya belum sepenuhnya istri yang sesungguhnya, Artian belum bisa berbagi kehangatan. Aku pernah membaca artikel tentang perkawinan, Jika seorang pria sudah mengucapkan ijab dan qobul dia sudah berhak atas istrinya. Jika aku menolak permintaan Aditya sama saja aku sebagai istri yang durhaka, Aditya sudah banyak berkorban untuk aku, dia pantas mendapatkan haknya sebagai suami.

"Saya tahu kamu belum siap untuk hal yang intim...saya akan menunggu kamu." Dia berucap pelan dan bangkit dari tidurnya.

Aku seperti perempuan egois, jika tidak memberikan yang akan menjadi hak Aditya berarti benar ucapan Mama Aditya jika aku hanya ingin menumpang hidup dengan putra mahkotanya.

"Abang Aditya aku ingin punya anak dari Abang." Tujuan pernikahan yaitu melanjutkan keturunan, aku jujur sebenarnya ingin mempunyai anak dari pria yang sudah sah menjadi suami ku.

Aditya menghela nafas berat, dia tidak menjawab pernyataan ku, pria itu memilih membuka bajunya lalu berniat ingin meninggalkan aku. Dengan segala keberanian aku memeluk tubuh yang yang bertelanjang dada itu, untung saja tadi aku yang memakai tank top dan hot pan.

Aku sengaja menekan ujung dada pada punggung Aditya, benar dugaan aku dia seperti menahan has-rat lelakinya. Tubuh itu menegang kaku, jika aku sudah memilih maka aku tidak akan bisa berhenti melangkah.

"Saya menyukai perempuan yang agresif di ranjang." Ucapnya langsung men-cum-bu bibir merah menyala milik ku, aku memakai lipstick pilihan Aditya tanpa diketahui oleh dia.

Kata orang, hubungan intim itu surga dunia, tapi bagiku sangat menyakitkan, apalagi si Ucok berdiri gagah untuk siap bertempur di dalam lembah milikku.

"Tembem dan pink...sungguh cantik...saya takjub dengan harta berharga milik kamu....saya seperti mendapatkan durian Montong." Aditya masih sempat berkomentar disaat dia kesusahan membuka jalan untuk si Ucok.

"Aaaaaabang...Adit....ahh..sakit sekali belah duren...Diamkan dulu si Ucok...udah dua jam masak belum bisa masuk juga sih." Aku menahan Aditya agar tidak bergerak, sungguh tubuh ini merasakan robekan.

Peluh Aditya sebesar biji jagung keluar dari pori-pori dahinya, Tubuh liat ini penuh dengan keringat tapi tidak menyurutkan semangat Aditya untuk menebus penghalang terakhir milikku.

"Saya mau kamu yang bergerak." Aditya membalikan tubuhku, dia tersenyum merekah melihat aku di atas tubuhnya.

Dia sengaja meletakan tangannya di belakang kepalanya, apa tujuan Om Om berumur ini. Aku juga tidak tahu harus berbuat apa.

"Gerak Arinta...gunakan tangan dan tenaga kamu." Rendah dia memberikan perintah agar aku yang aktif untuk bergerak.

Malu rasanya tampil polos di atas tubuh pria berumur ini, apalagi matanya tidak lepas dari dua gunung Sinabung milikku. Sakura pernah memperlihatkan film bi-ru yang terdapat dalam kamar Andromeda, Aku saat itu masih tidak mengerti langsung mengiyakan ajakan adik Andromeda itu. Dugaan aku benar jika itu film di peruntukan untuk dewasa, setelah menonton adegan itu, aku langsung muntah. Sejak itu aku tidak mau lagi menonton konten-konten dewasa, Sakura pun tidak habis pikir dengan kelakuan kakaknya yang saat itu masih baru menikah.

Aku mengingat adegan terakhir di film panas itu, tanpa ragu aku akan mengeksekusi dengan pria halal milikku. "Aditya.....aaaa." Aku bergerak lambat Namun pasti sambil menyentuh sendiri kedua bukit milikku.

Aditya menganga melihat aksi ku, suara erangan yang berat keluar dari mulut Aditya, Tidak tahan dengan gerakan aku, tangan Aditya berpindah ke dua bongkahan padat yang berada di pusat tubuhnya.

"Sugar....sungguh sempit punya kamu....udah dua jam saya bertarung belum ada tanda mendapatkan puncak." Aditya mengganti tangan ku di dua bukit yang penuh dengan tanda pemilik Aditya.

Aku tak menghiraukan ucapan Aditya, memilih untuk meraih mendapatkan puncak, aku sudah tiga mendapatkan pelepasan dari usaha Aditya, Tapi suami Ku belum sekalipun mendapat pelepasan.

Aku menyerah bertempur untuk bisa Si Ucok menyemburkan lava pijar miliknya, Aditya mengambil alih pergerakan tubuhku. Dengan gerakan cepat dan kasar dia memberikan aku kenikmatan surgawi, dorongan dan hentakan kasar Aditya akhirnya menyemburkan lava miliknya.

"Terimakasih kasih untuk percintaan panas kita siang ini...saya akan mengenang peristiwa bersejarah ini." Aditya tersungkur di atas tubuhku tanpa melepaskan penyatuan Ucok.

"Ini bukti aku sudah milik Abang Aditya." Aku menenggelamkan wajahku di dada bidang miliknya.

Lama kami saling meresapi kegiatan panas siang ini, Aditya tidak mau melepaskan si Ucok, katanya Ucok ingin temu kangen dengan Inang. Aku pasrah dengan kemauan dia, aku maklum selama empat tahun si Ucok berlibur dari kegiatan temu kangen.

"Bunda Arin....buka pintu...aku kok di tinggal....Papa juga tidak ada kelihatan." Suara Kihana harus memutuskan kegiatan Ucok untuk bercocok tanam.

"Ini...ini gimana....aku...aku... aduh bau bercinta sangat menyengat....Abang.....bangun ih." Aku panik mendengar suara Kihana.

"Kakak Kihana....Papa lagi dipijit Bunda...kamu tunggu sebentar ya...Papa tadi keseleo angkat barang." Aditya berucap sambil mengendong aku ke kamar mandi.

"Ya udah...aku tunggu di ruang televisi....jangan lama ya." Tidak ada lagi suara Kihana terdengar, langkah Aditya masuk ke kamar mandi beserta ada senyuman mesum terbit dari wajahnya.

1
Muliati Muliati
Kecewa
Muliati Muliati
Buruk
Ersa
novelnya keren
Nirwana Wulandari
Kecewa
Maya Puspita
Alhamdulillah,bangus banget Thor ceritanya,ditunggu karya selanjutnya
Maya Puspita
suka Thor ceritanya
🍀 chichi illa 🍒
amiin semoga cpt unboxing ya papa Adit sama bunda hira
🍀 chichi illa 🍒
bang Adit selalu jaga Hira nya
🍀 chichi illa 🍒
kejam nya
BPK nya
🍀 chichi illa 🍒
wah wah wah ... jeng jeng jeng
🍀 chichi illa 🍒
Andro sama Avin satu server ...🤣🤣🤣
🍀 chichi illa 🍒
kado dari sakura out of the box ... 🤣🤣
🍀 chichi illa 🍒
bang Adit mental nya harus sekuat baja
🍀 chichi illa 🍒
bapak nya keterlaluan ...😔😔😔
🍀 chichi illa 🍒
aku Lo malah seneng panggilan Abang ....🥰🥰
🍀 chichi illa 🍒
netes air mata ku ... tertekan banget si hira
🍀 chichi illa 🍒
semangat kihana ...dekatkan papa mu dan arinta
🍀 chichi illa 🍒
ayo kakak2 di komen karya ini ... bagus Lo karya nya ... semangat berkarya kkak
🍀 chichi illa 🍒
bagus karya kakak ... seneng sama karakter Hira mandiri
🍀 chichi illa 🍒
semangat kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!