NovelToon NovelToon
Si Gendut Kesayangan CEO

Si Gendut Kesayangan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:286.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dedels

"Aku tidak memperdulikan tentang fisikmu, aku harap kamu mencintai dirimu sendiri seperti aku mencintaimu" ucap CEO itu.

Hai semuanya, terimakasih sudah mampir ke novelku, aku harap kalian suka dengan novel pertamaku ini yang berkisah tentang kisah cinta rumit antara dua sejoli Maudy dan Aditya. Selain menghibur, novel ini juga banyak terdapat pesan moral dan motivasi untuk para pembaca.

Jika berkenan saya ingin meminta dukungan sahabat sekalian, dengan cara like, komentar, dan vote novel ini, agar saya terus bersemangat dalam melanjutkan alur ceritanya.

Pesanku:
"Dont be Insecurity, Wanita akan diperlakukan seperti ratu, jika bertemu lelaki yang tepat"

Selamat membaca~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dedels, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 30

"Ahh, sudahlah, paling nanti juga baik lagi," ujarnya dalam hati. Aditya melanjutkan langkahnya dan kembali beraktifitas seperti biasa.

Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Karyawan kantor satu per satu pergi meninggalkan meja kerjanya. Begitu pula dengan Maudy dan teman-temannya, mereka bergegas meninggalkan kantor. Saat hendak keluar, maudy berpapasan lagi dengan Aditya, dia masih dengan sikap cueknya dan sama sekali tak mengacuhkan Aditya yang berjalan tepat di sampingnya.

Aditya bingung dengan perubahan sikap maudy yang sangat tiba-tiba. "Dia sadar gak sih, aku ada disampingnya" gumam aditya dalam hati. Lalu, dia mencari perhatian Maudy, dengan berjalan lebih cepat darinya. Menyadari hal itu, Maudy pun menyusul Aditya dengan berjalan lebih cepat darinya. Aditya pun mengulangi lagi, mempercepat langkahnya, tapi kali ini maudy tak melampauinya lagi.

"Lah, kok dia gak lampauin aku lagi ya?." Matanya sambil melirik kebelakang. "Duh, pengen lihat kebelakang, tapi gengsi lah." Aditya melanjutkan langkahnya, kali ini dia memperlambat jalannya.

"Heeh, rasain, emang enak di dicuekin. Eh, tapi, apa dia merasa ya aku cuekin, jangan-jangan, dia bersikap bodo amat" gumam maudy dalam hati.

***

Sesampainya di mess. Maudy melamun, dia berbaring di atas kasur sambil menatap kantong berisi biji kopi, pemberian aditya beberapa hari yang lalu. Melihat wajahnya saja, sudah terbaca kalau dia sedang galau. Maudy masih memikirkan wanita yang bersama Aditya tadi.

"Ngapa sih kamu, Dy," tanya Diana.

"Gak kenapa-kenapa kok, Na." Sambil memberikan senyum palsu pada Diana.

Shafira menghampiri. "Eh, Dy, Na, malam ini aku gak pulang ke mess ya, kalian kunci aja pintunya" ujar Shafira.

"Kamu mau kemana?" tanya Diana

"Hang out lah, kepo banget sih kamu!" ujar Shafira. Meninggalkan mess.

"Eh, Dy, cari makan yuk" ujar Diana.

"Hem, malas ah, aku gak mau makan, lagi gak berselera" jawab Maudy.

"Alah, lebay, pokoknya temenin aku makan" tegas Diana.

Akhirnya, dengan berat hati Maudy mengikuti perkataan Diana. Mereka pergi mencari makan, sambil menikmati udara segar pada malam hari.

"Eh, Dy, kamu udah hubungin si itu, hmm, aduh siapa ya, cowok maskulin tadi siang?" tanya Diana.

"Rey."

"Nah, iya, udah hubungin si Rey? Gimana kalau kita ajakin makan bareng aja yuk" ujar Diana.

"Ide bagus tuh, Na. Aku sekalian mau tanya-tanya" jawab Maudy.

Maudy mengambil kartu nama Rey di dompet, lalu dia menghubunginya saat itu juga. Setelah beberapa kali tak mendapatkan jawaban, akhirnya Rey mengangkat telpon dari Maudy, dia menyetujui untuk ikut makan malam bersama Maudy dan Diana.

Lalu, mereka bertemu di salah satu cafe yang direkomendasikan oleh Rey, tempat ini memiliki view sangat indah, posisinya pas di pinggir danau, semakin indah pada malam hari karena adanya gemerlap cahaya yang menghiasi setiap sudut cafe itu. Udaranya pun sangat sejuk, dengan alunan live musik yang sangat merdu.

"Waaah, indah banget, bisa betah nongkrong disini" ujar Maudy.

"Bener, Dy. Ini mah aesthetic banget. Setiap sudut punya warnanya tersendiri. Pasti mahal deh" ujar Diana.

"Kalian tenang aja, harganya bersahabat kok" bisik Rey. Sambil mengedipkan matanya. "Semenjak cafe ini buka sampai sekarang selalu ramai, tak pernah sepi pengunjung, ya ini alasannya, mungkin kalian merasakannya sendiri."

"Kalau gini sih, bisa tiap hari Maudy kesini. Baristanya ganteng gak?" tanya Diana. Sambil tertawa dan melirik pada Maudy.

"Eiitt, ga bisa, seminggu sekali, boleh. Katanya mau diet" jawab Rey.

"Haaa, serius Rey? Yang bener aja, gak ada cara lain apa 😔." ucap Maudy.

"No, no, no, nurut ya sama coach." Rey dan diana tertawa serentak. "Hahahahaha."

Tak lama kemudian, datang seorang waiter, memberikan buku menu. Rey mengambil buku menu itu dari waiter tersebut.

"Lihat, sekarang percaya kan, harganya bersahabat" ujarnya. Sambil menunjukkan daftar harga pada buku itu.

Lalu mereka pun memesan beberapa makanan dan minuman. Beberapa menit kemudian waiter datang kembali, membawa pesanan mereka.

"Waaahh, kelihatannya enak banget, ya gak, Dy" ujar Diana. Melihat makanan dengan penuh *****.

"Bener banget Na, udah gak sabaran mau menelannya" ucap Maudy.

"Silahkan dimakan" ujar Rey.

"Tunggu-tunggu, kita posting-posting dulu dong." Diana mengambil beberapa gambar dengan sudut yang berbeda-beda. "Yaudah, ayo makan," ucap Diana.

Makanan di atas meja, habis, tak tersisa, Maudy dan diana sangat kekenyangan, karena mereka tak mampu menahan diri, untuk memesan banyak makanan.

"Duh, gila, kenyang banget" ujar Diana.

"Iya nih, gak telap bediri rasanya" kata Maudy..

"Makanya, makan itu secukupnya saja, kalian berdua kalap banget sih. Baiklah Maudy ini terakhir kali ya, kamu makannya kayak gini. Mulai besok kamu udah harus atur pola makan. Jangan lupa besok pagi kita joging," ucap Rey.

"Siap coach, mohon bantuannya" ujap Maudy.

"Kalian kesini pakai apa?" tanya Rey.

"Pakai taksi online, Rey" sahut Diana.

"Oh, yaudah, kalau gitu biar aku antarin pulang, kebetulan aku bawa mobil. Biar sekalian tau juga tempat tinggal kalian" ucap Rey.

Maudy dan Diana memyetujui tawaran Rey. Sebelum diantar pulang kerumah, Rey membawa Maudy dan Diana berkeliling Kota Jambi.

"Makasih ya coach untuk malam ini, kami berdua seneng banget, akhirnya bisa keliling Jambi" ucap Maudy.

"Santai aja, next time kita jalan-jalan lagi ya.Oh iya, panggil aku Rey aja, jangan coach, biar lebih dekat" ujarnya.

"Iya Rey, terimakasih ya, kami pulang dulu, maaf ya gak bisa ajak mampir, karena ini mess perempuan" ucap Maudy.

"Thanks, Rey" ucap Diana.

Diana dan Maudy pun turun dari mobil, lalu masuk ke dalam mess.

"Kenyang banget gue dy" ucap Diana. Sambil mengelus perutnya.

"Iya ni sama, begah perut gue. Kantong juga ikut begah deh kayaknya" ujar maudy.

"Kamu sih, mesan banyak banget, jadi aku ikut kena imbas juga deh, ngabisin makanan kamu. Padahal tadi pagi katanya diet" ucap Diana.

"Hehehe, maaf, Na. Abis enak-enak banget makanannya. Dietnya mulai besok, hehehe," ucap Maudy.

"Eh, Dy. Tapi kamu sadar gak sih, menu-menu di cafe itu, sama percis kayak menu-menu yang ada di cafe saat pertama kali Ken ajak kita makan, ketika sampai di Jambi?" tanya Diana.

"Hem, gak inget gue, Dy. Udahlah lupain aja, gak penting.Oh iya kirim dong foto-foto tadi" ucap Maudy.

"Tumben, gak penting, biasanya aja, apa-apa yang berhubungan dengan Aditya pasti penting" ujar Diana.

"Udah ah, Na. Jangan dibahas lagi, gue lagi bete banget. Kirimin dong foto-fotonya" ujarnya.

"Oke-oke, udah dikirim tuh, via WA" jawab Diana.

"Makasih, Na. Gak sabaran deh pengen upload, bagus banget viewnya" ucap Maudy.

Lalu maudy mengepost salah satu vidio pendek ke media sosialnya, tanpa disadarinya, di vidio tersebut tampak wajah Rey sekilas.

***

*Ting Tong* [🔔 Maudy mengirimkan cerita baru]

Notifikasi masuk di handphone Aditya, ternyata selama ini Aditya selalu memantau medsos Maudy. Aditya langsung mengklik notifikasi tersebut, tiba-tiba matanya terbelalak, hatinya memanas setelah melihat vidio tersebut.

"Siapa pria ini?" gumamnya dalam hati.

1
Yaffa Rahmadany
bagus banget ceritanya
Chi-Chi Heriyati
ceritanya sangat menarik
Wiliam Zero
Novelnya bagus
Jasmin Melor
Luar biasa
Sulistiowati
up lgi thor
Salwa Fauziah
gak ada lanjutan
Prolice Sadarita
haaaaaaa maudy tak kuat godaan,
Prolice Sadarita
ada penyakit apa maudy pingan terus lemah. sekali sebel
Prolice Sadarita
thor klu lain kali buat cerita wanitanya yg stong, tipe pemberani dan tegar walau byk masalah yaa ,biar greget gitu loh, ini bagus tapi kurang greget aja
Ade Bungsu
lama amat up cerita thor
Prolice Sadarita
kk seneng dg ceritamu bagus tapi maudy itu terlalu lemah jadi bahan bullyan deh, lain kali buatlah cerita wanita yg smart dan stong dong, tetap semangat thor,
Prolice Sadarita
kenapa maudy tak melawan klu di bully, lawan dooong, kesel deh penakut sekali dan lemah, dikit 2 pingsan
Prolice Sadarita
akupun gemuk, apa i ya ada pemuda ganteng, tajiir yg mau sama org gendut ya, kk gendut karena sdh menikah dan mempunyai anak, karena kb jadi gemdut, tapi alhamdulillah kk sdh 35 tahun menikah suami tetap setia, gendut tidak masalah katanya yg penting sehat, mudah2 pernikahan kami berakhir sampai maut memisahkan kami dan tetap sll setia selamanya aaamiiin
Kitty Kawaii
kapan up lagi kak?
Mrs. Alo
masuk akal koq cukup masuk akal,. kalo cwo yg merasa pnya tanggung jwab dy pasti usahain dulu tujuan utama dy , krna apa yg dy lakukan saat inipun ttp utk wnta yg dicintainy agar bs membuat dy bahagia bukan,. ya memang butuh pengorbanan besar utk mencapai tujuan terbaik☺
Ahmad Haidir
kapan ne Thor up lagi
sumardani yati ori
setau saya orang gendut seperti saya ga on...on...bingit🤨tapi suka2 yang nulis dah mungkin pernah nemu sdm big body seperti maudy
sumardani yati ori
maaf .....saya gendut tapi ga stupid jadi cewek gendut bukan harus nahan marah dan mau di hina smart B4.....behavior,beauty,brain and big.....body...heart but not STUPID
Ahmad Haidir
lanjut Thor....
fatmanakiki
upp..yg banyak dong thor...sudah sekian purnama menanti kelanjutan kisah maudy dan aditya😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!