NovelToon NovelToon
Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Time Travel / Pusaka Ajaib / Mengubah sejarah / Ahli Bela Diri Kuno / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Auraga

Hao Long dan Li Annchi, keduanya adalah murid sebuah sekolah setara SMU di kota Beijing. Keduanya juga sepasang kekasih.

Mereka sedang mengikuti Studi Tour ke Tembok China. Dalam perjalanan, Bus mereka diterpa badai Angin Tornado. Membuat Bus jatuh ke jurang yang dalam.

Namun sebelum jatuh ke dasar jurang, dua ekor Ular Naga tiba-tiba muncul dari dalam Liontin yang dipakai oleh Hao Long dan Li Annchi yang bernama Kalung Liontin Naga

Saat Tersadar dari pingsannya, Hao Long dan Li Annchi mendapati diri mereka berada di masa kuno dan terpisah satu sama lainnya.

Dari mimpi yang keduanya alami, mereka mengetahui jika telah terlempar ke masa lalu. Yaitu masa 4000 tahun sebelum masa dimana mereka dilahirkan.

Mampukah keduanya menjalankan tugas dari sosok dalam mimpi mereka untuk membasmi 13 Sekte Aliran Hitam dan mendamaikan dunia di masa lalu dan masa depannya nanti? Ikuti kisahnya di Legenda Liontin Naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

030. Kijogowono

“Awas Serangan!”

Huang Bao berteriak keras seraya menghentakkan kakinya. Hal itu membuat tubuh besar Jin Shin terdorong turun.

Serangan bola energi berwarna kuning keemasan yang melesat ke arah mereka, berhasil dihindari. Namun bola energi itu tiba-tiba berbalik arah dan kembali menderu ke arah mereka.

Huang Bao, Ao Lang dan Hao Long sontak mengerahkan kekuatan mereka dengan membuat bola energi untuk menahan serangan tersebut hingga akhirnya bola energi mereka bertemu dan meledak keras di udara.

Fluktuasi udara yang sangat kuat, membuat tubuh besar Jin Shin dan yang lainnya terlempar ke puncak Gunung Rakatao dengan posisi yang membuat mereka bergulingan hingga di tepi kawah Gunung tersebut.

“Sopo Kowe? Wani-wanine ngambah Panggonanku Hah!” (Siapa Kalian? Berani-beraninya menginjak daerah kekuasanku Hah!-Red)

Hao Long dan Ao Lang terkejut serta bingung karena tidak mengerti apa yang diucapkan oleh sosok yang entah kapan, telah berada di belakang mereka.

Sosok yang melayang itu memiliki wajah dengan kulit sawo matang yang telah keriput, menandakan jika dirinya telah sangat lama hidup di dunia.

Rambutnya yang telah memutih semua, memanjang hingga hampir satu meter dan dibiarkan tergerai begitu saja tertiup angin yang berhembus kencang, menambah kesan seram dirinya.

“Kulo Huang Bao …. muridte … Guru Zhong Lung …. Sakeng …. Lemah Alor Ki Jogowono.” (Saya Huang Bao, Muridnya Guru Zhong Lung dari Daratan Utara)

Sosok yang tak lain adalah Ki Jogowono Sang Penguasa Gunung Rakatao itu, mengerutkan dahinya.

Jubah yang dikenakan oleh Huang Bao, mengingatkannya pada sosok yang puluhan tahun lalu pernah mendatangi dan bertarung dengannya yang pada akhirnya menjadi temannya.

Ia pun memaklumi mengapa orang asing itu, bisa mengerti dengan ucapan dan bisa menjawab pertanyaannya walau dengan terbata-bata sekaligus mengetahui namanya.

Mereka berdua terlibat pembicaraan yang membuat Hao Long dan Ao Lang hanya terdiam dan merasa sangat berterimakasih kepada Huang Bao yang karenanya, mereka bisa berkomunikasi dan mengutarakan tujuan kedatangan ke tempat ini.

Terlihat wajah Marah Ki Jogowono setelah mengetahui tujuan mereka. Ia berkata dengan nada marah yang membuat Huang Bao terlihat panik.

“Lancang kowe Wong! Opo pengen tak pecahne Ndase Hah!”

(Lancang Kalian Semua! Apa ingin Aku pecahkan Kepala Kalian Hah!”)

Huang Bao segera berkata dengan menggerakkan kedua tangannya di depan dada. Lalu Ia mendekati Ao Lang dan Huang Bao setelah Ki Jogowono menjelaskan sesuatu kepadanya.

“Hei Bocah Long, Kakek itu sangat marah kepadamu karena menginginkan Zamrud Khatulis itu. Dia hanya bisa menyerahkan Zamrud itu kepada seseorang yang memiliki sebuah keistemewaan khusus. Ia ingin memegang tanganmu. Cepat datangi Dia.”

Hao Long yang sempat takut, bergegas menghampiri Ki Jogowono yang menatapnya dengan tajam dan masih menunjukkan wajah yang marah.

Baru beberapa detik tangan kanan Hao Long berada dalam genggaman tapak tangan keriputnya, wajah Ki Jogowono terlihat menegang dengan mata melotot lebar, menatap ruang kosong di atas kepala Hao Long.

Rautnya yang marah pun menghilang dan perlahan berganti dengan senyuman yang membuat ketiga orang itu menghela nafas lega.

Huang Bao kembali mendekati keduanya dan mendengar perkataan Ki Jogowono dengan seksama karena begitu panjang lebar sosok sepuh itu menjelaskan sesuatu kepadanya.

Sesaat kemudian, Ki Jogowono melayang ke tengah-tengah kawah. Setelah mengangkat ke dua tangannya ke udara, Kawah Gunung Rakatao itu tiba-tiba bergolak dengan hebat dan menyebarkan Aura yang sangat panas.

Saat sebuah bola seperti Kristal muncul dari dalam kawah itu, udara seketika berubah menjadi sangat panas sekali.

Ketiganya segera tersadar dari rasa takjubnya, dan segera melindungi tubuh mereka dengan energi qi untuk meredam hawa panas tersebut.

Namun hawa itu terlalu panas membuat AO Lang dan Huang Bao segera bergerak mundur, namun tidak dengan Hao Long yang tiba-tiba merasakan hawa sejuk saat Liontin Naga di dadanya terangkat dan keluar dari dalam jubahnya.

Liontin Naga itu, segera melesat dan menarik tubuh Hao Long ke arah Zamrud Khatulis yang juga melesat dan kemudian bertemu di udara.

Terlihat cahaya Kuning keemasan yang memendar sangat terang menyilaukan mata ketika Zamrud tersebut bersentuhan dengan Batu Liontin milik Hao Long.

Udara kembali menjadi sejuk, sesaat setelah pendaran cahaya itu menghilang seiring dengan tidak terlihat lagi Zamrud Khatulis di depan mereka.

Namun, terjadi hal di luar ketiga orang itu. Ki Jogowono tiba-tiba menghilang dan telah berada di belakang tubuh Hao Long dengan tangan yang segera mencengkram kepala pemuda dari masa depan itu.

Huang Bao mencegah Ao Lang yang siap bergerak menyerang Ki Jogowono. Hingga kemudian terjadi sesuatu yang membuat Huang Bao menyesali tindakannya untuk beberapa saat.

Hao Long menjerit keras saat tiba-tiba Ki Jogowono menarik tangan kanannya hingga lepas dan terpisah dari tubuhnya serta melemparnya potongan tangan itu ke udara dan menahannya tetap mengambang dengan energi qi nya.

Huang Bao segera mengerahkan kekuatan penuhnya melihat apa yang baru saja Ki Jogowono lakukan kepada Hao Long, namun perkataan Ki Jogowono membuatnya menjadi tercengang.

“Ojo Kesusu nesu kowe Le, Bocah iki tak kei salah siji ilmuku. Jenenge Ajian Rawa Rontek. Tangane iso mbalek meneh. Kon rapalne wae mantera iki.”

(Jangan terburu-buru marah, Anak ini Aku beri salah satu Ilmuku, Namanya Ajian Rawa Rontek. Tangannya bisa kembali seperti semula, suruh Dia baca mantera ini.”)

Huang Bao segera mengajari Hao Long yang masih meringis kesakitan agar menghafal mantera yang baru saja di berikan kepadanya.

Cukup lama Hao Long bisa menghapal mantera itu. Sekitar lima belas menit kemudian, Ia lalu menghela nafas panjang dan menahannya seraya membaca mantera.

“Niate ingsun amatek aji ajiku rawa rontek, ono wiyat jero teng bumi, isung pangawal jagad, mati ora mati, tangi dewek,urep dewek teng jagad, pusaka lananging joyo, ratune nyowo sakalir.”

Ketiga orang itu tersentak kaget saat potongan tangan Hao Long melesat dan kembali menyatu dengan tubuhnya tanpa terlihat sedikitpun bekas luka saat ia menyingsingkan lengan jubahnya.

“Bagaimana bisa!??”

“Sungguh Luar Biasa!?”

Ao Lang dan Huang Bao berkata dengan suara takjub serta mata melotot lebar. Sementara Ki Jogowono terkekeh melihat raut wajah kedua orang itu yang terlihat lucu baginya.

Sesaat kemudian, di tangan Ki Jogowono muncul sebuah keris yang memiliki lekukan sebanyak tujuh buah. Mata ketiga orang itu menatap heran ke arah senjata yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

“Simpanlah Keris Naga Bumi ini. karena suatu saat kau akan membutuhkannya demi menjalankan tugas dari Sesepuh Ki Jogowono.”

Huang menjelaskan kepada Hao Long, saat keris ber-luk tujuh itu melayang dan berhenti tepat setengah meter di hadapannya.

“Tugas ?! Tugas seperti apakah Sesepuh Huang?” Tanya Hao Long seraya memasukkan Keris Naga Bumi Ke dalam Cincin Ruangnya.

“Nanti akan ku jelaskan setelah kita dalam perjalanan kembali Ke Negeri Kita.”

------------------------O--------------------------

Terimakasih Author ucapkan karena sudah setia membaca Legenda Liontin Naga. Saat ini Author sedang dalam masalah hal penglihatan, sehingga kesusahan dalam menulis Chapter.

Tapi, Author berjanji akan menyelesaikan novel ini, seraya melakukan pengobatan jalan terhadap mata Author yang saat ini melihat tulisan, hanya bisa jelas pada jarak lebih dari enam puluh centimeter, itu pun dengan menahan rasa sakit setelah sekian puluh menit mengetik di Laptop.

Terimakasih kepada Kuda Hitam dan Deti Kurniati atas dukungannya, Dan juga teman-teman pembaca yang sudah memberi Vote dan Likenya.

Karena Like yang diberikan, akan sangat membantu Author untuk mempromosikan novel ini secara alamiah karena jumlah Like yang banyak, membuat orang berminat untuk membaca novel ini.

🙏🙏🙏

1
S P Lani
udah beda alur nya tiba tiba berantem ini goblog banget sih bikin alur ceritanya ga nyambung .kalau mau buat misterius BKN begini bikin alur nya di potong di tengah potong lagi ke DPN masuk ke akhir malah ga jelas goblog
Aura Ayu: komen mu nek ngendi²ngece ngunu to we ki, elek ooo, tolol pun yg buat biarin aja blok, gk suka skipp aja cari yg lain, apa sisanya sih tinggal skipp, malah komen gk jls, gk bisa yaa keknya hargain yg buat, adu muka, gampang payu muka loo, kalau gk bisa hargain orang lain, komen mu ilo bikin emosi gw timbul😒orang karek hargain aja kok gk bisa, gk suka skipp gk usah komen, kok angel ngunu eeee😒
total 1 replies
S P Lani
ga jelas banget kan cerita di bab tadi lagi berantem dgn 3 misterius di ikutin sama keluarga haw .sekarang tiba tiba udah nyampe sekte dan berebut kepemimpinan ini nyambung cerita nya gimana sih kocak loe penulis
S P Lani
MC nya cuman jadi penonton .ngapain jadi MC atuh bos penulis loe nulis yg bener kalau cuman di bawah wanita ga udah di buat novel malu MC nya ga bisa apa apa
S P Lani
alur nya ga jelas aku baca ga ngerti dari 1 bab beda cerita .beda orang aku merasa kok ga nyambung
S P Lani
ga ngerti ini malsah nya apa pertapa persik sama Dewo racun kan barengan ngambil anchi .Napa sekarang jadi musuh gimana penulis tulisan nya belibet begitu
S P Lani
wah mati dongmlangsung end dong
Andi Alfanita
tinggalkn long sj anchiii biar tau rasa/Grin//Grin/
Ainy
kocak emg, udh modern trnyta zaman dulu yak😂
santoso cuatro
mantap sayang ngak up
Asiyah Asiyah
mext
Asiyah Asiyah
hmm aneh hp bs di pk...hrsnya giok penghubung
Asiyah Asiyah
sdkt menarik
Asiyah Asiyah
episode ini krg menarik
Asiyah Asiyah
hmmm
Himawan Wawan
mantap ceritanya 👍👍👍
Nf@. Conan 😎
knapa MC nya mudah betul d tipu, knapa nggak konfirmasi dlu
Nf@. Conan 😎
Ehh....
beneran org Jawa, wah wah wah
org Jawa nyasar k jaman kutivator
apa emang dlu d Jawa ada kultivator thor, jdi inget bbrapa novel yg masuki pulau d Indonesia
Nf@. Conan 😎
krang huruf K thor
Nf@. Conan 😎
g mmpir thor..
smoga crita nya bguuus
Nf@. Conan 😎
bkannya 2 rbu ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!