NovelToon NovelToon
ATIQAH

ATIQAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Patahhati / Nikahmuda / Cerai / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:139.1k
Nilai: 5
Nama Author: Anggraini Gita

Atiqah...Hubungan cintanya terlihat mulus tapi tidak. Toxic Relationship.

"Aziel aku bawa ke Amerika. Ini satu cara biar kamu nggak macam-macam di belakangku. Kalau kamu masih mau ketemu Ziel, tetap disini dan jangan membuat ulah. Aku tau setiap gerak gerik kamu," ucap Ardi dengan raut wajah yang berbeda. Kemarin dan hari ini suaminya itu bersikap manis dan memujanya, tapi detik ini juga Ardi berubah seketika.

"Kamu bohongi aku? jadi kemarin kamu cuma ngerayu aku? aku cuma jadi budak naf*su kamu? iya? jawab aku Ardi! --menarik kaos Ardi pada bagian leher-- Mama! selangkah lagi Mama bawa Ziel pergi, aku nggak segan-segan lapor polisi!" Atiqah berteriak keras. Anne sudah bersiap pergi membawa Aziel. Atiqah sudah berurai air mata.

Apakah jalan hidup Atiqah akan berakhir bahagia?

Terus dukung karya karya aku ya...walaupun belum sebaik dan sebagus penulis top lainnya. Terimakasih banyak 🙏😊 I LOVE YOU ALL 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggraini Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 : Gadis Sederhana

Lala menghampiri Ardi di ruang Osis saat jam istirahat. Meskipun Ardi dan Atiqah sudah tidak pernah bersama, hanya ketua Osis itu saja yang ada dipikiran Lala. Ia ingin menanyakan perihal absennya Atiqah hari ini.

Lala mengetuk pintu ruangan yang terbuka. Ardi sedang duduk berhadapan dengan Topan, mendiskusikan sesuatu. Ketua dan wakil menoleh bersamaan.

"Lala...kenapa?" Ardi bangkit. Lala berjalan menghampiri.

"Aku mau tanya soal Atiqah" ucap Lala.

Ardi menatap Topan. "Bisa tinggalin kita berdua? diskusinya lanjut entar istirahat kedua" ucapnya pada Topan. Karena kejadian kemarin hanyalah dirinya, beberapa guru dan satpam sekolah saja yang tahu.

"Serius amat...sampe gak boleh ikutan nimbrung" Topan tetap beranjak dari kursinya, keluar ruangan. Ardi dan Lala masih melihat Topan hingga menghilang dibalik pintu.

"Duduk La!" Ardi kembali duduk di kursinya, sedangkan Lala menduduki kursi Topan tadi.

"Atiqah kenapa kak? kakak tau kenapa dia gak masuk hari ini?" Ardi mengangguk.

"Iya, aku tau. Emm...gini La. Berhubung ini rahasia dan cuma aku, pak Musri, bu Maya, bu Lia juga pak Imron yang tau. Aku mohon jangan sampe ada yang tau lagi selain kamu" Lala semakin penasaran.

"Iya...terus apa dong? jangan lama-lama, bentar lagi bel masuk. Langsung ke intinya aja kak" Lala mengetuk jam tangannya, memperingatkan soal waktu yang sedikit.

"Intinya Atiqah di lecehin lagi sama Putra. Putra sekarang masih di tahan di polsek. Atiqah ada dirumah sakit Medistra" Ardi mengatakannya dengan cepat dan jelas. Lala menutup mulutnya, syok.

"Maksudnya lagi? apa Putra pernah begitu juga sebelumnya? Atiqah gak ada bilang apa-apa" Lala merasa menjadi sahabat yang bodoh, tidak peka pada Atiqah.

"Waktu jam pulang sekolah, mereka piket bareng waktu itu. Mungkin Atiqah gak mau bikin nama Putra buruk. Jadi dia gak cerita ke siapapun, kecuali aku karna aku sendiri liat Atiqah nangis di lobby sekolah" terang Ardi. Lala semakin syok mendengar penjelasan Ardi.

"Siang ini kakak pasti mau ke rumah sakit kan? aku ikut, boleh?" Lala ingin segera menjenguk sahabatnya.

"Oke, tapi bareng eyang. Gak papa kan? eyang mau jenguk sekalian kenalan sama Atiqah" ucap Ardi sambil merapihkan beberapa barang diatas meja.

"Eyang?" tanya Lala, menduga-duga apakah benar kakek Subroto pengusaha terkenal itu.

"Iya, kakekku" Ardi menjawabnya santai.

"Oke...yaudah, aku balik kelas dulu kak. Nanti kita ketemu di lobby" Lala keluar ruangan Osis, buru-buru ia menaiki anak tangga. Bel masuk sudah berbunyi.

Sekitar pukul dua siang, Ardi sudah menunggu Lala di lobby sekolah. Siswa siswi lainnya masih terlihat lalu lalang disekitar sekolah.

"Kak...maaf. Udah nunggu lama?" Lala berlarian ke arah Ardi yang berdiri menyandar tembok.

"Enggak, baru aja. Ayok?!" Ardi melihat mobil yang membawa kakeknya masuk ke dalam halaman sekolah. Lala mengikuti sambil terus melihat ke arah mobil sedan mewah berwarna hitam itu.

Keren banget mobilnya. Atiqah beruntung bisa pacaran sama cucu konglomerat. Batin Lala terus berjalan mengikuti Ardi.

"Kamu didepan atau dibelakang?" tanya Ardi saat mereka sudah berada tepat didepan pintu mobil.

"Emm...aku depan aja kak" Lala langsung memutari mobil, membuka pintu depan. Ardi sudah masuk terlebih dulu di kursi belakang.

"Eyang...ini Lala, sahabatnya Atiqah. Dia mau ikut jenguk juga" Ardi memperkenalkan Lala pada kakeknya. Pilihan tepat bagi Lala, tentu saja kakek Ardi duduk dikursi belakang. Lala merasa canggung jika harus duduk berdampingan.

"Halo eyang...salam kenal" sapa Lala, duduknya menyamping menolehkan kepalanya.

"Iya iya...jalan pak!" ucap kakek Ardi pada sopir.

Lala mengerucutkan bibir, membenarkan posisi duduknya menghadap lurus ke depan. Gi**la...serem banget. gumam Lala.

"Ini apa eyang?" tanya Ardi melihat paperbag dengan logo bakery kenamaan.

"Kue buat pacarmu" jawab Subroto lugas.

"Ohh..." Ardi manggut-manggut lalu merogoh ponselnya didalam saku celana. Ponselnya berhasil ia dapatkan berkat sang kakek sebelum sarapan tadi pagi. Ardi mengusap layar, membuka beberapa pesan dari Atiqah. Ekspresi wajahnya berubah seketika.

📩 Atiqahku

Mau kesini gak? udah siang banget tapi belum dateng juga. Gak jadi kesini ya? yaudah...

Arti pesan ngambeknya Atiqah benar-benar tersampaikan. Ardi mengerti kekasihnya itu sedang kesal.

📩 Ardi

Segitu kangennya kamu sama aku?

Ardi justru meledek Atiqah.

📩 Atiqahku

Ishh...kepedean. Gede kepala. Yaudah kalo gak jadi kesini, gak papa. Sore ini aku pulang sama ibu. Dijemput mas Fajar aja.

Ardi seperti tersengat saat Atiqah menyebut nama Fajar dalam pesannya.

📩 Ardi

Awas aja kalo sampe berani pulang sama laki-laki itu! bentar lagi aku sampe. Tunggu! jangan kemana-mana!

Ardi mengetikkan pesannya cepat lalu mengetuk-ngetukan jarinya pada arm rest pada jok mobil.

"Ono opo? (ada apa)" Subroto melihat kecemasan cucunya. Ia hafal betul gesture Ardi ketika sedang cemas, gugup dan stres.

"Hah? Mmm...enggak eyang. Gak papa" Ardi terkejut lalu menggerakkan kelima jarinya tanda tidak ada apa-apa.

Bunyi notifikasi ponselnya terdengar nyaring. Subroto dapat melihat pesan dari Atiqah lalu tersenyum. "Atiqahku" ucapnya lirih, meledek cucunya. Ardi meringis, menggaruk belakang kepala.

📩 Atiqahku

Gak usah cemburu. Kalo gak bisa dateng, gak usah dipaksain. Aku bisa pulang sendiri.

Balasan lain dari Atiqah menambah terbakarnya hati Ardi. Bisa-bisanya Atiqah tidak membutuhkannya. Ia anggap apa Ardi.

📩 Ardi

Iya aku cemburu. Makanya tunggu dikamar. Kamu selamat karna ada ibu. Kalo gak ada, udah aku habisin kamu Yang.

Ardi menerbitkan senyuman mesum saat membalas pesan Atiqah. Ardi benar-bemar ingin ******* bibir Atiqah.

📩 Atiqahku

Dasar mesum!!

Ardi masih tersenyum lalu menggigit bibir bawahnya. Membayangkan bibirnya bertemu dengan bibir Atiqah.

"Wes tekan (sudah sampai)...ayo?! ojo mesam-mesem wae (jangan senyum-senyum terus). Turun!" celetuk Subroto pada Ardi. Mobil berhenti didepan lobby rumah sakit. Lala yang sedari tadi hanya diam, langsung membuka pintu mobil. Menunggu Subroto dan Ardi.

Ardi berjalan disamping kakeknya sambil menenteng paperbag berisi kue, sedangkan Lala mengikuti langkah keduanya dari belakang.

Ardi mengetuk pintu kamar, suara sahutan dari dalam terdengar. Suara bu Asri dan Atiqah bersamaan.

"Nak Ardi, ma-suk" awalnya bu Asri bersemangat menyambut Ardi tapi sosok berikutnya yang masuk, membuatnya gugup.

"Atiqah..." Lala menyerobot masuk, mengeraskan suaranya menyambut sahabatnya yang duduk menyandar kepala ranjang.

"Lala??" Atiqah senang kedatangan Lala tapi matanya masih menangkap sosok yang asing dimatanya.

Ardi masuk bersama Subroto. "Bu, ini eyang saya. Eyang Subroto" Ardi memperkenalkan kakeknya. Bu Asri dan Subroto berjabat tangan.

"Saya Asri, ibunya Atiqah"

"Saya Subroto"

Atiqah mencium punggung tangan kakek Ardi. Subroto membelai kepalanya lembut seraya tersenyum.

"Gadis yang sederhana, tenan mirip utimu le (memang mirip nenekmu)" Ardi dan Subroto sama-sama tersenyum. Atiqah tidak tahu maksud dari ucapan Subroto. Bu Asri yang berasal dari Magelang hanya melempar tatapan bergantian pada Atiqah, Ardi dan juga Subroto.

Bersambung....

*****

Maap banget 🙏🙏🙏 baru bisa up. Lagi badmood parah. Ketambahan senin besok anak ujian PTS. Emaknya yang deg2an.

Jangan lupa rate bintang 5, like, komen sama giftnya ya sayang-sayangku semua 😘😘😘

Matur nuwun 🙏😊😁

1
Sri Lestari
sampe sini sedih bnget...ini seolah2 crita nyata aja....ya ampunnn seddih bngettt...
Sri Lestari
ardhi.ketua osis kog mesumnya kebangeten....!
Mujahidah Mamudi
Lumayan
TongTji Tea
relawan ko lemah .Selama aku jadi relawan ,Nggak ada relawan cewek yang lemah .apalagi udah sampai afrika .You messed up with me,Ya kalau g di gaplok Teflon ,ya minimal kursi.Nggak ada relawan menye-menye .
Rika Chandra
blum tau alurnya
Fhaira Nonk
cerita nya seru banget..makasih Thor udh bikin cerita tentang hubungan yg ga sehat..bnyak pelajaran bgt yg bisa di ambil dri kisah Atiqah ini🥰🥰semangat berkarya terus ya Thor😘😘😘
Anggraini Gita ✔: tengkyu 🤗🤗🤗
total 3 replies
Anggraini Gita ✔
menguras hati, emosi juga air mata
Maria Jechika
ceritax sdah bgus.cuma endingnya ngecewain.kisah ardi ini sdah berjuang mendapatkan atiqah tpi akhirx dipisahin.aku sedih.😭😭😭😭.kasihan ardi yg tempramen.sebenarx ksh dong kesempatan buat ardi..buat dia berusaha memperjuangkan cintanya kembali...mewek aku di part ini ardi pergi untuk selamanya..😭😭😭
Anggraini Gita ✔: Kalau dari sudut pandang penulis, Atiqah berhak bahagia. Karena toxic relationship udah bikin hidupnya terikat, sakit, juga tekanan batin. Dia dipisahin sama bayinya. Ardi terobsesi sama Atiqah. Buktinya dia gk peduli sama anaknya.

Beruntung Atiqah bisa lepas dari Ardi. Byk kasus di dunia nyata, istri tetap bertahan sama suaminya yg toxic karena byk sebab. Karena anak, gk punya penghasilan, gk berani sama keluarga suami dll.

Makanya di akhir bab aku tulis "Toxic Relathionship - Bertahan atau Mengakhiri-"

Tapi aku menghormati sudut pandang kak Maria 😊.

Terimakasih banyak buat kak Maria sudah mau membaca ceritaku, juga kasih kritikan buat aku 🙏🤗
total 1 replies
𝓝𝓭𝓪_𝓩𝓪𝓪 𝓑𝓲𝓵𝓫𝓲𝓽 🦅
oooooowwhhhh senengnyaaa,,serasa berkaca pda dri sndr🤭
missyouuu
menuju akhir yg bahagia
ajenk
aziel sama anakku sama senengnya pas di bilang mau punya papa baru 😀😀😀
𝓝𝓭𝓪_𝓩𝓪𝓪 𝓑𝓲𝓵𝓫𝓲𝓽 🦅
aaaaaaahh meleleh hatiq thooorrr,,dr awal smpek akhir inilah kisahq🤭🤭
ajenk
aaahhh hampir mirip dgn kisahku thor.. tersentuh dgn ceritamu.. bertemu setelah sudah menyandang status baru😔😔
Anggraini Gita ✔: 🤗🤗🤗🤗

semoga selalu bahagia ya kak 🙏
total 1 replies
🍾⃝🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳 🍂𝔧ⓊⓛιⒺ🍂
akhir nya bs baca jg 😂
Anggraini Gita ✔: setelah sekian purnama ya mba 😄
total 1 replies
Ajenk Hajra
jodoh nggak bakalan kmna... semoga Atiqah bahagia selalu..
𝓝𝓭𝓪_𝓩𝓪𝓪 𝓑𝓲𝓵𝓫𝓲𝓽 🦅
bikin season 2 nya yah thor,,ku akn stia mnantimu thoooorrr
🥀⃟ʙʀ 🎀 🅐🅨🅐 🎀
biar ziel kabur sm ibunya aja..
ʷⁱ🅣🅗🅐☪️
Fajar Atiqah semoga bahagia selalu, pertemukan dengan Sherly Rio, Gedeg aku 😣😣😣
ʷⁱ🅣🅗🅐☪️: hihihi sabar kok😊😊😊
total 2 replies
ʷⁱ🅣🅗🅐☪️
Bukan Fajar yg rendahan tapi kamu yang Rendahan, untung sekarang udah nikah sama Atiqah🤭
Anggraini Gita ✔: alhamdulillah 🙏
total 1 replies
🥀⃟ʙʀ 🎀 🅐🅨🅐 🎀
duch.. kl ketahuan Ardi bisa dimutilasi si guntur dan atiqah dihabisin di kasur
Anggraini Gita ✔: udah pasti mba 😭😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!