Perkenalkan Namaku Kanaya, sekarang aku berumur 24 tahun, Aku adalah CEO dari salah satu perusahaan milik ayahku, setelah aku pulang dari Amerika aku diberi kepercayaan untuk mengelola perusahaan ayah, tak lama kemudian aku menikah dengan lelaki impianku dia begitu tampan dan mempesona semenjak kita satu sekolah di SMA aku mulai tertarik padanya. tapi sikapnya sangat cuek dan dingin padaku, bahkan setelah dia menjadi suamiku dia tidak berubah.
Kami menikah dengan perjodohan yang dilakukan keluarga kami, Meski dia tidak mencintai aku namun aku memaksanya untuk punya anak darinya sebagai tanda bukti bawa aku mencintai nya meskipun aku harus mengorbankan nyawa ku sendiri
Apakah aku bisa meluluhkan hatinya dihari-hari terakhirku.. ikuti kisahku ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eneng Selly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Ide jahat muncul dipikiran Defano, apalagi melihat Kanaya tidak menggunakan make up, menambah daya tarik bagi Defano namun belum iya sadari
Iya segera mendekatkan wajahnya didepannya hingga dekat lalu berkata buka matamu, seketika Kanaya membuka matanya dan dibuat kaget dengan tingkah sang suami.
" Astaga " ucap Kanaya Kaget namun tangan Defano malam memegang kepala Kanaya dan memaksanya lebih dekat dengan Kanaya.
Perasaan antara jahil dan rasa penasaran pun datang, tanpa di duga Defano mencium lembut bibir mikir Kanaya. Kanaya yang kaget langsung mendorong tubuh Defano dan tamparan keras menghampiri Defano
Plak,,
Suara tamparan keras pun terdengar kini dikamar itu, perasaan Defano yang awalnya hanya jail kini berubah menjadi marah
" Kenapa kamu menamparku " ucap Defano membentak Kanaya membuat Kanaya kaget
" M-mafkan aku... aku tidak sengaja.. lagian kenapa kamu berani mencium ciuman Pertaman ku " ucap Kanaya gugup
" Apa ciuman pertama, mana mungkin dia yang selama ini tinggal diluar negri tidak pernah berciuman... " batin Defano
" Aku tidak percaya jika itu ciuman pertama mu " ucap Defano dengan senyum jahatnya
" Terserah " ucap Kanaya melangkah pergi dari sana dengan perasaan pipi merah namun tangan Kanaya dipegang oleh Defano dengan kencang sehingga Kanaya mau jatuh, untungnya Defano sendiri memegang pinggang Kanaya
" Kenapa dengan jantungku " batin Kanaya
" Rasanya aroma tubuhnya wangi sekali " batin Defano
" T-tolong lepaskan aku " ucap Kanaya
" Baiklah " ucap Defano segera melepaskan pelukannya
Bruk,,
Kanaya kini terjatuh dilantai dengan meringis kesakitan apalagi Defano malah menertawakannya.
" Lihat saja Defano akan ku balas " batin Kanaya
" Kenapa kamu melihat ku seperti itu " ucap Defano kaget karena Kanaya menatapnya dengan tatapan tajam
" Tidak, aku hanya merasa ada yang tertawa di atas penderitaan ku " ucapnya sinis Kanaya
" Kamu bicara penderitaan denganku, Aku yang selama ini menderita karena perjodohan ini " ucap Defano
Kata-kata Defano mampu membuat Kanaya merasakan tertusuk pisau dalam hatinya. namun iya juga tidak bisa membalas perkataan Defano karena memang Defano mau melakukan perjodohan ini karena perusahaan sang Papahnya
" Kalau kamu tidak mau melakukan perjodohan itu, kamu bisa ceraikan aku sekarang juga tapi kau harus ingat perusahaan mu akan bangkrut " ucapnya Kanaya mengancam Defano
" Sialan, dia berani mengancamku " batin Defano kesal
" Bagaimana " tanya Kanaya dengan senyum kemenangan
" Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu, aku lapar ayo kita makan siang bersama " ucap Defano melangkah pergi dari kamar itu
" Mungkin dengan cara itu Defano akan berhenti melukai perasaan ku, padahal hatiku tulus menyayangi dia " batin Kanaya
Kanaya kini mengikuti langkah Defano dan mencoba tersenyum didepan kedua orang tuanya. Defano dan Kanaya pun berpura-pura mesra didepan ayah dan ibu Kanaya.
" Kamu mau makan sama apa sayang, biar aku ambilkan " ucapnya Kanaya sambil tersenyum
" Aku mau makan sama udang saja " ucap Defano
" Baiklah " ucap nya Kanaya
" Kamu tahu tidak Defano, Kanaya itu alergi udang.. jadi kamu harus mengawasi kalau dia makan " ucap Sang ibu mertua
" Baik bu " ucap Defano
" Akan ku kerjai kau " batin Defano
" Apa mau cuminya " tanya Kanaya
" Boleh, apa kamu suka cumi " tanya Defano pada kanaya
" Kalau cumi paling disukai Kanaya " ucap Sang ayah mertua
" Wah selera kita sama... " ucap Defano memandang sang suami
" Apa ada lagi yang mau kau makan..." tanya Kanaya bingung
" Sudah segitu cukup " ucap Defano sambil tersenyum
" Silahkan Suami ku " ucap Kanaya sambil tersenyum
" Terima kasih istriku " ucap Defano
" Kalian benar-benar mesra ya kah ayah... dulu Ayah juga begitu pada ibu " ucap sang ibu
" Iya kan ayah sayang ibu " ucap Sang ayah
" Kalian sudah tua masih bermesraan didepan kami " ucap Kanaya sambil tersenyum
" Biar kamu sirik sama kita iya kan ayah " jawab Sang ibu
" Iya bu " ucap Sang ayah
" Ayo kita makan Bu, Kanaya sudah laper " ucapnya Kanaya
" Baiklah " ucap Mereka
Kini mereka menikmati makanan yang dimasak oleh Bu Reni, Bu Reni memang jago memasak maka tak heran jika anak dan suaminya suka makan dirumah dari pada di restoran.
" Sayang, cobain ya " ucap Defano menyodorkan sendok berisi makanan kepada Kanaya
" Perasaan ku jadi tak enak " batin Kanaya
" Aaammm " ucapnya Defano sambil tersenyum licik
" Tapi ini tidak ada udang kan " tanya Kanaya
" Kamu tenang saja, aman " ucap Defano sambil tersenyum
" Baiklah " ucap Kanaya memakan makanan di sendok milik defano
" Bagaimana enak... " ucap Defano
" Enak, terima kasih " ucap Kanaya menoleh padanya
" Sama-sama istriku " ucap Defano
Merekapun melanjutkan makan siangnya dengan lahap.
Bersambung....
menyesal memang belakangan...
critanya udh bgus ka, klo bsa d revisi biar readers lbih nyaman lgii bcanya...
smngattt
apa el bkn kk kndung kay ?