Aku adalah seorang pemuda tampan. Hidup di keluarga sederhana yang sebenarnya keturunan bangsawan.
Dengan dukungan orang terkasih aku akan menghentikan peperangan di negeriku tercinta.
Meraih kekuatan setinggi-tingginya sampai titik darah penghabisan. Ditemani sebilah pedang nan agung yang sangat dahsyat. Aku akan membunuh siapapun yang aku anggap salah.
Hingga takdir menentukan jalanku sebenarnya. Sungguh aku tidak menyangka jika aku akan menjadi!...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Puja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keadaan desa II
"Baiklah, dan terima kasih karena kalian ingin membantu kami" ucap Jinyu tersenyum kaku.
"Ya, bisakah kalian menyediakan 1 kamar untuk kami bertiga, kamu butuh privasi untuk menyusun strategi" ucap Ming
Xiang Huo menaikan satu alisnya? seolah-olah ia tidak setuju dengan usulan Ming, karena ia memang tidak suka jika harus berbagi tempat tidur dengan yang lain walaupun itu orang terdekatnya sendiri.
"Mengapa hanya meminta 1 kamar saja?" tanyanya.
Ming pun berbisik kepada Xiang Huo
"Jika kita memesan lebih dari 1 kamar nanti mereka akan mengira kita hanya santai saja" bisiknya.
"Oh" hanya itu yang keluar dari mulut Xiang Huo.
"Mari tuan!" ajak wanita tadi.
Mereka pun masuk ke sebuah ruangan yang cukup lebar. Tanpa aba-aba Xiang Huo langsung membaringkan badannya ke atas kasur yang empuk itu. Sedangkan guru dan kakaknya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Xiang Huo yang acuh tak acuh itu.
"Adik, aku tau kau lelah. Tapi apakah kau tak kasihan kepada kami, kami juga membutuhkan tempat tidur" ucap Ming dengan muka yang memelas.
Tentu saja itu hanya membuat Xiang Huo terkekeh,
"Hahaha, aku juga tau. Aku hanya mencoba kasur ini saja" jawabnya
"Hehe, ku kira kau tak mau berbagi tempat dengankh dan juga guru" jawab Ming
"Aku tidak sekejam itu apalagi terhadap guru, ada-ada saja" kekehnya lagi.
"Ya ya ya" ucap Ming sambil berjalan memasuki kamar mandi.
Xiang Huo pun duduk di tepi kasur agar bisa memberi ruang untuk gurunya beristirahat, namun bukannya beristirahat Qwin Zie malah duduk di sebuah kursi yang berada di samping tempat tidur.
"Apa guru tidak ingin beristirahat?" tanya Xiang Huo
"Tidak, kalau kau ingin tidur, tidurlah." ucapnya sambil menghadap ke arah jendela,
"Sepertinya guru sedang memikirkan sesuatu!" benak Xing Huo
"Heii, apa guru dan adik tidak ingin membersihkan diri?" tanya Ming yang membuat Xiang Huo dan Qwin Zie kaget.
"Kau ini mengagetkan saja" pekik Qwin Zie
"Heheh, memangnya apa yang membuat guru melamun" tanya Ming
"Aku hanya memikirkan bagaimana caranya kita membantu penduduk desa ini menyelesaikan masalah mereka" ucap Qwin Zie sambil mengelus dagunya.
"Aku tau," jawab Xiang Huo yang membuat Qwin Zie dan Ming menoleh kearahnya,
Ming pun berjalan mendekati Xiang Huo, dan ia duduk di samping adiknya itu.
"Kita harus mengetahui konflik utamanya dulu, baru kita bisa merancang strategi" ucap Xiang Huo
"Ya, kau benar" ucap Ming
"Aku akan mencoba bertanya kepada para penduduk apa penyebab yang sebenarnya membuat mereka khawatir" ucap Ming
"Hmm" ucap Xiang Huo datar.
Akhirnya Ming pun beranjak dari tempat duduknya menuju ke luar ruangan tersebut.
Tap
Tap
Tap
Para penduduk menoleh kearah Ming, yang saat itu melangkah ke arah mereka.
"Maaf, apakah kalian bisa menceritakan masalah yang terjadi di desa ini secara detail?" ucapnya
"Tentu, " Jinyu
Mereka pun duduk berhadapan dengan Ming, tentu saja itu membuat Ming agak canggung karena ia seolah-olah sedang melakukan pertunjukan di tengah orang banyah ckk...
"Jadi begini anak muda, beberapa hari ini telah terjadi hal aneh di desa ini. Namun itu tejadi hanya saat malam hari tiba, ada salah satu penduduk mengatakan bahwa ia melihat siluman atau bisa juga di bilang monster tengah memangsa seorang anak kecil, namun anehnya bukannya anak kecil itu mengeluarkan darah karena di makan tapi malah anak itu menghilang secara tiba-tiba, dan kejadian tersebut selalu berulang di desa ini saat malam hari tiba. Makanya kami bersepakat agar tidak keluar di malam hari" Jinyu menjelaskan.
"Hmm, ini cukup aneh" ucap Ming sambil mengelus dagunya.
"Berapa banyak korban yang telah menjadi mangsa siluman itu?" tanya Ming
"Sudah lebih dari sepuluh anak di desa ini, lihatlah mereka. Mereka adalah orang tua yang telah kehilangan anaknya." ucap Jinyu sambil menunjuk ke beberapa warga yang terlihat sangat bersedih.
"sepertinya ini cukup rumit" benak Ming
"Baiklah, aku akan kembali keruangan ku untuk mendiskusikan kepada rekanku" ucap Ming seraya berdiri untuk meninggalkanpara penduduk tersebut.
"Ya, kami telah menyerahkan kepercayaan kami sepenuhnya kepada kalian, semoga kita semua berhasil menyelesaikan ini" jawab Jinyu sambil tersenyum.
"Hmm, aku permisi dulu" jawab Ming sambil berjalan memasuki kamar yang terdapat Guru dan adiknya.