NovelToon NovelToon
Kesetiaan Terabaikan

Kesetiaan Terabaikan

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Poligami / Tamat
Popularitas:408.5k
Nilai: 5
Nama Author: Farida Alsa

jangan dibaca..beberapa bab terhapus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farida Alsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bingung berjamaah

Happy reading

🍇🍇🍇

"Nak Zia, bisakah mama bertemu dengan orang tuamu sekarang?"...

"Ketemu orang tua saya? kenapa ma."

"Ya mau minta anak perempuannyalah, mau bilang anak gadisnya uda gak gadis lagi." kekeh bu Rani

"Tapi anak saya belum pulang sekolah."

"Uda permisii aja pulang duluan."

"Tapi ma,,"

"Gak ada tapi-tapian , uda kamu segera bersiap bawa baju ganti anakmu juga."

Ziapun hanya bisa menghela nafas dan masuk ke kamarnya.

"Kenapa semua sifatnya pemaksa sih." Gerutu Zia didalam kamar.

"Ma, kok mama paksa Zia gitu?" Tanya Faiz

"Iya mama ini kalau dia jadinya gak nyaman dan malah batalin nikah gimana?" Sambung Abi

"Gakkan bisa kabur kalau perlu Zia kita ikat lalu karungkan sekalian. Kalau ditunda - tunda malah hilang ntar calon mantuku." Jawab Rani sekenanya

Zia keluar dari kamarnya memakai outfit tunik dengan lengan balon berwarna dove pink dipadukan rok prisket coksu dengan hijab pasminah berwarna senada dengan roknya.

"Manis.." Ucap Abi dengan pelan saat menatap Zia..

"Kamu kayaknya udah kecantol sama Zia." bisik Rani saat mendengar Abi berkata yang membuat Abi langsung tersadar dengan kelakuannya.

"Ehmm." Abi hanya berdehem karena malu ketahuan mamanya sedang memuji Zia.

"Kita berangkat sekarang ma?" Tanya Zia yang tidak mendengar perkataan Abi dan tidak sadar diperhatikan karena Zia menjaga pandangannya, ia lebih sering menunduk kebawah saat ada lelaki yang bukan muhrim disekitarnya.

"Ayo kita pergi sekarang."

Mereka terlebih dahulu singgah ke sekolah Saf dan Aif menjemput anaknya. Zia memoerkenalkan keluarga Abi ke anak - anaknya.

Rani sangat bahagia melihat anak Zia yang sopan langsung salim tanpa dipinta oleh Zia.

"Semoga Zia juga bisa mendidik Icha jadi anak yang baik juga nanti." batin Rani

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Perjalanan yang tidak terlalu jauh hanya memakan waktu satu jam pun telah sampai tujuan.

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam."

"Nenek..." Ucap Saf dan Aif bersamaan dan langsung memeluk kaki neneknya.

"Wah cucu nenek datang, kok gak kabarin dulu mau kesini?"

"Iya, mama yang ajak nek."

"Zia kok gak kasih kabar dulu mau datang, kalau tahu ibuk masak masakan enak buatmu."

"Ini juga mendadak buk."

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam."

"Zia, ini..." Fatma terkejut Zia kesini tidak hanya dengan anak - anaknya.

"Saya Rani buk, mamanya Abi, calon besan ibuk." Potong Rani.

"Oh salam kenal bu Rani, saya Fatma mamanya Zia, silahkan masuk bu. Maaf rumahnya kecil."

"Biar kecil yang penting nyaman." Ranipun masuk diikutin Faiz, Abi dan Icha yang digendong Abi.

"Pa, itha ua ama aak." Abipun menurunkan Icha agar bisa bersama Saf dan Aif.

"Siapa namanya ini cantik sekali."

"chaya itha nek, itha mang anthik." Ucap Icha dengan percaya dirinya membuat yang ada diruangan itu tertawa

"Saf ajak adik - adikmu jemput kakek di ladang."

"Iya nek." Safpun mengajak Aif dan Icha keladang.

Fatma menggelar tikar di lantaj karena kursinya diyakinin tidak akan cukup buat banyak orang

"Silahkan duduk pak,buk dan nak Abi." Maaf kalau lesehan duduknya.

"Gak apa buk, dibawah juga enak dingin." Ucap Abi

"kalau gitu saya kebelakang bentar ya buk susul Zia."

yang dibalas anggukan dan senyuman Rani.

Fatma menuju dapur dengan banyak pertanyaan.

"Zia kok gak bilang langsung bawa mereka hari ini? Katanya mau tanya Abi dulu."

"Zia juga gak tahu buk, mereka pagi - pagi uda datang ke rumah Zia dan tiba- tiba ngajak kemari, Zia mau nolakpun gak berani."

"Kayaknya ibuknya demen sama kamu Zia sampai uda ngaku jadi calon besan gitu"

"Ntahlah bu,, semua kayak mimpi bagi Zia.."

"Ya uda bawa langsung kedepan semua."

"Iya buk.."

Zia dan Fatma membawa minum dan cemilan untuk keluarha Abi.

"Silahkan dinikmati buk." Ucap Fatma

"Assalamualaikum, Ada tamu rupanya. Pantas bapak dijemput ditarik - tarik cucu biar cepat." Rahman dengan ngos - ngosan karena ikut berjalan cepat mengejar cucunya.

"Waalaikumsalam, Duduk dulu pak baru ngomong kasian nafasnya yang tinggal separuh itu."

Rahman masum kerumahnya dan menyalami tamunya.

"Keluarga Abi ya?"

"perkenalkan saya Faiz, ini istri saya Rani da anak saya Abi kalau yang sedang bermain sama cucu bapak itu cucu saya Icha namanya."

"Baru kemarin malam Zia cerita, ini pagi sudah datang."

"Semua tiba - tiba pak." Sahut Zia tidak mau disalahin

"Pak, Abi kesini selain minta maaf denban semua kejadian yang terjadi, Abi juga mau melamar Zia untuk jadi istri Abi."

"Apa Abi yakin dengan anak bapak? Bapak pikir Abi kesini setelah masa iddah Zia habis. Abi tahukan Zia masih dalam masa iddah?"

"Iya Abi tahu pak, oleh sebab itu Abi ingin memintanya dahulu, tiga bulan kedepan Abi ingin langsung akad Zia pak."

"Semua keputusan ada di Zia nak Abi, walau hati bapak sedih melihat nasib Zia sekarang, suaminya meninggal dan akan jadi istri kedua." Rahman tersenyum miris

"Maafkan Abi pak, Abi akan berusaha adil pak, Abi juga gak ada niat menyakiti Zia kelak."

"Kalau nak Abi memang serius bapak juga ikhlas, gimana denganmu Zia bukannga kalau gak salah A' Rosyid kemarin kesini juga mau minta kamu." Rahman ingin lihat ada kecemburuan tidak diwajah Abi.

Zia menyerngit bingung karena dia tidak tahu soal itu..

"Zia kamu kan kemarin sudah terima jadi kamu gak bisa batalin lagi, kemarin kenapa tidak balas pesanku?" Tanya Abi

"Pesan yang mana?"

"Akukan ngirim kamu pesan salam"

"Siapa suruh kirim pesan manggil - manggil adek, kenal nomornya juga enggak." Abi baru sadar dia tidak memberi tahu itu nomornya

"Jadi ini gimana? kemarin pak camat bilang kamu mau lihat berkas taaruf buatmu, ini lagi ada yang mau lamar kamu juga." Kesel Abi

"Tahu dari mana berkas taaruf? Itu bukannya kemarin dibuang pak camat ya." Ingat Zia

Semua bingung berjamaah melihat tingkah Abi yang kebakaran jenggot seperti takut kehilangan mainannya.

"Kamu kenapa sih BANG ABI,,, gak jelas banget." Ucap zia

Abi langsung tertunduk malu ketahuan seperti orang sedang cemburu.

"Ehm itu lain kali kalau aku kirim pesan tolong dibalas."

"Baiklah."

"Seru banget ternyata ya bu Fatma lihat mereka berdua?" Fatma menyerngitkan dahinya bingung seru dari mana.

"Iya buk."

"Kan Zia uda nerima sekarang mau saya ikat Zianya." Ucap Rani dengan semangat

"Loh kenapa anak saya diikat bu? Diakan gak ada buat salah?."

Rani berdiri dan berjalan ke arah duduk Zia, Rani duduk didepan Zia menggenggam kedua tangan Zia.

"Maksud saya mengikat dengan ini, biar anak saya gak takut lagi Zia bakal lari dan diambil orang." Rani mengambil cincin berlian di jari manisnya dan ia sematkan di jari manis Zia.

"Ma.." Zia terkejut dengan apa yang dilakukan Rani

"Sangat pas dijarimu dan cantik.." Rani tersenyum ke arah Zia dan langsung memeluk Zia

"Makasih ma." Ucap Zia dengan tulus.

Abi tanpa sadar tersenyum melihat itu, dia gak nyangka mamamya bakal memberikan cincin berlian pemberian nenek Abi dulu ke Zia, Apakah ini pertanda mamanya begitu menginginkan Zia?

"Apa disini bisa mancing?" ...

#ikat aja zia mama abi gakkan marah malah seneng#

#bantu like,comment and vote ya#

1
cerita tamatnya cek di f***zo y kak.. udah tamat disana. penulis sasacuap
Fransiska Siba
Mungkin itu yg terbaik Fanny, Fanny juga begitu krn sifat keras hatinya. apalagi dimasalalu disebeb kan neneknya dan istri pertama papanya
Fransiska Siba
papanya aja udah jail gimana anaknya ga jail wkwkwk
Fransiska Siba
aku tetap Zia dan Abi, soalnya Fanny sdh kelewatan bangett. bertindak sesuka hatinya tanpa berpikir apa yg akan terjadi kedepannya
Fransiska Siba
makanya Abi kau jgn kayak Beny yaa, lembek. kasihan sekali keluarganya Rianti dan Beni akibat neneknya dan istri pertamanya Beny
Fransiska Siba
astga Fanny kau akan menyesal seumur hidup
Fransiska Siba
Nah org sepeti Radit yg bisa mendampingi Fanny, org bisa membuat Fanny turut padanya, ga sepeti Abi kesanya lemah terhadap Fanny jadi kalau ketemu kebawa emosi bisa istilahnya mereka tdk cocok disatukan krn sama2 keras
Fransiska Siba
kan dlu sdh Abi peringati tp kau ngeyel dgn ambisimu. padahal Abi dgn mati matian menjaga mu dan mencintai mu sepenuhnya tp kau saja yg tidak move onn dari masa lalu.
kayaknya Bagas dan Fanny membalas dendam masing2 deh padahal yg bersalah adalah bapaknya sendiri
Fransiska Siba
waduh berarti keluarga mama tiri dan bapaknya Fanny yg tdk beres, masa Bagas yg dlu tdk tahu apa2 ikut terlibat membenci saudara tirinya. pasti ada yg menanamkan kebencian itu
Fransiska Siba
aku malah dukung Abi sama Zia mereka cocok, kalau sama Fanny yg ada tdk ada kebahagian krn Abi sama Fanny sama2 keras dan berambisi dgn tujuan mereka. Zia hadir dihiduo Abi krn takdirnya membawanya dan Fanny hadir di hidup Abi krn Abi yg membawa dgn ambisi utk menyembuhkan Fanny, dia punya keyakinan utk menunjukkan gini lohh berumah ttangga yg seharusnya, Tp Abi tdk bisa memberikan itu krn dia tidk bisa membimbing istrinya bahkan dia tdk tahu isi hati istrinya, ga bisa ambil hati istrinya, yg bisa mendampingi Fanny adalah seorg yg ahli yg memahami dunia psikolog sehingga dia bisa baca gerak gerik tingkah Fanny sebenarnya Fanny mau apa2 dan dia dikasih arahan seperti apa. dia harus lembut tp tegas ga sepeti Abi mudah emosian dan tdk sabaran dan dia cepat putus asa
Fransiska Siba
kalian berdua yg gila, sama2 gila, Fanny terjebak dgn permainan gilanya krn masa lalu, dan Abi juga ikut gila krn mengikuti semua kemauan Fanny, seharusnya Abi kalau tujuan menyembuhkan bukan dgn mengikuti kemuan istrinya tp bagaimana cara nya dia lakukan dgn kata lembut supaya Fanny luluh dan ikuti kemauannya. mereka sama2 berambisi dan keras jadi susah utk disatukan
Fransiska Siba
nahkan Fanny dan Abi itu ambisi mereka terlalu tinggi, Fanny ambisi ya jahat sedangkan Abi ambisinya demi kebaikan tp menjadi malapetaka buat diri sendiri dan keluarga nya kelak
Fransiska Siba
makan tuh cinta gila mu Abi, krn itu obsesi mu juga dlu pengen buat Fanny bahagia dan pengen buat Fanny bisa merasakan pernikahan itu bahagia dan indah tdk sepeti org tua Fanny dlu sedangkan Fanny berambisi dgn sama masa lalunya utk mengwujudkan mimpinya sukses dan melampiaskan kepuasaan ya kalau istri pertama tdk terkalahkan dgn istri kedua. pasti itu rencana gila Fanny. dia cari objeknya yaitu Abi dan Zia. Abi dgn bodohnya menyeret Zia yg tdk tahu apa2. kalau aku baca isi novel ini secara tersirat Abi punya ambisi tersendiri utk menyembuhkan Fanny artinya bukan cinta malah dia membuat malapetaka utk keluarganya termasuk anak dan ortu apalagi diri sendiri dan Fanny berambisi dgn masa lalunya dgn membalas dendam dan menunjukkan dia bisa bahagia dgn sukses dan mencari pempiasan pembuktian istri pertama tdk terkalahkan. Abi dan Fanny tdk saling mencintai. Kata lain cinta yg sering mereka ungkapkan adalah cinta ambisi mereka...
cinta sejati yg seharusnya adalah Zia dan Farhan cinta mereka tumbuh krn Allah.
Fransiska Siba
kayaknya disekap itu Ibunya dan Bapaknya Fanny deh. Fanny itu bukan depresi tp psikot.
Fransiska Siba
berarti Fanny tdk cocok dgn Abi, Fanny lebih cocok dgn seorg dokter psikologi yg mendampingi dia, kalau sama Abi dia tdk sabaran mendidik istri apalagi dgn nada marah. Kalau sifat Fanny org nya keras jadi harus dilembutkan kata2 mutiara tiap hari. kalau sama Abi orgnya juga keras dan tdk sabaran jadi dia lebih cocok dgn Zia yg lembut dan juga tegas.
Fanny tdk salah to keadaan masa lalu yg merubah karakternya menjadi ambiisi krn obsesinya belum tercapai membuktikan ke Ayahnya kalau dia sdh sukses, pengen lihat Ayahnya bagaimana rupanya apakah dimasa tuanya ada penyesalan atau tidk, yakin deh pasti menyesal.
Fransiska Siba
berarti Fanny menciptakan keadaan seperi yg dialami ibunya dlu. Fanny rusak krn keluarga ayahnya dan Ayahnya itu sendiri pada akhirnya anak jadi korban
Fransiska Siba
Benarkan, Abi yg tidak bisa mendidik istrinya jadi jgn salahkan Fanny di sini kalau berbuat salah krn Abi tdk bisa tegas sekali buat jera istrinya terlalu lemah sama istri apakah krn cinta matinya
Fransiska Siba
benar kata Zia, suami tdik becus urus istri. tidak heran istrinya begitu suaminya saja lemah. kalian satu keluarga bermasalah tp Zia kalian korbankan dasar keluarga tdk jelas sdh buat Zia dan anak2 nya hilang sosok suami dan anak2 masih saja memanfaatkan kesempatan utk keuntungan keluarga mereka
Fransiska Siba
menurutku sungguh penghinaan bagi Zia, suaminya baru meninggal di suruh org menikah lagi apalagi Fani suka ngatur hidup org, suami mu bisa kau atur tp jgn org lain.
betul kata Zia, Abi sebagai kepala keluarga terlalu lemah dan tidak bisa mendidik istrinya selalu saja kalah
Mawar
mampirrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!