Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terenggut
Sebelum membaca, Please klik tombol Like juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian🌺
☘️ Mansion Grissham☘️
Raina masuk kedalam mansion dengan terburu-buru karena hari telah sore dan batas waktu yang diberikan oleh Dave sudah lewat 1 jam yang lalu.
Raina membuka pintu utama dengan nafas yang naik-turun, matanya tertuju pada sesosok pria yang sedang berdiri didepan pintu masuk ditemani pria dingin yang tak lain adalah sekretaris Leo.
"Bagus, aku memintamu pulang jam berapa?" Tanya Dave dengan kilatan amarah
Raina hanya diam dan menundukkan pandangannya.
"Aku tanya, kau harus pulang jam berapa?" Dave mencengkram dagu Raina dengan keras sehingga membuat Raina menatap kedua bola matanya.
"Aku, aku --?" Ucapnya terbata
Mata Dave kini teralihkan pada beberapa barang bawaan yang masih dipegang oleh tangan Raina dengan kuat.
"Ini apa?" Tanya Dave menunjuk barang-barang tersebut
Raina hanya diam, kini nyalinya menciut dan takut melihat kedua mata Dave.
Dave merampas barang-barang tersebut dari tangan Raina dan membuangnya ke lantai sembari menginjak-injaknya.
Leo yang hanya melihat kejadian didepannya, hanya diam dan melihatnya saja. Dia tidak ingin ikut campur dalam urusan orang lain kecuali jika dirinya dibutuhkan, maka dengan sigap akan melaksanakannya.
"Tuan tolong jangan lakukan itu, barang-barang itu dari temanku." Raina berusaha menyelamatkan barang-barang nya
"Hahaha, apa kau yakin jika dia hanya temanmu nona?" Tanya Dave sembari memincingkan sebelah matanya
"Apa kau mendapatkan barang-barang itu dengan menjual tubuhmu?" Dave menyeringai licik
"Bahkan aku mampu memberikan barang-barang tersebut beserta pabriknya tanpa harus memiliki tubuhmu terlebih dahulu."
Plak!
Raina menampar pipi kanan Dave dengan amarah yang menggebu-gebu dan menatap bola mata itu dengan tatapan tajam.
"Jaga ucapan anda tuan Dave Grissham yang terhormat."
Dave yang merasa tidak terima dengan perlakuan Raina, dengan cepat Dave menarik tangan tersebut dan memaksanya untuk mengikutinya dengan mencengkram erat tangan kanan Raina.
"Tuan tolong lepaskan, tanganku sakit." Mohon Raina dengan meneteskan air mata
Dave tetap tidak menghiraukannya dan terus berjalan menuju lantai atas. Sesampainya dilantai atas Dave segera masuk kedalam kamar utama dan menghempaskan tubuh Raina dengan kasar diatas ranjang yang berukuran King Size.
Dave memeluk erat tubuh Raina, tangan Dave memaksa masuk kedalam pakaian yang dikenakannya dan menjelajahi tubuhnya. Raina berusaha meronta namun tenaganya tidak sebanding dengan Dave yang kini menghimpitnya dan tidak membiarkan tubuhnya bergerak sedikitpun.
Saat ini Raina tidak bisa melakukan apapun karena Dave telah melepaskan satu-persatu pakaian yang dikenakannya.
"Tuan tolong jangan lakukan ini." Pinta Raina memohon
"Maafkan aku Rain, kau harus jadi milikku malam ini." Jawab Dave dengan tatapan yang diselimuti kabut gairah
Dave mencium kening Raina dengan lembut, lalu mencium bibir mungilnya dan turun kearah leher jenjang milikinya, menyesap dan menghisapnya begitu kuat sehingga keluar suara desahan dari mulut mungil Raina yang begitu bergairah sehingga membuat Dave terus melancarkan aksinya dan mulai melakukan penyatuan.
Raina berteriak kesakitan dan meronta-ronta mencengkeram punggung Dave dengan kuat sehingga kuku panjangnya menusuk kulit mulus Dave dan Dave tidak menghiraukannya, yang ada dipikirannya saat ini adalah segera memiliki Raina seutuhnya dan menjadi miliknya. Tangis Raina begitu memilukan, saat barang berharga yang satu-satunya dijaga dengan mati-matian direnggut paksa oleh pria yang membuat hari-harinya tersiksa.
Dear Readers, jangan lupa yang untuk selalu mendukung karya Author ini, tanpa kalian Author tidak ada apa-apanya. maka jangan lupa untuk selalu support, Like dan Vote ya!
Happy Reading 💕
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa