Andara Aprilia kerap sekali mendapatkan perlakuan kasar dari Andika paradipta, bahkan berulang kali dia dikhianati suaminya.Akhirnya dia memutuskan untuk menggugat cerai suaminya, akan kah permintaan nya di kabul kan dan hak asuh anak jatuh ke tanganny?dengan semua bukti yang ada.
Dalam perjalanan hidupnya wanita itu bertemu dengan Alan ,Dia adalah seorang lelaki dewasa yang sedikit arogan tetapi selalu membuat Andara merasa tenang untuk berbagi semua keluh kesahnya
Hingga pada suatu hari terbongkar lah sebuah kebenaran.
Akankah kisah Andara berakhir bahagia atau sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 8
Setelah berada di depan pintu ruangan Pak Toni Dara pun mengetuk pintu, setelah di persilahkan masuk dia pun langsung melangkah kan kaki masuk ke ruangan Pak Toni tetapi ada satu hal yang membuat Dara kaget.
"Kenapa dia ada di sini?" ucap Dara dalam hati.
"Silakan Dara duduk" Pak Toni mempersilahkan Dara untuk duduk di salah satu sofa yang ada di sanah, pandangan dia tidak lepas dari seseorang yang sedang duduk berdampingan dengan Pak Toni. Dara baru pertama kali melihat orang tersebut, jika benar apa yang di katakan Winda sungguh Dara sangat malu, sudah membuat ponsel nya terjatuh akibat di tabrak dirinya, untung saja ponsel mahal jadi tidak berpengaruh kalau saja itu ponsel seperti yang di pakai Dara sudah pasti hancur.
"Baik, Pak terimakasih banyak" jawab Dara sambil duduk di tempat yang sudah tersedia.
Setelah duduk Dara pun menyerah kan berkas yang di bawanya terhadap Pak Tony, dan dia pun mengambil berkas itu dari tangan Dara.
"Dara kenalan ini pimpinan baru di perusahaan kita! " ucap Pak Toni memperkenalkan orang tersebut.
"Iya, Pak selamat datang di sini" ucap Dara sambil menundukkan kepala.
Dan orang itu hanya merespon dengan deheman.
Dara pun langsung menundukkan kepala lagi sungguh dia tidak mampu untuk sekedar menatap nya, dia takut di kira karyawan yang ceroboh dan tidak hati-hati.
Setelah beberapa saat Pak Toni memeriksa beekas itu lalu di serahkan kepada pemimpin baru perusahaan.
"Silahkan di periksa ulang" ucap Pak Toni sambil menyerah kan berkas itu, lalu orang itu pun mengambilnya.
Setelah beberapa saat dia membaca semuanya akhirnya dia berkata "Baiklah ini sudah cukup" ucap Alan dengan nada suara dingin. Sungguh membuat Dara merinding, baru juga mendengar dia ngomong udah serem aja apalagi marah sungguh tidak bisa di bayangkan oleh Dara, sebab pimpinan sebelum nya tidak semenakutkan Alan.
"Baiklah silakan Dara kembali ke ruangan mu!" kata Pak Toni mempersilahkan Dara untuk kembali ke ruangan nya.
Dara pun langsung bangkit dari duduknya lalu permisi untuk keluar dari ruangan itu.
Setelah Dara keluar Alan pun membuka suara "Kerja yang sangat bagus perlu di pertahankan tapi sayang sedikit ceroboh kurang pas dia ada di bagian keuangan! " ucap Alan dengan nada santai nya, dia bicara sambil menyilangkan kakinya terlihat sangat sombong sekali bos baru itu.
Ucapan Alan sungguh membuat Pak Toni sedikit ketakutan.
"Maksud Bapak! Dara bekerja di perusahaan kita sudah lama dan selama itu pula dia selalu bekerja dengan baik! " kata Pak Toni meyakinkan Alan, sungguh dia merasakan ketakutan jika Dara di pecat atau di pindah ke departemen lain, Toni sudah merasa cocok sekali dengan Dara, dia itu orang nya penurut dan selalu bersikap profesional.
"Saya tidak bilang kerjaan dia itu tidak bagus! hanya bilang kurang cocok di bagian keuangan" ucap Alan dengan nada penuh penekanan.
"Maksudnya, Dara akan di pindah? " tanya Pak Toni.
"Sepertinya dia lebih cocok jadi sekretaris, lagi pula saya belum mempunyai sekretaris dan saya tidak mau menggunakan orang yang di perintahkan Papa" tegas Alan.
Seketika Pak Toni tidak bisa berkata apapun, jika bos besar sudah mengirim sekretaris untuk Alan tapi nyatanya dia tidak mau.
Alan malah lebih tertarik dengan Dara, tapi Pak Toni akan kehilangan satu orang di bagian itu yang bisa di andalkan seperti Dara.
"Tapi Pak! Nanti bagai mana dengan orang yang sudah di kirim Pak Herlambang yang akan menjadi sekretaris mu! " ucap Pak Toni.
"Sudah nggak usah mikirin itu, gampang itu mah urusan saya yang penting pastikan dia jadi sekretaris saya! " ucap Alan dengan penuh penekanan.
"Ya sudah... nanti di bicarakan sama Dara" jawab Toni dengan nada lesu,sungguh tidak bisa menolak atasnya.
Setelah beberapa saat perbincangan di antara mereka pun selesai, Alan sudah kembali ke ruangan nya meninggalkan Toni yang sedang di landa kebingungan.
Toni bingung cara berbicara terhadap Dara itu harus bagaimana dan seperti apa, jika tidak di turuti keinginan bos nya itu karier nya pun terancam.
Dia masih duduk dengan penuh kebingungan baru saja hari pertama ada di kantor sudah seperti ini, apalagi sudah nyampe sebulan atau bahkan satu tahun bisa-bisa di buat stres dia.
*
*
*
Jam sudah menunjukkan waktu pulang kantor, semua orang sudah bersiap untuk segera pulang ke rumahnya masing-masing.
Beda lagi dengan Dara dia sudah bersiap kan pulang malah di suruh ke ruangan Pak Toni kembali. Hal itu membuat Dara bertanya dalam hati, apakah ada kesalahan yang di perbuat nya sehingga dia harus menghadap Pak Tony kembali.
Dara pun dengan langkah yang di penuhi banyak pertanyaan selama di perjalanan untuk menuju ruangan Toni, akhirnya dia sampai juga di depan ruangan yang di tuju.
Toni langsung mempersilahkan Dara untuk masuk dan langsung menyuruhnya untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan.
Dara pun memberanikan diri untuk bertanya "Apa ada kesalahan yang saya perbuat? " tanya Dara terhadap Pak Toni.
"Gini loh, Pak Alan bos baru kita dia itu meminta kamu untuk menjadi sekretaris nya! " kata Toni langsung tanpa basa basi.
"Maksud Bapak apa?" terus bagaimana dengan pekerjaan saya dan saya juga bukan ahli di bidang itu tidak ada pengalaman juga menjadi sekretaris CEO"Jawab Dara dengan raut wajah kaget.
"Ya, mau bagaimana lagi dia yang minta, kita sebagai bawahan hanya bisa menuruti apa keinginan bos" ucap Toni dengan nada pasrah nya.
"Nggak begitu juga, Pak.... kan orang itu mempunyai keahlian masing-masing dan hal itu tidak di bisa di paksakan! " ucap Dara dengan raut wajah yang frustasi, dia tidak bisa membayangkan jika setiap harinya harus berada di ruangan yang sama dengan CEO, sudah pasti dia ingin bernafas pun susah apalagi bisa tertawa seperti di ruangan yang sekarang dia bekerja.
"Ya terus mesti bagaimana? " tanya Pak Toni lagi.
"Bagaimana nanti saja lah, ini sudah sore juga sudah saat nya pulang! " ucap Dara sambil mengambil tas nya yang tergeletak di sofa.
"Ya sudah" kata Toni tidak semangat, jika Dara menolak sudah pasti dia yang kena imbasnya.
"Saya permisi dulu! " ucap Dara sambil bangun dari duduknya laku berjalan perlahan keluar dari ruangan Toni.
Setelah berada di luar ruangan Dara pun langsung menuju lift, di mana dia akan turun ke lantai tujuan dan segera pulang untuk segera mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah seharian bekerja.
Setelah berada di dalam lift ternyata dia bertemu lagi dengan nya.
"Ternyata kamu? " sapa orang itu.
Hal itu membuat Dara jadi salah tingkah,dan ingin menghilang jika saja dia punya ajian halimun sudah pasti dia gunakan agar tidak terlihat.
Catatan:
Halimunan atau panglimunan adalah salah satu ilmu gaib yang dikenal di Indonesia. Orang dengan kemampuan halimunan dipercaya bisa menghilang atau tidak terlihat di mata orang lain. Ilmu ini khususnya akan muncul ketika dalam keadaan terdesak, seperti dikepung oleh musuh dalam sebuah peperangan atau penyergapan.
kenapa ngga bertindak dr dulu,terlalu drama loe🤧
loe diemin kayak gitu juga ngerusak mental anak loe,ngeliat mak dipukuli bpknya terus2an.
udah sih rezeki mah ada aja takut banget sih,trus y'Allah sumpah mak sampe istighfar ae dr bab 1😏