NovelToon NovelToon
Falling

Falling

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: ariista

Damar Priambodo Wibisono, 32 tahun lelaki tampan berlesung pipi, CEO dingin sebuah perusahaan multinasional harus berhadapan dengan wanita masa lalunya yang selalu menganggu aktifitas sehari-harinya.

Diandra Paramitha Maheswari Sadewa, 28 tahun, gadis cantik berlesung pipi, seorang manager marketing sebuah perusahaan automotif dan juga seorang penulis novel menjalani hari-hari hidupnya jauh dari keluarganya.

Pertemuan antara Damar dan Diandra yang tidak di sengaja membuat keduanya jadi sama-sama saling terpesona tanpa keduanya sadari pertemuan-pertemuan selanjutnya merupakan takdir yang membuat keduanya semakin dekat dan saling memikirkan satu dengan yang lainnya, tanpa pernah ada yang memulai untuk melanjutkan ke hubungan dengan status seperti layaknya pasangan pria dan wanita inginkan.

Bagaimanakah kisah perjalanan falling in love keduanya, konflik apakah yang akan mereka lalui nantinya, yuk ikuti kisah baru karyaku yang selalu saja bikin geregetan dengan ke-uwuan dua sejoli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Kembali (2)

"Di, ikutan maksi bareng kami ya," ajak Ganendra ke Diandra kembarannya.

"Gak, Kami udah ada janji maksi bareng klien Kami," jawab Diandra ketus matanya sambil melirik ke lelaki tampan yang terus saja memperhatikannya dengan senyum tipis di ujung bibirnya.

"Oh, gak nyesal nolak ajakan Aku, sesekali makan bareng teman-temanku, Di, nanti Amara juga nyusul, Kamu tega Amara sendiri di antara para lelaki idola wanita ini," Ganendra berbicara sambil menaik turunkan alisnya.

"Nona, bukannya makan siang bareng klien tadi di batalkan," dengan polosnya Gea berbicara di depan para lelaki tampan yang membuatnya jadi salah tingkah.

Diandra mengetatkan wajahnya sambil tajam menatap sekretarisnya itu. Gea jadi tersenyum kaku ditatap tajam oleh bosnya.

"Maaf Nona, jika Saya salah, tapi memang benarkan tadi klien membatalkan makan siang dengan Nona," Gea semakin mempertegas pernyataannya.

"Ge," Diandra berbicara dengan gigi yang di satukan, dirinya gemes dengan sekretarisnya ini yang terlalu jujur padahal dirinya mau menghindar dari para lelaki tampan yang selalu saja memandangi wajahnya, terutama kedua teman kembarannya itu.

"Ayo, Di kita berangkat, di restoran "Sedap" ya, Kamu ikut mobil Aku aja," ucap Ganendra ke kembarannya.

"Nggak, Aku bawa mobil sendiri bareng sekretarisku," Diandra segera bergerak berjalan dengan cepat di ikuti Gea di belakangnya.

Ketiga lelaki tampan tersebut saling memandang, Ganendra mengedikkan bahunya di tatap dengan penuh tanda tanya dari teman-temannya.

"She is my twins, Bro,"

Ketiganya akhirnya bergerak untuk keluar dari coffeeshop.

Vano asisten Damar sudah menunggu di mobil. Damar mengajak Vano makan siang bareng dengan teman-temannya.

Awalnya Vano enggan mau ikutan tetapi Damar memaksanya untuk ikut.

Mereka bertiga naik mobil masing-masing. Diandra dan sekretaris sudah tidak nampak batang hidungnya.

Di dalam mobil yang di kemudikan oleh Vano, Damar menatap lurus ke depan, pikirannya masih saja berkutat dengan gadis cantik kembaran sahabatnya yang tidak ramah menurutnya selalu jutek dan menjawab sesingkatnya.

Vano melirik ke bosnya sepintas dilihatnya bosnya sedang melamun.

"Kamu ingat gadis yang pernah aku temui, Van? yang baru beberapa hari kemarin,"

"Ingat Bos, bukannya tadi ada dianya ya?"

"Yups, kita akan makan bareng siang ini dengan dia,"

"Wah, beneran Bos? Kok bisa?"

"Ya bisa lah Van, dianya itu kembarannya sahabat Aku,"

"Oh kebetulan kalau begitu Bos,"

"Kebetulan? Maksud Kamu?"

"Yah mana tau Bos kepincut gadis itu Bos,"

Damar tidak menjawab dirinya hanya senyum sekilas saja.

Diandra dan Gea sudah sampai duluan ke restoran yang di sebut Ganendra, rupanya Amara sudah berada di sana.

"Siang Diandra, mana yang lainnya?" tanya Amara menyambut kedatangan kembaran pacarnya.

"Nyusul," jawab Diandra singkat.

Gea tersenyum ke gadis cantik yang kemarin datang ke kantor mereka.

Di meja seberang tampak seorang wanita duduk bersama kekasihnya. Matanya menatap sinis ke Diandra.

Kenapa ada gadis itu di sini, kenapa harus ketemu lagi, batin wanita itu yang tampak tidak suka dengan keberadaan Diandra yang baru datang.

"Kamu kenapa, Honey, apa yang Kamu lihat, hmm?" si lelaki mengikuti arah pandang wanitanya.

Di lihatnya ada 3 orang wanita cantik sedang duduk di meja yang sedang di pandangi sinis oleh kekasihnya.

Tidak lama kemudian, datang beriringan empat orang lelaki tampan. Kedatangan mereka membuat banyak pasang mata mengalihkan tatapan mereka ke rombongan para eksekutif muda yang tinggi dan tampan tersebut.

Wanita yang sedang bersama kekasihnya wajahnya langsung berubah, bibirnya tiba-tiba saja manyun. Dirinya tidak suka dengan keberadaan mantan kekasihnya yang sudah berada di meja yang ada gadis yang tidak di sukainya.

Dirinya berdiri tidak tahan jika tidak mengganggu mantan kekasihnya itu. Kekasihnya mengerutkan alisnya.

"Mau kemana Honey,"

Si wanita hanya diam saja dan berjalan dengan kepala tegak mendatangi mantan kekasihnya.

Rombongan Ganendra sudah duduk di meja saat wanita cantik berambut ikal sebahu itu mendatangi meja mereka.

"Sayang, Kamu di sini juga?" tanpa basa basi wanita cantik tersebut tiba-tiba saja menyapa mantan kekasihnya.

Tentu saja semua mata langsung menuju ke wanita tersebut.

Diandra menyandarkan punggungnya di kursi. Tangannya bersedekap di dada. Dirinya tersenyum tipis memandang ke wanita yang kemarin di lihatnya

Akan ada drama lagi ternyata, batinnya.

Vano segera bertindak begitu juga dengan pengawal bosnya yang selalu standby.

"Nona Clara, mohon jangan ganggu Bos Saya, beliau sedang bersama sahabatnya, jangan membuat keributan di sini,"

Damar santai saja, dirinya tidak menoleh atau merasa terganggu dengan keberadaan mantannya yang selalu saja mengganggunya.

"Siapa Bro?" tanya Ganendra ke Damar.

Dewa juga sudah penasaran ingin mendengar jawaban dari Damar.

Damar hanya mengedikkan bahunya saja.

"Kekasihmu?" tanya Dewa.

Damar menggelengkan kepalanya, tatapan matanya menatap ke Diandra yang sangat datar ekspresinya. Damar menyukai respon gadis yang membuatnya penasaran ini.

"Sudah, abaikan saja, hanya wanita pengganggu," ucap Damar santai.

"Sayangku Damar, Kamu sama Aku belum selesai, Kamu gak bisa kayak gini memperlakukan Aku,"

Para pengawal Damar sudah ancang-ancang akan menyeret wanita ini.

"Silahkan Nona menjauh dari Bos Kami, atau para pengawal akan menyeret Nona," Vano sudah mulai tidak sabaran menghadapi wanita mantan kekasih bosnya ini yang selalu saja muncul jika ada bosnya.

"Diam kalian, siapa kalian yang berani mengusir Aku," teriak wanita itu.

Di mejanya kekasih wanita itu hanya menonton saja, dirinya tersenyum smirk.

Bryan lelaki bule itu tidak akan turun ikut campur dibiarkan kekasihnya itu menganggu mantan kekasihnya. Mereka berdua sedang berencana mencari kelemahan Damar, laki-laki yang di kenal dingin dan kejam oleh sebagian kliennya.

Damar seorang eksekutif muda yang sangat teliti dan memperhitungkan setiap gerak langkahnya. Damar seorang CEO muda yang di segani oleh para pebisnis.

"Damar Sayang, Kamu tau aku masih sangat mencintai Kamu," Clara masih saja merengek di belakang Damar.

Kedua pengawal Damar sudah mulai tidak sabar.

Hidangan makan siang mereka sudah datang dan di sediakan di meja.

"Sayang Mas, Amara, udah dari tadi datangnya?" ucap Ganendra yang duduk di samping kekasihnya.

Mendengar itu Diandra membolakan kedua matanya.

"Ini mau makan siang, atau nonton drama kebuncinan pasangan sih," ucap Diandra tajam.

Semua mata memandang ke Diandra, Dewa terkekeh dirinya sangat menyukai gadis yang duduk tidak jauh darinya itu.

Damar tersenyum tipis mendengar ucapan gadis yang sudah mencuri perhatiannya ini.

"Ya sudah, ayo kita mulai saja,"

"Damaaar, jangan terus-terusan abaikan Aku, Damaaar," Clara mengepalkan tangannya dan kakinya di hentakkannya kuat-kuat ke lantai.

Banyak pasang mata yang memandang kearahnya. Tapi Clara tidak menghiraukannya.

"Sebaiknya Nona Clara segera pergi, Bos Kami tidak akan menjawab apapun pertanyaan dari Nona," ucap Vano sudah mulai jengah.

Clara akan melangkah maju mendekati Damar yang sedang duduk tetapi kedua pengawal Damar segera mencekal lengan Clara.

"Pergi baik-baik, atau Kami seret keluar restoran ini," bisik seorang pengawal dengan tubuh tegap dan suara tegas.

Clara semakin memanyunkan bibirnya dan pergi dari sana dengan kaki di hentakkan kuat-kuat. Dirinya sangat kesal ingin mendekati mantannya tapi tidak bisa.

Di meja rombongannya, Ganendra sedang makan siang bareng kembarannya, sahabat, dan kekasihnya.

Selama makan Damar dan Dewa tidak henti-hentinya memandangi Diandra. Diandra sadar dirinya selalu di perhatikan oleh sahabat kembarannya itu. Hanya saja dirinya cuek tidak terlalu peduli.

Diandra sudah sering mendapatkan perhatian dari cowok-cowok tampan yang terpesona dengan kecantikannya.

"Dee, datanglah besok ke kantor, kita akan membicarakan kerjasama untuk proyek selanjutnya, dan kerjasama ini butuh Kamu Diandra sebagai wakil direktur di perusahaan Papa," Ganendra bicara ke Damar dan Diandra, sedangkan Dewa sudah masuk dalam daftar di kerjasama yang akan mereka kerjakan ini.

Diandra mengerutkan alisnya.

"Aku?" tanya Diandra.

"Huum, Papa pesan Kamu harus ikut dalam proyek ini, tidak ada bantahan," tegas Ganendra.

"Kalau mau protes hubungi Papa Alka, aku hanya menyampaikan pesan Papa saja,"

Diandra tidak menjawab, dirinya hanya diam saja. Damar dan Dewa masih saja memandangi gadis cantik di depan mereka.

"Aku akan mengajak sekretaris Aku," ucap Diandra singkat dan beranjak dari duduknya.

"Kita belum selesai Di, duduklah dulu jangan buru-buru," tegas Ganendra lagi dengan tatapan tajamnya ke kembarannya yang memang keras kepala.

"Aku mau ke toilet, memangnya gak boleh?" jawab Diandra ketus.

Damar semakin memperlebar senyum tipisnya, dirinya sangat menyukai gadis yang menurutnya galak ini.

Gadis yang menarik, batinnya.

Diandra melirik sekilas ke Damar tatapan mereka sempat beradu tetapi Diandra segera berlalu berjalan keluar dari kursinya.

"Aku juga mau ke toilet," ucap Damar yang segera bangkit dari duduknya.

Semua mata yang ada di meja memandang aneh dengan sikap Damar.

1
🥑⃟ Adeline Ayy ѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf
dasar Diandra, bermuka ular🤬
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵
harus semngat kak ay🥰
🥑⃟ Adeline Ayy ѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf
mampir dulu ahh🤭🤭/Chuckle//Chuckle/
semangat onell /Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Nah...nah...nah.... mulai deh...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: ulat nangka mam gak bs diem klo Clara.. caper trs ke Damar 😬
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Here come the trouble..... siapkan diri Damar
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: Terimakasih mam msh lanjut bc.. mau aku lanjutin trs sampai selesai mam😊
total 1 replies
🥑⃟ ❥␠⃝ ͭ🍁🅢emesta 💃♉❣️
𝐦𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫. 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐫𝐢𝐬𝐭𝐚🙏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: terimakasih kak mesta🤗🥰
total 1 replies
Lisa
Aq mampir Kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: terimakasih kak 🤗
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Clara salah pilih lawan... rasakan
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: haha iya mam Clara terlalu pede 🤭
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ulat bulu satu ini ikut-ikutan wae
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: iya mam mau nempel trs dia mam/Facepalm/
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Well, saat drama queen datang pastinya akan ada drama
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ya ampun kasihan si mas nya udah manggil Dinda bukannya dibalas panggilan kanda malah dipanggil bapak... nasibmu Mas 😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: terimakasih mam udh mampir🤗🥰
total 1 replies
Wang Lee
Mampir thor
Wang Lee
Ceritanya bagus
❥␠⃝ ͭ🍁ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 😋🦄
mampir kesini Nelcan semangat buat karya terus dan terus 💪😘🤗
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: terimakasih kak Tri🤗 🥰
total 1 replies
Sleep
tes meninggalkan jejak biar bisa pj
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘariist💘❤️⃟Wᵃf𝐀⃝🥀🔵: terimakasih bng max pj nya🤗🙏👍👌
total 1 replies
ѕ⍣⃝✰✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOL
cieee yg sdg jatuh😁🏃🏃🏃
ѕ⍣⃝✰✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOL
akhirnya kau menemukannya☺️
ѕ⍣⃝✰✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOL
pak Vano kh🤔
ѕ⍣⃝✰✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOL
aiihhh pak Damar terlupakan 😁
ѕ⍣⃝✰✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOL
oh novel sequel ya 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!