Nidia seorang gadis yg cerdas dan mudah bergaul yang hidup disebuah kota kecil. dia juga ramah dan perhatian terhadap orang-orang yang ada disekitarnya. meski kecantikannya dianggap rata-rata, tp dia banyak disukai karena kepribadiannya.
suatu ketika, dia memilih meninggalkan kampung halaman karena pria yang bertunangan dengannya selama setahun, menghamili temannya sendiri.
orang tua Sopian tunangannya itu, memaksa Sopian untuk tetap menikahi Nidia dan hanya memberikan biaya saja kepada anak yg dikandung Sopian dr wanita lain. tapi Nidia menolak. dia tidak mau menikah lagi dengan pria yg nyata-nyata tidak setia bahkan sebelum menikah.
kisah hidupnya dimulai saat dikota besar, meski dia hanya berharap mampu menjalani hidup yang sederhana tp segalanya terasa menjadi rumit.
mulai dari pertemuannya dengan Bu Saraswati dan Putranya Haikal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitha Rhaycha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggilan Safira
Nidia berdiri di balkon kamarnya, dia tak habis pikir bagaimana bisa pak Haikal mengatakan akan menikahi gadis yang siap memberikan banyak anak padanya.
Apa itu suatu kebetulan? Nidia menatap pemandangan kota jakarta dengan berbagai pertanyaan. dia tak mungkin menuduh pak haikal menguping pembicaraan antara dirinya dan siska di telepon semalam, pak Haikal bukanlah orang yang seperti itu. dia pria terhormat, seorang Presdir perusahaan Marga Jaya Corp. pria dingin dan arogan tapi dengan prestasi gemilang yang mampu membawa perusahaan itu sukses.
tak mungkin dia melakukan hal kekanak-kanakan seperti itu.. tidak.. itu sama sekali bukan gayanya Nidia menggelengkan kepalanya. lagian siapa aku? apa yang pantas pada diriku yang mampu aku banggakan dihadapannya agar mampu berdiri disampingnya?
Nidia lupa bahwa jangankan seorang pria muda seperti Haikal, bahkan seorang pria tua Bangka pun akan bersikap kekanakan ketika mereka jatuh cinta kembali. Akan banyak perilaku diluar kebiasaan yang dilakukan tanpa mereka sadari.
ahh Nidia, sadarlah jangan berfikir terlalu tinggi. nanti sakit kalau jatuh.. Nidia merasa sangat gelisah. tatapan menggoda Haikal pagi tadi, insiden di teras samping dan di ruang makan, benar-benar membuat jantungnya berdebar tak karuan.
Dia tak lagi memikirkan bagaimana Bu Saraswati yang berteriak jengkel pada putranya karena syaratnya yang dianggap tidak masuk akal, dan bagaimana wanita paruh baya itu menatapnya dengan cemas sambil berkata "jangan dimasukkan ke hati Nidia, dia hanya bercanda"
"Nidia tidak apa-apa, Ma. pak Haikal memang hanya bercanda"Jawab Nidia seraya tersenyum manis
"*lihatlah dia kalau pulang nanti, mama akan buat perhitungan dengannya"
"sudahlah ,Ma.. jangan marah lagi, nanti asmanya kambuh*"bujuk Nidia berusaha menenangkan Bu Saraswati. dia benar-benar tidak masalah dengan sikap haikal. dia hanya heran bagaimana bisa syarat Haikal sama dengan yang dia katakan kepada siska.
tuuut...tuuut
Ponsel Nidia berdering membuat gadis itu berbalik menuju kamar. dia meraih ponselnya dan melihat id penelepon "Safira". sedikit mengerutkan keningnya, Nidia mengangkat telponnya.
"Assalamu'alaikum.."sapa Nidia
"Wa'alaikumsalam.. haii, gimana kabar kamu, Nidia?"sapa Safira dengan suara ramahnya.
"aku baik, Alhamdulillah"jawab Nidia dengan ramah"kamu.. gimana? sehat kan?"tanya Nidia lagi
"iyaa.. aku juga sehat..."suara Safira cerah diujung sana" oh yaa.. Nidia, hari minggu kamu ada acara nggak?"
"kenapa?"
"nggk kenapa-napa sih.. cuman pengin ngajak kamu jalan"jawab safira "udah dari sebulan lalu saat kita bertemu terakhir kali aku ingin mengajak kamu jalan. tapi baru sekarang aku punya waktu luang"
Nidia terdiam, kalau hari minggu berarti dua hari lagi "bagaimana?"tanya safira memecah keheningan.
"Nanti aku lihat dulu apa boleh aku ijin keluar atau tidak yaa.. "jawab Nidia
"tapi aku berharap kamu bisa keluar lho.. aku sangat ingin ngobrol sama kamu"ujar safira penuh harap
"Insya Allah, nanti aku kabarin kalau aku sempat"
"kapan?"
"besok saja aku kasih kabarnya"
"oke dehh..."terdengar safira menghela nafas lega"aku akan bawa kamu jalan-jalan. skalian melihat-lihat kota Jakarta"
"iyaa.."Nidia tersenyum. "aku memang belum pernah jalan-jalan"jawabnya jujur. walau dia nganggur agak lama setelah berada dijakarta, tapi dia tak pernah pergi jalan-jalan. dia dan siska harus berhemat agar dapat menabung uang untuk membeli apartemen. lagi pula Nidia harus mengumpulkan sebagian uang nya juga untuk mengembalikan biaya pesta. lagipula Nidia sebenarnya tidak terlalu memikirkan soal berkeliling kota jakarta karena dia sudah dapat menyaksikannya melalui balkon di kamarnya.
"berarti ini kesempatan aku buat menyenangkan kamu. anggaplah sebagai tanda pertemanan kita"
"baiklah.."
"ohh yaa... dimana aku harus menjemputmu?"tanya safira
"besok saja aku kasih alamatnya kalau udah dapat ijin"
"oke.. baiklah. nanti kabarin aku yaa.. "
"oke.."
"kalau begitu aku tutup telponnya. mau mengecek pasien dulu. Assalamualaikum"
"wa'alaikumsalam warohmatullah wabarokaatuh" Nidia kembali menatap keindahan kota jakarta dengan perasaan sedikit membaik. dia akan meminta izin bu Saraswati dulu soal ajakan safira. jika Bu Saraswati mengizinkan, dia akan menghubungi siska agar bisa pergi dengannya. siapa tau siska juga punya waktu luang. jadi mereka bisa pergi bersama.
*******
Salam Author
Hai.. Assalamu'alaikum wr wb
Alhamdulillah.. bisa up sampai episode 29.
senang akhirnya bisa menyapa para pembaca terima kasih bagi yang sudah meluangkan waktu untuk mampir dan membacanya.. terima kasih juga bagi yang sudah menyemangati author lewat like,vote n komen.
silahkan memberikan komentar, kritik dan saran. agar cerita ini dapat lebih baik, menarik, menghibur dan memberi manfaat bagi kita semua...
🙏🙏😊😇😇
Stlh baca komen²ny, baru tau klo ini adat Sulawesi Utara.
Thor, sedikit saran..utk nama kota/lokasi tdk perlu lah ditulis inisial kota A, daerah B dst...lebih baik ditulis lgsg dg jelas...agar kita sbg pembaca lebih paham..😄😄😄😄
masya Allaah....
orang baik maka akan d mudahkan oleh Allaah......
makasi umi.......
jd ingat cerita2 yg dikau buat dulu saat masih SMK.... menjadi penggemar setia yg selalu menunggu kelanjutan kisah dari novel yg d tulis d catatan buku akuntansi mu....
sayang dlu tidak seperti sekarang ya.../Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/