NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Catherinetengah di

tangani  oleh seorang Dokter. Aiden

berdiri di luar ruangan UGD. Harry tengah mencari keberadaan robert di bantu

pihak kepolisian dan mengamankan binatang-binatang yang di tangkap oleh Robert.

Aiden

terlihat duduk di kursi yang berada di sisi pintu ruangan. Tatapannya

menerawang ke depan. Kepingan kejadian beberapa jam yang lalu kembali memenuhi

kepalanya. Saat Catherine melindungi dirinya dan mengorbankan nyawa catherine

sendiri.

Aku mencintaimu... Aiden....

Kata-kata

itu terngiang di telinga aiden dan terasa begitu menyesakkan dada.

"Kamu

harus kembali sehat, cath." gumam Aiden mengusap wajahnya dengan  gusar.

Tak

lama seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan. Ia meminta Aiden untuk

mengikutinya menuju ruangannya.

"Bagaimana

keadaan catherine?" tanya Aiden saat ia sudah duduk di kursi yang

berhadapan dengan Dokter.

Aiden

terlihat begitu khawatir dan ada ketakutan di mata tajam nya. Dokter itu tampak

menghela napasnya seraya membenarkan posisi kacamata yang ia gunakan.

"Bagaimana?"

tanya Aiden begitu lirih. "Dia baik-baik saja, bukan?"

"Nona

Catherine sudah melewati masa kritisnya. Hanya ada sedikit masalah,"

serunya.

"Apa?"

tanya Aiden menanti sang Dokter berucap.

"Kondisi

Nona Catherine keseluruhan tidak begitu serius. Hanya saja cedera di tulang

belakangnya cukup parah," seru Dokter.

Aiden

masih diam menunggu sang Dokter melanjutkan ucapannya.

"Efek

dari cedera tulang belakang atau spinal cord injury ini berdampak pada

hilangnya semua kemampuan saraf sensorik (inderawi) atau saraf motorik

(pergerakan). Tergantung seberapa parahnya cedera itu," seru Dokter.

"Jadi

apa yang di alami Catherine?" tanya  Aiden.

"Kami

belum bisa memastikan. Ini akan dapat di ketahui setelah Pasien siuman.

Kategori dari cedera saraf ini tidak berfungsinya indera perasa pasien, seperti

mati rasa. Tidak merasakan panas, dingin maupun rasa sakit. Dan kategori

lainnya adalah paralysis atau kelumpuhan."

Deg

"Lumpuh?"

seru Aiden.

"Iya.

Bukan hanya akan sering mengalami rasa sakit di bagian leher dan tulang

belakang. Pasien bisa mengalami kelumpuhan pada pinggul ke bawah atau kedua

kakinya tidak mampu bergerak lagi."

Wajah

Aiden berubah menjadi pucat pasi. Apa yang baru saja ia dengar sungguh mengagetkan.

Bagaimana kalau Catherine yang mendengar semua ini.

"Kami

akan menindaklanjuti kasus yang menimpa nona Catherine ini."

Aiden

tidak mengatakan apapun lagi. Penjelasan Dokter sudah jelas semuanya. Kini ia

pergi meninggalkan ruangan Dokter dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit

dengan tatapan kosong.

Aiden

memasuki ruangan Catherine dengan memakai pakaian steril berwarna biru. Ia

melihat tubuh wanita yang selalu ia lukai itu terbaring tak berdaya di atas brankar.

Aiden

mengambil duduk di kursi yang berada di sisi brankar dan menatap sendu wajah

pucat Catherine yang terlelap.

"Kenapa

kamu harus melakukan ini?" gumam Aiden.

Hatinya

bergemuruh dan terasa sangat sesak dan terbakar. Semua ini karena dirinya.

"Kenapa

kamu harus menolongku, Cath?" tanya Aiden dengan matanya yang memerah.

Aiden

tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Catherine nanti saat mengetahui

kondisi dirinya.

"Sungguh

Cath, kamu tidak harus melakukan ini. Bagaimana bisa?" gumamnya tidak

mampu berkata-kata lagi. Ia merasa sesuatu yang tajam menyumbat tenggorokannya.

"Aku

tidak paham bagaimana bisa kamu mencintaiku sedalam ini." Tak mampu lagi

menahan tangisannya. Air matanya luruh membasahi pipinya.

"Aku

tidak pantas mendapatkan cinta sebesar ini darimu," gumamnya menatap

Catherine yang masih terlelap.

"Aku

sering menyakitimu. Tapi kamu malah membalasku dengan cinta yang begitu tulus.

Bagaimana bisa aku mendapatkan semua ini. Bagaimana aku harus

membalasnya?"

Tangan

Aiden terulur menyentuh pipi Catherine dan membelainya.

"Apa

sekarang aku tidak terlambat untuk mencintaimu dan memahamimu. Sampai sekarang

pun aku masih tidak bisa memahamimu. Bagaimana kamu bisa mencintaiku seperti

ini. Sungguh aku merasa tak pantas mendapatkan pengorbanan sebesar ini

darimu."

"Seharusnya

aku yang lumpuh dan cedera. Seharusnya aku yang menerima kesakitan ini semua.

Kamu tidak berhak mendapatkan kesakitan ini. Kamu harusnya bahagia."

Aiden

hanya bisa menangis dalam diam menatap wajah Catherine.

"Untuk

sekarang biarkan aku yang menjagamu, membahagiakanmu. Mulai kali ini ijinkan

aku untuk selalu di sisi kamu. Aku ingin membalas cintamu. Aku ingin menjadi

orang yang bisa membuatmu bahagia."

"Cepatlah

buka matamu. Aku menunggu mu di sini." Aiden mencium mening Catherine.

Harry

datang ke rumah sakit dan melihat Aiden duduk terdiam di depan ruang Catherine.

"Bagaimana

keadaannya? Apa semuanya baik-baik saja?" tanya Harry yang mengambil duduk

di sisi Aiden.

"Kenapa

harus seperti ini. Kenapa bukan aku yang celaka. Kenapa dia harus melindungi

ku. Kenapa aku begitu tidak berguna," seru Aiden mengusap wajahnya dengan

gusar.

"Kamu

jangan menyalahkan diri kamu sendiri. Semua ini sudah takdirnya. Tidak ada yang

perlu di salahkan dalam hal ini."

"Bagaimana

bisa dia mencintaiku setulus ini.".

"Aku

tidak tau bagaimana perasaan cinta itu. Aku bahkan belum pernah mencintai

seseorang."

"Aiden...

Bagaimana dengan Catherine?"

Pertanyaan

itu membuat mereka berdua menoleh ke sumber suara dimana Evelyn berdiri.

"Setelah

mendapat kabar darimu, aku  langsung

datang ke sini. Bagaimana Catherine?" tanya Evelyn terlihat sangat

khawatir.

"Dia

masih belum sadarkan ini," ucap Aiden.

Harry

terlihat wajahnya memerah hingga telinganya saat melihat kehadiran Evelyn di

sana. Ia merasa hatinya berdebar cepat dan rasanya ingin meloncat keluar.

"Ba-bagaimana

ceritanya kok Catherine bisa sampai terluka parah? Huh, pria berengsek itu

benar-benar ingin aku bejek-bejek sampai jadi perkedel Robert!" seru

Evelyn berapi-api.

Melihat

tingkah Evelyn yang terlihat polos dan lucu itu membuat Harry sangat gemas.

Rasanya ia ingin segera berkencan dengan Evelyn.

"Ini

semua karena aku," seru Aiden.

"Apa

maksud kamu?" tanya Evelyn mengernyitkan dahinya.

Aiden

pun menceritakan apa yang terjadi.

"Kalau

saat itu Catherine tidak melindungiku. Mungkin dia tidak akan terbaring didalam

sana," ucapnya.

"Jangan

menyalahkan dirimu sendiri," seru Harry.

"Benar.

Kamu tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri." Harry merasa sangat bahagia

saat Evelyn menyetujui kata-katanya.

"Ya,

kalian benar," gumam Aiden.

Mereka

bertiga terdiam dan termenung dengan pikiran masing-masing.

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!