Bagian dari The fate of marriage
Memiliki paras yang nyaris sempurna, ternyata tidak menjamin Ivannia menerima sembarang lelaki untuk mengisi hatinya. Ivannia mengalami trauma terhadap lelaki hingga membuatnya bersikap dingin terhadap semua pria. Dia menolak dan menjauh jika hal itu terjadi.
Sementara Gavin dibesarkan keluarga sederhana yang penuh kewaspadaan dan tidak mudah percaya pada orang lain kecuali Joevanka. Namun semenjak cintanya bertepuk sebelah tangan ia menjadi pria yang susah jatuh cinta. Namun semenjak dia mengenal Ivannia yang memiliki sifat jutek dan dingin membuat Gavin penasaran dan semakin jatuh ke dalam jurang cinta.
Di sisi lain seorang pria juga mengagumi Ivannia. Dia adalah seorang asisten yang bekerja di perusahaan Donisius. Lelaki itu adalah Halbret, dia humoris dan suka tersenyum kepada siapa saja. Ia berusaha untuk mendapatkan cinta dari Ivannia.
Bagaimanakah pertarungan cinta segitiga ini. Siapakah yang berhasil menahlukkan cinta Ivannia.
Ikuti kisah cinta mereka.
Whisper Of Love Season 2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani.hendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa bersyukur.
💌 Whisper of love season 2 💌
🍀 HAPPY READING 🍀
.
.
EMPAT JAM SEBELUMNYA.
Ivannia kembali mendapat telepon dari Demian.
"Bagaimana pak Demian?" tanya Ivannia dengan cepat.
"Saya sudah berada di ruangan dokter yang menanganinya ibu Veronica, nona." Sahut Demian.
"Tolong berikan handphonenya ya pak, saya ingin bicara."
"Baik nona Ivannia." Demian menurunkan handphonenya. "Dokter, nona Ivannia yang saya bicarakan tadi ingin bicara dengan anda." Kata Demian setengah berbisik dan menyerahkan handphonenya.
Dokter dengan rambut terurai indah itu, lengkap menggunakan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya tersenyum dan mengangguk. Ia menerima handphone itu.
"Selamat siang ibu Ivannia, ada yang bisa saya bantu?" Kata Elisabeth dari seberang.
"Selamat siang dokter. Perkenalkan nama saya adalah Ivannia Donisius. Saya orang yang akan bertanggung jawab atas biaya operasi ibu Veronica."
"Oh, iya ibu Ivannia. Saya adalah Dokter spesialis jantung yang menangani ibu Veronica." ucap dokter tersenyum ramah.
"Begini dokter, saya mau tahu apakah ibu Veronica bisa melakukan operasi hari ini?" Tanya Ivannia.
"Sejauh ini kami memeriksa kondisi fisik ibu Veronica, kapan saja bisa dilakukan operasi dan memang kita sudah meminta ke pihak keluarga agar secepatnya melakukan operasi." jawabnya dari seberang.
"Begitu ya, jadi hari ini bisa dokter melakukan operasinya?" Ivannia memperjelas ucapan dokter Elisabeth.
"Tentu bisa bu." sahut dokter dengan pasti.
Ivannia lalu bangun dari duduknya dan berdiri di depan dinding kaca yang menyajikan langsung pemandangan kota xx. Ia melemparkan tatapannya ke arah luar dan siap menghujani dokter spesialis jantung itu dengan beberapa pertanyaan.
"Bagaimana prosedurnya dokter, saya ingin anda menjelaskan dengan baik. Karena ini menyangkut nyawa seseorang." kata Ivannia dengan tegas karena ia tidak mengerti tentang dunia medis, apalagi mengenai jantung. " Dan bagaimana dengan kondisi ibu Veronica?" Lanjut Ivannia.
"Sejauh ini ibu Veronica sudah melakukan Tes stres sekaligus meliputi scan jantung dan MRI. Tes ini bertujuan untuk mengetahui masalah pada jantung. Sementara Angiografi koroner bertujuan untuk mengetahui area penyumbatan pada pembuluh darah. Maka dari itu kami sudah memutuskan dan membicarakan kepada keluarga pasien harus melakukan tindakan Operasi jantung CABG. Awalnya kami sudah sepakat untuk melakukan pemasangan ring jantung. Namun Sumbatan yang disebabkan oleh gumpalan yang akan menghambat suplai darah ke jantung membuat kondisi ibu Veronica semakin tidak memungkinkan. Jadi operasi CABG saat ini sangat tepat."
"Jadi pemasangan ring sama sekali tidak bisa dilakukan dokter?" timpal Ivannia.
"Seperti yang saya katakan tadi, ibu Veronica sampai sekarang belum sadar. Jadi lebih tepatnya kita melakukan operasi jantung CABG." jawab dokter Elisabeth menjelaskan dengan baik.
"Apa itu operasi CABG dokter?"
"Operasi jantung CABG atau Coronary artery Bypass grafting dilakukan pada pasien yang tidak dapat disembuhkan dengan pemasangan ring jantung atau jika arteri koroner yang tersumbat ada lebih dari satu. Operasi jantung CABG merupakan salah satu metode pengobatan jantung koroner yang cukup berat. Meskipun risiko operasi CABG dianggap tinggi, namun manfaatnya sangatlah banyak untuk pengobatan jantung koroner bu. Jangan cemas ibu Ivannia, pasien yang melakukan operasi jantung CABG dapat hidup beberapa tahun tanpa gejala penyakit jantung yang muncul. Sehingga memiliki kualitas hidup yang meningkat." jelas Dokter.
"Apakah ada resikonya atau efek sampingnya dokter? Karena ini menyangkut kehidupan seseorang dan saya sendiri sangat bertanggung jawab atas itu. Semua biaya operasi ibu Veronica saya bertanggung jawab. Saya takut jika ada resiko yang membahayakan pasien."
Dokter Elizabeth tersenyum sambil memainkan pulpen yang ada ditangannya. Ia mengerti bagaimana ketakutan keluarga menghadapi operasi jantung CABG.
"Risiko operasi jantung CABG pada umumnya cukup rendah. Akan tetapi, ini bergantung dengan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh sebelum operasi dilakukan. Tapi saya sudah mengenal pasien sudah lima tahun lamanya. Sepertinya tidak ada penyakit lain kecuali jantung dan terakhir kami sudah cek kesehatan secara menyeluruh. Jadi ibu Ivannia tidak perlu mengkhawatirkannya." Ucap dokter Elizabeth tersenyum lembut.
Ivannia mengangguk. "Kalau efek sampingnya setelah pasca operasi, bagaimana dokter?" Tanya Ivannia lagi.
"Sejauh saya menangani pasien yang berhasil melakukan operasi jantung CABG. Biasanya mereka akan mengalami seperti nyeri otot dan punggung, rasa lelah, kesulitan tidur, perubahan nafsu makan, serta pembengkakan pada area operasi saja ibu Ivannia. Efek samping tersebut biasanya berangsur menghilang setelah 4-6 minggu setelah operasi. Sebagian besar pasien bahkan sudah dapat melanjutkan kegiatannya seperti semula dengan baik" Jawab dokter Elisabeth.
Ivannia menganggukkan kepalanya tanda ia faham dengan penjelasan dokter itu.
"Baiklah dokter. Lakukan yang terbaik untuk ibu Veronica. Soal biaya tidak perlu takut. Saya akan melunasi sampai ibu Veronica benar-benar pulih dan kembali ke rumah. Lakukan perawatan yang terbaik sampai pasien benar-benar sembuh."
"Baik ibu Ivannia." Sejenak dokter Elizabeth terdiam. "Ehmmm... kalau bisa saya tahu, apakah ibu Ivannia keluarganya?" tanya Elisabeth dengan suara terendahnya.
"Saya teman dari Gavin dokter. Tolong rahasiakan nama saya. Jangan katakan bahwa saya yang membantu biaya operasi ibu Veronika. Saya tidak mau, menambah beban dan membuat mereka berhutang budi kepada saya. Dokter hanya melakukan operasi secepatnya. Saya akan tunggu kabar dari dokter. Biaya operasi ibu Veronica, tak perlu mengkhawatirkannya."
Alis Dokter Elizabeth melengkung. "Baiklah jika anda menginginkan nama anda dirahasiakan, saya akan melakukannya." ucap dokter.
"Terima kasih dokter, nanti pak Demian akan melakukan semua pembayaran di sana. Lakukan operasi secepatnya dokter."
"Sekitar dua jam lagi kami akan melakukan operasinya ibu Ivannia."
"Oke dokter, sekarang serahkan handphone itu kepada pak Demian."
Dokter Elizabeth menyerahkan handphone itu kepada Demian yang sedang duduk dihadapannya. Ia dengan cepat menghubungi bagian ruang bedah untuk melakukan operasi untuk satu jam kemudian.
⭐⭐⭐⭐
Dokter Elizabeth melangkah masuk ke dalam ruangan dimana Veronica dirawat.
Levin dan Leona yang tengah duduk santai sambil menikmati acara televisi. Mereka terperanjat ketika mengetahui dokter memasuki ruangan. Biasanya dokter Elisabeth melakukan visit pada pasien hanya di pagi hari saja.
"Selamat sore, "Ucap dokter tersenyum hangat.
"Selamat sore dokter." Jawab mereka dengan ekspresi kebingungan.
"Satu jam lagi kita akan melakukan operasi kepada ibu Veronica. Kami membutuhkan tanda tangan wali untuk menerima persetujuan atas operasi ini." Kata Elisabeth tersenyum sambil memeriksa keadaan Veronica.
"Apa dok?" Tanya mereka dengan wajah terkejut. Mereka saling menatap.
Levin langsung melangkah mendekat ke arah dokter Elizabeth.
"Apa Gavin mendapat biaya operasi untuk ibu kami dokter?" Tanyanya.
Dokter menepuk pundak Levin dengan cepat dan sedikit meremasnya sambil tersenyum.
"Biaya operasi sudah ada, kita hanya melakukan operasi secepatnya untuk menyelamatkan ibumu."
Leona dan Levin saling menatap bingung. Mereka hanya mengangguk dan penuh rasa syukur bahwa ibunya akan melakukan operasi. Mereka masih belum percaya dengan apa yang dikatakan Dokter Elizabeth.
Salah satu perawat memberikan dokumen untuk ditandatangani salah satu keluarga yang menyetujui operasi.
Levin adalah perwakilan keluarga. Ia menatap dokumen ini dengan tatapan haru. Ia mendatangi dokumen itu dengan tangan gemetar. Bahkan air matanya jatuh dan menetes di dokumen itu. Tentu tangisan kebahagiaan. Akhirnya Gavin bisa mendapatkan biaya untuk operasi ibu mereka.
Begitu tanda tangan terbubuhi dengan resmi, Levin langsung menyusul mendekati ibunya yang masih belum sadar. Mereka berdoa agar operasi ibunya berjalan dengan baik.
"Tim medis, sekarang bawa ibu Veronica. Kita akan melakukan operasi sekarang!" ucap Elisabeth.
Dua orang perawat mengangguk cepat dan dengan gesit mendorong ranjang rumah sakit untuk membawa ibu Veronica menuju ruang operasi. Levin dan Leona mengikuti ranjang itu dengan posisi memegang tangan ibunya dengan erat. Sesampai di depan ruang operasi. Leona pun melepaskan tangan ibunya. Ia memegang tangan Dokter Elizabeth dan meremas tangannya.
"Dokter, tolong selamatkan ibu." Ucap Leona dengan wajah memelas dan memohon. Matanya berkaca-kaca penuh harap.
Dokter mengangguk sambil tersenyum. "Tentu saja Leona, kami akan upayakan yang terbaik. Doakan saja supaya berjalan baik, iya? Semua kita serahkan kepada pemilik kehidupan." Ucap dokter itu sambil memberikan tepukan di bahu Leona.
Mereka pun membawa masuk tubuh Veronica dengan cepat. Sementara Leona dan Levin hanya bisa berdiri di luar dan melihat ibu mereka masuk ke dalam ruang operasi. Mereka saling memeluk, sambil mengeluarkan napas terbata-bata dari mulutnya. Mereka sangat berharap operasi ibunya dapat berjalan dengan baik. Leona ha ya berdiri disitu, memandang pintu sambil sesekali mengedip. Sementara Levin menghubungi Gavin. Namun tidak aktif sama sama sekali.
Operasi sudah berlangsung selama dua jam. Mereka masih menunggu di kursi tunggu, tepat di depan ruang operasi. Pikiran mereka kalut dengan rasa khawatir. Sampai sekarang handphone Gavin tidak bisa dihubungi. Mata mereka memandang kosong. Levin mondar-mandir lalu duduk lagi. Berharap seseorang datang keluar membawakan kabar. Menunggu dengan perasaan cemas. Levin tertunduk dengan siku yang memangku di atas paha. Berdoa dan terus berdoa agar operasi berjalan dengan baik.
"Kenapa ibu belum keluar dari sana kak?" Tanya Leona dengan mata berkaca-kaca. "Kak Gavin sampai sekarang tidak bisa dihubungi."
"Kita harus lebih bersabar Leona, kita serahkan semua ke tangan Tuhan agar operasi ibu bisa berjalan dengan baik." ucap Levin memenangkan Leona.
"Tapi aku takut kak." Mata Leona sudah memenuhi air bening yang mengumpul di kelopak matanya dan beberapa tetesan air matanya sudah jatuh kepangkuannya.
Levin Diam sejenak, ia menggenggam tangan adiknya dan menepuk-nepuk punggung tangan Leona dengan lembut. “Apa pun yang terjadi, semuanya kita serahkan kepada Tuhan. Ia tetap akan ada bersama kita. Kasih-Nya begitu indah buat kehidupan kita. Lihat, Ibu sekarang sudah operasi, kita akan kembali merasakan kehangatan ibu lagi. Kita harus berterima kasih kepada kak Gavin yang sudah mengusahakan operasi ibu. Jadi jangan menangis. ” kata Levin menarik tubuh Leona masuk ke dalam pelukannya.
Entah kenapa, perkataan ini menyentuh hati Leona. Ia mengangguk dan menangis dalam pelukan Levin. Ada satu kelegaan ketika ia mendengar ucapan itu. Mereka tidak perlu khawatir. Tuhan memang baik. Ia selalu membantu keluar dari badai sesulit apa pun yang mereka hadapi. Sudah sepatutnya mereka bersyukur dan berterima kasih.
BERSAMBUNG
.
.
💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌
💌 BERIKAN VOTEMU 💌
💌 BERIKAN BINTANGMU 💌
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu