Beruntungnya Aku Bersamamu
"Grizella Maheswari"
Aku akan bersamamu, aku akan melakukan yang terbaik, agar mipimu tidak berubah menjadi mimpi buruk lagi, aku berjanji akan selalu ada untukmu mengubah semuanya menjadi indah.
"Erkan Gibra Arsakha"
Kisah seorang gadis yang masih memiliki Trauma di masalalu dan seorang Pria yang akan mengubah semuanya, di sini lah dimana moment buruk itu di rubah menjadi moment yang indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon savetia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
"Boss!... Yelah dicariin juga ternyata di sini "
Erkan menghelanapas dia lupa ternyata waktu malam ke bandung di anter Sekretarisnya yang luar biasa ini.
"wah.. ternyata ada Nyonya Boss juga di sini, hallo Pak Alex " sapa Hardi pada Alex yang hanya di balas mengangkat tanganya
"sini Hardi ikut gabung kita sarapan bareng" ajak Zella dengan senyuman
"Asiiiaaappp!.. saya ambil makan dulu, emang Nyonya Boss mah paling baik, beda banget sama.. " ujar Hardi melirik Erkan yang kini sedang mentapnya tajam, tapi hal itu tidak di perdulikan Hardi dan melengos pergi begitu saja untuk mengambil makanan.
tidak lama kemudian Hardipun ikut bergabung dengan mereka
" berapa lama kamu di sini Zell " Tanya Erkan
"besok hari terakhir"
bukan Zella yang menjawab Melainkan Alex
"yang di tanya tuh cewe gue bukan lo"
Alex hanya mengangkat bahunya masa bodoh, Zella yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, karna sudah menyerah dengan mereka berdua.
"Oh.. iya Boss saya lupa mau kasih tau, tadi Bianca telpon saya kenapa telponnya tadi pagi gak di angkat-angkat, dia juga bilang Boss suruh cepet-cepet nemuin dia "
Treeenngggg!.....
semua mata yang duduk di meja itu langsung tertuju pada Zella yang membanting sedok dan garpunya ke piring sehingga menimbulkan bunyi, hal tersebut membuat mereka kaget dengan tindakan sepontan yang di lakukan oleh Zella
"Aku udah selesai" ujar Zella bangun dari duduknya dengan raut wajah yang kesal.
Shit! ..
Erkan yang menyadari itu bergegas pergi mengikuti Zella, pasti kekasihnya itu sudah salah paham, ia baru menyadarinya sekarang
"duh.. Nyonya Boss kayanya marah deh, saya salah ngomong yah Pak Alex?" tanya Hardi dengan polos
"Sepertinya " jawab Alex lalu melihat ke arah Zella yang kini sudah menghilang dari pandengannya seraya menghela nafas
sedangkan di sisi lain Zella terus berjalan dengan perasaan kesal, ternyata benar Erkan mau ketemuan sama tuh cewe yang tadi pagi telpon. siapa sih tuh orang sampe minta Erkan buat buru-buru nemenuin dia pikir Zella
"Zella!... Tunggu!"
Zella yang mendengar suara Erkan semakin mempercepat langkahnya, karna banyak orang juga yang melihat mereka karna Zella berjalan menuju Ballroom jadi banyak peserta seminar disana,
"Zella!.."
"Sayang!"
seketika langkah Zella langsung terhenti begitupun dengan orang-orang di sana yang kini menghentikan kegiatan mereka, semua mata langsung tertuju pada Zella ada juga yang kini berbisik melihatnya
"Mati gue!" batin Zella wajahnya sudah bersemu merah menahan malu, Zella langsung menutupi wajahnya dengan buku yang ia bawa, langsung pergi menghindari keramaian
Erkan yang melihat tingkah Zella tidak berhenti untuk tersenyum, gadisnya itu bener-benar menggemaskan, lalu Erkan mengikuti kembali kemana kekasihnya itu pergi.
Erkan terus berjalan namun kehilangan jejak Zella, entah kemana gadis itu karna pergi begitu cepat, Erkan memutuskan untuk berhenti lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Zella, namun saat Erkan akan menekan tombol pangilan sebuah tangan menariknya masuk kedalam toilet.
"Astaga! kamu aku cariin tadi kemana-mana ternyata ada di sini"
"Kebelet" jawabnya singkat
"Yakin?" tanya Erkan seraya memasukan lenganya pada saku celana dengan senyuman yang terus terukir di bibirnya " Jelas-jelas di depan ada tulisan kalo toilet ini sedang di perbaiki"
Zella mendekap lenganya di dada "Kamu kenapa ngikutin aku terus, puas bikin aku malu tadi?, akukan mau seminar" kesalnya
"kamu yang kenapa, aku pangil-pangil malah pergi terus, dan sekarang malah ngajak aku masuk ke sini" tanya balik Erkan melangkah mendekati Zella "Atau jangan-jagan kamu mau ngajakin aku..., lebih baik kita melakukanya di kamar lebih luas " goda Erkan mengedipkan matanya tersenyum jail
"Jangan gila kamu!" barang Zella "Er.. ka..ka..kamu mau apa" tanya Zella yang tiba-tiba Erkan menghempit tubuh Zella pada pinggiran wastafel, dengan reflek tangan Zella menahan dada Erkan yang semakin menghimpitnya
Erkan mendekatkan Wajahnya dengan tangan menahan tubunya di pinghiran wastafel mengurung tubuh Zella "kamu lucu kalo sedang cemburu" bisik Erkan di telinga Zella
seketika Zella membulatkan matanya "siapa yang cemburu jangan geer, aku gak cemburu, terserah kamu mau ketemu sama cewe manapun aku gak peduli " dengan reflek Zella langsung membekap mulutnya keceplosan " Duhh.. kenapa gue harus bahas cewe sih .. ketauan kan Bodoh banget lo Zella " batinnya
"See!... kamu sekarang mengakuinya kalo cemburu, aku tahu kamu mendengarkan aku telpon tadi pagi, dan tingkahmu sudah terlihat aneh sejak itu, apa lagi ketika Hardi mengatakan hal tadi, kamu langsung pergi " terang Erkan menatap Zella posisi mereka masih sama Erkan yang masih mengurung tubuh Zella
"Ya! aku Cemburu Puas!.. sekarang lepasin aku setengah jam lagi seminar mau di mulai"
"Ok.. kita punya waktu 30 menit untuk melakukan ini"
Erkan langsung mengangkat tubuh Zella mendudukanya di pingir wastafel langsung mendaratkan ciuman di bibir gadisnya, sedangkan Zella masih kaget apa yang Erkan lakukan dengan ragu Zella membalasnya semakin lama semakin menikamatinya dan kini sekarang lengan Zella sudah melingkar di leher Erkan
Mereka terus saling mennyecap satu sama lain bergantin saling ******* bibir atas dan bawah, "uughhh" lenguh Zella ketika Erkan mengigit bibir Zella agar terbuka untuk memperdalam ciumanya,
kini ciuman Erkan berpindah pada leher jenjang Zella membuat beberapa kissmark disana sedangkan Zella mencengkram rambut milik Erkan, kecupan demi kecupan Erkan di leher Zella lalu kembali mencium bibir Zella
"Astaga"!
akhirnya mereka menyudahi ciumannya dengan Zella yang lebih dulu melepaskan diri dan mengontrol kembali nafasnya karna merasa dirinya seperti sudah kehabisan oksigen
lama dengan pikiranya masing-masing mereka pun saling menatap dengan pipi Zella yang kini sudah bersemu merah langsung menyembunyikan wajahnya di dada Erkan dan mencengkram Blazer yang pria itu kenakan
"aku malu!..." bisik Zella pelan
Erkan tertawa memeluk tubuh Zella mengusap lembut pungung kekasihnya " pipimu memerah" goda Erkan langsung dapat cubitan di perutnya yang membuat dirinya kembali tertawa
"berhenti tertawa" Zella melepaskan pelukanya menatap sebal pada Erkan.
Erkan mengusap lembut pipi Zella lalu menyelipkan rambut di telinga gadianya itu " ini pertama kalinya kamu cemburu, aku suka itu"
"Dan untuk pertama kalinya kita melakukan itu, di sini.. di toilet pula...Astaga!" Zella memutar bola matanya
"Bukanya kamu tadi menolaknya, ketika aku mengajakmu ke kamar?" goda Erkan
"shut up!..."
Erkan terkekeh memundurkan tubuhnya ketika Zella turun dari wastafel "Oh... May... apa yang kamu lakukan Erkan! " Zella melihat dirinya di kaca, menyentuh bibirnya yang sedikit bengkak dan juga melihat lehernya yang begitu banyak kissmark di sana.
"kamu semakin cantik jika seperti itu"
"Berhentilah menggodaku, saat ini aku tidak punya banyak waktu, aku harus cepat balik ke kamar, aku harus menghilangkan bekas ini, dan juga sepertinya aku harus memakai masker " Zella bergegas keluar dari kamar mandi dan juga diikuti oleh Erkan
Beberapa lama kemudian Zella sudah menganti bajunya, sekarang ia memakai kemaja dan juga celana bahan, Zella juga sudah menutup tanda merah di lehernya dengan mengunakan Concealer, tidak lupa dia juga sekarang sudah memakai masker, karna bibirnya yang masih terlihat sedikit bengkak.
"Jadi beda bodoh itu! yang selalu menutupi bekas tanda yang aku buat?" protes Erkan dengan wajah yang kesal
sedangkan Zella tidak memperdulikan keluhan Kekasihnya itu, ia terus berjalan dengan cepat karna 5mnt lagi seminar akan di mulai, Dokter Padli dan Alex juga sedari tadi menghubunginya terus untuk segera masuk ke Ballroom
"Aku mau masuk, kenapa kamu masih ngikutin sih!... apa mau masuk juga ke dalem, bukanya kamu mau ketemuan sama Bianca-Bianca itu " sindir Zella
Kekehanpun terdengar dari Erkan, Kekasihnya ini ternyata masih cemburu, Erkan suka itu! ingin sekali dia mengerjainya
"Oh!.. iya kamu bener aku harus ketemu Bianca-Bianca itu, terimakasih sudah mengingatkan " jawab Erkan dan sedikit mengulang kata-kata Zella
Zella mendengus sebal membalikan tubuhnya hendak meninggalkan Erkan, tetapi pria itu langsung menahan Zella, membalikan tubuhnya langsung menangkup wajah Zella untuk menatapnya.
"dia hanya temanku! Cup..." Erkan mengecup pucuk kepala Zella "masuklah aku akan menjemputmu besok sore "
"hmmm.. whatever dan aku memang harus segera masuk sekarang, karna seminarnya sudah mulai.. baye!" Zella langsung meninggalkan Erkan begitu saja masuk ke dalam.
"Tuan"
senyuman di bibir Erkan langsung menghilang kembali menjadi dingin "bagaimana?.. kenapa Bianca ingin menemuiku bukankah kemarin aku sudah menyuruh kamu untuk menemuinya" tanya Erkan seraya berjalan dan dikuti Robbi dari belakang
"iya Tuan! tapi sepertinya Bianca mempunyai informasi terbaru hasil penyelidikan mereka di itali dulu, dia bilang ini ada kaitanya dengan Nona "
Erkan menghentikan langkahnya membalikan tubuh menaikan sebelah alisnya "Maksudmu Zella?... dia tidak mengatakan itu di telpon tadi pagi"
"mungkin itu sebabnya meminta untuk bertemu dengan anda"
Erkan tidak menlanjutkan pembicaraanya kembali berjalan keluar dari hotel, di sana sudah ada Hardi berdiri di samping mobil yang menunggunya lalu membukakan pintu belakang untuk Erkan, lalu di ikuti oleh Robbi yang duduk di samping kemudi dengan Hardi yang menyetir mobil tersebut meninggalkan kawasan hotel.
Jakarta 14:09 Wib
Arsakha Residence
"so... jadi apa yang mau kamu bicarakan?... "
"slow down... Winchester " jawab seorang wanita dengan rambut sebahu, penampilanya sedikit tomboi terlihat dari pakaiannya mengunakan Ripped Jeans berwarna hitam dan juga jaket kulit dengan warna yang sama.
"Robbi bilang hal ini berkaitan dengan kekasihku, apa maksudnya?" Tanya Erkan
"Iya bener ini berhubungan dengan itu, aku juga tidak tahu jika ini berkaitan dengan kekasihmu, jika bukan Robbi yang mengatakannya kemarin?"
Flashback On
Robbi berjalan memasuki Private Room, di dalam sana sudah ada seorang wanita yang menunggunya
"Dimana Winchester?" tanyanta ketika Robbi masuk hanya sendiri
"Tuan harus ke bandung menemui kekasihnya" jawab Robbi dengan nada dingin seraya duduk di depan wanita tadi
"akhirnya kita punya waktu berdua" ujar wanita itu dengan senang
"Bianca! " pangil Robbi dengan tatapan penuh peringatan di layangkan pada wanita di hadapanya
wanita bernama Bianca itu hanya menghela nafas lalau tersenyum pada pria di hadapanya, yang ternyata tidak pernah berubah sipatnya masih dingin seperti dulu ketika pria itu masih berkerja di tempat yang sama dengannya.
ternyata cintanya masih bertepuk sebelah tangan, pria di hadapanya tidak pernah sekalipun meliriknya.
"Ok!.. aku termasuk timeku dari itali sudah berkerja sama dengan kepolisian indonesia untuk menangkap Zack. tapi pemerintah itali tidak ingin Zack di hukum di sini, kami di printahkan untuk membawanya, kamu tahukan jika dia masih menjadi buronan di negara kita?
"Hmmm.. lalu?"
"aku meminta Winchester tuanmu itu untuk tidak ikut campur sementara waktu"
"Aku tidak bisa menjamin itu "
"Ck.. ayolah " decak bianca memohon karna ia tidak ingin jika Erkan juga ikut campurn nanti karna bisa saja pria itu membunuh Zack " kamu tau betul tentangnya setidaknya tahan dia untuk tidak membunuh Zack, aku juga sudah meminta kepolisian indonesia untuk menangkap Zack dalam keadaan hidup"
Bianca tahu betul siapa Erkan karna dulu ketika oprasi penangkapan Zack beberapa tahun lalu pria itu seperti kerasukan menembak mati semua anak buah Zack termasuk sang ketuanya Zack namun pria itu justru berhasil meloloskan diri. dan sekarang memulai kembali bisnis kotornya di indonesia tempat dimna Erkan di lahirkan.
"Akan ku usahakan" singkat Robbi
"kamu tahukan penyelidikan yang dulu kita jalani masih berlanjut sampai sekarang dan kita menemukan Fakta baru tentang apa saja kejahatan Zack bukan hanya sebagi mafia yang memproduksi narkotika dan pengelapan tetapi dia terlibat dalam konsfirasi kecelakan pesawat ITA Airlines di tahun 96 " ujar bianca menyerahkan sebuah dokumen pada Robbi
"tunggu dulu" apa maksudmu tentang ITA Airlines pesawat yang hancur itu? tanya Robbi langsung membuka dokumen yang di berikan Bianca
"kamu tahu tentang itu?, karna dulu kasus kecelakan tersebut langsung di tutup begitu saja, tapi kasus itu di buka kembali karna dari ke saksian penyidik sebelumnya ternyata mememukan beberapa ton narkotika di sisa puing-puing kapal"
"Kenapa penyidik itu baru mengungkapnya sekarang?"
"karna dulu mereka sempat di suap, untuk menutup kasus tersebut dengan cepat karna mereka takut jika fakta tersebut keluar ITA Airlines pasti akan hancur, jadi kasus tersebut hanya di nyatakan kecelakan pesawat biasa "
"iya ini adalah pesawatnya tidak salah lagi" ujar Robbi yang melihat dokumem tersebut
"jadi bener kamu mengetahuinya"
Robbi mengelengkan kepalanya " lebih tepatnya aku baru mengetahui tentang fakta ini, karna ibu dari kekasih Tuan adalah salah satu korbannya"
"Oh.. Tuhan ... aku tidak percaya ini, biar aku yang memberitahukanya pada Tuanmu itu"
Flashback Of
Erkan mengetatkan rahangnya menahan amarah dengan tangan yang mengepal, ia masih tidak percaya dengan fakta yang baru saja di dengarnya, bagaimana nanti ia memberitahukan pada kekasihnya tentang hal ini, tentang bagimana ibunya mengalami kecelakann yang nyatanya di sengaja.
"kasus ini tidak akan di beritakan bukan?" tanya Erkan
"untuk saat ini sepertinya tidak, jika kabar ini mencuat Zack pasti akan mengetahuinya, itu akan semakin sulit menemukanya, kami juga masih menyelidi beberapa pihak ITA Airlines yang terlibat, menapa narkotika itu bisa lolos begitu saja "
"yang penting kamu harus memastikan, berita itu tidak sampai pada publik"
Erkan tidak ingin jika Zella dan Papahnya mengetahui tentang fakta ini. karna ia juga tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi terutama pada kekasihnya yang bisa saja memicu kembali traumanya
"Wah.. ternyata benar kau banyak berubah sekarang, aku ikut senang melihatnya, aku jadi penasaran siapa gadis yang berhasil mengubah seorang Winchester"
"kau pasti akan mengetahuinya nanti!"
^^^*Sorry aku telat kasih Visual Robbi sama Hardi, di bawah ini aku udah kasih liat Visual mereka yah😍 *^^^
...Robbi Calvert...
...Bianca Collins...
...Hardi Prajha...
kreen ditunggu episod berikutnyaaaa...😍
g sabaaar nunggu kelanjutanyaaaaaa😀😀
bikin penasaran seru menegangkan...😀😀
4 like buatmu.
Semangat ya
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
yuk mampir di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" juga ya
Semangat