NovelToon NovelToon
DUNIA X KEKACAUAN

DUNIA X KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:582
Nilai: 5
Nama Author: YT FiksiChannel

Dien Moretz adalah sarjana pengangguran yang selalu gagal dalam wawancara kerja, karena memiliki kekurangan bibir sumbing yang menyebabkan komunikasinya tidak lancar dan dianggap sebuah beban. Suatu hari saat sedang mencari pekerjaan, tiba-tiba ada monster yang muncul dan memangsa orang-orang. Dien yang selamat akhirnya menyadari bahwa ada dunia lain, dunia yang berbeda dari yang dia jalankan selama ini. Dien yang tertarik dan tidak mendapatkan pekerjaan akhirnya memilih menjadi bagian dari dunia tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YT FiksiChannel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat Bulan Kemudian

Dien pulang larut malam. Dien melihat ibunya yang menunggu di ambang pintu dengan memeluk diri sendiri karena kedinginan diterpa angin malam.

“Aku pulang, bu.” Ucap Dien tersenyum hangat, mencium punggung tangan ibunya sebagai bentuk penghormatan, lalu menyerahkan sekantong plastik buah-buahan yang dibelinya di pasar. 

“Selamat pulang nak. Kenapa kamu pulang larut malam, apakah ada pekerjaan berat di kantor dan membuatmu harus lembur?” Ibu menyambut Dien dan bertanya dengan khawatir. 

Dien tersenyum dan mendorong motor bututnya masuk garasi.

“Ya biasalah bu. Akhir-akhir ini terlalu banyak orang aneh yang membuat onar dan kekacauan, membuat pekerjaan kami semakin banyak saja.” Balas Dien dengan lemas dan tampak begitu lelah sembari melepas sepatunya. 

“Begitu ya? Apakah kamu betah?” Tanya ibu penuh perhatian. 

Ibu hanya mengetahui pekerjaan Dien sebagai administrator di kantor kepolisian. Tentu saja Dien tidak memberitahu pekerjaan yang sebenarnya, karena itu melanggar aturan pasukan malam. 

“Ya begitulah bu. Aku masih perlu beradaptasi.” Balas Dien tersenyum, lalu masuk ke dalam rumah. 

Ibu mengerti dengan kelelahan Dien, karena dia tahu jelas Dien sangat membenci polisi. Ibu tahu bagaimana perasaan seseorang yang membenci polisi, namun harus bekerja sebagai staff administrasi di kepolisian. 

Itu pasti berat. 

“Tidak apa-apa nak, nanti juga terbiasa. Yang harus kamu tahu, polisi tidak semuanya buruk kok. Kamu jangan sampai menjadi oknum hanya karena bekerja sebagai polisi, kamu harus tetap menjadi polisi yang berdedikasi dan mengayomi masyarakat.” Ucap ibu memberi nasehat. 

Dien mengangguk, lalu melirik ayah yang menonton berita di televisi. 

Terlihat TV atau acara berita sedang memberitakan beberapa warga menghilang setiap hari, banyak kemunculan monster secara live di beberapa platform media sosial, dan banyak orang aneh yang mengaku-ngaku sebagai Tuhan, utusan Tuhan, orang sakti, dan lain sebagainya. 

Pembawa berita menyebutkan, bahwa kemunculan monster secara live hanyalah AI yang super canggih dan realistis. Pembawa berita juga memberitakan beberapa hoax yang disebarkan oleh sekelompok orang yang mengaku-ngaku sebagai penyihir, cultivator, ahli spiritual, dewa, utusan Tuhan, bahkan mengaku sebagai Tuhan itu sendiri.

Pembawa berita atau mungkin pihak media/channel TV tampaknya sedang menggiring opini masyarakat agar tidak mempercayai adanya monster, para cultivator, manusia berkekuatan super, Tuhan yang turun, atau bahkan rumor kiamat yang akan terjadi dalam waktu dekat. 

“AI lagi? Teknologi di zaman ini semakin canggih saja, bahkan AI terlihat sangat realistis seakan-akan itu kebenaran. Jika tidak ada berita ini, aku mungkin akan mempercayainya seumur hidupku.” Respon ayah menonton berita dengan penuh minat. 

Dien yang ikut menonton hanya tersenyum pahit dan menggeleng kepala tanpa daya.

"Dan mungkin ayah sudah menjadi pengikut dewa penyembuhan Gebi." Celetuk Dien tersenyum. 

Dewa penyembuhan Gebi adalah praktisi spiritual liar yang mengaku sebagai dewa penyembuhan, dan sedang diberitakan oleh stasiun TV dengan judul "Dewa Penyembuhan."

Ayah menoleh kebelakang dan berkata dengan kesal. "Kamu ini bisa saja. Ayah bukan orang bodoh yang percaya dengan dewa abal-abal begituan."

Dien hanya tersenyum kecil. 

“Nanti saja nonton TVnya, mandi dulu dan makan. Ibu masak semur ayam kesukaanmu loh. Cepatlah mandi sana!” Tegur Ibu karena Dien malah menonton berita TV. 

“Aku tidak mau mandi bu. Dingin!” Dien melempar senyum hangat, lalu melangkah menuju ruang makan. 

Ibu ingin menegur Dien karena menuju ruang makan dan tidak mandi, namun tidak jadi dan hanya bisa tersenyum pengertian. 

“Helena dan Leon mana bu?” Tanya Dien sembari mencedok nasi, lauk pauk, dan mulai menyantap makan malamnya. 

“Nak kau lupa? Leon sedang berkemah dan Helena sibuk mengerjakan tugas kuliah berkelompok.” Ibu tersenyum, meletakkan segelas susu di meja makan. 

Dien mengingatnya. Dua hari lalu Leon pamit untuk mengikuti perkemahan sekolah, dan pagi tadi Helena pamit untuk melakukan penelitian dan kerja kelompok perkuliahan.

“Benar juga. Aku sepertinya sudah menjadi pelupa.” Dien tersenyum pahit. 

“Haha. Kamu ini masa sudah menjadi pelupa padahal masih muda.” Ibu tertawa kecil menanggapi.

Empat bulan kemudian. 

Hari-hari Dien diisi dengan pulang-pergi dari rumah dan kantor kepolisian. Selama empat bulan Dien tidak mendapatkan tugas yang terlalu berat dari kapten. Jika ada tugas yang berat, itu pasti dikerjakan oleh pasukan malam yang lebih berpengalaman. 

Selama empat bulan, berita tentang kemunculan monster semakin gencar diberitakan berbagai platform media sosial. Akibatnya, divisi komunikasi dan informasi pasukan malam harus bekerja lebih ekstra untuk menutupi berita-berita tentang kemunculan monster tersebut. 

Dien menemui kapten Medi di ruang kantornya. 

“Dien kau sudah menguasai esensi ramuan spiritual dasar?” Tanya kapten. 

Dien berbinar mendengarnya. Dien sudah menunggu kesempatan untuk maju menjadi praktisi lima elemen. Dan kesempatan itu akhirnya datang hari ini. 

“Aku sudah memahaminya tiga bulan lalu.” Ucap Dien bersemangat. 

Kapten tersenyum senang, dan memperbaiki posisi duduknya. 

“Bagus sekali! Kenapa kau tidak mengatakannya lebih awal?" 

"Lupakan saja!"

“Besok ikutlah divisi pemburu monster memasuki dunia monster dan mencari bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat ramuan lima elemen milikmu. Apakah kamu bisa?” Tanya kapten Medi dengan tatapan serius. 

“Aku bisa, kapten!” Dien menganggukkan kepala.

“Oke. Kalau begitu kau bisa pergi dan besok datanglah jam 9 pagi.” Kapten Medi senang dan mengusir Dien. 

“Dunia monster ya?” Batin Dien mengingat-ingat. 

Dien mulai mengingat tentang dunia monster yang dia baca di buku panduan. Dimana dunia monster dikatakan lebih luas empat kali lipat dibandingkan dunia manusia, banyak praktisi spiritual percaya monster yang sering muncul di dunia manusia berasal dari dunia monster, praktisi spiritual hanya mampu menjelajahi 6 persen dari keseluruhan dunia monster, dan rumornya banyak monster kuat yang bersembunyi di dunia monster. 

Dalam sejarah, umat manusia telah mengirim banyak praktisi spiritual tingkat orang suci untuk menjelajahi dunia monster, namun mereka semua tidak pernah kembali ketika melangkah masuk dunia monster lebih jauh lagi. 

Umat manusia hanya bisa membangun markas di wilayah luar pulau, dan tidak berani masuk ke wilayah yang belum dijelajahi, apalagi pindah pulau, karena untuk menduduki wilayah luar satu pulau dunia monster, umat manusia harus kehilangan 1000 praktisi spiritual tingkat jiwa baru lahir dan 3 praktisi spiritual tingkat dewa.

Sejauh ini umat manusia hanya mampu menduduki 170 pulau dunia monster yang berdekatan, itupun hanya wilayah luar pulau saja. Rinciannya, 133 pulau diduduki sebuah negara, 20 pulau diduduki sekte-sekte tersembunyi, dan 17 sisanya diduduki organisasi resmi. Tentu saja pulau yang diduduki organisasi jahat tidak termasuk hitungan. 

“Aku sangat menantikannya.” Dien tampak bersemangat. 

“Dien kamu bisa pergi!” Kapten berkata tegas mengusir Dien yang belum juga pergi dan tidak mendengarnya beberapa kali. 

Dien tersadar dan tersenyum canggung. 

“Maaf!”

“Aku permisi kapten!” Dien meminta maaf dan melangkah pergi dalam pengawasan tatapan tajam kapten Medi. 

Bersambung. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!