NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:763
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. saling mengakui perasaaan cinta.

yang masih kecil tolong di skip ya hihi ;)

Brum… cittt…

Arka menghentikan mobilnya di pinggir jalan tol yang sepi — malam sudah larut dan gerimis membuat aspal basah serta licin.

"Aku berjanji setelah ini takkan melibatkan mu lagi dalam bahaya apapun. Maafkan aku," Ujar Arka lembut. Nayyara menggigit bibirnya. Bayangan pemandangan liar di klub malam tadi, serta kenangan saat bibir Arka menyentuhnya, membuat dadanya berdesir hebat dan tubuhnya terasa panas. Dia sadar itu salah~ mereka belum sah, tak boleh melewati batas. Namun sulit sekali menahan diri. "Kamu boleh marah padaku, aku takkan menghalangi… tapi sebaiknya kita pulang cepat, ini sudah malam banget" Ujar Arka lalu kembali menyalakan mesin.

"Mas Arka— aku~" Arka tertegun. Nayyara tiba‑tiba mengusap bibirnya yang lecet, lalu memejamkan mata seolah menunggu sesuatu. Sejak tadi Arka sudah berjuang keras menahan gejolak.

Arka baru akan lega setelah sampai apartemen dan dia bisa mandi air dingin dengan puas menenangkan gejolak tubuhnya."Terima kasih mas… kamu selalu menyelamatkanku berkali‑kali," Bisik Nayyara tulus.

Bukan hanya malam ini saja dia diselamatkan Arka. Jika memutar waktu  karena jasa Arka melindunginya dari kejaran vampir, Nayyara masih baik-baik saja. "Kalau nggak ada kamu, mungkin aku takkan selamat sampai sekarang… terima kasih," Lirih Nayyara sambil memeluk erat Arka. Air matanya menetes karena rasa cinta yang besar.

"Terima kasih juga sayang,… karena mau menjadi pacarku" Bisik Arka balik, mengusap wajah gadis itu lembut. Dia menatap lekat, dalam hati berharap besok dia bisa menikahi Nayyara 

"Bibirmu luka lagi ya mas?" Tanya Nayyara pelan. "Hanya sedikit lecet, nggak apa-apa Sudah biasa begini kok," Jawab Arka santai sambil tersenyum, lalu mencium tangan Nayyara yang sedang mengusap bibirnya.

Seketika itu juga interaksi mereka berubah menjadi ciuman lembut dan hangat, tanpa ada paksaan sedikit pun. Berbeda dari sebelumnya tapi malam ini, keduanya tak sanggup lagi menahan rasa yang sejak kemarin sekuat tenaga mereka tahan.

"Aku mencintaimu, Nay…" Bisik Arka, melengkapi kalimatnya sendiri. Dia mencium makin dalam, tangan Nayyara melingkar di lehernya dengan sukarela, sementara tangan Arka meraba pinggang ramping gadis itu. Ciuman mereka makin panas, basah, dan penuh hasrat terpendam. Arka melepaskan bibirnya saat Nayyara mulai kehabisan nafas dan menyentak pelan dadanya.

"Mas, tapi ini salah," Gumam Nayyara pelan mulai gugup. Arka masih memeluk erat gadis itu, menggeleng pelan seakan tak rela menyudahinya, dia takut waktu akan terus berjalan cepat, waktu hidupnya tak lama lagi< apa bisa dia bersama Nayyara selamanya.

"Mas.... ayo kita lakukan saja" Arka menatapnya ragu. "Aku gak mau kehilangan kamu, kalo kata pak Denis itu benar, terus gimana?" Air mata gadis itu jatuh lagi, Arka menciumi wajahnya yang sembab, merapikan jaket yang Nayyara pakai, hingga bisa menutupi bagian depan gaunnya yang tadi sedikit koyak.

"Aku nggak bisa melakukannya karena mencintaimu, Nay, kita belum menikah, hidup atau mati itu takdir jangan takut hal seperti itu" 

"Mas....." Jaksa muda itu menggeleng lagi, hatinya sakit, saat Nayyara terisak di pelukannya.

"Tapi aku takut kehilangan kamu mas" Arka terkekeh mencium bibir itu lagi. "Kalo gitu, gimana kalo kita menikah besok?" Nayyara mengangguk tanpa berpikir panjang.

"Iyaaa....aku mau" Nayyara memeluk makin erat pria itu, dia tak bisa menahan tangis juga sambil memeluknya, karena tubuh besar tegap Arka bergetar, dan enggan melepas pelukannya.

"Makasih Nay, aku gak pernah mencintai gadis manapun sebesar ini, padahal kita belum terlalu lama kenal, tapi kamu seperti dekat di hatiku" Kekeh Arka, wajah Nayyara merona, lalu dia mencium bibir pria itu lagi dan mendapat balasan juga dari Arka.

"Aku juga mas, aku gak pernah pacaran dan jatuh cinta seperti ini" Gadis itu mengangguk pelan, berpindah duduk di atas paha Arka dan dia segera menggeser kursi joknya kebelakang agar ruang mereka lebih luas.

Mereka melanjutkan ciuman dengan penuh perasaan dan gairah yang makin meluap, saling membelai tubuh masing masing, yang sebenarnya tanpa Mereka sadari interaksi itu telah menjadi candu. Arka mengeram, jika saja dia tak mencintai gadis ini, dia akan lebih memilih nafsunya, tangannya akan langsung melucuti gaun gadis itu di dalam mobil ini.

*

*

Sampai di apartemen Arka masih mewanti-wanti dirinya jika dia tak boleh melewati batas, gadis ini tak boleh dia jamah sebelum jadi miliknya. Nayyara berstatus hanya pacar, jadi dia tak boleh egois. "Mas apa kamu tadi menahan--- ya ampun apa sungguh sakit?" Wajah Arka memerah, saat baru menutup pintu depan apartemen, sepanjang perjalanan pulang tadi dia sungguh tersiksa.

Apalagi tadi Nayyara beberapa kali menyenggolnya yang sudah bangun, sungguh menyiksa, Arka tak boleh kalap, padahal sejak tadi kepalanya pening karena menahan diri terus.

"Aku nggak tahu rasanya sesakit apa, tapi aku bisa membantumu mas" Nayyara meringis dengan senyum iba. "Hah??? Bantu apa Nay? --- yak Nay... ssh~ jangan!!" Arka panik, namun gadis itu malah tersenyum meremas keras keperkàsaannya, Arka sampai jatuh duduk di sofa ruang tamu ini, merelakan tangan Nayyara terus bermain 

"Jangan menyiksaku... astaga agh----" Arka menggeleng panik dengan tubuh lemas

"Nggak kok, aku akan membantumu agar dia mau tidur lagi....sepertinya nggak apa-apa cuma begini mas" Arka melongo kaget, dia cukup terkejut pacarnya ini kenapa tiba tiba bisa berubah liàr, dan langsung membuka resleting celananya, mengeluarkan bendà yang bangun sempurna.

Suara geraman frustasi pria itu terdengar dan dia hanya bisa balas meremas rambut kusut Nayyara dengan sekuat tenaga.

"Ah sayang, ah aku tak tahan lagi---" Arka berujar serak, dia duduk di sofa dengan pasrah sembari mendesah keras, dia meremas rambut gadis itu, yang tengah bekerja di bagian bawàh tubuhnya.

Perlakuan Nayyara itu membuat Arka mendesah tak karuan, dia memejam mendongak, menikmati servis pacarnya, tangannya ikut meremas gundukan gadis itu dengan keras, sebagai pelampiasan.

"Ahhh Nay..." Arka memekik lalu terengah setelah meledak tak karuan, rasanya puas sekali, meskipun hanya lewat tangan.

"Terima kasih--- argh enak Nay, aku akan membuat kamu puas juga" Nayyara mengejapkan matanya bingung, Arka segera merebahkan Nayyara di kursi sofa, mencium bibir gadis itu, tangannya memainkan juga tubuh bagian atas Nayyara. 

"Mass ahh" Nayyara sedikit panik saat Arka menarik kancingnya lepas dan meraup ganas.

"Mau ngapain kamu? ahhh mas ouh jangan!" 

Arka meraba pangkal gadis itu tersenyum senang, karena sudah basah kuyup, Nayyara mendesah lirih, mengangkat pinggulnya hingga maksimal, dia merintih tak karuan sambil meremas kursi sofa.

"Jangan di tahan sayang aku akan membantumu agar puas...." Bisik Arka parau dengan mulut yang bekerja tekun.

Mereka saling memeluk setelah semua selesai, tubuh rasanya lelah, namun terasa puas di hati masing masing, soal sisa umur Arka dan soal status mereka, merupakan ganjalan besar yang membuat isi kepala mereka menjadi pusing, apa mereka harus melakukannya tanpa peduli batasan apapun.

Arka mencium dahi gadis itu lembut yang masih dalam rengkuhannya, Nayyara sepertinya sudah mengantuk sekali, dia memejamkan mata tak terlalu peduli pada penampilannya yang masih memakai gaun minim yang di beberapa bagian sudah koyak daripada rapi. "Pindah ke kamar sayang, jangan tidur di sini" Arka menaikkan kaki gadis itu di lengan kirinya yang kekar lalu membawa Nayyara dalam gendongannya

"Euh mhh" Nayyara cuma bergumam sebentar sebelum mereka sampai di kamar, dia tak kuasa membuka mata saking ngantuk nya.

1
Ananda Boy
next kak 😍
Vedyta: siap kak😍
total 1 replies
Ananda Boy
ketahuan istri kan 😭🤣
Ananda Boy
weess wes 😭😭
Ananda Boy
lhoo ternyata 🤭😄
Ananda Boy
ketinggalan 🤭
Ananda Boy
knp next
Ananda Boy
ini Henry yg tmen nya Dimas ka?
Vedyta: iya bener ka
total 1 replies
Ananda Boy
lanjut ka 😍
Ananda Boy
keren 👍
Ananda Boy
next kak
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰 buku ini bagus banget genre ini aku sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!