NovelToon NovelToon
Istri Bisu Sang Duke

Istri Bisu Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: farchahcha

“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

“Apa yang terjadi?” suara Lucien membuyarkan lamunan Elowen. 

Buru-buru Elowen menulis di catatannya.

“Hanya kecelakaan kecil,” tulis Elowen. 

Lucien mengedipkan matanya dua kali, lalu memperhatikan Elowen dengan tatapan dalam. Kecelakaan kecil apa yang bisa merenggut suara seseorang? Batin Lucien. 

Pria itu membuka bibirnya, tapi belum sempat ia bersuara. Cassian sudah muncul di samping Elowen. Mata elang sang duke mengarah kepadanya tajam. Tidak ramah sama sekali. 

“Apa yang sedang kalian bicarakan?” tanya Cassian melihat ke arah Lucien dan Elowen bergantian. Nadanya rendah dan dalam. 

Elowen menggigit bagian dalam pipinya. Rasa tembaga memenuhi bibirnya, ada ketakutan yang muncul dalam diri Elowen.

Aura intimidasi Cassian tiba-tiba Elowen rasakan. Apalagi saat Cassian menatap ke arah Lucien. 

“Hanya membahas soal teman lama, Your Grace.” Lucien menjawab pertanyaan Cassian sambil melihat singkat pada Elowen. 

“Teman lama?” ulang Cassian, namun sekarang dia menghadap ke arah Elowen. 

Elowen melipat bibirnya. 

“Jelaskan padaku,” ujar Cassian pada Elowen. 

Tidak ada yang bisa menyembunyikan sesuatu dari Duke. Jadi, sia-sia saja terus diam. Elowen menulis di catatannya. 

“Kami pernah berteman saat kecil.” Tulis Elowen singkat di buku catatannya.

Cassian terdiam lama setelah membaca catatan Elowen. Lucien dan Elowen pernah berteman saat kecil. Apa ini alasan kenapa Marquess Lucien selalu terlihat menatap Elowen? 

Cassian mengetatkan rahangnya. Ada sesuatu yang mendidih di dalam. 

“Kalian pernah berteman saat kecil…?” ulang Cassian menegakkan tubuhnya. 

Matanya menggelap, tajam. “Tapi tetap saja tidak pantas mengajak istriku berbincang hanya berdua, Marquess Lucien.” Cassian menghentikan kalimatnya. 

Tangannya menarik pinggang Elowen. Tubuh mereka merapat dalam sekejap. 

Napas Elowen seolah terhenti saat tangan Duke mencengkeram erat pinggangnya. 

“Kecuali kau ada maksud lain pada istriku,” sindiran tajam meluncur dari bibir Cassian. 

Meski apa yang dikatakan oleh Cassian adalah benar adanya. Lucien menyukai… bukan. Lebih tepatnya dia mencintai Elowen sejak kecil.

Lucien menarik napas panjang, rahangnya mengetat kencang. Dia ingin melawan dengan mengatakan 'iya' . Tapi, mencari masalah dengan sang duke bukanlah jalan terbaik yang bisa dihadapi.  

Detik berikutnya pria itu memaksakan senyum di bibirnya. Mencoba bersikap ramah. “Tidak ada maksud lain, Duke Cassian Clyvedon. Jangan khawatir, anda masih memiliki istri anda.”

Suasana yang awalnya tegang dan panas perlahan berubah. 

Raut tegas antara keduanya mengendur. Cassian mengangguk, pelukannya melonggar dari pinggang Elowen. Tidak terlalu kencang seperti tadi dan Elowen bisa kembali bernapas lebih lega.

Setelah itu, mereka berpamitan.

Cassian meminta Elowen masuk lebih dulu ke dalam kereta kuda. Sementara Cassian berpamitan dengan Lucien secara pribadi.  

“Terima kasih jamuannya selama ini, Marquess Lucien.” 

Cassian menjabat tangan Lucien. 

“Sudah kewajiban saya, Your Grace,” balas Lucien. 

Namun, ketika Cassian berbalik ke arah kereta kuda. Lucien menahannya. “Apa anda tahu kalau istri Anda dulu pernah bisa bicara?” ucap Lucien yang memancing perhatian Cassian. 

Kening Cassian berkerut dalam. “Jadi maksudmu… Dia tidak bisu sejak lahir?” ujar Cassian penasaran. 

Lucien tersenyum menyeringai. “Anda tidak tahu masa lalu istri Anda? Jadi, ini bukan soal cinta ya?” 

Cassian merasa terjebak. Lucien sengaja memancingnya. 

Semua orang membicarakan soal Duke Clyvedon menikahi istrinya karena cinta yang amat besar. Rumor yang tentu saja tidak sepenuhnya salah dan tidak juga benar. 

“Selamat tinggal, Marquess Lucien.”

Cassian meninggalkan Lucien dan masuk ke dalam kereta. Kusir menggebuk kuda dan kereta mulai berjalan menjauhi kastil Ravenhearst. 

Lucien melihat kereta kuda Cassian dan Elowen dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.

Di dalam kereta kuda Elowen membulatkan matanya, menatap ke arah Cassian yang sejak tadi hanya diam. Seolah wanita itu sedang bertanya pada suaminya, soal apa yang sedang ia dan Lucien bicarakan. 

“Kenapa?” ucap Cassian tiba-tiba menoleh ke arah Elowen. Dia ingin berpura-pura tidak melihat. Tapi wajah innocent Elowen membuatnya tak bisa menahan diri. 

Elowen menjawab dengan tulisannya. “Apa yang kenapa?”

“Kenapa kau tidak bilang kalau kau tidak bisu sejak lahir?” nada suara Cassian penuh penekanan. 

Elowen membeku dalam beberapa detik. Kemudian menggerakkan tangannya di atas catatan. 

“Apa aku harus mengatakannya?” balasnya bertanya. 

Belum sempat Cassian menyahut, roda kereta tanpa sengaja menabrak batu. Membuatnya oleng ke samping. 

Cassian reflek mengangkat tangannya menempel ke kereta, melindungi tubuh Elowen agar tidak menabrak dindingnya. 

Dug!

Kepala Elowen menabrak dada Cassian. Dengan jarak yang begitu dekat keduanya saling bertatap muka. 

Cassian menatapnya dalam. Suara napasnya terasa hangat menerpa wajah Elowen. 

Melihat istrinya sedekat ini membuat hatinya bergetar. Lalu, tanpa sadar kepala Cassian condong ke depan. Mengikis jarak antara dirinya dan Elowen. 

“Aku ingin kamu mengatakan semuanya tentang dirimu mulai sekarang,” bisik Cassian pada Elowen. 

Hembusan napas Cassian yang hangat mengalirkan sesuatu yang menyengat di dada Elowen. Lalu, sedetik kemudian tanpa aba-aba bibir kenyal Cassian menyentuh bibirnya. 

Pria itu mencium lembut Elowen seperti sedang menuntut sesuatu dari wanita itu. Ciuman itu perlahan semakin menuntut dan kasar. 

Elowen sampai memukul bahu Cassian untuk menyuruhnya menjauh. Namun, pria itu bukannya melepaskan Elowen, tapi semakin merapatkan tubuh Elowen. 

Cassian tidak bisa mengontrol dirinya. Dia seolah sedang melampiaskan kekesalannya pada Elowen. 

Dia kesal karena sesuatu miliknya diinginkan oleh orang lain. Cassian tidak bodoh untuk menangkap perasaan Lucien pada Elowen. 

Karena itulah Cassian begitu marah ketika Lucien lebih tahu banyak tentang Elowen.

Elowen kembali meneteskan air matanya. Cassian lagi-lagi menyakiti Elowen dengan bersikap seenaknya. 

Rasa asin merembes di bibirnya, Cassian mulai tersadar. Astaga! Dia menyakiti wanita ini lagi dan lagi. 

Cassian langsung melepaskan ciumannya. Wajahnya memucat penuh penyesalan. “Elowen… Maafkan aku,” ujarnya dengan suara bergetar. 

Elowen mendorong kasar tubuh besar Cassian sampai pria itu menabrak dinding kereta kuda. Mengalihkan wajahnya dari pria itu. Air mata Elowen mengalir deras tanpa henti. 

Dia merasa direndahkan, dinodai oleh Cassian. Trauma malam pertama itu masih membuatnya takut. Tapi Cassian seolah tidak peduli.

Sementara tanpa Elowen tahu, Cassian menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa mengontrol dirinya dari kemarahan. 

Tangannya terangkat ingin menyentuh Elowen. 

Tapi seketika Elowen berbalik menatapnya dengan tajam, lalu mengangkat catatannya. 

“Jangan Sentuh Aku!”

Tulisan itu jelas memberikan peringatan keras bagi Cassian.

Cassian membuka bibirnya tapi tidak ada kata-kata yang keluar. Bahunya turun. Tatapan Elowen yang tajam jelas menusuk dirinya lebih dalam. 

Astaga, apa yang Cassian lakukan? Dia menyakiti seorang wanita lagi. 

***

1
jaka purnomo agung
Penulisan nya sangat rapi, tanda baca juga pas sehingga saya lebih mudah memahami cerita...
you're amazing writer
Emi Sudiarni
lanjut kak
Emi Sudiarni
benar2 nenek lampir putri lydia
Emi Sudiarni
apa lucien suka elowen
Emi Sudiarni
menarik diawal cerita
farchahcha: Enjoy reading best 🦋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!