Gadis bernama Arora Meier Kim meninggalkan rumahnya di Eropa menuju Korea Selatan untuk mencari petunjuk dari mimpi misteriusnya.
Bermimpi bahwa ada seseorang yang akan memberikan jawaban dari apa yang ia miliki yaitu kekuatan yang luar biasa dari tangannya. Ketika saat itu diketahui bahwa dirinya memiliki kekuatan sejak umur 9 tahun.
Namun Arora harus melewati jalan sebagai idol di Korea Selatan.
Dan akhirnya Arora dapat debut menjadi grup girlband K-Pop bernama Idol Friend's bersama orang-orang yang ada dalam mimpinya itu. Adalah Ji Ah, Yun Hea dan Mi-Sun.
Namun apa hubungannya mimpi itu dengan para member Idol Friend's?
Bertahun-tahun lamanya ia menyembunyikan rahasia tersebut dari para member dan akhirnya terbongkar setelah ia bertemu dengan Dewa yang bernama Arfeus.
"Kamu adalah manusia yang terinkernasi dari Dewi Pemandu Roh yang saat itu terlahir kembali di Demos Oneiroir. Dewi itu bernama Moora yang merupakan ibu dari anak-anakku."
Apakah yang terjadi pada Arora dan yang lainnya? Apakah Idol Friend's akan tetap bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aniedaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 | Perancis - Misterius (1/4)
Rilis 08/06/2020
Revisi 11/10/2020
Setelah dua setengah hari kami berada di Belanda. Kami pun berangkat ke Prancis menggunakan transportasi kereta api.
Meski butuh waktu lebih lama untuk tiba, kami ingin menikmati perjalanan wisata keliling kota lain dan merasakan pengalaman naik kereta ini. Sangat mengesankan.
Kami berhenti di stasiun, di mana seseorang yang dibayar memberikan kunci mobil Abe untuk disewakan kepada kami. Kami langsung menuju ke hotel yang dipesan untuk menyimpan barang-barang ini.
...***...
Kami tiba pada siang hari dan istirahat dulu di hotel. Kamar kami cukup besar seperti kamar dan terhubung dengan kamar anggota lain.
Adapun Abe, dia terpisah dari kami. Karena dia laki-laki dan juga ingin menjaga privasi para gadis.
Arora berbagi kamar dengan Mi Sun. Dan Yun Hea dengan Jin Ah.
Sesampainya di sana, Arora langsung merebahkan diri di ranjang. Mi Sun mengikutinya.
Mereka saling tersenyum dan saling memandang.
"Ara. Aku senang. Ini pertama kalinya aku merasa bebas untuk waktu yang lama setelah," kata Mi Sun.
Arora tersenyum senang mendengarnya. Ketika trainee dan setelah debut pada saat yang sama kami bahagia dan merasa tertekan oleh keaadan.
Kami menghadapinya bersama. Saling memperkuat. Di mana kita menerima kebahagiaan juga akan ada hal-hal yang membuat kita larut dalam kesedihan.
Mi Sun terbangun kemudian. Melihat ke arah jendela. Dan dirinya mendapati menara Eiffel dan itu cukup dekat karena hotel kami dekat menara tersebut.
"Bangunlah Ara, lihat itu sangat indah."
Arora beranjak untuk melihat. "Indah tapi aku menunggu malam untuk melihatnya lebih indah."
Mi Sun membenarkannya. Arora kembali menuju tempat tidur.
"Ara aku merasa lapar," sahut Mi Sun.
Arora pun ikut terbangun kembali. "Apakah kita mau pesan makanan?" tanyanya tersenyum.
Mi Sun tersenyum mendengar hal tersebut. "Okay."
Mi Sun segera memesan makanan untuk mengisi perutnya melalui alat komunikasi yang terhubung ke layanan. Karena pada awalnya mereka semua akan makan di luar.
Arora merogoh sakunya untuk mengambil permen dan memakannya.
Suasana kamar Ji Ah dan Yun Hea. Mereka sedang berbenah diri. Dan berpendapat bahwa.
Yun Hea berkata, "Apakah mereka memesan pelayanan makanan?"
"Mungkin saja," seru Ji Ah.
...***...
Ding Dong (Bel Kamar Berbunyi)
Mi Sun segera menuju pintu. Sepertinya itu makanan yang dia pesan.
Mi Sun datang dengan membawa makanan yang tidak berat. Seperti kentang goreng dengan minuman segar.
Arora sedang tidur di lantai atas dengan wajah tertunduk menatap layar televisi.
Mi Sun duduk di sampingnya. Menempatkan makanan di antara kita. Juga Mi Sun terlihat senang dan menikmati makanan sambil menari-nari sambil menggerakkan tangan dan tubuhnya.
"Mi Sun."
"Mwoya?"
"Bisakah kamu ambilkan permen ditasku itu," sahut Arora meminta tolong karena dirinya sudah nyaman dan tidak mau bergerak.
Mi Sun memasang wajah masam melihat Arora yang mengganggunya. Meski begitu dia pergi untuk mendapatkan permen.
Arora tersenyum. Mi Sun kembali.
Arora memeluknya. "Gomawo."
"Ne."
Sebuah suara datang dari belakang sana. Ternyata Ji Ah dan Yun Hea menghampiri kami.
"Sedang apa kalian?" tanya Ji Ah.
Yun Hea datang langsung menjatuhkan tubuhnya pada Arora.
"Ahhh eonni ..." teriak Arora.
"Bolehkah aku memintanya?" Ji Ah pada Mi Sun dengan minumannya.
Mi Sun mengangguk seperti anak kecil, fokus pada apa yang dia tonton di televisi.
Yun Hea dan Arora berbaring bersama di tempat tidur ini. Yun Hea memeluk Arora, mereka begitu tenang. Mereka mungkin akan tertidur di sini. Beberapa waktu.
"Aku yakin mereka akan tertidur," sahut Ji Ah.
Ji Ah duduk di kursi melihat adik-adiknya itu dengan mata yang sayu mengantuk.
Mi Sun pun melirik ke arah orang yang dibicarakan. "Ah ... kenapa tidur di kasurku." Mi Sun membidik pada Yun Hea.
...***...
Waktu istirahat sudah cukup. Mi Sun membangunkan Ji Ah, Yun Hea dan Arora yang sedang tidur di ranjang kamar Mi Sun bersama Arora.
Mi Sun telah menonton film sehingga dia tidak tertidur.
Kemudian kami bergegas untuk melihat-lihat Perancis yang dekat dengan hotel kami. Kami menuju restoran untuk makan karena mereka benar-benar kelaparan.
"Terima kasih makananya."
Setelah selesai, kami berjalan-jalan di sini. Lihat sekeliling, bermain, dan bicarakan berbagai hal.
"Ji Ah lihatlah ke kamera," kata Abe.
Ji Ah mengerucutkan bibirnya dan itu terlihat manis sekali. Akhiri dengan senyum lebar ke arah kamera.
"Cantik, dan menggemaskan," gumamnya Abe terpesona dengan wajah alaminya.
"Aku mau melihatnya," tutur Ji Ah menghampiri Abe.
Ji Ah terlihat senang. "Oppa pandai memotretnya, ini sangat cantik." Ji Ah berseri.
Melihat dari dekat senyum indah Ji Ah membuat Abe sedikit gugup. "Terima kasih. Aku menyukainya."
"Hah?"
“Ah, hobiku memotret sesuatu yaaah edit-edit. Hm, aku selalu ikut lomba juga,” kata Abe tampak gugup membahas yang seharusnya tidak dibahas.
Masih terdiam dari Ji Ah.
"Pantas saja hasil foto oppa sangat bagus," seru Ji Ah.
Mereka berjalan berdampingan.
Abe tertawa malu. "Hahaha kamu memujiku berlebihan."
Ji Ah tertawa. "Benar aku serius oppa. Itu sangat keren."
Abe pun menjawab dengan sedikit malu karena dipuji oleh dia. "Gomawoyo."
Abe dan Ji Ah sama-sama diam kali ini. Tidak lama.
Ji Ah tersandung dan membuatnya terjatuh, namun Abe mampu menahannya dengan cepat. Mereka saling memandang sedikit.
"Ahh terima kasih oppa."
"Kamu tidak apa-apa? Hati-hati," seru Abe.
"Ne." Ji Ah tersenyum.
Abe juga teringat akan hal-hal menyenangkan. "Bisakah kita bermain game bersama lagi?"
"Tentu oppa," seru Ji Ah.
Abe tersenyum mengangguk. "Bermain denganmu sangat menantang, kamu sangat jago."
Ji Ah tertawa mendengarnya.
Tatapan Arora beralih ke Ji Ah dan Abe.
Seketika Arora dikejutkan oleh Mi Sun. Mi Sun menyadari apa yang dilihat Arora.
"Ciee, kamu akan memiliki calon saudara ipar dari grup mu sendiri," goda Mi Sun.
Arora hanya tersenyum.
"Kalau itu benar, aku merasa sangat senang dan khawatir."
"Why?"
"Kamu tahu, aku khawatir tentang membedakan antara urusan pribadi dan pekerjaan," seru Arora.
Mi Sun terdiam. "Hm benar juga."
"Tapi aku yakin mereka dapat mengatasinya," seru Arora tersenyum.
"Aku akan mendoakan yang terbaik."
...🕊️🎶...
^^^Epilog_________^^^
^^^Pulau Jeju, Korea Selatan.^^^
Tempat dimana pintu masuk antara dunia para dewa menuju dunia manusia.
Seorang pria dengan pakaian kuno seperti itu turun dari langit dengan sangat cepat.
Sayap hitam transparan menyatu dengan punggungnya yang terlambat. Mata kirinya tergores luka yang sangat menakutkan. Tersenyum bangga saat dia menginjak tanah bumi ini.
Sayap dia telah menghilang.
Ternyata ada seorang wanita paruh baya yang selalu dibantu Arora saat berolahraga. Nenek tua itu melihat sosok lelaki itu.
Namun, itu tidak mengejutkannya dengan apa yang dilihatnya.
"Hari yang akan terjadi tiba juga."
Setelah mengatakan sesuatu yang sangat misterius. Nenek tua itu pun menghilang.
...
Nenek tua itu bukanlah manusia, melainkan seorang dewi yang selalu dipanggil Moshin Halmoni. Penjaga pintu masuk antara dunia para dewa menuju dunia manusia.
Salam dari novel Do It All For You😘
Salam dari novel Do It All For You😘
nanti aku lanjut lagi 💕💪👍
semangat 💕💪👍
nanti aku lanjut lagi 😘💪👍
Salam dari novel Status Sosial 😘