kisah seorang dokter internship yang bertemu dengan seorang polisi yang menurutnya sangat menjengkelkan dan terjebak pernikahan dengannya akibat kejadian suatu malam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nad Nanad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
"Halo gadis berisik." Ucap Satya yang mengendap-endap masuk ke ruang tempat Anna dirawat sementara Dean sedang mandi di dalam kamar mandi khusus ruangan itu.
"Halo juga cowok tengil." Balas Anna tak mau kalah disebut gadis berisik.
"Eh ralat kamu kan udah bukan gadis lagi xixixi."
"Mau ngapain kamu kesini?" Tanya Dean yang baru saja selesai mandi.
"Jengukin adek saya lah." Jawab Satya lalu memeluk Anna hingga Anna sedikit sesak saking kuatnya.
"Kerja sana! jangan ganggu disini lagi!" Usir Dean pada Satya.
"Kerjaannya udah selesai."
"Kalo gitu beliin kita makan." Ucap Dean lagi seolah-olah tak ingin cowok tengil itu merusak suasana lagi.
"Enak aja nyuruh-nyuruh."
"Udah mulai berani sama saya?" Ujar Dean melotot pada Satya.
"Lah emang sejak kapan gue takut sama elu? Nantangin bos?".
Tantang Satya.
"Jangan berisik! Kalian cerewet banget udah kayak cewek aja!" Ujar Anna berkacak pinggang karena terganggu akibat kebisingan mereka berdua.
"Nuwun Sewu mbak, aku ora sengaja." Ucap Satya dengan logat Jawa dengan logat medoknya.
"Kalo ngomong kayak gini kamu kayaknya cocok jadi Mbah dukun." Ujar Dean tergelak.
"Hah? Terus gue mesti bilang "WOW" gitu? Terus gue mesti dateng ke rumah lo, ketuk pintul rumah lo cuma buat bilang..."WOW" gitu? Terus gue mesti salto sambil bilang "WOW" gitu? Terus gue mesti ambil speaker cuma bilang"WOW" gitu?terus gw mesti bunuh diri, trus bilang "WOW" gittuuuu? Terus napa? lo ngomong gitu juga gak bisa bikin lo jadi cakep kan? terus gue mesti naek motor kebut kebutan ke depan rumah lo cuma buat bilang "WOW" gitu? Terus gue mesti panggil seluruh ibu" PKK di kampung sambil salto buat bilang "WOW" gitu? Terus gue mesti guling-guling sambil treak-treak depan rumah Lo cuma untuk bilang "WOW" gitu?" Terus gw mesti naro iklan di koran dengan tulisan "WOW" Gitu? Terus gua mesti makan cabe 1 ons dan bilangb"WOW" di depan muka lo gitu?terus gw mesti plester terus gue harus bilang"WOW" gitu? Terus gua harus dateng kerumah lu, ketuk pintu lo cuma buat bilang "WOW" gitu?Terus gua harus salto dan bilang "WOW" gitu? Terus mau loe gue mesti bilang "WOW" pas naek sepeda circus sambil jungkir balik 99X gitu?" Ujar Satya panjang lebar dengan mulut cerewetnya.
"Punya masalah hidup apasih nih orang." Ucap Dean yang masih bengong dengan apa yang dikatakan oleh Satya.
"Kasian udah gila mana masih muda." Lanjut Anna.
"Udah udah jangan ngeledek gue lagi gue capek." Jawab satya ngos-ngosan kemudian turun dari brankar milik Anna dan duduk di sofa eh lebih tepatnya berbaring:v
"Oh ya btw kamu sakit apa dek?" Tanya Satya lagi.
"Kepo." Jawab Anna dan Dean bersamaan diiringi dengan kekehan yang membuat Satya kesal.
"Duh gini amat punya adek sama adek ipar sama-sama durhaka."
"Duh gini amat punya kakak ipar mantan pasien rumah sakit jiwa." Balas Dean sengit.
"Wah ngajak gelud nih orang, ayok lapangan luas tuh."
"Ribut aja tross." Ujar Anna kemudian berjalan ke kamar mandi meninggalkan Dean dan Satya yang masih saja ribut.
Tak berselang lama Anna keluar dari kamar mandi membawa tissue semua tisu toilet yang ada di dalamnya kemudian memilin-milinnya hingga membentuk gulungan-gulungan kecil.
"ngapain sih dek?" Tanya Dean dan Satya bersamaan.
"Ngapain Lo manggil 'dek' adek gue." Ucap Satya kembali memancing keributan.
"Suka suka saya lah kan istri saya." Jawab Dean.
"Wah gak kreatif nih orang! Anna istri Lo tapi panggilnya 'dek' kayak kurang sreg gitu kurang romantis."
"Terus mau kamu saya panggilnya apa?"
"Honey kek beb kek atau apa gitu biar romantis."
"Lebay alay." Ucap Dean tak setuju dengan saran Satya.
"Ihh gemes pengen makan." Ujar Anna yang masih memilin tisu itu dan hampir memakannya.
"Eh dek jangan!" Cegah Dean kemudian menyambar semua tisu yang dipegang Anna.
"Kayaknya dia kerasukan deh." Celetuk Satya yang melihat keanehan yang dilakukan oleh Anna.
"Kerasukan kerasukan Abang tuh yang kerasukan dari tadi ngomel-ngomel gak jelas."
"Emang sebenarnya sakit apa sih?"
"Gak sakit tapi hamil." Jawab Dean.
"Wah beneran? Wah gue bentar lagi punya ponakan dong wah." Ujar Satya melompat kesana kemari
"Ini anak saya kalo kamu mau bikin sendiri sana." Tukas Dean memandang Satya sinis
"Eh tunggu, Lo apain adek gue sampe hamil begini?". Tanya Satya dengan mata melotot pada Dean. Bang Sat begonya alami ya bund:v
"Ngomong sekali lagi saya sumpel mulut kamu pake sepatu". Ancam Dean yang ingin melepaskan sepatu yang dikenakannya.
"Aku diam!". Jawab Satya kemudian menutup mulutnya rapat-rapat.
"Eh dek katanya besok pagi ibu mau jemput kamu." Ucap Dean pada Anna.
"Ibu? sama Nayla kan?" Tanya Anna antusias.
Dean mengangguk lalu tersenyum mengiyakan.
"Jangan percaya senyumnya palsu itu." Celetuk Satya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Dean Satya kemudian menutup mulutnya lagi lalu tiba-tiba Anna teringat pada seseorang yang sudah lama ini tidak ia hubungi.
Anna mengambil handphonenya lalu menekan salah satu kontak dan memulai panggilan video call dan tak butuh berapa lama sambungan telepon tersambung.
"Mama?" Ucap Anna dengan mata yang sudah berkaca-kaca melihat mamanya di dalam layar kaca tersebut.
Dean dan Satya sontak menoleh ke arah Anna yang sedang melakukan video call dengan mamanya.
[Anak mama tumben hubungin mama duluan] Ucap Anita di seberang sana.
"Anna kangen sama mama."
[Kamu baik-baik aja kan nak?]
"Anna baik-baik aja kok ma."
"Satya juga baik-baik aja kok ma." Ujar Satya yang tiba-tiba muncul di belakang Anna.
[Kalian dimana? Lagi di rumah?] Tanya Anita saat melihat ternyata Satya juga ada di sana.
"Di rumah sakit ma".
[Jam segini Anna masih di rumah sakit? terus Dean dimana?]
"Kak Dean sini!". Panggil Anna pada Dean yang sedari tadi menjadi penonton dan Dean pun menuruti perkataan Anna
"Ma, Anna punya kabar gembira. Mama sebentar lagi bakalan punya cucu."
[Cucu? Satya hamilin anak orang?] Tanya Anita kaget hingga membuat semuanya tergelak.
"Dosa gak ya giveaway-in mama sendiri." Ujar Satya
[Mana sempat keburu mama yang giveaway-in kamu duluan] Balas Anita pada Satya.
"Anna yang hamil ma bukan Satya." Kali ini Dean ikutan nimbrung.
[Beneran? Anna lagi isi?]
Anna mengangguk mengiyakan dengan haru.
"Iya ma, gara-gara si ini nih nyimpen dedek bayi dalam perut Anna kita penjarain aja kali ya ma."
"Bang Sat ada-ada aja deh." Protes Anna lalu memukul pakpol sengklek yang satu itu.
[Gak usah diladenin dia, efek pungut anak di rumah sakit jiwa ya gini] Ucap Anita yang membuat Satya mendengus kesal.
"Ma, minggu depan Satya mau lamaran." Ucap Satya kemudian Anna memberikan Handphonenya pada Satya untuk bicara berdua sementara Anna dan Dean sedang makan berdua dengan makanan yang dipesan oleh Dean melalui ojek online.
[Emang ada yang mau sama kamu?]
"Gesrek gesrek gini juga ada yang mau ma, kan Satyamu ini gantengnya gak ketolongan."
[Yaudah Minggu depan mama sama papa pulang]
"Eh papa dimana ma? Kok gak keliatan."
[Lagi meeting bareng klien, oh ya Anna sama Dean kemana?]
"Tuh lagi uwu-uwuan mereka." Jawab Satya sambil mengalihkan kamera pada pasangan di depannya.
Anita yang melihat itu tersenyum senang karena ia tak salah menyerahkan anaknya pada Dean sebagai sosok pria yang bertanggung jawab.
To be Continued ...
maaf kemarin gak up:)
Soalnya otak lagi mampet gak ada ide
Ada yang mau disampaiin/tanyain sama tokohnya?:v
sok atuh silahkan
👉Anna
👉Dean
👉Satya
👉 Ify
👉Adit
👉 Anggita
👉 Nayla
Btw kalo Anggi namanya diubah jadi nama author udah dipastiin Anna bakalan mundur:v
Hehe canda
thor...
knpa g dilanjutin kisahnya Dean sm Anna
👍🤗