NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:93.6k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29 : Syok terapi

Bukan lagi berwarna biru, tapi wajah Annasya berubah memerah seketika . Rasa rasa nya iya seperti sedang demam karena panas di wajah nya meningkat sempurna.

" Ka_kamu istirahat saja dulu, pasti seharian ini sangat melelahkan ." Annasya bergerak cepat, membereskan obat dan perban di atas meja lalu bergegas keluar.

A tersenyum simpul, rasa lelah yang di katakan Annasya , kini menguar setelah A memandangi tulang rusuk pilihan keluarganya itu.

" Ah_ dia manis sekali." Ujarnya sembari mengikuti langkah tergesa Annasya hingga menghilang dari pandangan A.

Di lantai bawah, Abi dan umi baru saja masuk ke dalam rumah. Annasya segera menghampiri dan mencium tangan keduanya bergantian.

Abi Zayn mengedar pandangannya, serasa suasana nya agak lain.

" A , datang ?" Tanya nya pada Annasya.

Annasya mengangguk sangat pelan.

" Di mana dia! Sekarang juga, suruh temui Abi di ruang kerja!" Abi Zayn melangkah tegap dengan raut tegang.

Annasya menelan ludahnya kasar. Ia menatap umi meminta pertolongan.

Namun, umi Tata menggeleng, pun ia tidak bisa berbuat banyak.

Annasya panik, ia mengelola otak nya, mencari jalan keluar agar Azzam tidak jadi pelampiasan murka Abi.

Karena itu, ia memberanikan diri mengetuk pintu ruang kerja Abi Zayn.

Tok..tok..tok..

Beberapa saat berlalu, Annasya kembali ke lantai atas, sesuai perintah Abi untuk memanggil A.

" Mmmm..." Annasya gugup. A terlihat sedang sibuk dengan macbook nya.

Netra A yang terpusat di layar, kini berpindah menatap Annasya.

" Kamu kenapa ?"

" Di telpon, aku sudah melarang mu untuk datang. Biar aku yang menyelesaikan nya di sini. Aku tau pekerjaan mu sangat banyak, dan kamu harus pulang hanya karena kejadian konyol ini. " Annasya terlihat panik dan khawatir.

" Apa Abi sudah datang ?"

Annasya tertunduk lalu mengangguk.

A menutup macbook nya. " Ya sudah, aku turun dulu. " A melangkah , melewati Annasya yang tampak kalut.

Annasya meraih lengan A begitu A berhenti di depannya. " Aku temani. " Tatapan nya seolah minta di ikut sertakan .

" Tidak perlu. Ini memang kesalahan ku, jadi sudah sewajarnya aku bertanggung jawab."

" Tapi_"

A mengusap kepala Annasya lembut. " Kamu bisa masak ? "

" Sedikit."

" Tolong buatkan aku nasi goreng. "

Annasya mengangguk dengan netra yang mengikuti setiap langkah A hingga hilang di balik pintu.

Ruang kerja Abi Zayn.

" Assalamualaikum Alaikum , Abi ." Salam A setelah terlebih dahulu mengetuk pintu.

Abi Zayn tidak menjawab, pun tidak melihat ke arah Azzam.

Hening.

Beringas dan kasar itulah ciri khas seorang Abi Zayn. Dan jika sudah terdiam seribu bahasa bahkan ucapan salam pun tidak lagi dia hiraukan, maka inilah situasi yang sangat di takutkan A.

Egois, Ia tidak berpikir akan sampai di fase ini. Fase di mana akan berhadapan dengan sisi gelap Abi Zayn . Fase di mana ia merinding ketakutan hanya dengan sebuah tatapan . Sifat cuek dan dingin nya itu ternyata berdampak negatif dalam kehidupan rumah tangganya.

" Ambil itu. " Tegas Abi , dingin dan menyeramkan . Abi Zayn menunjuk meja, ada selembar kertas di sana , di atas sebuah map plastik berwarna bening.

A mengambil kertas itu. Ia membacanya, dan rasanya seperti tersambar petir di siang hari. " Ini apa, Abi ? "

" Tidak usah berpura pura kau tidak tau itu apa ! " Ketus Abi Zayn.

" Tapi_ apa apaan ini !" A melempar kertas yang baru saja ia baca.

" Itu yang kamu ingin kan , bukan ? Urus secepatnya, dan lepaskan Annasya !" Abi akhirnya menatap tajam ke arah A.

A frustasi , yang barusan dia pegang adalah surat keramat , surat gugatan cerai . Abi Zayn benar benar di luar dugaan. Dan itu pasti tanpa sepengetahuan Annasya.

A menggusar rambutnya kasar. Abi Zayn yang dia kenal, tidak pernah main main dengan segala ucapan dan tindakannya.

" Aku tidak mau ! " Tolak A.

" Kenapa ? Kau mau menyiksanya setiap hari ? Kau pikir, di luar sana tidak ada pria yang menyukai nya? Banyak , A ! "

" Bukan seperti itu, Abi. Aku hanya perlu waktu untuk menerima nya . "

" Bukankah waktu yang Abi berikan padamu sudah sangat banyak ? Bahkan jauh sebelum kalian menikah. Lalu, kenapa kau tidak menggunakan kesempatan itu untuk mengenalnya lebih dekat ? Sebaiknya, kau tanda tangan saja. Sisanya , Abi yang akan urus. Annasya masih sangat muda, karirnya cemerlang. Jangan kan Brawijaya, banyak rumah sakit besar di luar negeri yang sangat mengagumi bakatnya. Perjalanan hidupnya masih panjang, dia bisa menemukan jodohnya yang jauh lebih baik dari mu ! "

" Stop, Abi ! Cukup ! " Dada A bergemuruh. Takut hanya membayangkan itu terjadi.

Aneh. Padahal, dialah yang sangat tidak menginginkan pernikahan ini, menolak Annasya secara terang-terangan. Lalu sekarang, dia punya jalan pergi tanpa harus sembunyi sembunyi. Tapi, dia justru menolak itu mentah mentah.

A meraih dan merobek kertas itu menjadi beberapa bagian kecil.

Netranya di genangi cairan. Dan itu adalah hal yang mustahil untuk seorang A.

A berlutut . " Pukul aku saja , Abi. Ratusan bahkan ribuan pukulan pun akan A terima, asalkan Abi tidak menyuruhku berpisah dengan Asya. " Pinta A memelas. Nada suaranya melemah, pasrah dengan keadaan .

" Kenapa sekarang kau menolak untuk berpisah? Bukankah itu lebih baik ? Setelah kau melepaskan Asya, Abi bebaskan kau mencari wanita sesuka hati mu. Abi dan umi sudah tidak mau ikut campur ! "

" Please, A mohon, jangan lakukan ini pada A, Abi. " A benar benar di buat tak berdaya.

" Lalu sekarang, apa mau mu ? "

" Aku akan menuruti semua perkataan Abi. Aku akan membawa Annasya ."

" Bukan hanya membawanya, tapi kau harus menjaga nya dengan baik. Kalau sampai aku tau kau membuatnya menangis, awas kau ! " Ancam Abi Zayn sembari menunjuk kepala A.

" Itu tidak akan terjadi . "

" Kau harus berterima kasih padanya, andai bukan Asya yang memohon pada Abi, Abi sudah membuat mu terbaring di rumah sakit !!

Sejam lalu.

Tok..tok..tok..

" Masuk. "

Annasya masuk dan menutup pintu.

Kening Abi Zayn mengernyit, pasalnya yang di panggil A , tapi yang datang justru Annasya.

" Ada apa , nak ? Mungkinkah A tidak mau bertemu dengan Abi ? "Tanya Abi Zayn menyambut menantu nya di depan pintu.

Annasya menggeleng, " Tidak Abi, Asya belum menyampaikan pada A kalau Abi memanggil nya. "

" Jadi, apa yang membuat mu datang menemui Abi ? "

Seperti seorang robot, Annasya meraih lengan Abi Zayn, takut dan sangat kaku.

" Boleh Asya minta sesuatu ? "

Abi Zayn tersenyum hangat lalu memegang tangan menantu nya. " Katakan , kamu mau apa . "

" Tolong, jangan terlalu keras pada A, Abi. Jangan memukul nya. Terus terang, di sini aku juga salah. Aku tidak punya inisiatif untuk memulai lebih dulu. Aku hanya diam menunggu tanpa melakukan apapun. "

Abi Zayn mengusap kepala Annasya dengan sayang. " Bukan, Abi dan umi, tidak , seluruh keluarga Brawijaya berhak memikul kesalahan ini. Kami terlalu egois , dan tidak memikirkan perasaan kalian, terutama perasaan mu. "

" Tapi, jika tidak menjadi bagian dari keluarga Brawijaya, Asya tidak akan pernah mendapatkan kasih sayang yang melimpah seperti yang Abi dan umi berikan pada Asya. "

Abi Zayn memeluk Annasya . " Baiklah, karena ini permintaan mu, Abi akan sedikit berbaik hati padanya. "

Annasya bahagia. " Terima kasih banyak , Abi. "

Kembali ke ruang kerja Abi Zayn.

A keluar tertatih. Tidak ada pukulan ataupun tamparan fisik. Tapi yang ia rasakan adalah pukulan mental dan tamparan nyata dari tidak berguna nya dia sebagai seorang suami.

Tanggung jawab ? Seharusnya . Tapi lihatlah dirinya sebulan ini. Apa yang dia lakukan untuk seorang wanita yang sudah mengabdikan diri untuk nya ?

Pintu tertutup.

Abi Zayn menghela nafas panjang. Ia tersenyum simpul dan mengetuk sesuatu di layar ponselnya.

" Mission Complete, umi sayang ."

Send............

...****************...

1
Shee_👚
tentu saja boleh, aku halal untukmu🤸🤸🤸🤸💃💃💃
Shee_👚
wah zizi nantangin kalau gitu, ayyazh jadi merasa dapet ijin gratis😂
Shee_👚
zizi di romantisin malah di anggak serius 🤣🤣🤣
Shee_👚
menang banyak ayyazh ini, duh sambil menyelam minum air ya yazh🤭
Shee_👚
lah zizi kalau tau tingkahnya begitu duh malu luar binasa🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
nah kan ketahuan bodohnya ayyazh😂😂😂
Shee_👚
lah situ lakinya kenapa gak telp buat ngingetin makan🙄
Dcy Sukma
Yazz..kasihan zizi tremor..🤭😄
SasSya
izin sama kak author yaaaaash
bawa gula kopi😆😆😆😆

suka dengan karakter Ayash yg gak jaim
agresif 😆👍👍👍👍👍
happy
/Determined/
Nata Abas
mewakilkan pikiran paksu paksu sedunia
Novita Sari
hhhhhh ayyazh lom tau zizi lagi bar bar lebih dari ara, ayyazh harus belajar sama sama barra untuk menaklukkan zizi.lanjut thor...
Tysa Nuarista
hahahaaaa getok aja kepalanya ayyazh Zii,,,
Mom Triple A
hemm gemess...makan aja ayaz
Suwanti
masih kurang baru baca tau2 habis 😤
Ucumuslimah Muslimah
lanjut ka
Nata Abas
lanjut kak
SasSya
iyaaaa begitu...
komunikasikan dengan baik
itu....bisaaaaaa 😘👍👍👍💪💪💪💪💪
🤣
SasSya
🤣🤣🤣🤣🤣
nahhhhh gitu dooong
Nur Hafsah Dwi Lestari
lanjut kaka🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!