NovelToon NovelToon
Jiwa Pembunuh Di Tubuh Gadis SMA

Jiwa Pembunuh Di Tubuh Gadis SMA

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:151.9k
Nilai: 5
Nama Author: eka zeya257

Aurelia adalah tentara bayaran yang hidup di dunia penuh darah dan pengkhianatan. Dalam sebuah misi terakhir, dia mati setelah dikhianati oleh orang yang paling dia percaya.

Namun kematian bukanlah akhir.

Ketika membuka mata, Aurelia justru terbangun di tubuh seorang gadis SMA lemah bernama Aria, seorang tunangan dari pria paling berbahaya di dunia bawah tanah.

Sayangnya, pertunangan itu hanyalah perjanjian tanpa perasaan. Ravian bersikap dingin, acuh, dan sama sekali tidak peduli pada gadis yang seharusnya menjadi calon istrinya.

Namun mereka tidak tahu satu hal. Gadis lemah itu sudah tidak ada lagi. Di dalam tubuhnya kini hidup jiwa seorang pembunuh yang terbiasa menghadapi peluru, pengkhianatan, dan kematian.

Saat musuh mulai datang dari segala arah, rahasia masa lalu terbongkar, dan perang dunia bawah tanah tak terhindarkan…

Akankah seorang gadis SMA yang dihina mampu bertahan di sisi sang raja dunia gelap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"BODOH!" Rick berteriak murka di balik meja kerjanya.

Dia menatap para bawahannya yang baru saja kembali dari misi mereka untuk menyerang Aleta dan membawanya ke tempat itu, akan tetapi misi itu gagal total setelah Ravian muncul dan menghajar mereka tanpa ampun.

"Kalian tidak berguna! Hanya mengatasi satu orang saja tidak becus!"

Rick menggebrak meja hingga dokumen di atas meja itu berhamburan ke lantai, dia mengusap wajahnya dengan gusar. Tidak di sangka Ravian yang kabarnya begitu acuh pada tunangannya, justru kini tampak sangat peduli pada gadis itu.

Apa yang membuatnya berubah pikiran? Rick bertanya-tanya sejak kapan sikap Ravian jadi seperti itu?

"Maaf, Tuan. Tapi sebelum Ravian muncul gadis itu sudah lebih dulu melawan kami." Kata pria tersebut.

"Melawan?" Rick tertawa mengejek. "Dengan jumlah kalian, harusnya mudah untuk menyeret gadis itu yang sendirian."

Ruangan itu dipenuhi ketegangan.

Beberapa pria yang berdiri di depan meja kerja Rick hanya bisa menunduk dengan wajah penuh luka. Ada yang bibirnya pecah, ada yang lengannya masih diperban seadanya.

Mereka bahkan belum benar-benar pulih dari pertarungan tadi.

"Tuan… gadis itu bukan orang biasa," salah satu dari mereka memberanikan diri berkata. "Cara bertarungnya sangat berbahaya. Dia bergerak cepat dan—"

Brak!

Rick melempar gelas kaca ke arah pria itu hingga pecah tepat di samping kepalanya. "Diam!"

Pria itu langsung terdiam dengan napas tertahan.

Rick berjalan keluar dari balik meja kerjanya. Langkahnya pelan, tapi aura amarahnya terasa menekan seluruh ruangan. Dia berhenti tepat di depan anak buahnya.

"Kalian ingin mengatakan padaku…" ucapnya rendah, "bahwa sekelompok pria dewasa kalah dari seorang gadis SMA?"

Tak ada yang berani menjawab. Karena itu memang kenyataannya. Rick menggertakkan gigi.

Awalnya dia mengira Aleta hanya gadis biasa yang kebetulan terlibat dalam perjodohan keluarga besar. Namun laporan malam ini membuat pikirannya mulai berubah.

Seorang gadis biasa tidak mungkin bisa melawan sebanyak itu orang sendirian. Dan terlebih lagi tidak mungkin membuat Ravian turun tangan secara langsung.

Tatapan Rick menggelap. "Apa Ravian mengenali sesuatu?" gumamnya pelan.

"T-Tuan?" sahut salah satu bawahan bingung.

Rick tidak menjawab. Dia justru berjalan menuju jendela besar di belakang ruangan, menatap lampu kota Varexion yang terlihat dari atas gedung.

Pikirannya berputar cepat.

Selama ini Ravian dikenal dingin dan tidak tertarik pada hubungan pribadi. Bahkan kabar pertunangannya dengan Aleta sempat dianggap hanya formalitas antar keluarga.

Namun malam ini, Ravian menghajar anak buahnya sampai nyaris mati hanya karena Aleta disentuh.

"Itu bukan reaksi pria yang tidak peduli," gumam Rick.

Dia menyipitkan mata perlahan. "Kecuali…"

Sesuatu terlintas di kepalanya. Membuat ekspresinya berubah sedikit. "Jangan-jangan dia mulai curiga."

Suasana ruangan langsung terasa lebih berat. Salah satu pria menelan ludah gugup. "Curiga tentang apa, Tuan?"

Rick berbalik perlahan. Tentang itu dia sendiri belum yakin. Namun ada satu hal yang terus mengganggunya sejak tadi.

Pola pertarungan Aleta. Cara gadis itu menyerang. Dan terutama inisial AO yang tertinggal di lokasi sebelumnya. Rick tertawa pelan, tapi kali ini terdengar lebih menyeramkan.

"Kalau benar dugaan itu…" bisiknya lirih.

Tatapannya berubah tajam penuh ambisi. "Berarti permainan ini akan jauh lebih menarik dari yang kubayangkan."

Dia kembali duduk di kursinya, lalu menatap anak buahnya satu per satu. "Dengarkan baik-baik."

Semua langsung menegakkan tubuh.

"Mulai sekarang, jangan bergerak sembarangan terhadap Aleta."

Ruangan mendadak hening. "T-Tuan?"

Rick menyandarkan tubuhnya santai. "Awasi dia saja." Sorot matanya perlahan menggelap. "Aku ingin tahu siapa dia sebenarnya."

***

Malam semakin larut. Lampu ruang kerja Ravian masih menyala terang di lantai dua mansion keluarga Doclan. Suasana di dalam ruangan itu sunyi, hanya suara detik jam dan ketukan jemari Ravian di atas meja yang terdengar samar.

Ting.

Sebuah notifikasi email masuk ke laptopnya. Ravian yang sejak tadi bersandar santai langsung membuka matanya perlahan. Dia meraih laptop tersebut lalu membuka pesan yang baru dikirim beberapa detik lalu.

Pengirim: Sera.

Subjek: Laporan CCTV & Identitas Penyerang.

Sorot mata Ravian langsung berubah serius. Dia membuka file lampiran pertama. Rekaman CCTV dari beberapa jalan di distrik selatan mulai diputar di layar.

Video pertama memperlihatkan motor Aleta yang melaju sendirian di jalan sepi. Tak lama kemudian, dua mobil hitam mulai mengikuti dari jarak jauh. Ravian menyipitkan mata, tak pernah menduga jika ada orang yang menargetkan Aleta secepat ini.

"Mereka memang mengincarnya sejak awal…"

Video berganti. Kini terlihat beberapa pria turun dari mobil dan mulai mengepung Aleta. Namun yang membuat Ravian terdiam adalah bagaimana Aleta bergerak melawan mereka bahkan menghajarnya tanpa ampun sebelum dia datang.

Cepat. Tepat. Dan terlalu terlatih. Ravian memperlambat video itu beberapa kali. Tatapannya semakin dalam, gerakan yang Aleta miliki sangat terlatih dan presisi sulit bagi orang biasa untuk melakukan gerakan seperti itu jika belum berlatih lama.

"Cara menyerangnya…" gumamnya pelan.

Itu bukan pertarungan jalanan biasa. Gerakan Aleta terlihat bersih tanpa banyak tenaga terbuang. Bahkan beberapa teknik yang dia gunakan sangat mirip dengan gaya tempur organisasi profesional.

Ting.

Notifikasi lain muncul. Sera mengirim file tambahan. Ravian membukanya segera. Isinya identitas para pria yang menyerang Aleta.

Sebagian besar hanyalah bawahan bayaran. Namun satu nama membuat Ravian berhenti membaca.

Barok.

Alis Ravian terangkat sedikit. "Barok…" ulangnya pelan.

Dia mengenal nama itu. Pria itu pernah bekerja untuk organisasi bawah tanah besar beberapa tahun lalu sebelum menghilang dari peredaran.

Dan yang lebih menarik di bawah profil itu terdapat satu informasi tambahan. Terhubung dengan Obsidian Circle. Tatapan Ravian langsung menggelap.

Jadi benar. Semua insiden yang menimpa Aleta ada hubungannya dengan organisasi itu. Dia kembali membuka video CCTV terakhir. Kali ini fokus kamera menangkap lebih jelas pertarungan Aleta sebelum dirinya tiba. Ravian memutar ulang beberapa detik tertentu.

Lalu, dia menghentikan videonya mendadak. Sorot matanya menajam. Di layar terlihat Aleta memelintir tangan lawannya menggunakan teknik yang sangat familiar.

Teknik itu pernah dia lihat sebelumnya. Dua tahun lalu. Pada seseorang yang seharusnya sudah mati. Keheningan memenuhi ruangan. Ravian perlahan menyandarkan tubuhnya ke kursi.

Pikirannya mulai menyusun banyak kemungkinan yang sebelumnya terasa mustahil.

"Aurelia…" gumamnya lirih.

Nama itu terdengar begitu pelan di ruangan kosong tersebut. Namun semakin dia memikirkan semuanya, semakin sulit baginya untuk menganggap ini hanyalah sebuah kebetulan.

Cara bertarung. Tatapan mata. Insting bahaya. Dan sekarang hubungan dengan Obsidian Circle. Sudut bibir Ravian perlahan terangkat tipis. Bukan senyum santai seperti biasanya. Melainkan senyum penuh ketertarikan.

"Jadi siapa sebenarnya dirimu, Aleta?" bisiknya pelan. "Apa mungkin kau ada hubungannya dengan... Aurelia?"

1
mable☆
ak kasi aplus buat author nya🙆
Qaisaa Nazarudin
Kapan Aurelia membalaskan DENDAM kematiannya ke para pengkhianat ini?? kelamaan..
Qaisaa Nazarudin
Sayang banget sudah dihujung2 bab baru nyerang ke Inti nya,kalau gitu kapan bahagianya? kayak tergantung gitu alurnya, Padahal ceritanya tipe aku banget..
Qaisaa Nazarudin
SEJAUH BAB INI, KAPAN ALETA/AURELIA BALAS DENDAM KE ORANG2 YANG SUDAH MENGKHIANATI DULU?? kenapa harus NYANGKUT dengan kisah ALETA & RAVIAN doang sih..Kan judulnya BALAS DENDAM..Terus kapan balas dendamnya??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Yah kamu benar,Karena dia BUKAN ALETA TUNANGAN MU yg kamu ABAIKAN,Aleta sudah GAK ADA LAGI,Moga aja kamu/Jacob gak Nyesel saat tau kebenarannya suatu saat nanti..
Qaisaa Nazarudin
Udah NGAKU2 sekarang,Dulu aja Gak di ANGGAP..
Qaisaa Nazarudin
Aku curiga kalau mereka ini orang suruhan Fia mamanya Ravian..
Qaisaa Nazarudin
Udah gak perlu PENASARAN lagi kamu ke Aleta..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Kalian gak tau aja siapa dia,Dia emang petarung handal dan pembunuh upahan, apa reaksi kalian saat tau siapa Aleta?
Qaisaa Nazarudin
Tega banget kakek Jacob menjodohkan Aleta dengan Ravian,Seolah Kakek Jacob sengaja menyodorkan Aleta cucu nya kemalaikat maut setiap saat, Kenapa gak diJODOHIN je lelaki lain aja,Udah tau Ravian banyak MUSUH,Aneh nih kakek Jacob..
Qaisaa Nazarudin
SKAKMAT..Aku suka Aleta yg selalu membalikkan KATA2 dan keadaan je Ravian 👏👏👏👍👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Apakah kalau Bukan Aurelia dlm tubuh Aleta yg sekarang, Ravian akan memperlakukan Aleta seperti sekarang? gak kan?
Karena sudah setahun juga berlalu kenapa baru sekarang Ravian penasaran/ngejar2 Aletta? bukan dari dulu?? Berarti yang Ravian sukai sekarang BUKAN Aleta TAPI Aurelia..
Qaisaa Nazarudin
Aku pada mu Aleta..Jangan mau mengalah dengan orang-orang siapa pun itu..
Qaisaa Nazarudin
Lha itulah kebodohan mu,Siapa juga yang mau Nikah sama CEWEK MURAHAN kayak kamu..
Qaisaa Nazarudin
Kasian deh kamu Clara,Aletta/Aurelia yang membunuhnya,malah kamu yg kena tuduh..
Qaisaa Nazarudin
Noh itu pasti Clara,baru juga dicari Viktor 😅
Qaisaa Nazarudin
Itu orang yg mmg buat salah tapi Coba untuk menyangkalnya,Lha ini kalau kita gak berbuat apa-apa terus ngapain marah2..
Qaisaa Nazarudin
hoooo hooo apakah Fia ini ibu TIRI??
Qaisaa Nazarudin
Gosip MURAHAN, Abaikan aja Aleta toh kamu gak lakuin semua itu,Anggap aja Itu semua kerjaan musuh2 mu yg lagi Caper..😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!