Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Setelah mengantarkan para sahabat . Gama memarkirkan mobilnya di depan rumah . Terlihat dua orang paruh baya yang sedang menunggu dengan wajah yang susah di artikan . Gama tahu dia salah .
Alesya menatap Gama sebentar sebelum keluar dari mobil .
Alesya lalu lari ke pelukan sang ibu mertua . Yang sudah berdiri untuk menyambutnya . Ada perasaan yang tidak bisa di jelaskan . Alesya menangis lega . Bukan lagi sedih . Alesya merasa di sayangi . Dan juga di nantikan .
" Kamu nggak papa sayang?" satu kalimat dari ibu mertua . Ibu mertua yang kasih sayangnya melebihi dari ibu kandung.
" Alesya nggak papa Ma " ucap Alesya tersenyum seraya menghapus air matanya .
Gama turun dari mobil . Melihat pemandangan indah itu .
Tatapan Papa Farhan kepada Gama seperti sebuah kekecewaan . Namun Gama tahu . Itu memang kesalahannya .
Alesya melirik sekilas ke arah Papa Farhan . Alesya tidak ingin Gama di salahkan atas dirinya .
" Ma, Pa " ucap Alesya menatap Ibu dan Ayah mertuanya secara bergantian .
" Ini semua bukan salah kak Gama . Kejadian ini terjadi tiba-tiba . Semua bukan salah dia . Dia menjaga Alesya dengan baik " ucap Alesya .
" Kamu ini " ucap Mama Gina kembali memeluk Alesya .
" Ayo masuk . Mama sudah siapkan makan malam untuk kalian " ucap Mama Gina .
Papa Farhan sedikit mereda . Dia juga tidak ingin menantu cantiknya akan tidak enak hati . Jika dia menyalahkan Gama . Ya , musibah tidak ada yang tahu .
Gama ikut masuk ke dalam .
Pemandangan indah ada di depan Gama . Istrinya, Alesya begitu dekat dengan kedua orang tuanya . Alesya busa tersenyum lebar saat dengan kedua orang tuanya . Tapi ada wajah sedih yang tersirat di sana .
" Aku ke atas dulu Ma " ucap Gama .
" Segera turun kita makan bersama " ucap Mana Gina .
" Apa Papa harus menyewa bodyguard untuk mu ?" ucap Papa Farhan serius .
" Tidak Pa . Alesya hanya kurang berhati-hati saja " ucap Alesya .
Tidak lucu pikirnya kemana-mana ada yang mengawasi . Meskipun itu bentuk rasa peduli mertuanya untuknya . Tapi tidak nyaman jika harus di ikuti kemana-mana .
" Papa ini . Kita jaga dari jauh saja . Itu lebih baik . Yang penting kamu juga harus jaga diri " ucap Mama Gina .
Bunyi bel rumah berbunyi .
Gama yang saat itu baru menuruni anak tangga . Langsung membuka pintu . Dan...
" Pa " sapa Gama lalu menatap ke arah meja makan yang penuh tawa .
" Iya " jawab Papa Dion tersenyum .
Di belakangnya ada Mama Cintya .
" Ma " Gama juga menyapa Ibu mertuanya .
" Siapa sayang ?" tanya Mama Gina .
Papa Dion dan Mama Cintya berjalan menghampiri besannya .
Gama tidak menjawab . Ada perasaan aneh saja . Entah apa itu .
Alesya menatap kedua orang tuanya datar . Tidak ada senyuman . Tawa yang tadi terdengar begitu indah . Sekarang hanya ada keheningan .
" Ayo kemari " sapa Papa Farhan ramah . Mempersilahkan duduk kedua besannya .
" Bagaimana kabar mu ?" tanya Papa Dion kepada Papa Farhan .
" Baik . Kita semua baik . Alesya juga baik ya sayang " ucap Papa farhan .
" Ya kami percaya kepadamu . Pasti kalian akan menjaga Alesya dengan baik " ucap Papa Dion tersenyum getir .
Senyum yang mengartikan rasa bersalah . Atau senyum yang lain .
" Bagaimana kabar mu Al ?" tanya Papa Dion .
Mama Cintya masih diam dan hanya berkata satu dua patah kata dengan Mama Gina . Bahkan menanyakan kabar Alesya saja tidak .
" Baik " jawab Alesya singkat .
Gama duduk di samping Alesya .
Dia mungkin tidak memahami situasi antara mereka . Tapi setidaknya Gama tahu kalau hubungan mereka tida baik.
" Kamu mau makan ?" tanya Gama menatap Alesya lekat .
Alesya mengangguk .
Gama mengambilkan makanan untuk Alesya .
" Kamu mau membuatku gendut " ucap Alesya terperangah melihat makanan menggunung di piring .
Gama tersenyum samar . Dia sengaja . Agar Alesya merasa tidak canggung .
" Kita makan bersama " ucap Gama tersenyum .
Alesya menatap kesal Gama . Makan sepiring berdua . Di hadapan kedua orang tuanya .
" Hahaha kamu ini nak . Suka sekali mengerjai istri mu " ucap Mama Gina .
" Ma kalau tidak habis biar kak Gama yang tanggung jawab " ucap Alesya .
" Iya sayang " ucap Mama Gina .
Mama Cintya menoleh dan akan buka suara . Namun Mama Gina sudah lebih dulu menjawab . Dia lupa , jika Alesya tidak sedekat itu dengannya . Sejak kejadian itu .
Melihat anak perempuannya begitu dekat dengan mertuanya . Mama cintya tersenyum kecut .
" Ayo jeng . Makan besar kita malam ini " ucap Mama Gina .
" Iya ayo " ucap Papa Farhan .
Papa Dion dan Mama Cintya sesekilas melirik ke arah Gama dan Alesya .
Keduanya terlihat akrab . Tak jarang Gama menjaili Alesya . Sehingga menimbulkan perdebatan kecil .
" Ma aku sudah kenyang " rengek Alesya mengadu kepada Ibu mertuanya .
" Gama , kamu ini suka sekali mengerjai istri mu " ucap Mama Gina .
" Biar dia tidak kurus Ma . Nanti dikira kita tidak kita kasih makan " ucap Gama asal .
Gama menyuapi Alesya dengan sendoknya .
Alesya menolak .
" Satu lagi " ucap Gama .
Alesya akhirnya menerima suapan terakhir . Makanan yang menggunung itu . Akhirnya habis juga .
" Ma habis " ucap Gama tersenyum meledek .
Alesya menatap piring kosong itu . Dia juga tidak sadar sejak kapan piring itu kosong .
" Kalian ini " ucap Mama Gina .
Setelah selesai makan . Mereka berbincang di ruang keluarga .
" Kamu tidak apa-apa nak ?" tanya Pap Dion .
" Papa dengar kamu jatuh " ucap Pap Dion lanjutnya .
" Ya seperti yang Papa lihat . Aku baik-baik saja . Mama dan Papa merawat ku dengan baik " ucap Alesya . Entah mendapat kekuatan sari mana Alesya berani berkata seperti itu .
" Alesya , kami di luar negri juga untuk kamu " sentak Mama Cintya tak terima .
Alesya manatap Mama Cintya .
" Apa Mama menganggap mertua ku tidak bisa merawatku ?" tanya Alesya datar tanpa ekspresi . Tidak ada emosi . Hanya ada penekanan di setiap kata .
" Maksud Mama bukan begitu Al " ucap Mama Cintya merasa tidak enak dengan besannya .
" Apa Mama merasa tidak bisa merawat ku ? Sehingga Mama Marah ?" tanya Alesya .
Plak
" Jangan kurang ajar kamu Alesya " ucap Mama Cintya marah .
" Kamu ini ada apa ?" tanya Papa Dion merasa malu dengan besannya .
Alesya tersenyum . Meskipun pipinya terasa kebas dan panas .
" Jika Alesya salah . Tidak seharusnya Mama memukul Alesya " ucap Gama lalu menarik tangan Alesya pergi dari sana .
Alesya mengikuti langkah Gama .
Gama mengajak Alesya pergi dari rumah . Sebelum pergi Gama mengirim pesan kepada Mama Gina .
" Kita minta maaf jika kami tidak bisa menjaga Alesya dengan baik " ucap Mama Gina penuh penyesalan .
" Tidak jeng . Tidak . Aku tidak bermaksud begitu .Alesya anaknya memang susah di atur . Dan suka melawan . Aku takut kalian akan merasa di repotkan olehnya "ucap Mama Cintya .
" Tidak . Alesya anak yang baik . Dia adalah anakku sekarang . Aku juga tidak merasa di repotkan . Justru aku senang . Sekarang aku ada teman untuk mengobrol masalah wanita . Belanja bersama anak perempuan " ucap Mama Gina .
Mama Cintya merasa tersentil dengan ucapan Mama Gina .
" Kami minta maaf . Atas kejadian hari ini " ucap Papa Dion merasa tidak enak dengan besannya .
" Ayo pulang " ajak Papa Dion merasa malu .
" Kami pamit pulang dulu " ucap Papa Dion .
" Ya hati-hati " jawab Papa Farhan .