NovelToon NovelToon
Pengantin 1,2 Triliun.

Pengantin 1,2 Triliun.

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / Romansa / Nikahmuda
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rinnaya

Apa yang terjadi saat seorang putri kaya yang jahat akhirnya jatuh miskin? Adakah yang akan menolongnya dari jeratan? Dialah Prisha.
Di titik paling kelam saat ia hampir menyerah pada hidup, sebuah uluran tangan asing datang menawarkan pelampung darurat. Sebuah kesepakatan rahasia bernilai triliunan rupiah disodorkan ke hadapannya.
​Demi bertahan hidup dan merebut kembali apa yang menjadi haknya, Prisha terpaksa melangkah masuk ke dalam sangkar emas milik keluarga Tanubrata. Ia harus berhadapan dengan Saka Tanubrata, pria yang memegang kunci keselamatan sekaligus kehancurannya.
​Ini adalah kisah tentang harga diri yang dipertaruhkan, rahasia di balik kemewahan, dan sebuah takdir bersyarat. Mampukah Prisha bertahan di dunia barunya, atau justru ia akan hancur dalam permainan yang ia mulai sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rinnaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Mood pagi.

Sebelum pukul 6 pagi, Prisha sudah berada di dapur. Mengabaikan tatapan koki yang terheran, Prisha mengambil kentang dari tempat yang ia ingat. Prisha menggulung rambutnya agar tidak mengganggu, mulai mencuci kentang terlebar dahulu sebelum dikupas.

“Nona, apa yang Anda inginkan? Biarkan saya membantu,” tegur koki canggung, tidak biasanya melihat Prisha bangun sepagi ini. Ia mulai bertanya-tanya di mana Bora? Biasanya wanita itu bangun paling awal daripada siapapun di rumah ini.

“Tidak perlu, aku tiba-tiba ingin membuat perkedel sendiri.”

“Untuk Tuan Saka?”

“Untuk diriku sendiri,” jawab Prisha tanpa menoleh.

Gadis itu mengupas kulit kentang, tampak lebih baik daripada waktu pertama koki mengajarinya. Dia sudah tidak takut lagi memegang pisau, atau menuang minyak ke panci. Aura gadis ini semakin hari semakin berbeda, dia tampak jadi lebih dewasa dan bisa diandalkan.

Koki tersenyum singkat, ia berpikir untuk membiarkan Prisha melakukan apa yang ia mau sementara ia harus menyelesaikan menu sarapan pagi ini.

“Paman.”

Merasa dipanggil, koki menoleh. “Ada apa, Nona?” Ia memandang profil samping wajah Prisha yang begitu sempurna.

“Aku ingin membawa perkedel buatanku sendiri ke kampus. Carikan aku tempat bekal.”

Prisha tampak bahagia saat mengatakan itu, bisa jadi hari ini suasana hatinya sangat bagus. Kepala koki berharap suasana baik itu bertahan lebih lama. Karena sebenarnya dia agak mengasihi Prisha, semua pekerja di rumah ini tahu kisah Prisha, karena itu mereka tidak melihat Prisha sebagai gadis rendah yang mencintai harta. Gadis itu hanya sedang bertahan hidup.

10 menit kemudian Bora muncul di dapur, pelayan termuda berusia 26 tahun itu membawa beberapa tangkai bunga berbeda jenis dalam keranjang rotan.

“Nona, bunga ini mau diapakan?”

Ternyata Bora bukannya tidak tahu Prisha di dapur, dia menerima tugas lain di pagi buta ini.

“Taruh saja di kamar, aku akan merangkainya sendiri nanti.”

“Baik, Nona.” Bora langsung pergi ke kamar.

Sungguh membuat penasaran untuk apa itu semua, Bora menjalani perintah tanpa tahu alasannya. Namun melihat Prisha bersemangat rasanya melegakan, Bora ikut bahagia, mungkin ia bisa bertanya untuk apa ini semua nanti.

Waktu sarapan di rumah ini adalah pukul setengah delapan pagi. Prisha tiba di kamarnya sekitar jam tujuh untuk merangkai bunga, dengan kata lain dia hanya punya waktu tiga puluh menit sebelum sarapan.

“Nona, apa hari ini ada yang spesial?” tanya Bora.

“Hari ini adalah ulang tahun Ayu. Kau tahu? Aku pernah cerita ke Ayu jika aku pernah memasak sendiri, dan Ayu berharap bisa mencicipi masakanku.” Prisha tertawa sebelum melanjutkan. “Tapi aku hanya baru belajar membuat perkedel! Makanya hari ini aku akan mewujudkan keinginannya.”

Teman yang sangat baik harus di beri hadiah. Meskipun Prisha terkenal jahat dengan orang lain, tapi dia sangat royal dengan temannya sendiri. Dia pernah mem buking satu restoran penuh untuk merayakan ulang tahun Yunha Sebenarnya orang yang paling dimanja dengan status teman Nona Kaya adalah Yunha, dia hampir mendapatkan segalanya dari Prisha.

Mengingat Yunha senyuman Prisha seketika pudar. “Gadis itu ... dia melupakan semua kebaikanku.”

Waktu bersama Yunha sangat menyayangkan, Prisha berandai-andai bila mana Yunha tidak menghianatinya, pasti ke kampus bukan hal yang menyesakkan lagi bagi Prisha.

***

“Taksi?" Jaila merasa tidak percaya dengan apa yang ia dengar ketika Bora mengabarkan ke Prisha taksinya sudah datang.

Jaila menoleh ke arah Prisha yang milai beranjak dari sofa. Gadis itu membawa buket, dan rantang hingga tangannya full. “Aku harus pergi. Sampai jumpa Kak Jaila.” Prisha melangkah cepat.

“Eh, Prisha! Kenapa tidak diantar sopir saja?”

“Sopir akan menjemput aku nanti siang,” jawab Prisha sambil menoleh belakang dan tanpa menghentikan langkahnya.

Sopir tersenyum menyambut Prisha, itu adalah senyuman yang dipaksakan. Tapi Prisha tidak peduli, menurut pandangan pribadinya, sopir itu aneh. Kenapa? Karena di mana-mana sopir taksi akan sangat senang dan berterima kasih pada pelanggan tetapnya.

Apa yang salah dengan Prisha? Apa yang membuat dia berbeda dengan penumpang lainnya?

“Paman, ngebut ya. Kalau ada lampu merah terobos saja,” ucap Prisha sembari meletakkan buket bunga tepat di bangku kosong.

Mata sopir taksi berkedut. Mobilnya sudah ditandai oleh polisi, ia sudah banyak melanggar lalu lintas berkat Prisha. Dalam benaknya bertanya-tanya apakah gadis itu tidak bisa menghubungi sopir lain selain dirinya? Ia sudah lelah setiap hari mendapatkan teguran.

Walaupun Prisha memberikan uang untuk menebus mobilnya yang di tahan, itu tidak cukup membersihkan nama baiknya di aplikasi.

“Hari ini temanku ulang tahun, aku ingin memberikannya hadiah sebelum masuk kelas.”

“Nona, sebenarnya kelasmu masuk jam berapa? Kenapa selalu ingin terburu-buru?”

“Tidak menentu, tapi rata-rata jam 8.30,” jawab Prisha sangat santai padahal ini sudah jam 8.05.

25 menit perjalanan dengan kecepatan rata-rata memang tidak akan terkejar, pantas saja setiap hari Prisha menyuruhnya mengebut. Ini tambah menjengkelkan karena gadis itu ingin sampai sebelum kelas di mulai.

Sampai di kampus sudah pukul 8.45, Prisha merenggut karena bahkan ia telat. Prisha memarahi sopir yang diam saja itu, seolah tidak memiliki tanggung jawab atas kepuasan pelanggannya.

Prisha melemparkan selembar uang tanpa menunggu kembalian, lantas ia berlari masuk ke dalam kelas. Dalam benaknya ia berdoa semoga dosen belum tida di kelas. Ia terengah-engah sambil membuka pintu, tentu saja pemandangan di depannya tidak sesuai harapannya.

“Telat 15 menit. Nilaimu akan dipotong.” Dosen yang terkenal sangat pelit nilai itu mencatat nama Prisha ke dalam absennya.

Prisha memutar bola mata malas, karena nilainya akan dipotong ia tidak peduli lagi. Ia menghampiri meja Ayo, lalu berkata, “Selamat ulang tahun, Ayu.”

Ayu melirik dosen yang menatap tajam, ia menelan ludah kasar. Prisha benar-benar tidak menghargai dosen itu setelah nilainya dipotong. Mungkin dosen itu lupa, seharusnya ia memberitahu Prisha tentang sangsi telat setelah kelas selesai.

“Te-terima kasih, Prisha.”

“Nah di dalam tempat bekal ini ada perkedel buatanku sendiri. Kau bilang ingin mencicipinya, kan?”

“Prisha! Duduk di tempatmu,” titah dosen tersebut.

“Biarkan aku selesai bicara dulu Tua Bangka. Nih, aku duduk nih.” Prisha menghentakkan pantatnya di kursi. Wajahnya ditekuk malas, mood nya yang bagus seketika hancur melihat wajah pria tua di depannya semakin berkerut.

“Dasar anak kurang ajar ini gak pernah tobat.”

“Umurku masih panjang,” gumam Prisha namun masih bisa didengar oleh orang di sekitarnya.

Dia membuka tas, mengeluarkan buku. Dosen sudah meredam kekesalannya melihat Prisha mulai serius mendengarkan penjelasannya. Harus diakui meskipun gadis itu menyebalkan, tapi dia belajar dengan sungguh-sungguh. Nilainya cukup bagus untuk selalu berada di tingkat A dengan kepribadiannya yang buruk itu.

Bersambung....

1
Aiden Den
up
Amal Syafiqah
aa novel nya bagus, cepat update nya ye. aku tunggu
Rinnaya: Ok. Up setiap hari, tapi hari ini sibuk jadi besok malam ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!