Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri
Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan
Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
2 Hari Kemudian
Tenda Elisa
Elisa Melihat Dokumen Yang Di Berikan Niel
"Maaf Yang Mulia, Saya Belum Selesai Mencari Tau Semua Rumah Bordil Yang Ada Di Kerajaan Ini" Jelas Niel
"Tidak Apa-apa" Elisa Melihat Niel "Tapi Kau Harus Tetap Mecari Keberadaan Mereka"
"Baik Nona" Jawab Niel, Ia Pun Keluar
Elisa Terkejut Melihat Banyaknya Rumah Bordil Yang Berada Tidak Jauh Dari Istana, Dan Beberapa Berada Di Desa Kecil Di Setiap Wilayah Kekuasan Bangsawan
"Haaa...Banyak Juga Tapi Dari Mana Mereka Mendaptkan Wanita-wanita Ini?" Pikir Elisa
Beberapa Saat Kemudian
Elisa Kembali Membersihkan Monster
1 Minggu Kemudian
Erlan Menyambut Kepulangan Elisa
"Ayah" Panggil Elisa Sembari Berjalan Cepat Ke Arah Erlan Dan Langsung Memeluk Erlan
Erlan Dengan Senang Hati Membalas Pelukan Elisa
"Kau Sudah Bekerja Keras Putri Mahkota, Aku Bangga Pada Mu"
"Terima Kasih Yang Mulia" Jawab Elisa
Dalam Perang Melawan Monster, Elisa Mendapatkan Banyak Bangkai Juga Inti Kekuatan Monster Dalam Pertempuran Pertamanya, Elisa Mengalahkan Erlan Dalam Penyampaiannya
...
Setelah Dari Perang Melawan Monster, Kekuatan Elisa Bertambah Dan Gejolak Dari Kekuatan Dalam Yang Berkembang Cukup Besar Itu Membuat Elisa Sakit Beberapa Hari
1 Minggu Kemudian
Elisa Membuka Matanya Setelah 3 Hari Lamanya Ia Demam Dan Tak Sekalipun Elisa Membuka Matanya
"Putri, Akhirnya Anda Bangun Juga" Tangis Novi
Elisa Tersenyum "Apa Separah Itu?"
"Putri!!" Panggil Nuri Dan Tiana Sembari Berlari Ke Arah Elisa Dengan Membawa Air Untuk Membersihkan Tubuh Elisa
Elisa Melihat Tangannya
"Aku Masih Merasakan Kekuatan Begitu Kuat Yang Ada Di Dalam Tubuhku" Batin Elisa Sambil Mengepalkan Tanganya
"Anda Baik-baik Saja?" Tanya Novi Khawatir
Elisa Melihat Ketiga Pelayannya
"Aku Gerah" Jawab Elisa
Ketiga Pelayanya Pun Dengan Cepat Menyiapkan Kebutuhan Mandi Elisa
Beberapa Saat Kemudian
Erlan Masuk Bersama Kedua Temannya Juga Beberpa Dokter Kerajaan Di Saat Itu Elisa Bersiap Untuk Keluar
Semua Terkejut Melihat Elisa Berdiri Di Depan Mereka
"Yang Mulia Putri Mahkota?" Mereka Semua Bingung
Erlan Memeluk Elisa "Syukurlah, Syukurlah" Erat
Erlan Menatap Elisa, Yona Datang Dan Mendorong Erlan Dan Langung Memeluk Elisa
Semua Terkejut, Termasuk Elisa Yang Kaget Melihat Ayahnya Melayang Cukup Jauh
"Syukurlah Kau Sudah Bangun Nak" Ujar Yona
Elisa Hanya Mengangguk Sambil Tersenyum Melihat Ayahnya Yang Menatap Tajam Ke Arah Yona
Yona Melihat Elisa Dari Atas Sampai Bawah
"Bagaimana? Apa Ada Yang Masih Sakit?" Tanya Yona
"Wanita Gila Ini!!!" Erlan Menatap Tajam Yona
Elisa Tersenyum Sambil Menggelengkan Kepalanya
"Kau Tau, Betapa Khawatirnya Kami Nak" Ujar Yona Kembali Memeluk Elisa
Erlan Mendekati Mereka Dan Mengelus Kepala Elisa, Elisa Yang Ada Di Pelukan Yona Melihat Ke Arah Erlan Yang Tersenyum Ke Arahnya
Semua Orang Melihat Ke Arah Mereka Dengan Perasaan Terharu Tapi Tidak Dengan Will, Jantung Dan Hatinya Terasa Gatal Melihat Yona, Erlan Dan Elisa Yang Terlihat Seperti Keluarga
Elisa Dan Erlan Yang Melihat Aura Ketidak Nyamanan Will, Erlan Pun Dengan Cepat Mundur
Elisa Terkekeh "Bibi, Paman Will..."
"Ha?" Yona Melihat Elisa Lalu Berbalik Melihat Will
Will Yang Memasang Ekspresi Dingin Langsung Tersenyum Saat Yona Melihat Ke Arahnya
"Phufttt" Tawa Elisa
Beberapa Saat Kemudian
Ruang Keluarga
Elisa Tersenyum Melihat Ke Arah Will, Sedangkan Yona Yang Tidak Tau Apa-apa, Ia Bersikap Biasa Saja Lalu Erlan Yang Merasakan Aura Will, Merasa Canggung
"Hahaha" Tawa Kecil Elisa Membuat Ketiga Orang Tua Yang Ada Di Depannya Dan Beberapa Orang Lainnya Bingung
"Apa Ada Yang Lucu?" Tanya Yona
Elisa Melihat Yona
"Kau Tau Elisa, Kami Sangat Amat Khawatir Pada Mu, 3 Hari Lamanya Kau Tidak Sadar Dan Setiap Kau Bangun Hanya Meringis Kesakitan, Semua Obat Dan Sihir Di Tolak Oleh Tubuh Mu" Ujar Yona
"Maafkan Elisa Bi, Elisa Juga Bingung Entah Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Elisa?" Jawab Elisa
"Tidak Ada Yang Terjadi Pada Tubuh Mu, Aku Juga Pernah Mengalami Ini Saat Pertama Kali Aku Terjun Langsung Melawan Monster" Jelas Erlan
Semua Melihat Erlan
"Tapi, Ada Baiknya Karena Kau Bisa Mengontrol Kekuatan Yang Ada Di Dalam Tubuh Mu" Lanjut Erlan Sembari Mengambil Gelas Tehnya
"Ah Benar Juga, Aku Dengar Orang Tua Ini, Sampai Sekarang Tidak Bisa Mengontrol Kekuatannya" Pikir Yona Sambil Menatap Erlan
Will Yang Melihat Yona Yang Sedang Menatap Erlan Merasa Tidak Nyaman
"Paman" Panggil Elisa
Will Terkejut "Ya?"
"Paman Tenang Saja, Ayah Tidak Akan Mengambil Bibi Dari Paman Dan Bibi Ku Juga Wanita Yang Setia Jadi Paman Tidak Perlu Khawatir" Jelas Elisa Sambil Tersenyum
"Yah, Walaupun Suka Main Di Luar Sih!!" Pikir Elisa
Erlan Tersedak Sedangkan Yona Tersentak
Wil Tersenyum "Apa Senampak Itu?"
Elisa Meletakan Gelasnya "Tentu Saja, Anda Sedang Duduk Bersama Dua Orang Yang Bisa Melihat Aura, Yang Mulia Pangeran Will"
Will Tersentak, Ia Melihat Erlan Yang Berusaha Tenang
"Maafkan Saya Yang Mulia Raja" Ujar Will
Erlan Tersentak "Ha! Ah.. Tidak Apa-apa, Aku Mengerti"
"Phufttt" Yona Dan Elisa Tertawa
Tiba-tiba Yona Naik Di Atas Pangkuan Will Dengan Wajahnya Menghadap Ke Arah Will
Erlan Dan Elisa Terkejut Begitu Pun Dengan Will
Elisa Dan Erlan Berdiri Dan Meninggalkan Mereka Berdua Yang Sedang Bermesraan Dengan Perasaan Kesal
Semua Ikut Keluar