NovelToon NovelToon
Aisyah Aqila

Aisyah Aqila

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:198k
Nilai: 4.9
Nama Author: Auriel zeta

Pernikahan adalah pengikatan janji sakral yang dilaksanakan oleh dua orang yang saling mencintai. Tapi tidak dengan Aqila.

Aisyah Aqila adalah seorang gadis yang cantik, baik, pintar dan manja. Tetapi juga berani. Berumur 18 tahun dan baru lulus sma.

Aqila adalah salah satu murid terpintar dan bintang sekolah di sma nya dulu. Karena kepadaiannya, ia ingin sekali melanjutkan kuliah, tapi keadaan yang membuat nya mundur.

Hingga nasib buruk menimpanya.
Aqila harus menikah dengan orang yang tidak dia kenal dan bahkan orang yang ditakuti dikota itu.
umurnya pun jauh berbeda 10 tahun lebih tua darinya.
Hanya karena ayahnya tidak bisa membayar hutangnya yang bunganya sangat besar.

"Saya akan membebaskan hutang-hutang kamu Hendra, tapi dengan satu syarat," ucap Edwin menggantungkan kata-katanya yang terakhir.

"Kamu nikahan saya dengan gadis bodoh ini?" sambil menunjuk Aqila.

Aqila bingung, di satu sisi ia tidak ingin menikah dengan orang itu, tapi disisi lain keadaan yang membuatnya harus bilang iya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auriel zeta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 29 Aqila Terluka

Edwin menelfon Aqila.

Ia sudah tukeran nomer whatsapp dengan Aqila setalah dia menikah.

Tut...Tut....

"Kurang ajar! Berani dia nggak ngangkat telfon dari saya." umpat Edwin.

Aqila tidak mengangkat telfon karena dia lagi ke toilet dan tidak membawa handphone. Dan kebetulan nadanya disilent oleh Aqila.

Jam menunjukkan pukul 3 sore.

Tidak terasa jam begitu cepat berlalu.

Mereka semua pulang.

"Qila, Rehan, gue pamit pulang dulu ya..." pamit Dinda.

"Iya hati-hati ya..." jawab Aqila dan memeluk Dinda.

"Bye..."

Dinda menstop taxi dan pergi.

Kini tinggal Aqila dan Rehan.

"Kamu pulang naik apa?" tanya Rehan.

"Naik taxi," jawab Aqila.

"Aku anterin aja,"

"Duh, gue kan udah nggak tinggal sama ayah sama bunda, nanti kalo gue dianterin Rehan kan gue turunnya dirumahnya om nggak punya hati itu," ucapnya dalam hati.

"Aqila, kok diem,"

"Eh iya Han," Aqila keceplosan.

"Oke bos," jawab Rehan.

"Oon banget sih lo Qila..."

Rehan mengantarkan Aqila pulang.

"Han, nanti anterin ke jalan xxx ya..."

"Kok ke situ, itu rumahnya siapa?" tanya Rehan.

"Em... rumahnya sepupu aku," jawab Aqila asal-asalan.

"Iya,"

10 menit sampai di rumah Edwin.

"Makasih ya Han, aku masuk dulu ya," ucap Aqila buru-buru karena melihat mobil Edwin sudah ada dirumah.

Edwin melihat Aqila dari jendela kamar.

"Qila tunggu..."

"Yah, udah main masuk aja, padahal gue mau tanya kok ada mobil orang yang ngehadang gue sama Qila kemarin ya..." tanya Rehan bingung.

Rehan kemudian pulang ke rumahnya.

Sampai dirumah, Aqila langsung ke kamar. Karena tidak ada Alisya dan Mama Merliana.

Ceklek

Aqila membuka pintu kamar.

Edwin sedang duduk disofa kamar dengan wajah yang dingin.

"Huft, tadi om lihat nggak ya aku dianterin Rehan... moga aja enggak," batinnya.

Aqila berjalan ke arah Edwin.

"Om kok udah pulang?" tanya Aqila.

"Dari mana kamu?" tanya Edwin.

"Tadi habis ketemu sama Dinda om di caffe deket sini," jawab Aqila dengan takut.

"Apa kamu sudah lupa kalo kamu sekarang sudah punya suami?!" bentak Edwin.

"Aqila inget om," jawab Aqila menunduk.

"Gadis mur***!" umpat Edwin.

"Om jaga ya ucapannya! Aqila bukan gadis mur*** yang seperti om pikir!" bantah Aqila.

Plak

Tamparan keras mendarat ditipu Aqila yang putih dan mulus.

"Kamu sudah berani membantah suami kamu sendiri Qila!"

"Aqila berani karena Aqila nggak salah om!"

Edwin menarik rambut Aqila dan membenturkan kepalanya di tembok kamarnya.

"Auw," Aqila meringis kesakitan. "Sakit om," tambahnya sambil memegangi dahinya yang berdarah akibat benturan tadi.

"Saya ingatkan sama kamu sekali lagi Qila! Saya nggak suka dibohongi! Dan kamu sudah menjadi tanggung jawab saya! Jadi saya berhak mengatur kamu kemana pun kamu pergi!" bentak Edwin dan langsung pergi meninggalkan Aqila dikamar sendirian yang sedang menangis kesakitan.

Edwin tidak peduli dengan Aqila. Yang ada difikirannya hanya emosi.

Aqila menangis sejadi-jadinya.

"Om jahat! Aku benci sama om! Aku nyesel nikah sama om! Hiks...Hiks...."

"Sakit banget kepala aku, hiks...hiks...." ucap Aqila.

"Mending aku minta tolong bibi aja untuk ngobati,"

Aqila memanggil bibi.

Bibi kemudian masuk ke kamar.

"Non kenapa? Kok bisa seperti ini? Apa non jatuh?" tanya bibi.

"Hiks...Hiks...." Aqila hanya menangis kesakitan. "Sakit bi..."

"Bibi ambilkan kota p3k dulu non,"

Lalu bibi datang sambil membawa kotak p3k dan mulai mengobati kening Aqila.

"Udah non, non kenapa bisa seperti ini?" tanya bibi yang sudah selesai mengobati luka dikening Aqila.

"Hiks...Hiks..." Aqila hanya menangis.

Dia tidak berhenti menangis.

Aqila benar-benar sangat takut.

"Aqila mau sendiri dulu bi," ucap Aqila sela-sela tangisnya.

"Baik non, kalo non butuh apa-apa panggil bibi aja non,"

"Iya bi,"

Bibi pun keluar dari kamar Aqila.

Aqila duduk ditempat tidur dengan tubuh ditutupi oleh selimut dan menangis.

"Kenapa om bisa sekasar itu sama Qila..." gumannya. "Bahkan, setelah kejadian itu, om langsing pergi gitu aja ninggalin Qila,"

Aqila terus menangis sampai ketiduran.

.

.

Waktunya makan malam. Edwin pulang kerumah. Ia menuju kamarnya.

Dia melihat Aqila yang sedang tidur dengan mata sembab, rambut acak-acakan dan dahi yang di

Edwin menghampiri Aqila yang sedang tidur.

Dia mencium kening Aqila.

"Maafkan saya Qila, saya sudah membuat kamu seperti ini." Edwin menyesali perbuatannya.

"Saya seperti itu karena saya nggak mau kamu dimiliki laki-laki lain. Karena kamu milik saya." ucapnya.

Edwin terus memandangi Aqila.

Tok...Tok....

Suara ketukan pintu.

"Masuk."

"Maaf tuan, ini saya bawa makanan buat non Qila, karena dari sore dia belom makan," ucap bibi sambil meletakan makanan dimeja samping tempat tidur.

"Siapa yang ngobati lukanya?"

"Saya tuan," jawab bibi takut.

"Apa dia cerita sama kamu kenapa dia bisa seperti itu?"

"Enggak tuan, saya sudah tanya sama non Qila tapi dia tidak menjawab dan hanya menangis dan meringis kesakitan," jawab bibi.

"Kamu bisa keluar,"

"Baik tuan,"

Bibi pun keluar dari kamar Edwin.

"Lebih baik saya mandi, setelah itu saya membangunkan Aqila untuk makan," gumannya.

Selesai mandi, Aqila belum bangun.

Edwin terpaksa harus membangunkan Aqila.

"Qila..." ucapnya lembut sambil memegang pipi Aqila.

Masih belom ada respon dari Aqila.

"Qila bangun, kamu makan dulu,"

Aqila membuka matanya perlahan-lahan.

Ia langsung histeris melihat Edwin.

"Om jahat! Aqila benci sama om! Om jahat! Hiks...Hiks..."

Edwin memeluk Aqila dengan erat.

"Maafin saya Qila..."

"Hiks...Hiks...."

"Kamu sekarang makan, saya suapin,"

"Aqila nggak laper. Aqila mau tidur." jawabnya dan langsung tidur.

"Sabar Win... dia masih gadis, seharusnya seumuran dia masih bersenang-senang seperti Alisya, bukan malah lo sakiti seperti ini." batinnya.

Edwin ikut tidur disamping Aqila dan memeluk Aqila dengan erat, sampai mereka berdua tertidur dengan lelap.

.

.

Pukul 00.00 malam, Aqila terbangun dan menangis.

"Hiks...Hiks..."

Edwin yang mendengar Aqila menangis langsung bangun.

"Kamu kenapa?" tanya Edwin yang cemas.

"Kepala Qila sakit om," jawab Aqila sambil menahan sakit dengan wajah pucat.

"Kamu makan dulu, dari sore kamu belom makan,"

"Aku nggak laper."

Aqila tiba-tiba pingsan.

Edwin sangat khawatir.

Dia langsung menghubungi dokter kepercayaan keluarga Sanjaya untuk datang kerumah sekarang.

"Datang kesini sekarang." ucap Edwin.

"Tapi tuan..." belom selesai dokter Rani bicara sudah dipotong Edwin.

"Saya tunggu sekarang." Edwin mematikan telfonnya.

"Halo tuan,"

Tut...Tut....

Panggilan terputus.

Mau tidak mau dokter Rani harus kerumah Edwin sekarang juga. Karena dia tidak berani melawan Edwin.

5 menit sampai dirumah Edwin. Dokter Rani langsung memeriksa Aqila.

"Kenapa dengan istri saya?" tanya Edwin.

"Istri?" tanya dokter Rani yang masih tidak percaya.

1
Rahma Inayah
wajr aja di julukin edwin bodoh mmg bodoh gk peka dia ns cemburu tp dia gk bs liat edwin cemburu..gak peka
Lizaz
Aku mampir thor

mampir juga di karya aku
mari saling mendukung 🤗
R_armylove ❤❤❤❤
like disini
R_armylove ❤❤❤❤
mampir lagi
R_armylove ❤❤❤❤
semangat buat kamu
R_armylove ❤❤❤❤
mampir lagi ka
Agustina RS
ceritanya bagus, sudah saya kasih bom like👍
semangat terus Thor,mampir juga di karyaku

Ustadz Idolaku

terimakasih 🙏
kicauan.merdu
kok nggak dilanjutkan sih Thor? author lagi Hiatus ya?
R_armylove ❤❤❤❤
semangat buat nulisnya
R_armylove ❤❤❤❤
mampir lagi ya
P.Aisyah
mampir dengan 5 like😁
salam manis dari " PERJUANGAN DALAM PERNIKAHAN "
Intan Komalasari
lanjuttttt
R_armylove ❤❤❤❤
like
R_armylove ❤❤❤❤
bawa 3 like ya
R_armylove ❤❤❤❤
ka...aku blik lagi
coco
like mendarat .
jangan lupa mampir
Ulfa
3 like mendarat kak tetap smangat
silviaanugrah
hai thor, aku datang bawa 15like.
smngt up & smg ceritanya sukses ya, aku tunggu feedback-nya 😉✨
unknown
Like mendarat kakak, semangat berkarya ya... Salam dari My Husband, King Of Trouble 😘🤗❤
By_Ana
Next thor...ceritanya seru😄

salam dari _Pesona Pocong Cantik_🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!