NovelToon NovelToon
Gemilang Ku

Gemilang Ku

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.6M
Nilai: 5
Nama Author: ema

Instagram : @blueskyma_1
Seorang gadis cantik tersenyum kecut menatap pantai yang ombaknya terombang-ambing kesana kemari, meratapi kepedihannya saat ini.

Begitu takdir tidak memihak kepadanya. . .

"Aku setuju untuk segera melangsungkan pernikahan" ucap laki-laki itu datar dan sama dinginnya dengan angin pantai malam ini.

"Aku tidak segila itu Gem!" sentak Mou.

"Jangan mempersulit segalanya Mou! , kita saling mencintai, dan keluarga kita juga merestuinya" ucap Gemilang yang terus menatap ombak.

"Aku tidak pernah mengatakan mencintaimu" ucap Mou yang mulai terisak "bagaimana mungkin Gem, aku mengkhianati sahabatku sendiri" ucap Mou memukul pelan lengan Gemilang yang berada disampingnya.

"Aku tidak perduli!"

"Dia sahabat kita Gem, dia sedang sakit. . . apakah kamu berniat membuat sakitnya semakin parah" Mou menangis begitu pilu, membuat Gemilang tidak tega melihatnya , lalu memeluk gadis yang dicintainya itu begitu erat.

"Kita harus bagaimana Gem?" ucap Mou disel

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28 ~ Jangan menangis

Mou berjalan cepat menuju depan restoran itu, ia melambaikan tangannya ketika melihat ada taksi yang lewat.

Mou memasuki taksi itu bahkan dengan air mata yang sudah mengalir begitu saja, dadanya begitu sesak memikirkan kondisi Gemilang, ia sangat khawatir pada laki-laki itu.

ia meraih ponselnya untuk mengabari keluarga nya, bahwa akan pulang terlebih dahulu dengan alasan ada urusan mendadak.

Entahlah, hanya alasan itu yang ada dipikiran Mou

Dan setelah ini pasti orang suruhan Papa nya akan mencarinya, tapi ia tak perduli tidak ada yang penting kecuali kondisi laki-laki itu saat ini.

Mou berlari kecil mencari kamar yang sudah diberitahukan oleh Ben sebelum nya, begitu sampai dilantai ruangan VVIP, ia melihat ada tiga orang yang tak asing berada disana.

Ben sedang berdiri didepan pintu seperti seorang penjaga, sedangkan Juna dan wanita gila itu si Julia ia duduk di depan pintu.

Mou mempercepat langkahnya, "Ben" ucapnya dengan bibir yang bergetar "dia dimana?".

"masuk aja Mou" ucap Ben membukakan pintu.

"Enak aja! , gue yang udah nunggu daritadi Lo larang masuk giliran dia lo ijinin gitu aja" sentak Julia berkecak pinggang didepan Ben, Mou tak memperdulikan nya langsung menerobos masuk begitu saja.

"dia pacarnya beg*!" ucap Ben menonyor kepala gadis yang menyebalkan itu.

"woy kutu buku!, ajak dia pulang gih" ucap Ben menatap malas pada sahabatnya Juna yang tidak peduli dengan perseteruan nya dengan Julia.

Juna yang sedang membaca buku hanya menatap Ben sekilas lalu fokus dengan bukunya lagi.

"gue akan tetep disini sampai kak Gemilang mau ketemu sama gue" tegas Julia.

"terserah!"

Ketika memasuki ruangan itu pertama kali yang menjadi fokus Mou adalah laki-laki yang sedang berdiri menatap indahnya bintang yang sudah bertaburan diatas sana, bahkan terlihat begitu jelas dilantai atas ini. pakaian rumah sakit masih membalut tubuh kekar nya.

Mou melangkahkan kakinya menuju dia, mendekat, lalu memeluknya dari belakang,

isakan kecil lolos dari bibir mungilnya, ia terlalu takut akan terjadi sesuatu dengan Gemilang.

Sedangkan Gemilang tentu saja terkejut ketika merasakan pelukan yang begitu erat, jika dari parfumnya Gemilang tahu betul ini siapa, tapi mungkinkah Mou yang sedang memeluknya.

rasanya begitu tidak mungkin. . .

"siapa?" tanya Gemilang ketika merasa rengkuhan itu semakin erat.

Bukannya menjawab Mou malah terus menangis,

Gemilang membalikkan badannya begitu saja, ia menatap tak percaya pada Mou yang sedang menundukkan wajahnya.

Perlahan Mou mendongak, matanya sudah beruraian dengan air mata, mata keduanya bertemu , menatap dalam satu sama lain.

"kenapa kamu nggak bilang?" lirih Mou lemah menyentuh rahang Gemilang, ia menatap balutan perban putih pada dahinya.

"jangan menangis" ucap Gemilang mengusap dengan lembut air mata di pipi Mou "aku hanya tidak ingin kamu khawatir" ucapnya.

"tapi gak gini Gem" ucap Mou dengan suara yang tercekat "kamu harusnya ngomong" Mou kembali memeluk Gemilang dan tangisnya semakin pecah.

Gemilang mengusap-usap punggung Mou yang bergetar , ia tersenyum samar ketika Mou menangisi nya berlebihan seperti ini.

Tapi tunggu , atau kah ini sebatas rasa bersalah karena tersangka nya adalah Bara?

"mana yang sakit?" tanya Mou melepaskan pelukannya.

Gemilang menggelengkan kepalanya "aku udah sehat, udah nggak papa" ucapnya seraya mengajak Mou untuk duduk disofa.

"beneran nggak ada yang parah?" tanya Mou memperhatikan Gemilang, memang hanya luka di dahinya saja yang terkesan mencolok.

"mobil aku udah di setting dengan protect yang kuat kok".

Mou masih menatap tak percaya pada Gemilang "kalo udah sehat kenapa masih dirawat".

"ya karena pengen istirahat aja" ucapnya santai lalu bersandar pada sofa.

Mou mendengus kesal , orang macam apa yang ingin beristirahat di rumah sakit.

"udah jangan cengeng, jangan nangis lagi" ucap Gemilang mengacak-acak rambut Mou.

"Gemmmm" gerutu Mou "kebiasaan deh" ucapnya lalu merapikan rambutnya.

"yah udah hobi sih , mau gimana lagi" balas Gemilang tersenyum jahil.

"ngeselin banget sih" ucap Mou mengerucutkan bibirnya.

"tapi ngangenin kan?"

Eh

"mana ada" ucap Mou mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, pipi nya merona hanya karena digoda seperti itu oleh Gemilang.

"tapi aku kangen tuh" ucap Gemilang dengan santai "aku kangen terus tadi aku peluk-peluk".

"Geemmmm" sungguh bagai kepiting rebus rona wajah Mou saat ini.

"hahahaha" kenapa gadis ini begitu manis saat digoda , nampak malu-malu kucing.

"belum makan ya?" tanya Mou ketika melihat sepiring nasi dengan beberapa lauk diatas meja.

"belum, lagi gak napsu" ucap Gemilang bergidik ketika membayangkan betapa hambar nya makanan rumah sakit itu.

"gimana mau sembuh kalo nggak mau makan" ucap Mou melirik Gemilang dengan sinis "dikit-dikit harus makan dong, tubuh kamu juga perlu asupan, emangnya kamu mau disini terus nggak pulang-pulang". omel Mou panjang lebar.

Gemilang menghela nafas mendengarnya, seharian ia mendengarkan omelan Mamii nya panjang lebar , malam pun dapat bonus Omelan dari gadis cantik ini.

"nggak enak Mou" ucapnya lemah.

"tapi kan harus makan, dipaksain dong" desak Mou.

"udah dingin itu" ucap Gemilang menunjuk makanan yang memang sudah sejak sore ia tidak lirik sedikitpun.

Mou meraih ponselnya "aku delivery aja deh, mau apa?" tanya Mou menatap Gemilang.

Gemilang menggelengkan kepalanya, ia memang sedang tidak nafsu untuk makan.

"bubur ayam aja deh" ucap Mou memaksa, ia langsung memesan tanpa menghiraukan pendapat Gemilang.

"emang ada ya bubur ayam malem-malem gini".

"ada, langganan aku"

Gemilang terus menatap gadis cantik disampingnya, tidak ada rasa bosan untuk berlama-lama menatapnya.

Mou yang salah tingkah karena itu hanya berpura-pura memainkan ponselnya saja.

Beberapa menit kemudian, Ben datang membawa makanan itu masuk didalam ruangan, sebelum nya ia mengunci pintu terlebih dahulu.

"giliran ada dia aja mau makan" ejek Ben, lalu menaruh plastik yang berisikan bubur itu diatas meja.

"mereka udah pulang?" tanya Mou mengingat tadi ada Julia dan Juna di depan.

"tau ah pusing gue, biarin aja mau sampe jam berapa. bodo amat!" ucap Ben kesal lalu menghempaskan tubuhnya pada sofa.

Mou menyiapkan bubur untuk Gemilang, menaruhnya pada mangkuk serta mengambilkan nya air putih.

Sungguh baik sekali dia.

Ben sendiri masih menatap Mou dengan telaten mengambilkan semua itu untuk Gemilang, jadi ini yang membuat Gemilang tergila-gila pada Mou.

"makan" ucap Mou menyodorkan semuanya.

Menghela nafasnya, kini Gemilang hanya bisa pasrah.

"aku kupasin apel ya" ucap Mou mengambil apel yang terletak diatas nakas.

"boleh-boleh" jawab Ben bersemangat.

"bukan elo kunyuk!" sentak Gemilang tidak suka.

"telen tu bubur!".

Gemilang sebenarnya sangat terpaksa memakannya, jika bukan Mou yang menyuruh mana sudi ia menelan makanan disaat lidahnya benar-benar pahit.

"jangan berantem" ucap Mou menghampiri mereka.

"dia tuh" ucap Gemilang dengan manja, bahkan Ben hampir muntah mendengarnya.

"jijyk , bangsd!".

.

.

.

TETEP AKU SEMPETIN UP DISELA-SELA KESIBUKAN KU .

JANGAN LUPA KOMENTAR YANG BANYAK YA GAESS UNTUK MEMBANGUNKAN IDE DALAM OTAKKU YANG MINIM WKWK. 💋

1
Dinda Gusti
baca novel ini buat aq jd pmalas,mauny jd tim rebahan pngen bca trs....😍
Nina Hani Anissa
𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚛𝚞
Maryani Yani
Simo belum dewasa
Nora Vidayanti
bagus bangeeeet..🥰🥰🥰
Nora Vidayanti
akuuuuu ada muuuuuuuh Abang gem...😆😆
Nora Vidayanti
aku udah beberapa x ganti hp🤣🤣
dah setiap ganti dan bikin email baru, download ulang kisah ini Abang gem dan mou..😭😭
baca lagi..
ulang lagi..
baca lagi..
baper nya bikin gamon😭😭
Deistya Nur
semangat terus ka👍💪
kania rahma
bingung mau baca novel apa jadi Q baca ulang lah cerita nya abang gem ini🤭🤭🤭
Siti Nurhayati
ngakak banget pas mie nya di makan separuh kuah separuh goreng😭🤣🤣
jk_vn
thor sebenarnya aku udah baca thor tp baca lagi hee, 🥰
Shillie Somaharja
suka ma alur ceritanya 👍👍
Maryani Yani
pasti sekolah lgi
Maryani Yani: Alhamdulillah bisa baca lagi
total 1 replies
kania rahma
gemmm hebatt.. q sakit ama kata kata nya gemilang" wanita ku tidak pernah murahan sepertimu "keren ch
kania rahma
q setuju sma ben susul ke London dan bilang kalau gem akan menunggu mou selesai study nya😀😀😀segampang itu kan gem knp harus di bkn ribet dan knp harus saling menyakiti si😭😭😭😭
Sri Muliasari
luar biasa
fa _azzahra
kokoh al istrinya siapa sekarang?
fa _azzahra
nunggu penjelasan nya saja deh nt sambil trs baca,berarti mou sama gemilang termasuk sama2 adik ipar klo dihubungkan ya.walaupun ga secara lgsg.mgk pas nikahan jen n ramon mou ga datang jd ga kenal kluarga kakak ipar nya
Lisnawaty Mohulaingo
bagus,pokoknya mantul dech
yulia
bagus banget
gio sugio boio
terima kasih thor atas ceritanya...menarik😍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!