Instagram. @kimyuli
*****
kisah ini bercerita tentang ruby jingga. gadis indigo yang memiliki penglihatan yang sama seperti ibunya, seorang indigo. ruby sudah memiliki mata indigo nya sejak lahir tapi sayang mata indigo ruby tertutup sejak usianya yang masih kecil dan saat waktu ruby sudah menginjak usia 12 tahun mata indigonya terbuka kembali. itu membuat ruby terkejut dan takut melihat roh roh.
ruby sering di bilang anak pembawa sial oleh orang-orang dan juga sering di pangil gadis gila oleh teman teman sekolah nya. ruby sudah terbiasa dengan hal omongan orang lain padanya tapi terkadang ruby sakit hati dan juga sedih. sampai sekatang ruby masih takut sama hantu yang menyeramkan dan membuat dia kaget.
ruby mempunyai teman yaitu 7 kaisar tampan yang sudah menjadi hantu, walaupun seperti itu mereka bertujuh selalu melindungin nya setiap saat. ya walau pun berisik. tetapi suatu saat ruby pergi ke abad seratus tahun yang lalu dimana ketujuh kaisar tampan ini masih hidup. ruby harus mengubah semuanya kehidupan di masa lalu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marin Nana Vitalis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
setelah hantu itu menghilang jin langsung melepaskan ikatan tali di tangan dan kaki ruby, ikatannya sangat kencang sehingga meninggalkan bekas merah di tangan dan kaki ruby.
kedua tangan jin mendarat di kedua bahu ruby yang sedang menunduk lemah di kursinya.
"permaisuri, kamu di apa in sama mereka berdua? mana yang sakit? ka ". tanya jin.
pestanya jin terpotong karena ruby menggeleng lemah sebelum ruby benar benar pingsan.
"permaisuri". ucap jin.
jin langsung menggendong ruby keluar gerbang gudang, memasuki mobilnya dan membawanya ke rumah sakit.
jin melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata, beruntun jalan nya lagi sepi. sekarang yang ada di pikiran jin cuman ada ruby, ruby, dan ruby.
"ruby maafin aku. aku ga bisa jaga kamu atau menepati janji ku terhadap mu". ungkapan jin yang sesekali melihat ke arah ruby.
"terimakasih". ucap ruby yang tiba tiba tersadar dari pingsannya.
Chiiiit....
"lh jin! ngagetin". ucap ruby.
"kamu bohongi aku. ruby?". tanya jin setelah melihat ruby sepertinya tidak ada luka sedikitpun.
"hehehe. sedikit ga papah ya". jawab ruby memperhatikan deretan giginya.
jin hanya menghelaskan nafas panjang.
"tapi jin khawatirkan sama ruby ini yang imut". ucap ruby menggoda jin sambil menarik turunkan alisnya.
"Hm..". jin melajukan mobilnya tapi pulang kerumah sakit melainkan mengantar ruby pulang.
"jin marah". tanya ruby dengan hati hati.
lagi lagi mobil yang di kemudikan jin berhenti.
"ya aku marah karna kamu ga mau mendengarkan perkataan ku dan seharusnya kamu pulang sama rehan dan juga tegar bukan pergi sama tari dan caca. aku sudah kan bilang jangan pernah percaya sama mereka berdua dan lihat akhirnya kamu hampir celaka, untungnya hantu itu membunuh mereka sebelum kau. ruby, kau ini sangat berharga bagi kami termaksud aku". omelan jin.
"maaf". ucap ruby menunduk dengan mata yang berkaca kaca.
"aku minta maaf karna aku emosi mengkhawatirkan kamu, jadi sekarang jangan nangis aku ga bisa liat bidadari ku mengeluarkan air mata". ucap jin setelah melihat ruby berkaca kaca.
"jadi jin ga marah lagi sama permaisuri". tanya ruby polos.
"pfftt....sehak kapan kamu ganti nama permaisuri". tanya jin sambil menahan tawanya.
"sejak ruby ketemu jin". jawab ruby polos manis.
"gombal kamu". tanya jin sambil menjalankan lagi mobilnya.
"permarsuri ga gombal, permai suri serius". jawab ruby.
"jangan serius serius, abang belum siapa". ucap jin.
jin dan ruby tenggelam dalam pembincangannya dan sesekali tertawa. ada sesuatu yang mengganjal di dalam pikiran ruby berkeras nekat untuk bertanya.
"jin apa gw boleh bertanya". ucap ruby yang hati hati.
"boleh. tapi kau ingin bertanya apa". tanya jin yang lagi pokus menyetir.
"ini mobil siapa". tanya ruby.
"punya ku". jawab jin.
ruby melotot setelah mendengar hal itu.
"sejak kapan lo punya mobil". tanya ruby.
"jejak aku masuk kedalam raga orang ini". ucap jin yang sangat santai.
"apa lo masuk ke dalam raga orang lain". tanya ruby.
"ya. lagi pula raga ini sudah sangat lemah dan koma, usianya juga sudah tidak panjang lagi". ucap jin.
"berarti kau memanfatkan tubuhnya".tanya ruby.
"aku tidak memanfatkan nya, aku hanya meminjam nya agar aku leluasa melindungi mu sebagai manusia atau hantu dan lagi pula aku tidak ingin merepotkan tegar fan rehan". ucap jin.
saat ruby dan jin berbincang bincang hingga akhirnya ruby mengakhiri pembicaraan itu.
"JIN BERHENTI".
teriakan ruby karena melihat seorang kakek kakek yang sedang menyeberang jalan, dan hampir saha tertabrak oleh jin.
"apa lagi ruby, udah berapa kali kita berhenti".ucap jin.
"itu ada kakek kakek jin, mau kamu tabrak?". ungkap ruby sambil menunjuk kakek kakek itu yang masih berdiri di tengah jalan.
jin terdiam karna ruby mengira kakek kakek itu ada lah manusia.
"ruby, kakek kakek itu bukan manusia. dia hantu". ucap jin memberitahunya.
ruby mengangguk". iya kayanya, yaudah jin jalanin lagi mobilnya".
ruby kembali menatap kakek kakek itu yang masih setia berada di depan mobil jin.
tiba tiba mata kakek kakek itu menghitam dan menyeringi.
"jin cepetan". ucap ruby.
"ya". ucap jin singkat.
"yaudah cepat tabrak saja, kata kamu dia kan bukan manusia". ungkapan ruby sambil menatap jin.
jin menjalankan mobil nya dan saat hampir menabrak kakek kakek itu, tiba tiba dia menghilang.
ruby menghelas nafas lega.
"ini seperti bukan jalan pulang, apakah jin tersesat? apakah jin sengaja membawa gw sini". pikiran ruby.
jalan sepi banya pohon pohon di samping kiri dan kana jalan.
"jin ini dimana?". tanya ruby mulai khawatir.
"aku juga ga tau ruby, kok kita bisa kesini". jawab jin.
jin juga bingung sendiri dengan jalan yang di tempurnya.
"Bukankah tadi aku berada di jalan raya, mengapa sekarang berada di jalan seperti arah hutan? ini sama sekali bukan jalan menuju rumah ruby". pikiran jin.
sekarang mereka berada di tengah hutan tapi masih berada di dalam mobil.
jin terus menjalankan mobilnya entah kemana jalan yang di lalui semuanya di penuhi pepohonan yang tinggi dan besar, sampai akhirnya jin dan ruby masuk kedalam hutan.
ruby menyipitkan matanya saat melihat seseorang memakai gaun ungu tidak jauh dari mobil jin.
"jin lo liat itu". tunjukan ruby ke depan.
"ya aku liat". ucap jin.
"maju in lagi mobilnya". ucap ruby.
jin kemudian memajukan lagi mobilnya dengan pelan pelan dan menghentikannya lagi setelah ruby menyuruhnya.
"Stopp...".
ruby membulatkan matanya tidak percaya termaksud jin.
"apakah itu benar dia? hantu yang sangat di rinduh kan ruby? hantu yang selama ini hanya di lihatnya dari sebuah photo? hantu yang selalu ruby harapkan ketika tidur, yaitu bertemu di dalam mimpi tapi tidak pernah terwujud. sekarang hantu itu sudah ada di hadapannya". pikiran jin.
ruby langsung membuka pintu mobil dan keluar, jin yang melihat itu langsung mengikuti arah jalan ruby.
"bunda".
ruby langsung berlari menghampiri hantu itu sedangkan jin masih menatap ruby.
ruby berhenti berlari setelah tepat di hadapan hantu itu, ruby meneteskan air matanya hantu yang sangat di rinduhkan nya, hantu itu tersenyum terhadap ruby.
jin tersenyum melihat ruby yang menatap lurus sambil tersenyum.
tapi jin juga harus waspada hantu itu jika hantu itu adalah yang ingin membunuh ruby. jin mengambil pisau lipat di sakunya.
jin menatap hantu itu sedikit bingung hantu itu cantik mirip seperti ruby.
"ruby". ucap jin.
ruby menoleh ke arah jin.
"ini bunda gw jin". ucap ruby sambil tersenyum.
jin tersenyum". baru kali ini ruby tersenyum tulus, biasanya hanyalah senyum palsu yang di perlihatkan nya. agar orang orang merasa dirinya baik baik saja". pikiran jin.
ruby langsung menghamburkan pelukannya ke hantu itu dan membuat jin terharu melihatnya.
jin memincingkan matanya, tatapan hantu itu berubah tajam. jin baru teringat, jin sedang memegang pisau lipat yang di berikan oleh ruby. pisau itu hanya mampu untuk melihat hantu yang akan mencelakai ruby.
"sial". ucap jin.
hantu yang di peluk ruby ternyata bukan hantu almh bunda lia melainkan hantu itu yang ingin membunuh ruby dengan menyerupai bunda lia.
ruby masih saja memeluk hantu jahat itu tampa menyadari bahwa hantu itu sudah berubah ke bentuk aslinya.
"ruby".