NovelToon NovelToon
Terdampar

Terdampar

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Tamat
Popularitas:846.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Thata Embem

" sebuah perjalanan dalam meraih cinta sejati "

Hana sebenarnya ragu untuk meneruskan langkahnya menuju pernikahan yang sudah didepan mata.

Hana tak pernah menduga jika ia akan diberi kesempatan lain.
Namun dengan cara yang tak biasa.

Hana terdampar dijaman dan ditempat yang entah dimana.
Ia pun dihadapkan pada takdir dengan begitu banyak kejutan.

note : Alur ceritanya lambat karena pengenalan tokoh berjalan seiring dengan berjalannya cerita.
Begitupun dengan konfliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thata Embem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai

🌺 hem..🌺

* * *

" seseorang mencarimu, Lauren.

Mereka bertanya tentang mu pada orang-orang di kota '' ucap Herepito yang datang kepenginapan Rosita hanya untuk menyampaikan hal tersebut.

" lalu bagaimana menurutmu " tanya Lauren pada pria yang telah berhutang hidup padanya.

Dulu saat wabah melanda beberapa tahun lalu, Herepito merupakan satu dari sekian banyak orang yang diselamatkan oleh suaminya.

" jangan pikirkan apapun lagi.

Kau pergi saja besok pagi. Sisanya aku yang akan mengurus keperluan seperti biasa "

* * *

Hana terlihat menguap beberapa kali. Sepertinya ia masih ingin tidur, namun kini ia sudah duduk diatas kereta, tengah menunggu Lauren keluar dari penginapan yang akan segera mereka tinggalkan.

Ia mendongak kepala, masi gelap meski hari sudah menjelang pagi.

Sementara didalam sana Rosita tengah berbicara serius dengan Lauren.

Tiba-tiba ' brusss' hujan turun dengan deras.

Lauren segera menuju pintu keluar. Ia terkejut dan khawatir melihat keadaan yang dilanda guyuran air hujan yang begitu deras.

" Hana, masuklah.. kau bisa sakit jika tetap disana " ucap Lauren.

tapi.... ragu namun hanya dapat menyanggah dalam hati.

Seperti biasa, Hana menuruti apa yang Lauren katakan. Ia pun masuk kedalam penginapan dan langsung menuju kamar.

Didapatinya Lauren duduk dengan wajah lesu. Hana mendekat .Ia penasaran, sebenarnya kenapa Lauren mendadak ingin pulang.

Padahal sebelumnya, wanita itu mengajaknya untuk sedikit lebih lama tinggal di kota. Ia ingin agar Hana dapat menghapal jalanan kota dari satu tempat ketempat lainnya .

'' bu '' sapa Hana duduk berhadapan dengan Lauren.

''Hana '' Lauren menoleh.

" apa ada sesuatu yang mengganggumu, bu ? "

" kau ingat dua pria kemarin ? "

Hana mengangguk

" aku rasa mereka adalah utusan kerajaan untuk mencari tabib atau ahli ramuan . Dan mereka sepertinya mencurigai ku? "

" maksud ibu ? mencurigai bagaimana ? "

" kau ingat yang kuceritakan tentang uji coba yang diperintahkan Raja pada setiap tabib dan ahli peracik ramuan ? "

Hana mengangguk lagi.

" pernah sekali waktu utusan istana mencari di kawasan ini.

Lalu seseorang mengatakan tentangku.

Mereka pun pergi menemuiku, memintaku ke istana.

Tentu saja aku menolak.

Bukan hanya karna aku memang tak tau menahu tentang kehamilan, tapi aku takut akan jika nanti hanya akan mempermalukan diriku sendiri.. "

Hana merasa jika sumber kecurigaan para pria tersebut adalah sikap Lauren yang terang-terangan terlihat menghindar.

Jadi, wajar saja jika ia dicurigai sebagai tabib atau ahli ramuan yang belum mengikuti ujian wajib tersebut.

" setelah berhasil dengan ramuan pencegah kehamilan, dulu mendiang suamiku pernah mencoba meracik ramuan untuk kesuburan.

Ia mencoba pada kami yang memang belum juga dikaruniai anak sepanjang usia pernikahan kami.

Namun takdir berkata lain. Belum selesai dengan racikannya, ia sudah meninggalkan ku untuk selamanya. Jadi racikan itu tak pernah terselesaikan.

Menurutmu, apa masuk akal jika seorang peracik ramuan biasa sepertiku mengikuti uji coba itu ? dan lagi bagaimana mungkin aku punya keberanian menolong seseorang dengan kasus serupa padahal diriku sendiri tidak memiliki keturunan .

Bukankah aku hanya akan jadi bahan lelucon saja nantinya ? "

Hana terdiam. Ia akhirnya tau apa yang menjadi kekhawatiran Lauren selama ini.

Dan inilah alasan kenapa Lauren tak mau berlama-lama dikota.

* * *

Hujan terlihat mulai reda, namun itu saat waktu sudah menjelang siang.

Lauren ragu.

Jika mereka tetap memaksa untuk pulang, besar kemungkinan akan sampai tengah malam .

Belum lagi jalan yang akan mereka tempuh akan sangat sulit untuk dilewati, setelah dilanda hujan.

Lauren menghela nafas.

Disaat itu juga, Herepito terlihat kembali menyambangi penginapan Rosita.

Namun ia tak membawa seperti yang ia janjikan sebelumnya. Karena ia berpikir agar sebaiknya Lauren tetap tinggal karena cuaca yang tak memungkinkan untuk menempuh perjalanan pulang yang jaraknya sangatlah jauh.

" kau masih akan tetap pulang juga ? " tanyanya pada Lauren yang duduk diruang utama penginapan bersama Rosita.

Pria tua itu menggeleng tak percaya jika sahabatnya itu akan tetap nekat untuk pulang.

" entahlah " Lauren terlihat ragu juga sama sekali tak bersemangat.

" pertimbangkan lah terlebih dahulu, Lauren.

Aku baru saja mendapat kabar yang tersebar di kota.

Menurut ramalan oleh seorang ahli cuaca, kemungkinan besar akan ada sebuah badai.

Dan itu masih belum pasti kapan akan terjadi.

Aku khawatir jika kau tetap memaksa untuk pulang hari ini , kau hanya akan mendapatkan kendala di perjalananmu "

" sebaiknya kau tetap disini.. kami semua akan merahasiakan keberadaanmu sama seperti waktu itu " Rosita pun ikut membujuk dengan menggenggam erat tangan Lauren.

Herepito dan Rosita terlihat begitu khawatir, mengingat dulu juga mereka harus melakukan hal yang sama beberapa kali .Yakni menyembunyikan keberadaan Lauren saat urusan kerajaan datang mencarinya untuk memaksanya mengikuti ujian wajib di istana.

" dimana putrimu? " tanya Herepito baru menyadari tak ada sosok Hana di antar mereka.

"dia dikamar sedang bersiap.

enggg.. bisakah kalian mendekat ? Ada yang harus ku diskusikan dengan kalian "

Herepito mendekat, ketiganya duduk saling berhadapan mengitari meja bulat diruangan tersebut.

* * *

Sama halnya dengan Lauren, Hana melangkah dengan ragu meninggalkan penginapan Rosita dibawah langit dengan rintik hujan.

Pertemuan mereka dengan kedua pria kemarinlah yang memaksa mereka untuk bergegas pulang.

Semua demi menghindari hal yang Lauren tak ingin kan. Apalagi jika sampai melibatkan Hana.

Saat ini bagi Lauren yang terpenting adalah melindungi dengan menjauhkan Hana dari hal-hal yang dapat mengancam keselamatannya.

Rasa sayangnya tumbuh secara alami. Begitu besar dan juga tulus layaknya seorang ibu pada anaknya sendiri.

Mengenakan jubah yang sama-sama menutupi tubuh dan wajah mereka, keduanya terlihat memacu langkah dengan cepat menapaki jalanan kota.

* * *

Tepat dibawah atap gerbang menuju keluar kawasan kota, Hana dan Lauren terlihat sedang duduk di atas kereta yang hanya ada tumpukan baju diatasnya.

Mereka terpaksa harus berteduh karena tiba-tiba saja hujan kembali turun dengan deras bahkan kini disertai angin yang kencang.

Dua orang penjaga gerbang pyn terlihat sedang berteduh tak jauh dari mereka.

" apa yang sedang kau lakukan Lauren ? mau kemana kau dicuaca seperti ini " tanya si penjaga gerbang yang sudah basah oleh tempias hujan.

Lauren tak menjawab, ia tak mungkin mengatakan jika ia berniat untuk pulang karena menghindari para utusan dari kerajaan yang sedang mencarinya.

" bagaimana, ini bu.. apa sebaiknya kita kembali ke penginapan " bisik Hana.

Lauren diam.

Setelah beberapa saat berteduh, langit terlihat semakin gelap. Sepertinya badai benar-benar akan datang saat itu juga. Hujan dan angin saling bersautan, semakin ganas dan menerjang apa saja yang ada disekitarnya.

" heeeiiiiii " samar terdengar suara yang begitu lantang , seiring berhentinya sebuah kereta dihadapan mereka.

Berito yang duduk dibangku kusir itu terlihat sudah basah kuyup oleh hujan. Dan suara tadi berasal dari Artius yang wajahnya menyembul keluar dari jendela .

" sedang apa kalian disitu ?" masih berteriak.

Kedua wanita itu saling menatap satu sama lain.

" heeeiiiiii... apa kau mendengarku? "semakin kuat berteriak.

" Ayo ,masuk... badai akan segera datang " Artius menganyunkan jemarinya.

Melihat si kusir yang sudah kewalahan dengan cuaca yang menandakan jika badai sebentar lagi akan sampai , tanpa pikir panjang Hana menarik paksa Lauren dan membawa serta tumpukan baju mereka.

Setelah masuk kedalam kereta, Hana dan Lauren duduk berhadapan dengan Artius yang duduk dengan menyilangkan kedua kakinya.

" lihat siapa yang tengah menyembunyikan wajahnya padahal sudah ada dihadapanku " ucap Artius saat Hana semakin tertunduk .

Artius tersenyum hanya dengan menyunggingkan salah satu sudut bibirnya saja.

Berito memacu kereta dengan cepat, membuat yang ada didalam kereta berlonjak dan harus berpegangan kuat.

Namun tidak pada Artius nyang menjadikan pandangan dihadapanya itu sebagai sebuah hiburan. Ia tertawa kecil melihat ketakutan dua wanita yang saling berpegangan satu sama lain.

kenapa jadi merepotkan begini, si . Kesal Hana menyadari Artius terus menatapnya.

Jika saja bukan karena Lauren yang mencegahnya untuk tak berbicara, ia pasti sudah memaki pria di hadapannya itu habis-habisan.

Melupakan semua amarahnya yang ia tahan selama ini.

Namun ia masih menghargai semua hal yang sudah Lauren lakukan untuknya. Termaksud dengan menuruti apa yang Lauren katakan padanya saat pertama kali ia dibawa ke kota.

Berbeda dengan apa yang saat ini ada di kepala. Artius.

Pria itu sedang memikirkan bagaimana caranya mengerjai untuk membalas kedua wanita yang belakangan ini selalu mengabaikanya .

"lihat saja bagaimana pembalasanku "

Entah apa yang direncanakannya.

* * *

Kereta berhenti tepat dirumah bordil miliknya yang terlihat sepi.

Badai membuat para pekerjanya memutuskan kembali kerumah masing-masing, karena tak mungkin ada tamu berkunjung di saat cuaca seperti sekarang ini.

Artius terlebih dahulu turun dari kereta.

Disusul kemudian oleh Hana .

Dengan satu tangan memegang bawaan mereka sedang tangan lainya merangkul pundak Lauren.

Keduanya pun berjalan dengan perlahan memasuki rumah tersebut, lalu mulai melewati ruang demi ruang menuju kamar yang dulu pernah mereka tempati.

1
Sari
ini novel terbaik
Ari Peny
ceritanya bagus kak semangat tuk karya yg baru lope2
M'bak Embem: makasih.. mampir juga ya dicerita lainnya
total 1 replies
Ari Peny
kereta lauren dmn
abu😻acii
baru x ini baca novel beda dri yg lain.. biasa ketemu cerita itu saja.
M'bak Embem: mampir juga dicerita lainnya, ya.. Dijamin ceritanya gak pasaran.
total 1 replies
Ari Peny
aq suka yg pindah2 gini
Prissy Reliable
Jalan cerita yang unik
Neng Niehan
suka cerita x
M'bak Embem: makasih.. mampir juga dicerita lainnya, ya
total 1 replies
Neng Niehan
nyesek
Neng Niehan
hahaaaaa habis kau Hanna
Neng Niehan
hahaaaaa aku kasihan sama kamu Berito
Neng Niehan
Artius akan membeli x dan memberi sarat pernikahan pada Hanna 😂😂😂
Neng Niehan
jangan bilang ini mimpi aku kecewa 😂😂😂
Neng Niehan
jiahhh Lauren tau yg benar saja, pantas Lauren bilang Hanna berbeda dari mereka
Neng Niehan
Jon tidak mencintai Hanna dia hanya terobsesi pada Hanna
Neng Niehan
lepaskan Jon kau pantas bahagia Hanna
Neng Niehan
nah Hanna ditembak pangeran Lorda
Neng Niehan
sifat Jon ga bakalan berubah
Neng Niehan
tentusaja aku menyukai mu Hanna berharap itu jawaban Artius awas kalau sampai lain 😂😂😂😂
Neng Niehan
apa itu lelaki yg menghamili adek Artius
Neng Niehan
kenapa bingun mau milihin jodoh buat Hanna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!