Arsen Ketua mafia yang sangat dingin dan arogant, sifat yang terbentuk akibat kejadian kelam dimasa lalu
Arsen tidak sengaja bertemu dengan dokter sepesialis bedah dia adalah valey sigadis cantik dan ramah saat dirumah sakit dan mengharuskan mengoperasinya karena sebuah insiden.
Semenjak pertemuan pertama gadis tersebut memang sedikit mencuri perhatiannya dan kali kedua dia melihat sisi lain gadis itu yang membuatnya semakin penasaran.
Bagaimana kisah manis mereka berdua?
Dibumbui oleh lawakan dan tingkah absurd para sahabat, mewarnai kisah cinta mereka berdua.
Tidak ada konflik serius disini dan kisah ini hanya menceritakan kisah manis si pemeran utama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
nggak peduli
"bang victor dan vino kemana ya kak?" valey sama sekali belum bertemu dengan saudaranya semenjak tadi ia sampai divilla
"vino dan bang victor tadi baru keluar kamar waktu kamu sedang mandi, mereka nyamperin yang lainnya dikolam" jelas arsen
"ya sudah ayo kita gabung" valey hendak berdiri dari duduknya tapi tangannya ditahan oleh arsen
"tidak semudah itu nona" arsen menyeringai
valey menyernyit bingung"maksud kamu apa?"
"kiss dulu" ucap arsen
"memang ya kalau otak mesum ya begini" gerutu valey
"mau tidaak? kalo mau aku lepas tangan kamu" arsen tersenyum jenaka didepan valey, valey hanya memutar bola matanya malas.
"oke tapi lepas dulu" valey menampilkan wajah imutnya berharap arsen luluh
"jangan menggodaku!!"
"siapa yang menggodanya,dasar aneh" batin valey lalu memutar bola matanya malas
"iya kak tapi lepas dulu lalu tutup mata kakak" ucap valey
"kamu mau kabur kan? satu kali aku dikerjai olehmu tak akan aku tertipu lagi, atau kamu mau aku yang cium?" arsen sengaja menggoda valey
"kamu tau kan berapa lama jika aku yang menciummu?"
Dengan cepat valey menabrakan bibirnya ke bibir arsen saat hendak ia tarik arsen mencekal tengkuk valey lalu ia lum*t dengan lembut bibir manis valey.
"dasar licik" ucap valey setelah ciuman tersebut lepas dan arsen hanya menyeringai.
"ayo" valey menarik tangan arsen menuju kolam.
***
"ciee kak valey kaya mau nyebrang pake gandengan segala" goda vino yang sedang berenang bersama bastian dan tama sedang stela dan tata sedang duduk bersama bang victor di kursi santaipun menengok kearah villa, Valey langsung melepas tangan arsen dan tersenyum malu.
"ayo berenang lagi kak" teriak vino lagi
"ogah wleek" valey menjulurkan lidaknya kearah anak bontot tuan ibran wilson alias adiknya sendiri.
"sini dek" ucap bang victor, valey dan arsen mendekat dan duduk didepan bang victor.
"guys gue dan stela renang lagi ya" ucap tata menarik tangan stela dan dibalas angukan oleh valey.
"Arsen sudah lama lo nggak latian?" tanya bang victor
"iya bang, gue sibuk akhir akhir ini karna ada proyek baru yang sedang gue tangani" jawab arsen
"oh.. sen gue sudah kenal lama sama lo, lo teman gue,jadi gue harap lo jangan pernah menyakitinya" bang victor tersenyum kearah valey
"iya bang"
"dan satu lagi kalian belum menikah jadi bersabarlah"ucap bang victor dengan tegas,bang victor memang menyuruh orang untuk mengawasi jika arsen dan valey sedang bersama, sebagai abang dia memang mengkhawatirkan adik kesayangannya tersebut arsen yang memang memiliki insting yang kuat dan ketajaman dalam melihat sekitarnya menyadari itu. arsen yang mengerti arah pembicaraan bang victor pun mengangguk.
"maksudnya?" valey menimpali
"udah lah anak kecil ngga usah banyak tanya" ucap bang victor
"aku sudah dewasa loh kak" valey kesal karna selalu dianggap anak kecil oleh abangnya
"iya iya buktinya sebentar lagi menikah" ucap bang victor
"bastian jangan!!" teriak tata didalam kolam mengalihkan mata ketiga orang yang sedang mengobrol, mata bang victor terlihat nyalang dan tidak suka ketika melihat tata sedang digoda oleh bastian dan sesekali bastian menyolek pipi tata, Valey melihat perubahan air muka bang victor dan ia berniat memamasinya
"mereka sepertinya cocok, tata yang ceria bertemu dengan bastian yang jail, emm kak bastian jomblo kan ya?" tanya valey ke arsen dan melirik ke wajah bang victor
"iya dia jomblo" jawab arsen cuek
"gimana kalo kita dekatkan mereka?" tanya valey
Arsen tersenyum "terserah kamu sayang"
Bang victor langsung membuang muka dan pergi begitu saja
"hahahaha" valey tertawa sambil memukul mukul lengan arsen
"kamu kenapa?" tanya arsen
"lucu saja melihat ekspresi wajah bang victor kalo sedang cemburu" arsen menyernyit bingung karna tadi dia tidak melihat wajah bang victor
"cemburu pada siapa?" tanya arsen
" ya dengan bastian lah, tadi aku cuma mau lihat gimana perasaan sebenarnya bang victor ke tata, dilihat sepertinya dia cemburu berarti dia menyukai tata tapi gengsi untuk mengatakannya, kakak tau?"
"nggak tau" arsen memotong ucapan valey
"tata itu menyukai bang victor dan kalo dia main kerumah selalu mengganggu bang victor, tapi ya gitu deh bang victor selalu sok jual mahal" valey tetap melanjutkan padahal ia melihat dengan jelas arsen malas membahas hal itu.
"nggak nanya!!" ucap arsen ketus
"ish nyebelin banget sih" valey memanyunkan bibirnya
"jangan bahas laki laki lain dihadapanku"
Valey menjatuhkan rahangnya dia kaget dengan kata kata yang barusan ia dengar
"dia abang aku loh kak, bukan orang lain"
"nggak peduli.!!" ucap arsen
"terserah kamu lah kak" ucap valey lalu dia pergi ketepi kolam menghampiri teman temannya.