NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bubu.id

PROSES REVISI PUEBI YAA❤❤

Keadaan telah memaksa Lyra hidup jauh dari keluarganya..
Keadaan pula yang telah membuat ia kehilangan cinta pertamanya..
Dan disaat hidayah itu datang..
Lagi-lagi Ia harus melepaskan Cinta kedua dalam hidupnya..
Ia memilih menggenggam Cinta ROBBNYA dibanding Cinta manusia yang semu..

Akankah bahagia menyapa Lyra?
Bagaimana jika orang-orang dalam masa lalunya kembali hadir?
Siapakah yang kelak berani menghalalkan Lyra?
Dan bagaimana kehidupan pernikahan Lyra kelak?

Novelku ini ber*Alur Mundur baru kemudian Maju...
Semoga karya pertamaku mampu diterima dan dinikmati..
Mohon komentar dan dukungan selalu untuk karyaku😉🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inikah Akhir Kisah Kita??

Kehadiran Firgie sungguh menghapus sesakku hari ini.

"Terima Kasih Gie," lirihku.

🌻Bekasi 16:10

Kami baru keluar dari pelataran Masjid usai menjalankan iadah ashar kami. Walau berkali kutolak Firgie tetap tak membiarkanku pulang sendiri sore itu. Ia mengantarku sampai di gang kontrakanku.

"Terima Kasih untuk hari ini Gie," ujarku.

"Jangan bersedih lagi ya Ly ...," ucap Firgie bersungguh-sungguh.

Seperti biasa kujawab tanyanya dengan senyuman. Sebab hatiku bahkan tak mampu berjanji untuk tak bersedih lagi.

Sesaat kemudian Firgie sudah tak nampak dimataku.

Kuperhatikan sekitar gang kontrakanku, berharap menemukan bayang Mas Dimas yang menungguku. Namun ia tak ada.

Oh..mungkin saja Mas Dimas menungguku didalam. Kulangkahkan kaki dengan semangat ke kontrakanku berada. Kuperhatikan kesekitar mungkin saja ada Mas Dimas, tapi ia tak terlihat Ia disana. Mungkin saja ada motor Mas Dimas terparkir disana? Dan tak ada pula rupanya.

Mas Dimas ... sebelumnya aku tak ingin bertemu denganmu, tapi sungguh aku ingin melihatmu. Aku telah siap mendengar penjelasanmu mas, tapi kenapa kau tak berusaha datang? Apakah Kau telah menyerah dan membiarkan hubungan kita berakhir dengan cara seperti ini? Bagaimana jika aku membencimu Mas?

Dengan gontai tak bersemangat kulangkahkan kaki memasuki kontrakanku, ada Mbak Susi sedang menyetrika didalam.

"Haii Ly udah sampe? Gimana acara tadi?" tanyanya ingin tahu kearahku.

"Aku mandi dulu ya Mbak," ujarku mengabaikan tanyanya.

"Oh, yaudah sana. Nanti cerita ya," ujarnya tapi tak kutanggapi.

Setelah mandi kurebahkan diriku dikasur, dan seperti biasa ... tak lama jiwaku telah hilang dibuai sang mimpi.

🌻Pukul 18:40 Suara Adzan maghrib membangkitkan kesadaranku.

Mbak Susi tak ada. Ada secarik kertas tertempel dicermin, "Mbak pergi dengan Mas Bayu, pintu mbak kunci dari luar. Nanti malam jangan lupa kita saling cerita ya!" Segera kubuang kertas itu setelah selesai kubaca, dan tempat sampah menjadi kediamannya kini.

Kulangkahkan kaki menuju Kamar mandi bersiap menjalankan ibadah Maghribku.

Kurebahkan kembali tubuhku setelah kewajiban pada Sang Kholiq telah kulaksanakan.

Rasa sepi menyelimutiku..

Tiba-tiba kutersadar aku belum mengecek ponselku sejak obrolan dengan Mas Dimas tadi pagi.

Beberapa pesan tampil disana..

🌻Mas Dimas

●10:10 "Hati-hati dijalan nanti ya Ly!"

●11:30 "Please jangan membenci mas Ly. Lyra harus mendengar penjelasan mas!"

●14:05 "Mas sadar sudah menyakitimu, tolong maafkan mas dan jangan membenci mas Ly ...."

🌻Firgie

●16:30 "Tersenyum selalu ya Ly, hadapi masalah yang ada. Jangan pernah menghindar!"

●17:00 "Jika hatimu sesak, jangan sungkan membagi masalahmu. Aku selalu siap mendengarmu."

●17:30 "Aku harus banyak berterima kasih pada Dewi mengenalkanmu padaku, aku senang bisa mengenalmu Ly."

Mas Dimas 》 Aku bahkan ingin mendengar penjelasanmu saat ini Mas tapi Kau bahkan tak datang, mungkin Kau sedang bersama tunanganmu itu.

Firgie 》Kau benar Gie aku tidak boleh menghindar. Terima kasih untuk hari ini, aku juga senang mengenalmu ...

Aku hanya menjawab dalam bathinku. Sedang tidak ingin chat/berkomunikasi dengan keduanya.

Tok ...Tok ...

Suara ketukan di pintu kontrakanku. Siapa yang datang malam-malam. Mungkinkah ... Mas Dimas?

Kurapikan rambut panjangku di cermin dan kubiarkan terurai. Piyama setelan kucing kukenakan saat ini, biarkanlah.

Kubuka perlahan pintu kontrakanku dan benar Mas Dimas berdiri disana. Dengan anggukan, kupersilahkan ia masuk kedalam. Kubuatkan teh hangat dan kuletakkan didekatnya baru kududukkan diriku di sisinya. Terjadi keheningan antara kami setelahnya ...

Mas Dimas menghadapkan tubuhnya kearahku, "Lyra ...," terdengar suaranya berat dan tertahan. Ia berusaha meraih jemariku tapi aku menghempasnya.

Dan tak lama Iapun mulai bercerita.

"Orang tuaku bersahabat dengan ayah Friss Ly dan orang tuaku memiliki beban budi dengan ayah Friss. Saat ayahku terpuruk dan tak bekerja akibat pengurangan karyawan di perusahaannya, ayah Fris yang membantu keluarga kami.

Menginjak SMA aku 1 sekolah dengan Friss. Saat mengetahui Friss anaknya menyukaiku, ayah Friss mengambil tindakan cepat, Ia menghubungi orang tuaku. Dan karna hutang budi yang mereka miliki, orang tuaku tidak bisa menolak perjodohan ini.

Aku baru mengetahuinya 3 tahun lalu setelah prosesi Wisudaku. Begitu hancur hidupku saat itu Ly, merasa tak bisa memilih masa depanku sendiri. Sejak saat itu aku bahkan menghindari kedekatan apapun dengan wanita. Sampai aku bertemu denganmu".

Mas dimas terlihat menunduk.

"Maafkan aku Ly, harusnya aku tak bermain dengan hatimu karna hubungan apapun yang kujalani, aku sudah tau ending apa yang akan terjadi. Dan itu terbuka hari ini, aku menyakitimu Lyra ...."

Mata Mas Dimas nampak berkaca, ia menatapku sangat dalam.

"Kau tau Ly, setelah pertemuan denganmu di line hari itu, wajah lugumu selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Seorang gadis bertopi merah yang selalu terlihat panik saat aku mendekatinya," mas Dimas tampak tersenyum mengingat awal-awal pertemuan kami. Aku masih terus mendengarnya dan ikut tersenyum mengingat awal pertemuan kami sambil terus menatap wajah yang telah mencuri tempat dihatiku itu. Wajah yang kini tampak menanggung banyak beban, beban rasa bersalah yang membuncah terhadapku.

"Maafkan mas menutupi sgalanya darimu Ly, karna jika mas jujur tentunya kau tak akan mau mas dekati. Apa mas tidak berhak mencintai Ly? Mas sudah tidak bisa memilih orang yang akan hidup bersama mas kelak. Setidaknya biarkan mas mencintai orang yang hati mas inginkan, merasakan di cintai, mengutarakan sayang selayaknya orang lain. salahkah itu untuk mas Ly??"

Mas Dimas kembali meraih jemariku dan kali ini aku membiarkannya. Terlihat wajah rapuh disana, butiran air telah memaksa keluar dari sudut matanya, dan hatiku ikut merasa pilu melihat sosok dihadapanku. Sosok orang yang kukasihi, sosok yang saat ini terlihat bersedih meratapi nasibnya.

Kudekati tubuhnya, kudekap erat tubuh Mas Dimas. Kuikuti keinginan hatiku, meredakan sesak orang yang kukasihi melupakan sesakku sendiri.

Sesakit apapun yang kurasa hari ini, mungkin suatu hari kelak aku bisa bertemu sosok lain dan memilih jodohku sendiri tapi tidak untuk mas Dimas. Ia merelakan kebahagiannya untuk keluarganya, Mas Dimasku ...."

"Lyra ...," lirih mas Dimas tampak kaget menerima pelukanku. Ia menatapku dan aku membalas tatapannya seraya menganggukkan kepalaku. Kemudian seketika tangannya membalas dekapanku. Tangan besarnya merengkuh tubuh rampingku, mendekap erat dan hangat.

Jiwa baikku meronta tak ingin hati mengalahkan otakku, bagaimanapun aku wanita berhijab dimata orang luar. Tak seharusnya aku melakukan ini, namun melihat sosok dihadapanku terpuruk, otakku seakan tak mampu bekerja dengan sempurna.

●●●●

🌻Happy Reading❤❤

1
eMakPetiR
saling dukung 🥰
eMakPetiR
Baru kali ini aq menjejak dari kisah di Bandung.. rekomnya kak Sera..
Zaki Mubarok
apakah terjadi sesuatu dgn firgie hingga ia tdk datang hari itu? Apakah firgie kecelakaan?
Zaki Mubarok
sudah kuduga
Zaki Mubarok
apakah firgie?
violet
aku suka karakter firgie, wajahnya juga cakep banget
violet
good job ly
violet
jahat banget kamu Dimas. Klo emang sdh mau menikah dan sdh menerima perjodohan, apapun alasannya, tidak seharusnya kamu memberi harapan pada orang lain, Krn itu akan sangat menyakitkan.... Lebih baik hanya sebatas teman atau bahkan tidak saling kenal, daripada diberi harapan, diberi perhatian tapi akhirnya dijatuhkan...
Bun cie
ceritanya bagus..mengajarkan tentang cinta sejati..keikhlasan..kesabaran.layak banget untuk dibaca👍😍
Hurry Rohmaniyyah
@beautifully painfull one of best novel di NT. gegara baca ini ku JD kangen sama one of the best novel di NT ini. Om Dimas dan Mayra... ku balik baca lagi deh..... 🤭
sukses terus buat bubu.id. Kutunggu lagi next novel nya 😘
Uli Purwanti
ini Mayra yang ketemu Cakra di rumah bandung gak sih?
Rinnie Erawaty
aku baca ini karena ada Cakra nih walau sepintas😄😄😄
Rinnie Erawaty
pasti si Cakra alias Agamnya Anjaaaa
Bundanya Pandu Pharamadina
Dimas Lyra
😭😭😭😭
Bundanya Pandu Pharamadina
Dimas yg terpaksa demi ortunya
😢😢
Bundanya Pandu Pharamadina
mba Susi🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
nunggu berbuka puasa baca Lyra
❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
aku favorit dulu👍❤
EndRu
lhah.. mencurigakan nih Mb Susi
EndRu
baru mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!