Seorang Gadis dengan bola mata berwarna biru yang tinggal disebuah hutan selama 20th bersama orang tua angkatnya. Dan tepat di umur 20th gadis itu akan mencari keberadaan orang tua kandungnya. Hingga ia bertemu dengan seorang lelaki yang tampan dan mempunyai reputasi tinggi. Semuanya terlihat sangat asing. Bagaimana juga gadis itu tidak tahu nyatanya dunia Luar. Apakah seindah dan semenakutkan yang dikatakan orang tua angkatnya?? Dan bagaimana kehidupan selanjutnya ?
*Selamat membaca..
Update 2 hari 1 kali
(Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.)
Enjoyy.... ♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
●Rumah Sakit
"Dokter tolong." Pinta Reyhan dengan cemas.
Ayya dibawa ke sebuah ruangan, dimana Reyhan tidak bisa masuk.
Disana Reyhan terus berjalan mondar mandir di depan pintu menunggu sang dokter keluar.
Tak lama Alan dan Gilang datang.
Tiba-tiba Alan meraih kerah Reyhan dengan tatapan yang sangat marah.
"Apa yang sudah kau lakukan padanya!" tanya Alan penuh amarah, sedangkan Reyhan hanya menatap Alan dengan tak bergeming.
Gilang terkejut melihat Alan seperti itu pada Reyhan.
"Wah, wah, wah. Ini benar-benar kejadian langka." Guman Gilang lalu memotret adegan tersebut.
Lalu Alan hendak melayangkan kepalan tangannya menuju Reyhan namun dengan cepat Gilang memegang tangannya.
"Hey! apa kau pantas seperti ini pada sahabatmu sendiri?" jelas Gilang.
"Cih." Dengkus Alan lalu melepaskan tangannya dari Reyhan. Ia berbalik lalu duduk disebuah kursi jajar yang ada disana.
"Sudah sudah." Lirih Gilang pelan pada Reyhan dilanjutkan dengan menepuk pundaknya agar dia bisa sedikit tenang.
Reyhan mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya lalu duduk dikursi panjang itu.
Sepuluh menit kemudian.
Seorang dokter keluar dari ruangan itu.
Melihatnya semuanya berdiri dan bertanya pada dokter.
"Sebentar, sebentar. Mohon satu persatu ya, " jelas dokter yang kewalahan mendengar banyak pertanyaan dari Alan, Reyhan dan Gilang.
"Kemari biar saya jelaskan, tuan-tuan tidak ada yang serius dari pasien. Ia hanya pingsan karena kelelahan, saat ini ia sedang datang bulan. Rasa sakitnya mungkin terlalu berlebihan yang membuatnya pingsan karena tidak kuat menahannya."
Kenapa Ayya tidak bilang padaku kalau perutnya sakit. Pikir Reyhan.
"Tapi tidak apa-apa kan dok?" tanya Alan.
"Tidak apa-apa. Oh ya, apa kalian keluarga dari pasien?"
"SAYA SUAMINYA." Ucap Alan dan Reyhan bersamaan.
"Sua-minya?" tanya dokter ragu.
"BUKAN DIA." Jawab Alan dan Reyhan yang saling menunjuk satu sama lain.
Dokterpun tersenyum.
"Dasar anak muda." Ucap dokter itu dengan tawa kecilnya lalu melangkah pergi.
"Oh ya, jangan lupa untuk administrasinya para suami." Ledek dokter.
Mendengarnya Alan dan Reyhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan menunduk karena malu.
"Dasar anak muda. Saya pergi untuk urus administrasi, titip istri saya ya." Ucap Gilang dengan ledekannya. Setelahnya, ia langsung berlari dengan cepat.
Alan dan Reyhan hendak mengejar, namun mereka saling menoleh dan menatap, lalu tak lama saling membuang muka. Dan kembali duduk di kursi panjang itu.
9 like juga mendarat di karya kakak yang keren dan kece bngt 😍 🙌🏻 Semangat 🔥🔥 tetap jaga kesehatan ya 💙💙💙