Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Tingkah
"Jadi kakak tidak melanjutkan belajar di akademi ? " tanya Huang Mei sambil menyantap puding susu yang di buat oleh nuan.
Keluarga Huang telah kembali ke kediaman mereka, tidak elok rasanya berlama - lama di istana apalagi mereka memiliki kerjaan penting yang lain. Seperti biasa ke empat pangeran kerajaan akan berlatih bersama jenderal Huang nantinya. Tentunya pangeran ke empat Wang Xun tidak akan datang karena sibuk berkencan dengan wanita - wanita di luar sana.
Jenderal Huang menyambut kedatangan ke empat pangeran itu, tentunya pangeran ke lima Wang Tian menatap Huang Mei dengan senyuman manis yang tentunya mengandung ejekan di dalam nya. Sementara itu Huang Mei masih belum mau melihat wajah pangeran mahkota karena ia merasa malu, tapi sebaliknya pangeran mahkota merasa tidak mengerti dengan tingkah laku Huang Mei yang selalu menjauhi nya.
"Kenapa kau menjauhi ku ? apakah aku salah karena telah menyatakan perasaan ku kepadamu ? " tanya pangeran mahkota dan Huang Mei masih diam saja.
"Apa aku masih kurang tampan atau kurang hebat untuk menjadi kekasih mu ? sebenarnya seperti apa tipe pria idaman mu ? " tanya pangeran mahkota lagi dengan polosnya.
"Bisakah kau diam , kau tidak perlu banyak bicara " jawab Huang Mei dengan ketus.
.Sejujurnya Huang Mei merasa malu karena mereka yang ada di sana menjadi tahu apa penyebab diam nya seorang Huang Mei. Belum lagi wajah jahil pangeran ke lima membuat Huang Mei ingin menampar nya.
"Maaf jenderal Huang, sejujurnya saya menyukai putri anda dan saya ingin ia menjadi kekasih saya. Tapi saya tidak tahu kenapa ia terus menjauhi saya, apa karena jenderal Huang melarang nya atau ada hal yang lain " ucap pangeran mahkota kepada jenderal Huang.
"Saya tidak pernah mencampuri urusan percintaan anak muda pangeran mahkota, semuanya saya serahkan kepada Huang Mei sendiri ." ucap jenderal Huang.
Huang mei menjadi salah tingkah, menurutnya pangeran mahkota terlaku berterus terang dan lagi, untuk apa ia mengatakan perasaan nya di depan semua orang bahkan ia meminta izin kepada ayah nya pula. Huang Mei memalingkan wajah nya, wajah nya merah seperti kepiting rebus.
"Ya dewa nona huang wajah anda memerah, apa anda sedang malu - malu karena ucapan kakak pertama. "goda pangeran kelima Wang Tian.
"Sudah - sudah jangan mengganggu adik ku , kalian datang ke sini untuk berlatih bukan menggoda adik ku " ucap tuan muda pertama huang sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah para pangeran itu.
Jangan sampai Huang Mei ngambek bisa kacau semua rencana yang telah mereka susun dengan baik. Mereka berjalan menuju tempat pelatihan, para kesatria kerajaan terlihat sangat bersemangat dan bersungguh - sungguh.
Huang Mei melihat merpati milik nya terbang menghampiri mereka sambil membawa sepucuk surat dari kerajaan angin. Huang Mei tersenyum melihat sepucuk surat yang menyatakan perdamaian kedua kerajaan. Akhirnya mereka bisa berdamai atas kesalahpahaman yang selama ini terjadi. Namun untuk menangkap para pelaku yang berkontribusi dalam hal kudeta, mereka masih mengikuti sandiwara yang masih berjalan hingga kini. Tidak ada yang tahu kalau kedua kerajaan itu sudah berdamai dan berniat mengambil kuasa di kerajaan tanah. .
Sikap dan sifat tidak baik dari kerajaan tanah membuat kedua kerajaan api dan angin ingin meluluhlantakkan kerajaan tanah. Kejahatan harus di musnahkan sesegera mungkin.