ini adalah kisah seorang gadis yang bernama Aura yang memiliki kemampuan luar biasa, ia memiliki anugrah yaitu bisa melihat dan berkomunikasi dengan mahluk lainnya... penasaran jangan lupa baca ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitha Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian Dua Puluh Sembilan...
" biasa kek ada masalah tadi saat jalan pulang," kata Aura pelan.
" Astaghfirullah...ada apa?," tanya mbah Karsa yang begitu cemas dan bertanya kepada Abby.
" tidak apa apa pak! maklum saja pak. ini kan sudah malam," kata Abby yang tak perlu menjelaskan karena berkata seperti itu saja mbah Karsa pasti paham.
" ya sudah yang penting kalian tidak apa apa," kata mbah Karsa lagi.
" ayo masuk...kita makan dulu, pasti kalian pada lapar kan," kata mbah Karsa lagi.
" oalah sudah pada pulang ternyata, ayo kita makan dulu, nenek sudah masak," kata nenek pelan dan mengajak semuanya masuk ke dalam.
semuanya pun senang dan langsung masuk ke dalam, keluarga nenek dan Aura pun makan dengan tenang.
" sudah... tidak usah! biar nenek saja yang rapikan," kata nenek pelan kepada Aura yang ingin membantu nenek dan bunda merapikan tempat makan.
" tapi...Aura mau bantu nek," kata Aura lagi.
" tidak usah sayang, biar bunda sama nenek saja," kata bunda lembut.
Aura pun mengangguk dan berjalan ke dalam ruang tamu ia pun melihat di sana ada ayah, kakek, Abby dan Lola sedang mengobrol.
sedangkan Kiran mungkin berada di dalam kamar.
" lu mau kemana Ra?," tanya Lola ketika melihat Aura melewati mereka.
" mau keluar gua, mau ngadem," kata Aura
ia pun melewati mereka dan duduk di luar menghirup udara malam dan Aura pun terlalu hanyut menikmati suasana malam itu sehingga tak mengetahui jika mbah Karsa sudah duduk di sisinya.
" malah melamun, di sini tuh angker nak, jangan melamun sembarangan seperti itu, nanti kalo kesambet bagaimana," kata mbah Karsa pelan dan sedikit bercanda.
" eh kakek," ucap Aura dan ia tersenyum.
" Aura gak melamun kek," kata Aura lagi.
" kalo tidak melamun terus kenapa sampai bengong kaya begitu," kata mbah Karsa lagi.
" Aura aneh saja kek, kenapa Aura bisa melihat hal hal seperti itu," kata Aura pelan.
" itu sudah takdir dari ilahi nak, kamu, kakek dan Abby di takdirkan memiliki kemampuan seperti itu," kata kakek pelan dan mencoba menerangkan apa yang selalu Aura herankan dan rasakan.
" seharusnya kamu bersyukur bisa memiliki kelebihan seperti ini nak, banyak orang lain yang ingin memiliki kelebihan seperti kita," ucap mbah Karsa lagi.
" Aura memang bersyukur kek," kata Aura pelan.
" tapi...! kenapa harus Aura, kek." kata Aura lagi.
" karena ini memang sudah takdirmu nak," kata mbah Karsa dan ia tersenyum untuk menenangkan Aura.
" jika kau ikhlas menjalani dengan semua itu pasti akan mudah," kata mbah Karsa lagi.
Aura pun mengangguk mencoba memahami semua itu.
" ah iya...bagaimana,? apa kau masih membantu hantu hantu yang masih tersesat di dunia?," tanya mbah Karsa pelan.
" masih kok kek, bahkan sampai sekarang pun masih." kata Aura pelan.
memang Aura memiliki pekerjaan seperti itu yaitu menolong hantu hantu yang masih terikat atau tersesat di dunia ini, bahkan Lola lah yang sering menemani Aura ketika ada hantu yang meminta bantuannya.
" lalu...bagaimana perasaanmu ketika kamu sudah membantu mereka?," tanya mbah Karsa pelan.
" seneng kek, karena Aura bisa melihat dan membantu mereka di saat tak ada satu orang pun yang melihat dan bisa membantu mereka," kata Aura pelan dan tersenyum lembut.
" begitulah hidup nak, jika memang kita bisa membantu...kenapa tidak!," kata mbah Karsa lagi.
" kakek benar, seharusnya aku senang memiliki kelebihan seperti ini. mungkin dengan begitu aku bisa membantu hantu hantu yang memang membutuhkan bantuan dari aku," kata Aura tersenyum.
" seperti itu... jika kita ikhlas menerima semua ini. itu semua tak akan sulit bagi kita untuk menjalaninya," kata mbah Karsa lagi.
" kakek benar," kata Aura lagi.
" ah iya apa kau sering di temui nenekmu?," tanya mbah Karsa pelan.
" maksud kakek, ratu Sekar Langit?," tanya Aura dan mbah Karsa mengangguk.
" tidak terlalu sering sih kek, cuma nenek selalu datang kok, kadang Aura yang menemuinya," kata Aura lagi.
" ah syukurlah," kata mbah Karsa tenang.
" tadi saja kata om Aslan nenek mau bertemu denganku dan meminta aku untuk menemuinya," kata Aura lagi.
" ah...maksudmu Raden Sirna bodas," kata mbah Karsa yang belum terbiasa dengan nama panggilan sayang Aura kepada om tak kasat matanya itu, dan Aura pun mengangguk.
" kalo begitu temui lah nanti," kata mbah Karsa lagi Aura pun mengangguk.
" lalu bagaimana,? apa mamah Kiran selalu menampakkan diri lagi nak?," tanya mbah Karsa lagi.
" kalo sekarang jarang kek, mamah Sania jarang menampakkan diri lagi, mungkin karena tugas atau yang mau di sampaikan mamah Sania pada kak Kiran sudah terpenuhi. makannya mamah Sania jarang terlihat kek," kata Aura lagi.
" syukurlah," ucap mbah Karsa pelan.
sejak usia lima tahun Aura pertama bertemu dengan mamah Sania yang selalu di sisi kakaknya yaitu Kiran, dan ketika Aura memberi tahu kepada kakaknya jika ada yang selalu menemaninya Kiran tak percaya dan malah mengatai Aura hanya mau menakut-nakuti dirinya saja dan bahkan Kiran juga mengatakan jika Aura pembohong, namun ketika mamah Sania mendatangi mimpi Kiran barulah Kiran percaya dan bercerita sambil menangis kepada Aura, dari sana lah Kiran percaya kepada Aura jika selama ini mamahnya lah yang sering berada di sisinya dan Kiran sangat senang karena mamahnya tak pernah meninggalkan dirinya dan sejak kejadian itu Aura jarang melihat mamah Sania lagi.
" masuklah...ini sudah malam tidak baik di luar lama lama nanti masuk angin nak," kata mbah Karsa lagi.
" iya kek," kata Aura dan ia pun berjalan ke dalam rumah ketika masuk Aura melihat Abby dan Lola sedang membereskan ruang tamu dan Aura pun tersenyum dan ingin menggoda mereka.
" cie cie cie...," goda Aura kepada keduanya.
Abby biasa saja namun Lola yang memang menyukai Abby jadi salah tingkah.
" apa sih Ra," kata Lola yang malu-malu meong.
" gak apa apa...seneng aja gue lihat kalian berdua akur begitu, serasa melihat pengantin baru," kata Aura yang terus menggoda Lola yang sudah memerah pipinya.
" apaan sih Ra, lu ada ada aja." kata Lola malu.
" iya nih si Aura ada ada saja," ucap Abby pelan dan ia tersenyum.
" cie... om Abby jadi salting kaya gitu pake senyum senyum segala lagi.," kata Aura yang tak henti henti nya menggoda Abby dan Lola.
" buruan om di lamar Lola nya nanti keburu di sambar orang lagi," kata Aura yang bercanda.
namun candaan Aura membuat Abby dan Lola jadi salah tingkah.
mereka berdua saja tak tahu jika keduanya saling menyukai..
" kau ini ada ada saja.. ngelamar segala lagi, Lola saja masih kecil dasar kau ini," kata Abby yang malah menyentil dahi Aura.
" ah...sakit tau om, om mau kemana," tanya Aura walaupun ia kesakitan karena di sentil om nya.
" mau ke belakang mau mengaji, La saya ke belakang dulu ya," kata Abby pelan dan ia sedikit malu karena ulah Aura yang terus menggodanya.
" cie...om Abby malu tuh," kata Aura yang tak henti hentinya menggoda om nya itu.
" sudah dong Ra, malu gue lagian kasian kak Abby nya," kata Lola.