NovelToon NovelToon
Cinta Seindah Khayalan

Cinta Seindah Khayalan

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Anak Genius / Tamat
Popularitas:94.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewi Payang

Sizy Caserina, tidak pernah menduga bila dirinya bisa dijebak oleh seorang pria kecil sehingga bisa tidur dengan seorang pria konglomerat yang bernama Clive Mandelson.

Begitulah cara Berry, pria kecil yang jenius yang berusia 5 tahun, memilih seorang wanita cantik untuk menjadi ibunya.

Ikuti kisahnya di Cinta Seindah Khayalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Perlakuan Clive

Laboratorium Pemerintah.

"Fiona, tolong bawa hard copy data core drill dari PT. Djaya Karya kemari!" Sizy menyaringkan suaranya, sementara pandangannya tetap fokus pada layar komputer dengan tangannya sesekali menekan keyboard yang ada diatas mejanya.

"Oke, ditunggu sebentar ya Kak!" dari ujung ruangan, Fiona ikut menyaringkan suaranya.

Anak magang itu membuka lemari besi dihadapannya, memperhatikan beberapa berkas pada rak sesuai abjad, lalu gegas menariknya dengan hati-hati agar tidak mengacaukan susunan berkas-berkas yang ada.

"Ini Kak," sambil meletakan hard copy itu diatas meja, memperhatikan Sizy yang masih fokus pada pekerjaannya.

"Terima kasih Fio, kamu boleh melanjutkan pekerjaanmu kembali," Sizy menoleh sebentar, tersenyum, lalu kembali fokus pada pekerjaannya.

"Kakak, aku ingin mengatakan sesuatu," Fiona berkata hati-hati.

"Katakan saja Fio. Apapun yang kamu tidak fahami tanyakan saja," ucap Sizy tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer yang tengah menyita perhatiannya itu, sementara hard copy yang ia minta dari Fiona telah terbuka lebar diatas mejanya.

"Mm, rumahku kak. Maksudku, rumah orang tuaku--" Fiona berkata ragu.

"Ada apa dengan rumah orang tuamu Fio?" tanya Sizy, berusaha membagi fokus, antara apa yang diucapkan Fiona dan data bermasalah yang sedang ia periksa sedari pagi.

"Rumah orang tuaku yang kami tempati ditengah kota tepat dipinggiran sungai Mahakam digusur pagi tadi, dan kontraktornya diduga dibawah naungan Kalimas Group, milik suami Kakak," pelan Fiona, masih penuh kehati-hatian.

Sizy menghentikan pergerakan tangannya, atensinya kini sepenuhnya berfokus pada Fiona yang berdiri dengan raut sedih dan hampir menangis.

"Belum ada kesepakatan ganti rugi yang sesuai kak, tapi bangunan rumah kayu itu sudah dirobohkan. Bahkan kami belum sempat memindahkan barang-barang kami. Bisakah Kakak menolong kami?" tangis Fiona akhirnya pecah. Gadis itu sudah menahannya, dan kini ia sudah tidak bisa berpura-pura tegar mengingat apa yang telah menimpa keluarganya.

Sisy gegas bangkit, merengkuh tubuh Fiona masuk dalam pelukannya. Untuk sesaat lamanya ia membiarkan gadis itu terisak, sambil memikirkan apa yang bisa ia lakukan untuk membantu.

"Sebenarnya, Kakak tidak banyak tahu tentang perusahaan-perusahaan, atau pekerjaan apa saja yang digeluti suami Kakak itu. Kakak akan berusaha membantu menyampaikannya, tapi tidak menjanjikan kalau ini pasti berhasil," Sizy membelai lembut rambut sebahu Fiona dengan sayang.

Tok. Tok. Tok.

Keduanya mengurai pelukan, berpandangan sesaat. Fiona buru-buru menghapus airmatanya dengan tisu dari atas meja Sizy, lalu gegas kembali ke mejanya.

"Masuklah," seru Sizy.

"Selamat siang, apa aku mengganggu?" Clive muncul dipintu yang terbuka.

"Aaaa, t-tidak, tidak. Masuklah," Sizy sedikit grogi, melihat Clive yang menjadi topik pembahasan antara dirinya dan Fiona kini menampakan batang hidungnya dihadapan mereka tanpa menelpon terlebih dahulu, apalagi mengingat bagaimana suaminya itu berulah bagai bayi besar yang sangat merepotkan, tidak mau kalah dari Yuna dan Berry, hingga membuatnya hampir saja terlambat berangkat ke tempat kerja tadi pagi.

"Ada apa kemari?" tanya Sizy, yang bingung harus berinteraksi seperti apa.

"Mengajakmu dan Fiona makan siang, sesuai janji kemarin," sahut Clive, sembari mengarahkan pandangannya pada Fiona yang berpura-pura tenggelam dalam kesibukannya.

"S-saya?!" di mejanya, Fiona tersentak kaget mendengarnya, tidak percaya kalau pria sekelas Clive sungguhan pada ucapannya kemarin.

""Berdua?! Hanya berdua dengan tuan Clive?!" Fiona masih dalam mode kagetnya dengan dua matanya yang membola, menunjuk dirinya dan Clive.

"Oh tidak, tidak, tidak. Bisa-bisa--, bukannya makan dengan kenyang, tapi saya malah sibuk mengagumi tuan Clive nantinya," jujur Fiona, wajahnya turut bersemu merah dengan jari tangan bergerak rusuh didepan wajahnya.

Sizy terperangah mendengarnya, padahal baru saja mereka membahas tentang kesedihan gadis magang asuhannya itu atas kehilangan rumah tinggal orang tuanya karena ulah salah satu kontraktor yang menjadi mitra perusahaan milik suaminya itu, dan sekarang ia melihat sendiri bagaimana Fiona sudah lupa akan semuanya itu hanya karena bertemu dengan Clive.

Melihat respon Fiona, Clive mengulas senyum tipisnya yang mahal itu, sebisa mungkin membuat gadis itu tetap merasa nyaman saat berinteraksi dengannya.

"Kita pergi bersama isteriku juga, tidak mungkin aku membiarkan calon ibu bayiku kelaparan sendiri disini, aku bisa diprotes bayi kami saat dia launching kedunia ini," sengaja Clive.

"What? Kak Sizy sudah hamil?" Mata Fiona kembali membola, menatap Clive dan Sizy bergantian dengan raut memastikan. Gadis itu gegas mendekati Sizy, lalu menggoyang rusuh pundak pembimbing magangnya itu.

"Kakak serius hamil?"

Sizy mengerjapkan matanya berulang kali sembari menelan salivanya dengan susah payah.

"I-iya," sahut Sizy akhirnya, kembali berbohong untuk kesekian kalinya, rautnya terlihat begitu frustrasi setelah mengucapkannya. Dan itu tidak lepas dari perhatian Clive.

"Wuah! Ini kejutan! Tidak lama lagi aku akan jadi Bibi! Yeay! Selamat ya Kak!" Fiona memeluk Sizy erat, mendaratkan ciumannya bertubi-tubi tanpa jedah membuat Sizy kewalahan menghadapi tindakan gadis absurd itu.

"Fiona, tolong lepaskan isteriku. Kamu sudah membuatnya sulit bernafas. Kasihan Ibu dan bayinya," tegur Clive.

"O, oh, m-maaf. Saya terlalu bahagia Tuan," Fiona mengurai pelukannya, menatap Clive sesaat lalu beralih pada Sizy yang berkeringat karena ulahnya.

"Ayo, kita jalan sekarang, sebelum jam makan siangnya keburu usai," Clive menatap Fiona, kembali mengulas senyum tipisnya yang mahal, setelahnya beralih pada Sizy yang masih merasa frustasi akibat kebohongannya sendiri.

"Ayo Sayang, kamu dan bayi kita tidak boleh terlambat makan, itu tidak baik, bisa mengganggu kesehatanmu dan tumbuh kembang janin dalam tubuhmu," lembut Clive, sembari mengulurkan tangannya pada Sizy yang terpaku menerima perlakuan manisnya.

Bersambung...✍️

✍️ Note:

Core drill adalah metode pengambilan sampel aspal atau beton pada suatu struktur bangunan. Pengujian ini dilakukan dibeberapa titik STA yang telah ditentukan bersama. Sampel yang diambil dalam bentuk silinder ini selanjutnya akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengujian, tujuannya untuk menguji kekuatan dan ketebalan aspal/beton, dan karakteristik campuran perkerasan.

1
Elisabeth Ratna Susanti
top banget 🥰
Dewi Payang: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
kenapa masih saja ada perundungan ya
Dewi Payang: Dari jaman ke jaman tidak pernah punah😭
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍🥰
Zenun
iya benar sekali
Dewi Payang: Cucok👍🏻😁
total 1 replies
Zenun
terimakasih untuk apa nih🤭
Dewi Payang: Untuk segalanyaaa😁
total 1 replies
Oma yeni*🦋
udah tamat dengan akhir yg sangat indah. Makasih karya indahnya 🥰
Dewi Payang: Ma kasih juga kak, udah setia membaca hingga akhir😘😘😘😘
total 1 replies
Oma yeni*🦋
oke thor siaappp makasih sarannya, semoga selalu bahagia dan penuh cinta ❤️🥰
Dewi Payang: Amin Akak🫰🫰😍
total 1 replies
Oma yeni*🦋
dilarang terbang lagi kyknya nih
Dewi Payang: Disuruh netap/Joyful/
total 1 replies
Oma yeni*🦋
si babe sistimnya liberal/Chuckle/
Oma yeni*🦋
yuk makan makan thoorrr
Dewi Payang: Ayuk😅😅
total 1 replies
Oma yeni*🦋
horeee,,,, sah jadi pasangan suami istri...
Dewi Payang: Ehemmmn😅
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
dah hadir... pertama malah/Sneer//Joyful/
Dewi Payang: 😄😄😄iya kak😍😍😍
total 1 replies
neng ade
aku udah hadir disana thor 🙏❤️
Dewi Payang: Iya Kak, terima kasih banyak ya kak😍😍😍
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
wah dikibarkan baju Teletubbies nya 😆
Dewi Payang: Haha😅😅😅😅
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ciusss end Bun? kok aku nda ikhlas huwwwaaaaa
Dewi Payang: Haha kebanyakan bab na kak😄
total 1 replies
Zenun
sah sah sah🥳
Dewi Payang: Berry-Yunna : 😍😍😍
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
Papay juga kak Dewi... di tunggu karya luar biasa selanjutnyaaa❤️❤️❤️❤️😘😘😘
〈⎳ FT. Zira: sehat selalu juga buat akak🫰🫰🫰... jangan lama lama luncurin karya barunya yaaa.. menanti/Kiss/
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
eeehhh... enddd😳😳😳😳
〈⎳ FT. Zira
jawaban cerdas
Dewi Payang: /Joyful/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
kalo gak berakhir indah.. judulnya bukan cinta seindah khayalan lagi nanti
Dewi Payang: Yuna : 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!