Seorang MABA (Mahasiswa Baru) Tengah menata barang di kamar barunya.
Gadis itu adalah Aprilia Eka Sari yang biasa di panggil April. Gadis Cantik ini baru akan memasuki masa orientasi di fakultas ilmu komunikasi Universitas Erl*****A.
.
April yang sedari SMA merupakan penggemar Membaca terutama membaca Novel, mengisi waktu luangnya untuk membaca Novel online maupun Novel beli di Gramedia.
.
Suatu ketika April membaca salah satu novel yang tak bosan-bosannya ia baca, Novel Online berjudul " Pengganti " yang menceritakan tentang adik yang menggantikan/berkorban kakak maupun keluarganya, April memang suka cerita yang diluar nalar manusia seperti hidup kedua kalinya, transmigrasi, sejarah, cinta yang tak akan terjadi di dunia nyata dll.
.
setelah membaca sampai tengah malam tak terasa April ketiduran, dan tak lama setelah bangun April merasa heran, heran karena ia terbangun di tempat yang berbeda.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon N.N.A.22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Nita masih terpaku Dengan permintaan Alle, sampai-sampai Nita berjalan dengan pikirannya sendiri tanpa Nita sadari bahwasanya Nita tidak harus berjalan menaiki tangga menuju lantai 2 ke kamar Rega, dan tanpa sadar Nita saat ini sudah tepat berada di depan kamar yang didefinisikan oleh mami Alle.
.
.
Tok tok tok.... (Pak Rega)...
Tok tok tok... (pak saya Nita.. Kata mami
pak Rega disuruh kebawah)
(bapak regaaaa)
.
.
Nita masih mencoba mengetuk pintu tapi tidak ada tanda-tanda kalau ruangan itu ada orangnya.
Nita yang sedikit takut dan trauma dengan sifat berubah-ubah Rega, mencoba menguatkan diri dan tangan Nita mencoba membuka handle pintu.
Ceklekk (eh tidak terkunci)
Nita dengan pelan membuka pintu tersebut, Nita melihat kanan dan kiri, kamar Rega tampak bersih dan yang pasti tidak ada tanda-tanda kehidupan.
.
.
"pak Rega.. Nita masuk yaaaa" suara Nita sedikit berteriak tapi kembali tidak ada sautan apapun.
.
.
Nita menyusuri kamar Rega yang tampak nyaman, bersih dan aman. Kamar Rega benar-benar khas kamar bujangan dengan aksen hitam dan abu-abu, bahkan sprei dan ornamen dikamar juga berwarna hitam dan abu-abu.
.
"benar-benar semua laki-laki memiliki template yang sama." ujar Nita dalam hati.
.
Nita masih memanggil Rega tetapi tak ada sautan sedikitpun
"apa aku pergi aja ya.. Toh si pak Rega gak ada." Nita kembali berbicara pada dirinya sendiri.
.
.
Saat Nita kepikiran untuk pergi sendiri, Nita melihat satu dinding seperti pintu dengan handle yang mirip dengan kucing jepang yang melambai.
Nita yang memiliki jiwa penasaran akhirnya memberanikan diri melihat kucing jepang itu.
Dan saat Nita mengambil kucing kuning tersebut, tiba-tiba bunyi pintu terbuka terdengar ditelinga Nita.
Tak hanya itu dinding seperti pintu tersebut terbuka sedikit.
Nita yang melihat itu dengan rasa penasaran yang tinggi, mulai memasuki ruangan itu tanpa tahu apa yang ada di dalamnya.
.
.
Di bawah mami Alle menatap putrinya dengan tatapan penuh pertanyaan.
Sedangkan sang anak hanya tersenyum manis melihat tatapan sang mami.
.
.
"alle... Abangmu itu tadi mami cari dikamar gak ada, tapi kata papimu abangmu masih dikamar.. Bingung kan." ujar mami Alle
"lah.. Kenapa tadi mami ngomong kayak gitu cobak." kaget Alle.
"yaudah Alle.. biarin aja.. Nanti si Nita juga turun kalau gak ketemu abangmu... Tapi kenapa tadi kamu kayak gitu hah.. Maksud mami kenapa kamu malah nyuruh Nita ke kamar abangmu." ungkap mami menatap sang putri.
"jadi gini mi... Abang itu aneh.. Kemarin Abang buat Nita masuk rumah sakit..." cerita Alle yang belum selesai sudah dipotong oleh sang mami.
"apa..? Abangmu apakan Nita..." heboh mami Alle.
"diam dulu mi... Biarin Alle cerita.." kesal Alle melihat tingkah sang mami.
mami Alle hanya menganggukkan kepala saja dan mulai mendengar cerita sang putri.
"jadi, abangmu udah gak sama si cewek gak jelas itu kan?" jelas mami Alle
"iya Mi.. Tapi Abang sekarang malah posesif banget sama Nita.. Kan Alle bingung.. Udah gitu awalnya Alle mengundurkan diri untuk bimbingan skripsi.. Entah apa yang terjadi Mi.. Nita Kembali akan bimbingan skripsi sama Abang.. Aneh kan." ungkap Alle."tak hanya itu.. Sejak Abang gak sama cewek gak jelas.. sifat tempramen Abang mulai reda hampir gak pernah... Tapi alle pernah melihat Nita keluar dari ruangan Abang dengan wajah bete dan cemas.. Sedangkan pas Alle masuk ruangan Abang.. Abang kayak bahagia, senyum gak jelas.. Aneh kan Mi."
respon mami Nita tak seheboh tadi, dan mami Nita terkesan diam tetapi dalam hati mami Alle sudah tahu arah dari tujuan sang putra.
"udah Alle.. gak usah urusin abangmu .. Mending kamu keluar beli makan siang.. Si mbok udah istirahat.. Dan mami gak bisa masak.. Jadi, kamu yang harus tanggung jawab." senyum mengejek mami Alle, membuat sang putri dongkol.