NovelToon NovelToon
Pernikahan Beda Kasta

Pernikahan Beda Kasta

Status: tamat
Genre:Obsesi / CEO / Aliansi Pernikahan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:60.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Budi Asih

Vino seorang CEO tampan di perusahaan terkemuka di Jakarta menyukai Zila gadis yatim piatu berparas manis dan cantik, memiliki kepribadian sederhana bekerja sebagai asisten di perusahaan yang sama dengan Vino.

Tertarik pada seorang wanita adalah hal tersulit untuk Vino rasakan. Dan ia ingin menjadikan Zila sebagai istrinya.

Zila seorang gadis yatim piatu berasal dari keluarga sederhana, kehadirannya membuat Vino tidak dapat menahan perasaan cintanya. Semua orang tidak menyangka kalau Vino yang begitu cuek, dingin begitu sombong dan pemilih terhadap wanita bisa suka kepada Zila.

Banyak wanita berkelas dan setara dengan Vino tapi tidak ada satupun yang mampu memikat hatinya. Teman dan sahabat Vino tidak bisa membayangkan kalau Vino yang terkenal sebagai CEO kejam dan arogan.Apa yang membuat Vino begitu menyukai Zila? Vino bahkan mengetahui masa lalu Zila. Siapa sebenarnya Vino, apakah ia bagian dari masa lalu Zila, tapi kenapa Zila sama sekali tidak mengenali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Budi Asih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PBK Bab 29 - Melelahkan dan Menyakitkan

Di depan pintu Vino telah berdiri dan memberikannya baju kaos dan bawahan yang tadi ia beli untuk Zila. Zila tidak menyangka kalau Vino juga ternyata sangat peka dengan apa yang ia butuhkan. Sambil tersenyum Zila menjulurkan tangannya untuk mengambil pakaian itu. Zila keluar dari kamar mandi saat ia sudah selesai mandi dan berpakaian. Vino masih duduk di pinggir tempat tidur sambil memeriksa ponselnya.

Sebuah panggilan telepon masuk dan Vino segera menjawabnya.

"Baiklah, kita tidak akan ke Villa tapi ke rumahnya." Vino mengubah rencananya saat mendengar laporan dari Alan. Penjilat yang berada di samping David sedang memperlihatkan betapa menjijikkannya mereka berbondong-bondong untuk membantu David agar Vino dapat di gulingkan dari posisinya yang sekarang.

"Mona, bagaimana keadaannya?" Zila teringat dengan temannya yang saat itu ia tinggalkan dalam keadaan terikat.

"Dia baik-baik saja, jangan khawatirkan dia." Vino beranjak dari duduknya ia akan pergi ke kamar mandi.

"Tunggu! Lukanya tidak bisa kena air, bagaimana kalau .." suara Zila tertahan di bibirnya, ia ragu untuk mengatakannya.

"Kenapa? Apa kamu ingin membantuku untuk mandi?" Vino menatap Zila. Dan Zila menghindar dari tatapan Vino kepadanya. Vino yang melihat tingkah Zila hanya bisa tersenyum sambil melanjutkan langkahnya.

Benar saja, Vino mandi tanpa mengenai lukanya dengan air. Zila melihat Vino keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk yang menutupi bagian tubuh bagian bawahnya. Dadanya yang bidang terekspos, Zila mengalihkan pandangannya pura-pura tidak melihat ke arah Vino yang semakin mendekat ke arahnya.

Saat mengambil bajunya yang ada di atas tempat tidur ia sengaja tidak mengatakan apapun kepada Zila. Bau sabun mandi tercium oleh Zila, meskipun tidak melihatnya ia tahu kalau Vino hanya berjarak beberapa centi di belakangnya. Bau harum dari tubuh Vino membuat jantung Zila berdebar. Aliran darahnya begitu terasa dan jantungnya semakin lama semakin berpacu dengan cepat. Zila hanya terpaksa berdiri sambil memejamkan matanya saat Vino mengganti pakaian di belakangnya.

"Kenapa harus menutup mata, bukankah kamu sudah beberapa kali melihatnya?" Zila semakin gugup saat mendengar Vino mengatakan hal itu. Zila masih tetap memejamkan matanya tanpa menghiraukan ucapan Vino.

Saat membuka matanya, Zila tidak lagi melihat Vino di belakangnya. Kemana dia pergi pikir Zila. Zila menghela nafasnya dan mengelus-elus dadanya lega. Beberapa saat kemudian Vino datang lagi dan meraih bungkus makanan di atas meja, kemudian membukanya dan duduk di samping Zila.

"Makanlah!" Dengan sendok berisi nasi di tangannya, Vino menyuapi Zila.

Zila pun hanya bisa menerima suapan yang diberikan oleh Vino kepadanya dan kembali menyendok nasi kemudian di makannya sendiri. Tanpa mengalihkan pandangannya dari Vino, Zila terus mengunyah nasi di mulutnya.

"Alan akan segera datang, makanlah sebelum kita melanjutkan perjalanan."

Meskipun tidak menjawab pertanyaan Vino, sikap Zila kepadanya seolah mengerti dengan apa yang di maksud oleh Vino dan menuruti semua yang ia katakan.

"Huk .. huk .. huk .." Zila tiba-tiba batuk Vino mengambilkannya air yang ada di depannya. Zila tersedak makanan saat ia kembali melihat bekas luka yang ada di tangan kanan Vino. Zila tidak ingin membuat Vino menyembunyikan tangannya lagi seperti waktu itu. Dengan terus melihat bekas luka itu diam-diam, Zila seperti mengingat akan sesuatu. Ia diam-diam memperhatikan bekas luka itu dan mengetahui apa yang sedang di lakukan oleh Zila.

"Kenapa?" Vino menatap secara tidak langsung kepada apa yang membuat pandangan mata Zila berpusat.

"Ah, aku tidak apa-apa." Buru-buru Zila mengalihkan pandangannya kepada Vino yang saat itu sudah mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Zila.

"Tangan mu, terlalu sering terluka. Apa bekas luka itu juga karena menolong seseorang?" Zila memberanikan diri untuk bertanya kepada Vino.

"Iya .." jawaban Vino membuat ia membulatkan matanya.

"Aku melakukan hal yang sama untuk orang yang sama." Kata-kata itu membuat Zila terdiam mencoba untuk mencerna perkataan yang baru saja Vino ucapkan.

"Khem." bekas luka di tangan Vino mengingatkan Zila kepada Kenan, iya, luka itu persis seperti bekas luka yang ada di tangan Kenan karena pernah terluka saat menolong Zila.

Semua kesamaan yang terjadi antara Kenan dan Vino adalah kebetulan yang sempurna. Bagaimana bisa? Semua pertanyaan itu selalu ada dalam hati Zila. Ia sangat penasaran dengan Vino yang bahkan tahu tentang masa lalunya yang coba ia kubur dalam-dalam.

"Aku akan beritahu Paman dan Bibi mu soal pernikahan kita." Zila kembali menatap Vino saat mendengar ucapan itu.

"Tapi, bukankah kita akan bercerai, kenapa mereka harus tahu soal ini?"

"Kita akan bercerai jika kamu mengandung anak untuk ku. Jadi, sebelum kamu mengandung aku ingin pernikahan ini di ketahui oleh Paman dan Bibi mu." Vino melihat reaksi Zila yang hanya biasa saja saat ia mengatakan itu.

"Jika kamu mengandung anak ku sebelum memberitahu kepada mereka pernikahan kita itu artinya mereka akan berpikir kalau kamu hamil di luar nikah." Benar juga apa yang dikatakan oleh Vino, Paman dan bibinya harus tahu soal pernikahan antara dirinya dengan Vino. Zila tampak melamun saat memikirkan apa yang baru saja Vino katakan.

Zila sebenarnya tidak ingin memberitahu pernikahan yang sudah terlanjur terjadi kepada Paman dan bibinya. Zila berpikir kalau dia dan Vino tidak akan ada yang tahu tentang pernikahannya itu akan jauh lebih baik.

Dengan perasaan saat ini kepada Vino, Zila bimbang langkah seperti apa yang akan ia ambil di masa depan. Perjanjian dirinya dengan Vino untuk segera bercerai apakah masih bisa untuk di negosiasi? Apakah Vino akan benar-benar menceraikan dirinya saat ia telah memberikan anak kepadanya?

Entahlah!

Apa yang saat ini Zila rasakan, perasaannya, ia tidak mampu berpikir lebih jernih lagi karena situasi rumit saat ini. Sepertinya Vino memang benar-benar berjuang. Zila pusing bila ia terus memikirkan hal yang jawabannya tidak pernah ia dapatkan sama sekali.

Sejak menikah dengannya Zila tidak tahu siapa keluarga dari Vino. Padahal kata teman-temannya keluarga Orlando adalah keluarga yang sangat selektif dalam mencari pasangan untuk setiap keturunan dari keluarga Orlando. Turun temurun mereka selalu dicarikan jodoh terbaik oleh para tetua mereka. apakah itu yang membuat Vino menyembunyikan dirinya dan berniat menjadikannya istri selamanya.

"Bagaimana jika orang lain tahu tentang pernikahan kita?" Akhirnya Zila menanyakan hal itu, ia ingin mengetahui apa jawaban Vino setelah ini.

"Kenapa kalau mereka tahu, bukankah waktu itu kita pernah pergi ke sebuah pesta yang di hadiri banyak orang? Lalu kenapa kalau mereka tahu tentang pernikahan kita?" Pertanyaan Vino membuat Zila kesusahan menelan ludahnya.

"Apa semua akan baik-baik saja setelah ini? Atau semua akan lebih buruk?" Ah, Zila tidak mampu lagi mengeluarkan pertanyaan itu kepada Vino.

Seakan mengerti dengan kegundahan hati Zila, Vino memegang tangannya lembut. Vino ingin memberitahu kalau semua pasti akan baik-baik saja. Dengan perasaan yang sudah di jelaskan Zila membiarkan Vino mencium tangannya malam itu. Zila tidak lagi menolak Vino.

Seketika terdengar suara keributan di luar. Pasti sesuatu terjadi di luar, Vino kemudian memakai topi hitam dan sebuah masker yang menutup wajahnya. Hal yang sama juga di lakukan oleh Zila, mereka segera keluar dari tempat itu dan menuju ke jalanan yang harus mereka tempuh dengan jalan kaki.

Sesaat setelah mereka keluar dari tempat itu Vino melihat beberapa orang telah menunggu di ujung jalan bersama Alan.

Dengan pengawalan yang ketat Vino membawa Zila pergi dari sana. Sedangkan Alan dengan beberapa anak buahnya juga meninggalkan tempat itu.

***

Jalan ke arah Villa sudah di blokir, Vino membawa Zila ke suatu tempat yang Zila sendiri tidak tahu kemana. Sepanjang perjalanan Zila tertidur, mereka tiba saat melakukan satu setengah jam perjalanan. Karena tertidur Vino akhirnya menggendong Zila keluar dari mobil dan membawanya masuk ke dalam rumah itu. Dengan sangat pelan Vino meletakkan tubuh Zila itu di atas tempat tidur.

1
tika sari dewi
berputar2 Maslah nya dstu aja,,,kpan Maslah aylin selesai,, awal ceritanya menarik saya sangat suka, tpi udh kesini makin membelit2 setiap Maslah gk ada penyelesaian..
atik
uwih keren thor visualnya
Dewi_risman25: semoga cocok yah visual tokohnya dan suka 🫰🥰
total 1 replies
atik
Vino selamat berjuang mengalahkan musuh & semangat selalu buatmu thor
Dewi_risman25: luv buat kalian berdua deh, juga semua readers kesayangan. jangan lupa mainkan juga jempolnya untuk like, vote, komen dan subscribe 🫰😘
total 2 replies
atik
Duh senennya si Vino didatengin sang istri ke kantor
atik: semangat up nya ya thor... aku penggemar setiamu loh
total 2 replies
atik
Sabar ya Vino pasti bentar lagi Zila bisa terima kamu sebagai suaminya, lanjut up nya thor... semangat
Dewi_risman25: ditunggu aja ya kk update bab terbaru selanjutnya 😘
total 1 replies
atik
Aduh kasian si Kenan jadi korban keserakahan keluarga Orlando
Dewi_risman25: tunggu episode selanjutnya jangan sampai terlewatkan sambil menunggu author share bab selanjutnya jangan lupa untuk semua like, vote, subscribe dan bintangnya 🥰😘
total 1 replies
atik
ok, semangat thor
atik
Uda gak sabar nunggu Zila bucin ke Vino
Dewi_risman25: episode selanjutnya update besok ya, biar pada gak penasaran nyalakan notifikasi kalian. jangan lupa, like, vote dan bintangnya 🥰😘
total 2 replies
Murni azka
lanjutt
atik
Vino uda berjuang kaya gitu masa kamu blm juga bisa buka hati Zila
Lee Mba Young
nnti kl smp vino datang ke ultah aylin berarti laki bodoh pling di jebak pake obat biar tidur dng aylin, lagian vino tak punya kekuasaan masih kalah ma bokap nya.
orang kl masih di bawah bokap tu susah bertindak.
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
atik
sabar ya Zila, semua akan indah pada waktunya
sella surya amanda
lanjut
Renesme
Sulitnya menaklukkan seorang hati wanita yang memegang prinsip idealis yang kuat untuk menjaga kehormatan dan harga dirinya.
atik
semangat Vino meluluhkan hati Zila
Renesme
iya betul, dari pada tertindas terus menerus lebih baik tawaran di terima 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!