Aku tersadar di sebuah ruangan serba putih dengan bau obat-obatan yang menusuk hidung.
"Aaarrgghhh, di mana ini?" rasa pening kembali melanda hingga membuatku tak berani membuka mata lagi.
Sekilas aku teringat akan pertengkaran dengan tunanganku sebelumnya yang membuatku kehilangan fokus saat berkendara, hingga terjadilah kecelakaan itu.
Tanganku reflek memijat kening.
"Hei, mommy sudah sadar," suara gadis kecil memaksaku untuk membuka mata.
Pandangan yang awalnya kabur lama-lama menjadi terang, hingga nampak jelas di depan mataku kedua bocah tampan dan cantik nan polos sedang menatapku.
"Hai mommy," sapa keduanya.
"Mommy?"
Beberapa waktu mengenal keluarga ini, tak disangka ternyata aku melihat wajah yang sangat mirip denganku.
Hingga dirinya berani mengajakku bertukar peran, yang membawaku terlibat semakin dalam.
Bisa kah aku lepas dan menjauh? Atau malah jatuh semakin dalam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencarian Berlanjut
Ponsel Maxime memanggil.
'Kirani calling,'
"Issshhhhh...,tumben" desis Maxime seraya menautkan alis.
Maxime merasa aneh sendiri, kenapa sekarang kesal ditelpon Kirani. Selama ini Maxime lah yang pasti menelpon Kirani, walau Kirani cuek dan kadang tak mengangkat panggilan dari Maxime.
"Halo," sapa Maxime.
"Halo sayang, kenapa belum pulang? Aku di rumah nih sama Cantika. Sorry tak kasih kabar ke kamu" terdengar suara Kirani yang sok manja seperti biasa.
Maxime yang biasanya merasa senang, kenapa jadi jengah mendengar suara Kirani.
"Ngapain cari istri kamu yang cantik lewat tivi? Aku kan ada di rumah," sambung Kirani.
'Kok dia tahu? Apa Kirani mengikuti berita? Atau jangan-jangan ini semua permainan dia,' pikiran Maxime meragu.
'Atau malah dia sendiri yang meminta gadis itu untuk menggantikan? Aku harus periksa server cctv di mansion,' Maxime mengacuhkan panggilan dari Kirani.
Laptop yang ada di meja kerja, Maxime pun membukanya.
Setelah mengetik password, Maxime melihat rekaman cctv mulai tanggal yang dia duga Kirana masuk ke rumahnya, yaitu saat Cantika diijinkan pulang dari rumah sakit.
Maxime ingat, sudah beberapa kali Kirana mengatakan jika dia bukanlah istrinya.
"Sial, gue terlalu percaya diri saat itu. Dan malah mengajaknya pergi periksa karena mengira dia lupa ingatan akibat kecelakaan," Maxime memukul meja karena kesal.
Maxime melihat aktivitas seluruh rekaman cctv.
Maxime mengerutkan dahi saat melihat sesuatu yang mencurigakan.
"Sial, pake lampu dimatikan segala," umpat Maxime karena tak bisa melihat jelas hasil perekaman kamera cctv.
"Gue harus cari penjaga rumah saat itu," niat Maxime setelah pulang.
Hingga tak sengaja Maxime melihat Kirani keluar mengendap dengan menenteng sebuah koper di tengah malam.
Maxime meneruskan melihat rekaman, dan saat pagi menjelang dilihatnya seorang wanita yang berkutat di dapur ditemani bibi dan dua orang maid.
"Nah, kalau yang ini apa Kirana sudah mulai berperan menjadi Kirani?" tebak Maxime seraya berpikir.
"Tapi apa yang terjadi sebenarnya? Apa mereka sengaja bekerjasama? Kalau begitu, Kirani sudah tahu semua? Sialan. Mereka berdua berani membohongi diriku," umpat Maxime marah.
"Gue harus pulang dan minta penjelasan ke Kirani," Maxime beranjak dan pulang buru-buru.
.
Kirani menyambut hangat kedatangan Maxime.
Niat Maxime untuk menginterogasi para penjaga malam itu terpaksa ditunda karena Kirani ada di depannya.
"Kubuatkan sup untukmu sayang. Mau dicicip sekarang?" sambut Kirani.
"Sejak kapan suka masak?" pancing Maxime.
"Sejak kemarin," kata Kirani menjawab.
Maxime menatap dalam wajah Kirani.
'Penampilannya tidak sama dengan yang kemarin,' batin Maxime.
"Ada apa? Ada yang salah?" Kirani mengamati penampilannya sendiri.
"Nggak ada," Maxime melangkah menuju kamar utama dan Kirani mengikuti.
'Apa aku pancing aja dia ya? Selama ini Kirani selalu beralasan jika aku menginginkan dirinya,' kata Maxime dalam hati.
'Aku akan berpura-pura seolah tak terjadi apa-apa,'
"Kok diam sayang," bahas Kirani karena Maxime hanya memainkan ponsel yang ada di tangannya.
"Hhhmmm, aku hanya memikirkan pertarungan kita semalam sih," ucap Maxime membuat Kirani terkejut tapi langsung berubah bersikap biasa.
Perubahan raut wajah Kirani tak luput dari tatapan tajam Maxime.
"Semalam kamu sungguh hot," bisik Maxime menggoda.
"Makasih," balas Kirani berpura-pura.
"Pintar sekali kamu memanjakan suami," pujian Maxime untuk memancing reaksi Kirani. Dan itu berhasil. Kirani tersenyum canggung.
Bukan Kirani namanya kalau tak cepat menguasai keadaan.
"Gimana kalau kita ulang lagi siang ini sayang? Aku akan melayani suami aku sepenuh hati," bisik Kirani dengan nada sensual. Sengaja memantik reaksi Maxime.
Tangan Kirani mulai bergerilya di tubuh sang suami, Maxime membalas dengan sikap dingin.
Melihat suami tak bereaksi, Kirani tetap melonggarkan dasi dan membuka kancing kemeja Maxime satu persatu.
"Come on sayang," bisik Kirani.
Maxime masih diam.
Di saat yang sama ponsel Maxime bergetar membuat Kirani kesal.
"Aku angkat dulu panggilan ini," Maxime beranjak menghindari sentuhan Kirani.
'Sialan. Apa yang telah dilakukan oleh gadis binal itu? Dia tak sepolos yang aku kira,' batin Kirani kesal dan marah.
'Apa yang dikatakan suamiku benar? Mereka telah melakukan hubungan suami istri? Aku harus cari dia sampai dapat,' batin Kirani terus saja mengumpat.
'Apa Maxime melakukannya karena mengira dia adalah diriku? Pastinya. Tenang Kirani, gadis itu tak ada sekarang. Jadi untuk sementara kamu aman,' Kirani menghibur dirinya sendiri.
Kirani mengira Maxime belum tahu sandiwara yang dibuatnya bersama Kirana.
"Halo," sapa Maxime ke sang penelpon di antara lamunan Kirani.
"Oke, ikutin dia. Jangan sampai dia tahu," tegas Maxime.
"Gue akan nyusul ke sana Rick," kata Maxime selanjutnya.
Maxime mendapat info penting yang menjadi rahasia antara Maxime dan Ricky asistennya.
"Mau kemana? Barusan juga pulang?" Kirani memegang lengan Maxime yang terburu pergi.
"Ada kerjaan yang musti aku urus. Oh ya, malam ini aku tak pulang. Aku keluar kota sama Ricky," beritahu Maxime.
"Tungguin bentar. Aku siapin barang-barang kamu dulu deh," Kirani sengaja mengulur waktu.
"Nggak usah. Asisten aku sudah siapin semua," tolak Maxime.
"Yaacchhhh... Padahal aku sudah capek-capek buat sup. Dicicipi aja nggak," keluh manja Kirani.
Maxime tak menggubris dan langsung pergi.
Wajah Kirani berubah masam.
"Aku harus mencari gadis itu sampai dapat. Akan kucabik-cabik dia seperti ini," tangan Kirani meremas dan memukuli guling yang ada di atas ranjang.
"Apa aku ikutin aja kemana Maxime pergi," tiba-tiba Kirani ada ide.
Kirani baru menyadari ada yang janggal dengan sikap Maxime sepeninggal sang suami barusan.
"Gue tak boleh lengah," gumam Kirani seraya menyambar kunci mobil yang tergeletak di atas nakas.
.
"Ricky, tunggu gue di kantor," kata Maxime yang barusan keluar dari gerbang mansion.
"Siap tuan," jawab Ricky.
Maxime menginjak pedal gas dalam.
Mobil sport melaju kencang memecah jalanan.
Saat berhenti di sebuah traffic light tak sengaja Maxime melihat belakang lewat kaca spion.
"Sial, ada yang mengikutiku," umpat Maxime.
Maxime menengarai karena Maxime hafal betul semua jenis mobil dan nomor polisi yang dipakai oleh keluarganya.
"Hhhmmm, apa itu Kirani?" pikir Maxime.
"Biarlah. Toh aku bisa beralasan saat nanti bersama Ricky," gumam Maxime.
Maxime membiarkan mobilnya terus diikuti dan sengaja memperlambat laju mobil.
"Aku akan tahu apa itu Kirani setelah sampai di perusahaan,"
Ricky sudah menunggu di depan lobi saat mobil Maxime tiba.
Ricky menghampiri Maxime yang belum turun karena dipanggil sang bos.
"Bilang pada Kirani, kita pergi karena ada urusan perusahaan," ucap Maxime.
Ricky melihat mobil yang terparkir lumayan jauh di belakang.
Dengan langkah terburu Ricky menuju mobil yang dimaksud.
"Ngapain bos ngajak ke luar kota kalau istrinya sudah di rumah?" tanya Ricky sambil jalan ke sebuah sedan mewah warna metalik.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
To be continued, happy reading guysssss
Like, komen, vote, bunga, kopi, kursi pijat buat ngilangin pegel nih jari...apapun itu author hargai sekali.
Makasih buat yang tulus ngedukung karya ini.
Salam sehat buat semua.
Muachhhhh
Kirana sudah mengandung lagi
Maxime & keluarga besar sudah bahagia
terima kasih thor🥰🥰🥰
harus bersedih atau bahagia ini😁
siapa yg telpon Maxime ?
kunci semua rahasia Kirana & Kirani ada di tangan Morgan ? ayo temukan Morgan segera Ricky
Fighting
yang lagi ngidam rujak cingur😄
suruhan Maxime atau Axel ?